Anda di halaman 1dari 15

TRAUMA

TUMPUL PADA
MATA

Anggelina Tania Woda


Lado (102013316)

SKENARIO
Seorang laki-laki usia 20 tahun datang ke dokter dengan keluhan
mata kanan merah, sakit dan berair sejak 30 menit yang lalu.

Trauma
tumpul mata :
- HIFEMA
- UVEITIS
- ENDOFTALMI
TIS

-Edukasi
-pencegahan

Seorang laki-laki
usia 20 th
ddengan
keluhan mata
kanan merah,
sakit dan berair
sejak 30 menit
yang lalu

Penatalaksaan
:
- Medikament
osa
- Nonmedika
mentosa

- Komplikasi
- Prognosis

Differential
Diagnosis

Definisi

Gejala Klinis

Hifema

Hifema adalah keadaan dimana terdapat darah


di dalam bilik mata depan (antara kornea dan
iris), yang terjadi akibat trauma tumpul yang
merobek pembuluh darah iris atau badan siliar
dan bercampur dengan humor aqueus, yang
sebenarnya berwarna jernih. Darah yang
terkumpul di bilik mata depan biasanya terlihat
dengan mata telanjang. Walaupun darah yang
terdapat di bilik mata depan sedikit, tetap
dapat menurunkan penglihatan. Hifema dibagi
menjadi primer & sekunder.

Sakit disertai epiforia dan


blefarospasme, vpenglihatan
menurun, konjungtiva
hiperemis, kornea udem,.

Uveitis
Anterior

Radang uvea atau uveitis adalah istilah umum


untuk peradangan jaringan uvea. Bentuk yang
paling umum dan biasanya unilateral dengan
onset akut. Gejala yang khas meliputi nyeri,
fotofobia ,penglihatan kabur, sakit kepala dan
lakrimasi. Uveitis anterior adalah proses
radang yang mengenai uvea bagian anterior,
yaitu mengenai iris (iritis), badan silier
(siklitis), atau kedua-duanya (iridosiklitis).

Nyeri, fotobia, lakrimasi,


penglihatan kabur

Endoftalmitis

Endoftalmitis merupakan peradangan


supuratif di bagian dalam bola mata yang
meliputi uvea, vitreus dan retina dengan
aliran eksudat ke dalam kamera okuli anterior
dan kamera okuli posterior. Peradangan
supuratif ini juga dapat membentuk abses di
dalam badan kaca. Endoftalmitis merupakan
peradangan berat dalam bola mata yang
biasa disebabkan oleh infeksi. Terdapat 2 tipe

Gejala : mata merag, severe ocular


pain, lakrimasi, penururnan visus,
fotobia
Tanda: kelopak mata bengkak &
eritem, konjungtiva udem, kornea
udem,keruh,tampak infiltrat,
hipopion

Differential
Diagnosis

Pemeriksaan fisik

Pemeriksaan penunjang

Hifema

Visus menurun 1/60 , TIO


meningkat, konjungtiva
hiperemis, palpebra
spasme, pin hole tidak
maju, kornea udem dan
sedikit merah, COA
terdapat darah

CT Scan, MRI, tonometri

Uveitis anterior

Hiperemis, perubahan kornea


(keratik presipitat), udem
kornea,hiperemis iris, pupil
mengecil dan refleks cahaya
menurun lensa keruh, tekanan
bola mata bisa meningkat
normal dan menurun

Flouresence angiografi, USG,

Endoftalmitis

Kelopak mata bengkak dan


eritem, konjungtiva tampak
chemosis, kornea udem keruh
dan tampak infiltrat, hipopion
(prognonsis buruk) >> iris
udem dan keruh, eksudat
pada vitreus dan TIO
meningkat/menurun, visus
menurun

Kultur darah, kutur sputum, CT scan

Etiologi

Hifema biasanya disebabkan oleh trauma tumpul pada mata seperti


terkena bola, batu, peluru senapan angin, dll. Selain itu, hifema
juga dapat terjadi karena kesalahan prosedur operasi mata.
Keadaan lain yang dapat menyebabkan hifema namun jarang
terjadi adalah adanya tumor mata (contohnya retinoblastoma), dan
kelainan pembuluh
. darah (contohnya juvenile xanthogranuloma).

