Anda di halaman 1dari 36

Laporan Kasus Dermatitis Atopik

Pembimbing: dr. Herni, Sp.KK


Fawaid Akbar
I 11112029
Kepaniteraan Klinik Ilmu Kesehatan Kulit dan Kelamin

Pendahuluan

Dermatitis atopik (DA) adalah suatu penyakit kulit


inflamasi yang kronis dan berulang, dengan karakteristik rasa
gatal yang hebat, kulit kering, inflamasi dan eksudasi. Kelainan
kulit berupa papul gatal, yang kemudian mengalami ekskoriasi
dan likenifikasi, distribusinya di lipatan (fleksural). Hal ini dapat
disebabkan oleh stress fisik dan emosional. DA seringkali
berhubungan dengan peningkatan nilai serum IgE dan riwayat
alergi tipe I, rhinitis alergika dan asma pada penderita atau
keluarga.

DA seringkali mengenai 10-15% anak diseluruh belahan dunia


dan prevalensinya meningkat dengan cepat. Gejala pertama
biasanya dimulai saat bayi, dan sekitar 50% kasus didiagnosis
pada usia 1 tahun, dan DA bersifat jangka panjang dan menetap
hingga dewasa pada sepertiga pasienSekitar 70 persen kasus DA
dimulai pada anak usia dibawah 5 tahun, meskipun sebanyak 10
persen kasus yang dijumpai di rumah sakit dimulai saat usia
dewasa.

Tinjauan Pustaka

DERMATITIS ATOPIK

definisi

epidemiologi

etiopatogenesis
IL5 akan mempertahankan

Peradangan kulit
kronis dan residif
disertai gatal sering
terjadi pada bayi dan
anak2

10-20% anak2, 1-3%


dewasa
Wanita > pria
genetik

hidup eosinophil
dan
Reaksi
imunologik
meningkatkan fungsinya
Kadar
IgE dan
Sel mononuclear
eosinophil
penderita DApada
akan
penderita
DA
meningkatkan enzim
meningkat
CAMP sehingga terjadi
peningkatan produksi IgE
oleh sel B

Faktor
pencetus

Makanan biasanya pada anak2, contohnya


telur, susu, gandum, kedele, kacang tanah

Alergen hirup 95% penderita DA


mempunyai IgE spesifik untuk tungau debu
rumah

Penderita DA cenderung mudah terinfeksi o/


bakteri virus jamur karena imunitas seluler
menurun

90% penderita DA ditemuka staphylococcus


aureus

Gambaran
klinis

Gatal
gatal-garuk
Kulit kering,
pucat, jari
tangan teraba
dingin
Papul
ekskoriasi
dan
likenifikasi

1. DA infantile (2 bulan 2 tahun) :


predileksi dahi, pipi, dapat
meluas ke kulit kepala, leher,
pergelangan tangan, lengan, tungkai
efloresensi eritema, papul
vesikel, krusta
2. DA anak ( 2-10 tahun) :
predileksi lipat siku, lipat
lutut, pergelangan tangan bagian
fleksor, leher
efloresensi papul, likenifikasi,
skuama
3. DA remaja & dewasa :
predileksi : lipat siku, lipat lutut,
leher, dahi
Efloresensi : plak popular eritematosa,
skuama, likenifikasi

Diagnosis : 3 kriteria mayor + 3 kriteria minor


Kriteria mayor

pruritus
Dermatitis wajah
Dermatitis di fleksura
Dermatitis kronis dan residif
Riwayat atopi

Kriteria minor

xerosis
Gatal bila berkeringat
Infeksi kulit
Hiperliniar palmar
Konjungtivitis berulang
Orbita menjadi gelap
Hipersensitifitas terhadap
makanan
Awitan pada usia dini
Kadar IgE dalam serum
meningkat
Konjungtivitis berulang
dll

Diagnos
is
banding

Dermatitis
seboroik
Dermatitis
kontak
Skabies
Dermatitis
numularis

penatalaksanaan

edukasi

Memakai sabun
mandi dengan
pH netral dan
tidak memakai
antibakteri
Menghindari
factor
pencetus
Menjaga
kebersihan

topika
l

1. Kortikosteroid topical
bayi hidrokortison 1% 2.5%
Remaja dewasa
potensi menengah co/
triamnisolon
2. Imunomodulator
Takrolimus dan
pimekrolimus
3. Preparat ter
4. antihistamin

sistemik

1. Kortikosteroid
u/ mengedalikan
ekaserbasi akut dalam
jangka waktu pendek
dan dosis rendah
2. Antihistamin
3. Antibiotik
4. Interferon
5. siklosporin

Terapi
sinar

Indikasi : DA
berat dan luas
Menggunakan
fotokemoterapi
dengan UVA dan
UVB
Mekanisme
kerja : menekan
sel langerhasn
dan eosinofil

prognosis

Prognosis kurang baik pada :

1.

