Anda di halaman 1dari 17

DENGUE SHOCK SYNDROME

Oleh :

Bernad Nauli
030.10.054

Pembimbing :
dr. Mas Wishnuwardhana, Sp.A
KEPANITERAAN KLINIK ILMU KESEHATAN ANAK
RUMAH SAKIT UMUM DAERAH KOTA BEKASI
PERIODE 28 DESEMBER 04 MARET 2015
FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS TRISAKTI

DEFINISI
keadaan klinis kriteria DBD + gejala dan tanda
kegagalan sirkulasi atau syok

kelanjutan dari DBD, akhir perjalanan


penyakit infeksi virus dengue, derajat paling
berat, yang berakibat fatal
peningkatan permeabilitas kapiler cairan
keluar dari intravaskuler ke ekstravaskuler
penurunan volume intravaskuler&hipoksemia

PATOFISIOLOGI

Demam Berdarah

hipotesis infeksi
sekunder (teori
secondary
heterologous
infection)

hipotesis immune
enhancement.

DIAGNOSIS

Gejala klinis
Demam berlangsung 2-7 hari, kadang bifasik
Kecenderungan perdarahan, dibuktikan
sedikitnya dengan satu hal berikut ini:
-tes tornikuet positif
-ptekie, ekimosis atau purpura
-perdarahan dari mukosa, saluran
gastrointestinal, tempat injeksi atau lokasi
lain
-hematemesis atau melena

DIAGNOSIS
Laboratorium
Trombositopenia (100.000 sel per mm3 atau
kurang)
Hemokonsentrasi (peningkatan hematokrit
sama atau lebih besar dari 20% diatas ratarata, atau ditandai dengan
hipoalbuminemia)
Penunjang
Radiografi dada: efusi pleura
Ultrasonografi : ascites

Kriteria
sindrom
syok
dengue

kriteria yang terdapat pada demam berdarah


dengue ditambah dengan :
Penurunan kesadaran, gelisah
Nadi cepat, lemah, tekanan nadi < 20
mmHg
Hipotensi
Takikardi
Tanda-tanda perfusi yang buruk (akral
dingin)

DIAGNOSIS (WHO 2009)

GEJALA DAN TANDA KLINIS PADA


SETIAP DERAJAT

DD

DERAJAT

DBD

DBD

II

DBD
DSS

III

GEJALA & TANDA


Demam 2-7 hari

Leukopenia

Disertai > 2 tanda : sakit

Trombositopeni

kepala, nyeri retro-orbital,

Kebocoran Plasma

mialgia, atralgia
Gejala di atas (+)

(-)
Trombositopeni

Disertai uji bendung positif


Gejala di atas (+)

(<100.000/ul)

Serolo

gi

Disertai perdarahan spontan Kebocoran Plasma


Gejala di atas (+)
(+) :
Disertai tanda kegagalan
Peningkatan Ht >
sirkulasi

Syok berat disertai


DBD
DSS

IV

LABORATORIUM

dengan tekanan darah


dan nadi yang tidak

20 %
Penurunan Ht > 20
% setelah
pemberian cairan

Dengu
e
Positif

PENGELOLAAN

DAFTAR PUSTAKA
Pedoman Tatalaksana Klinis Infeksi Dengue di Sarana Pelayanan
Kesehatan. Departemen Kesehatan RI. 2005
Behrman Richard E., Kliegman Robert, Arvin Ann M., et al. Dengue
Fever and Dengue Hemorrhagic Fever. Nelson Textbook of pediatrics.
Vol. I. Philadelphia : El sevier. 2015. Pg 1629-32.
Infeksi Virus Dengue. Dalam : Soedarmo SSP, Garna H, Hadinegoro
SRS. Buku Ajar Infeksi & Pediatri Tropis. Edisi Kedua. Jakarta :
Badan Penerbit IDAI. 2010. Hal.155-181
WHO. Dengue Guidelines For Diagnosis, Treatment, Prevention, and
Control. 2009. Hal 3-147.
Tim Ilmu Kesehatan Anak RSCM. Draft Panduan Pelayanan Medis
Departemen Ilmu Kesehatan Anak RSCM. Jakarta: Balai Penerbit
RSCM. 2007.
WHO. Buku saku pelayanan kesehatan anak di rumah sakit:2009
WHO. Dengue, Dengue Haemorrhagic Fever, Dengue Shock Syndrome
In The Context Of The Integrated Management Of Childhood Illness.
2005. Hal 1-34

THANK YOU
FOR
YOUR ATTENTION