Epidemologi
Menurut satu studi yang dilakukan di
Amerika Serikat, kejadian hifema,
terutama hifema traumatik,
diperkirakan sebanyak 12 kasus per
100.000 orang populasi. Anak-anak
dan remaja usia 10-20 tahun
memiliki persentase penderita
terbanyak, yaitu sebesar 70%.
Hifema lebih sering terjadi pada pria
dibandingkan wanita dengan
perbandingan 3 : 1.

Hifema

Terisinya kamera okuli anterior


(COA) oleh sel darah merah.

Trauma
patofisiologi
Iatrogenik
(intraoperatif
postoperatif)
Tumor intraokular

Kebanyakan hifema grade I (termasuk mikrohifema)


40% membentuk bekuan yang menempel ke stroma iris, 10%
kontak dengan endotel kornea
71% robekan pada pembuluh darah korpus siliaris bag. anterior
Durasi umum hifema tanpa komplikasi: 5-6 hari sebelum resoprsi

Klasifikasi

Komplikasi

TIO akut glaukoma


traumatik
Perdarahan ulang / 2o
hemorrhage
Sinekia posterior (iritis)
Sinekia anterior (pada hifema
>9 hari)
Corneal blood staining (pada
hifema total + TIO) dapat
menghilang berbulan-bulan
sampai 2 tahun lamanya
Glaukoma kronik (late-onset
glaucoma)
Atrofi optik

Penatalaksanaan

Sikloplegik/midriatik untuk mengurangi rasa sakit dan risiko terjadinya sinekia posterior.
Pemberian sikloplegik dapat menstabilkan blood-aqueous barrier, meningkatkan kenyamanan
pasien, dan memfasilitasi evaluasi segmen posterior.
Analgesik bila perlu, berupa asetaminophen atau codein, bergantung pada tingkat nyeri yang
dirasakan pasien
Kortikosteroid topical mencegah iritis/iridosiklitis
Agen antifibrinolitik seperti asam aminokaproat 50 mg/KgBB tiap 4 jam maksimal 30 gram/hari
selama 5 hari serta asam traneksamat oral 25 mg/KgBB 3 kali selama 6 hari untuk mengurangi
risiko perdarahan ulang. KI gangguan clotting intravaskuler dan kehamilan.
Tissueplasminogen activator untuk fibrinolisis clotting yang stagnan. Dosis tPA adalah 10
mikrogram, diberikan injeksi intrakamera.
Apabila tekanan intraokular (IOP) meningkat, maka pasien diberi penyekat-P topikal.
asetazolamid atau metazolamid oral atau manitol intravena.

Apabila terapi medis gagal mengendalikan IOP, mungkin diperlukan pengurasan kamera
anterior secara bedah. Parasentesis atau mengeluarkan darah dari bilik mata depan
dilakukan pada pasien dengan hifema bila terlihat tanda-tanda imbibisi kornea, glaukoma
sekunder, hifema penuh dan berwarna hitam atau bila setelah 5 hari tidak terlihat tandatanda hifema akan berkurang.

Prognosis

Tergantung dari banyak darah yang tertimbun di COA


hifema dengan darah sedikit, tanpa glaukoma
>>Prognosis baik
hifema dengan glaukoma >> prognosis BURUK
Dan prognosis untuk pemulihan visual secara langsung
berkaitan dengan 3 faktor berikut ini penting:
Jumlah kerusakan yang berhubungan dengan struktur
okular lainnya
Apakah perdarahan sekunder terjadi
Apakah komplikasi glaukoma, kornea bloodstaining,
atau atrofi optik terjadi

Kesimpulan
Hifema merupakan salah satu gangguan pada
mata yang di sebabkan oleh trauma tumpul dan
sebagainya. Hifema kebanyakan disebabkan
trauma sehingga menumpuknya sel darah merah
di bilik mata depan atau pada kamera okuli
anterior. Sehingga menghalangi penglihatan dan
menyebabkan visus menurun. Apabila tidak
ditangani dengan cepat, bisa menyebabkan
terjadi pengingkatan TIO dan perdarahan
sekunder sehingga hifema bisa berlanjut pada
komplikasi yang lebih serius terutama Glaukoma
karena bisa menyebabkan kebutaan. Oleh karena
itu dibutuhkan kepekaan dokter dalam menangani
kasus hifema untuk menurunkan angka kejadian
glaucoma pada penduduk.

TERIMA
KASIH