DA luas pada anak

2.

Rinitis akergik / asma

3.

Riw, DA pada keluarga

4.

Onset DA usia dini

5.

Anak tunggal

6.

Kadar IgE serum tinggi

Penyajian Kasus

Anamnesis

Identitas Pasien

Nama

: Tn. Victor Edmundus Ayud

Jenis kelamin

: Laki-laki

Umur

: 55 tahun

Alamat

: Jl. Pancasila V No. 12

Status

: Menikah

Pekerjaan

Pendidikan

: S2

Etnis/suku

: Dayak

Agama

: Katolik

Tanggal pemeriksaan

: PNS

: Rabu, 22 Juni 2016

Anamnesis

Anamnesis dilakukan Secara Autoanamnesis pada Hari Kamis


Tanggal 23 Juni 2016, pukul 10.00 WIB.

Keluhan utama :

Bercak Kemerahan di sertai gatal di lipatan siku, lutut dan bokong sejak 1
bulan yang lalu

Riwayat penyakit sekarang :

Penderita datang ke RSUD Sultan Syarif Mohamad Al Qadrie dengan keluhan


timbulnya kemerahan di lipatan siku disertai gatal. Keluhan timbul sejak 1
bulan yang lalu kulit tampak kering. Gatal muncul ketika berkeringat dan
ketika memakan udang.

Riwayat Pengobatan
: Keluhan penderita sudah pernah diobati sembuh
dan muncul kembali saat ini.

Anamnesis

Riwayat penyakit dahulu :

Keluhan serupa
: Penderita pernah merasakan keluhan seperti ini
sebelumnya sudah belasan tahun yang lalu

Alergi

: Ada

Asma

: Disangkal

Diabetes Melitus

: Disangkal

Jantung

: Disangkal

Riwayat penyakit keluarga :

Keluhan serupa

: Disangkal

Alergi

: Ada. Alergi makanan, udang

Asma

: Ada. Ibu Pasien

Diabetes mellitus

Hipertensi

Jantung

: Riwayat DM disangkal
: Disangkal
: Disangkal

Anamnesis

Riwayat kebiasaan/lingkungan :

Anggota keluarga yang sakit serupa di sangkal.

Riwayat sosial ekonomi :

Pasien adalah seorang PNS di salah satu Sekolah Menengah Kejuruan (SMK)
di Kota Pontianak.

Status Dermatologis

Status Dermatologis
Lokasi

: regio tangan kanan


dan kiri.

Distribusi
Ujud

: regional

kelainan kulit: Papul


berskuama eksoriasi di
regio fossa cubiti.

Status Dermatologis

Status Generalis

Keadaan umum : Baik

Kesadaran

Berat badan

: 65 kg

Tinggi badan

: 168 cm

Gizi

Nadi

Repirasi

: 20x/menit

TD

: 130/70 mmHg

Suhu

: Compos Mentis, GCS 15 (E4M6V5)

: Kesan gizi baik


: 80/menit

: Tidak diperiksa

Status Generalis

Kepala/leher

Mata
: sklera ikterik (-/-), konjungtiva anemis (-/-), mata cekung
(-/-), edem palpebra (-/-)

Mulut

: sianosis (-), mulut kering (-)

Telinga : sekret (-/-), darah (-/-)

Leher

Thorax

: pembesaran kelenjar getah bening (-), massa (-)

Tidak dilakukan pemeriksaan.

Abdomen

Tidak dilakukan pemeriksaan

Genitalia

Ekstremitas
CRT < 2

: tidak dievaluasi
: sesuai status dermatologis, akral hangat,

Diagnosis
Diagnosis

Kerja

Dermatitis

Diagnosis

Atopik

Banding

Skabies
Dermatitis

Kontak Iritan.

Dermatitis

Kontak Alergi.

Penyakit

Gambaran klinis

Seboroik dermatitis

Berminyak, squama, riwayat keluarga tidak ada

Psoriasis

Plak pada daerah ekstensor, skalp, gluteus,


pitted nail

Neurodermatitis

Gatal, soliter, riwayat keluarga tidak ada

Contact dermatitis

Riwayat kontak, ruam di


riwayat keluarga tidak ada

Skabies

Papul, sela jari, positif ditemukan tungau

Sistemik

Riwayat, pemeriksaan fisik.


banyak sesuai dengan penyakit

Dermatitis
herpetiforme

Vesikel berkelompok di daerah lipata

Dermatofita

Plak dengan sentral healing, KOH negatif

Immmunodefisiensi
disorder

Riwayat infeksi berulang

tempat

kontak,

Pemeriksaan

Usulan Pemeriksaan Penunjang


Pemeriksaan

Darah Perifer.

Dermatografisme
Percobaan

putih.

