Anda di halaman 1dari 21

Retinopati Hipertensi

Pembimbing : dr. Faozan Sp.M


Oleh : Setiadi Winata

Definisi
Retinopati hipertensi adalah kelainan atau perubahan
vaskularisasi retina pada penderita hipertensi.
Hipertensi arteri sistemik merupakan tekanan
diastolik > 90 mmHg dan tekanan sistolik > 140
mmHg.
Jika kelainan dari hipertensi tersebut menimbulkan
komplikasi pada retina maka terjadi retinopati
hipertensi.

Gejala Klinis
Penderita retinopati hipertensi biasanya akan
mengeluhkan sakit kepala dan nyeri pada mata.
Penurunan penglihatan atau penglihatan kabur terjadi
oleh karena perubahan vaskularisasi akibat hipertensi
seperti perdarahan, cotton wool spot, telah mengenai
makula.

Penegakan Diagnosis
Anamnesis
Pemeriksaan tekanan darah
Pemeriksaan Oftalmologi
Pemeriksaan Penunjang

Anamnesis
Pada anamnesis penglihatan yang menurun
merupakan keluhan utama yang sering diungkapkan
oleh pasien.
Pasien mengeluhkan penglihatan buram dan seperti
berbayang apabila melihat sesuatu. Penglihatan
biasanya turun secara perlahan sehingga tidak
disadari

Funduskopi
Pada pemeriksaan oftalmoskop yang di periksa adalah
Nervus Optik, retina, makula dan fovea, koroid dan
pembuluh darah retina. Selain itu dapat juga dapat
diperiksan jaringan lain seperti kornea, COA, iris,
koroid dan badan kaca.

Funduskopi

Klasifikasi

Klasifikasi Retinopati Hipertensi Tergantung dari Berat


Ringannya Tanda-Tanda yang Terlihat pada Retina
Retinopati
Mild

Deskripsi

Asosiasi sistemik

Satu atau lebih dari tanda berikut : Asosiasi ringan dengan penyakit
Penyempitan arteioler menyeluruh atau stroke, penyakit jantung koroner
fokal,

AV nicking,

dinding arterioler dan mortalitas kardiovaskuler

lebih padat (silver-wire)


Moderate

Retinopati mild dengan satu atau lebih Asosiasi berat dengan penyakit
tanda berikut : Perdarahan retina (blot, dot stroke, gagal jantung, disfungsi
atau

flame-shape),

mikroaneurisma,

cotton-wool, hard exudates


Accelerated

renal

dan

mortalitas

kardiovaskuler

Tanda-tanda retinopati moderate dengan Asosiasi berat dengan mortalitas


edema papil dan dapat disertai dengan dan gagal ginjal
kebutaan

Mild Hypertensive Retinopathy

Ket : A. Nicking AV (panah putih) dan penyempitan arteriol lokal (panah


hitam) .
B. Terlihat AV nicking (panah hitam) dan gambaran copper wiring pada
arteriol (panah putih).

Moderate Hypertensive Retinopathy

Ket : A. AV nicking (panah putih) dan cotton wool spot (panah hitam).
B. Perdarahan retina (panah hitam) dan gambaran cotton wool spot (panah
putih)

Accelerated Hypertensive Retinopathy

Ket : Panah biru : Cotton wool spot ; Panah putih : perdarahan (blot shape) ;
Panah hijau : eksudasi retina dan macular star (star figure) ; panah hitam : papil
edema

Ket : Multipel cotton wool spot (panah putih) , perdarahan retina (panah
hitam).

Penatalaksanaan
Penatalaksanaan retinopati hipertensi bertujuan untuk
membatasi kerusakan yang sudah terjadi serta
menghindari terjadinya komplikasi.
Tekanan darah harus diturunkan dibawah 140/90
mmHg. Jika telah terjadi perubahan pada fundus
akibat arteriosclerosis dicegah progresivitasnya.

Penatalaksanaan
Fotokoagulasi laser merupakan salah satu terapi
dalam penanganan retinopati hipertensi.
Terapi laser retina terbukti memperbaiki oksigenasi
retina bagian dalam.
Fotokoagulasi pada fotoreseptor mengurangi konsumsi
oksigen di bagian luar retina dan menyebabkan
oksigen lebih mudah berdifusi dari koroid ke bagian
dalam retina, sehingga meningkatkan tekanan oksigen
dan mengurangi hipoksia.

Komplikasi
Central retinal artery occlusion
Branch retinal artery occlusion
Branch retinal vena occlusion

Oklusi Arteri Retina yang disertai dengan Oklusi Vena Retina

Prognosis
Prognosis tergantung kepada kontrol tekanan darah.
Kerusakan penglihatan yang serius biasanya tidak
terjadi sebagai dampak langsung dari proses
hipertensi kecuali terdapat oklusi vena atau arteri
lokal.