Asetilkolin.

Tatalaksana
Non-medikamentosa

Hindari

semua faktor luar yang mungkin


menimbulkan manifestasi klinis

Menjauhi

alergen pemicu

Hindari

pemakaian bahan yang merangsang


seperti sabun keras dan bahan pakaian dari
wol

Medikamentosa
Cetrizine

tablet 1 x 10 mg per oral


Metilprednisolon 2 x 8 gr per oral
Mumetason Furoat Cream Oles 1 x Malam

Prognosis
Quo

Ad vitam
Quo Ad functionam
Quo Ad sanactionam

: bonam
: bonam
: dubia ad bonam

Pembahasan

PEMBAHASAN

Dermatitis
atopik
(DA)
adalah keadaan peradangan
kulit kronis dan residif,
disertai
gatal
yang
umumnya sering terjadi
selama masa bayi dan
anak-anak,
sering
berhubungan
dengan
peningkatan
kadar
IgE
dalam serum dan riwayat
atopi pada keluarga atau
penderita
(dermatitis
atopi, rhinitis alergika,
asma
bronkhiale,
dan
konjungtivitis alergika).

Tn. V 55 tahun
dating
dengan
keluhan
bercak
merah disertai rasa
gatal di lipatan siku
dengan
riwayat
asma
pada
keluarganya .

Gambaran kllinis pada DA


yaitu kulitnya tampak kering,
pruritus hilang timbul terutama
pada malam hari, kelainan kulit
yang timbul yaitu berupa
papul, likenifikasi, eritema,
ekskoriasi, eksudasi dan krusta.
DA dapat dibagi menjadi tiga
fase sesuai umur yaitu DA
infantile (2 bulan 2 tahun),
DA anak (2 10 tahun), dan
DA pada remaja dan dewasa.

Melihat usia pada


pasien, kasus ini
termasuk DA pada
dewasa,
hal
ini
sesuai
dengan
gambaran
klinis
menurut usia dan
lebih
banyak
eksoriasi dan kulit
kering dan gatal pada
pasien

Predileksi
menurut
teori lebih banyak di
lipat siku, lipat lutut,
pergenlangan tangan
bagian
fleksor,
kelopak mata, leher,
dan jarang diwajah.
Pada
pasien
ini
predileksinya yaitu di
lipatan siku lutut dan
bokong.

hipotesa berdasarkan
lesinya yaitu dermatitis
atopik, miliaria,
folikulitis, dermatitis
kontak iritan dan
dermatitis kontak alergi

Dermatitis

atopik kita ambil sebagai diagnose berdasarkan 3

kriteria mayor dan minor, pada pasien ini kriteria mayor tersebut
yaitu pruritus,, dermatitis kronis dan residif, riwayat atopi pada diri
sendiri sedangkan kriteria minor yaitu xerosis, gatal bila
berkeringat, hipersensitif terhadap makanan.

Tidak
ada
hasil
laboratorium
yang
spesifik
yamg
dapat
digunakan
untuk
menegakkan
diagnosis
DA, namun kita dapat
mengusulkan
untuk
pemeriksaan IgE dan skin
prick te

Pada kasus DA terjadi respon imun


pada kulit dan reaksi sistemik.
Perubahan sistemik pada DA
diantaranya adalah sintesis IgE
meningkat, IgE spesifik terhadap
allergen ganda meningkat, termasuk
pada
makanan,
aeroallergen,
mikroorganisme, toksin bakteri dan
autoalergen. Pelepasan histamine dan
basophil meningkat, dan terjadi
eosinophilia

Penatalaksanan

EDUKASI
Hindari

semua faktor luar yang mungkin


menimbulkan manifestasi klinis

Menjauhi
Hindari

alergen pemicu

pemakaian bahan yang merangsang


seperti sabun keras dan bahan pakaian dari
wol

Maka dari itu pada


pasien ini diberi Obat
anti histamin, kortiko
steroid oral , topical
kortikosteroid
dan
antibiotic jika terjadi
infeksi sekunder. Yaitu,
cetirizine,
metilprednisolon,
desoksimethason, dan
klindamisin

Pengobatan sistemik
menurut teori dapat diberi
kortikosteroid dan
antihistamin. Kortikosteroid
diberikan untuk
mengendalikan eksaserbasi
akut dalam jangka pendek
dan dosis rendah.
Antihistamin unntuk
membantu mengurangi rasa
gatal yang hebat.

Kesimpulan
Berdasarkan

anamnesis dan pemfis yang


dilakukan terhadap pasien Tn. V, didapat data
yang mengarahkan ke Diagnosis Kerja
Dematitis Atopik . Pasien dirawat jalan dengan
terapi sistemik dan topikal. Prognosis pada
pasien ini secara keseluruhan baik

Terimakasih

Anda mungkin juga menyukai