Anda di halaman 1dari 125

HAK PASIEN

DAN KELUARGA

POKJA 2 (DUA)

Nama Nama Tim Pokja


2
Ketua : Hotman Sihombing
Sekretaris : Dina F. Manihuruk
Angngota :
1. Dr. Sonya Siahaan
2. Dr. Eben Ejer Purba
3. Rita Hutabarat
4. Berliana Lubis
5. Albert Pangaribuan
6. Masita Piliang
7. Hotma Gultom

HPK 1
Rumah sakit bertanggung jawab untuk
memberikan proses yang mendukung hak
pasien dan keluarganya selama dalam
pelayanan.

DOKUMEN :
Acuan : UU 44/2009 tentang RS
Regulasi RS : Regulasi tentang hak pasien
dan
keluarga

1. REGULASI TENTANG HAK PASIEN DAN KELUARGA

HPK 1

HPK 1

HPK.1.1
Pelayanan
dilaksanakan
dengan
penuh
perhatian dan menghormati nilai-nilai pribadi
dan kepercayaan pasien.
DOKUMEN:
Regulasi RS :
1. Panduan Pelayanan Kerohanian
2. SPO pelayanan kerohanian
3. Formulir permintaan pelayanan kerohanian

1. Kebijakan Pelayanan Kerohanian

HPK 1

HPK 1

2. Panduan Pelayanan Kerohanian


Defenisi
Pelayanan Kerohanian merupakan bagian internal dari bentuk pelayanan kesehatan
dalam upaya pemenuhan kebutuhan biologi, sosiologi da spiritual yang komprehensif
karena pada dasarnya setiap diri manusia terdapat kepatuhan dasar spiritual (Basic
Spritual, Dadang Hawari, 1999)

1. Pelayanan kerohanian pasien di Rumah Sakit Umum Daerah Tarutung adalah kegiatan
bimbingan dan pemulihan rohani kepada pasien di Rumah sakit sebagai bentuk upaya
kepedulian kepada mereka yang sedang mendapat ujian dari Tuhan yang maha Esa.
2. Fungsi Pelayanan Kerohanian
a. Fungsi Preventif : berarti bahwa pelayanan kerohanian ini dapat membantu mencegah
tumbuhnya masalah kesehatan psikis pasien/keluarga misalnya rasa cemas yang
berlebihan
b. Fungsi Pemahaman berarti bahwa pelayanan kerohanian ini akan meningkatkan
pemahaman pasien/keluarga agar bisa menerima permasalahan kesehatan yang di
alami dengan ikhlas
c. Fungsi Perbaikan, bertai bahwa pelayanan kerohanian ini akan mengatasi berbagai
permasalahan kesehatan yang di hadapi pasien/keluarga
d. Fungsi Pemeliharaan dan Pengembangan, fungsi ini berate bahwa pelayanan
kerohanian ini dapat membantu pasien dalam memelihara dan mengembangkan
keeluruhan pendapat secara mantap dan terarah dan berkelanjutan sehingga dapat
menerima kondisi sakit dengan baik.

HPK 1.1

RUANG LINGKUP
1. Pelayanan bimbingan rohani yang bisa di
laksanakan oleh Rumah Sakit Umum Daerah
Tarutung adalah Islam, Kristen dan Katolik
2. Untuk pelayanan bimbingan rohani selain agama
Islam, Kristen dan Katolik maka perawat ruangan
akan berkoordinasi dengan pasien/keluarga untuk
mendapatkan informasi kemana rohaniawan yang
bisa di hubungi.

TATA LAKSANA
Pasien /keluarga melapor keperawat
ruangan jika ingin mendapatkan pelayanan
kerohanian dengan mengisi form
permintaan.
HPK 1.1

3. SPO Pelayanan Kerohanian

HPK 1.1

4. Formulir permintaan pelayanan kerohanian

HPK 1.1

HPK 1.1.1
DOKUMEN:
Regulasi RS :
1. Panduan Pelayanan Kerohanian
HPK 1
2. SPO pelayanan kerohanian
3. Formulir permintaan pelayanan kerohanian

HPK 1.2
Pelayanan menghormati kebutuhan
privasi pasien
DOKUMEN:
Regulasi RS :
Kebijakan/Panduan/SPO pelayanan
sesuai kebutuhan privasi pasien

1. KEBIJAKAN PERLINDUNGAN HAK PASIEN DAN KELUARGA TERHADAP


KEBUTUHAN PRIVASI

HPK 1.2

2. PANDUAN PERLINDUNGAN HAK PASIEN DAN


KELUARGA TERHADAP KEBUTUHAN PRIVASI

HPK 1.2

HPK 1.2

3. SPO KEBUTUHAN PRIVACY PASIEN

HPK 1.2

4. FORMULIR PERMINTAAN PRIVASI

HPK 1.3
Rumah sakit mengambil langkah untuk
melindungi barang milik pasien dari
pencurian atau kehilangan
DOKUMEN:

Regulasi RS : Ketentuan RS tentang


upaya perlindungan harta milik
pasien

1. KEBIJAKAN PERLINDUNGAN BARANG MILIK


PASIEN DARI
PENCURIAN DAN KEHILANGAN

HPK 1.3

2.

Panduan Perlindungan Barang Milik Pasien dari Pencurian dan Kehilangan

HPK 1.3

HPK 1.3

3. SPO PERLINDUNGAN BARANG MILIK PASIEN

HPK 1.3

HPK 1.4
Pasien dilindungi dari kekerasan fisik
DOKUMEN:
Regulasi RS :
Kebijakan/Panduan/SPO perlindungan
terhadap kekerasan fisik
Dokumen implementasi :
Daftar pengunjung RS

1. KEBIJAKAN PERLINDUNGAN PASIEN


TERHADAP KEKERASAN FISIK

SUTOTO-KARS

2. PANDUANPERLINDUNGAN PASIEN TERHADAP KEKERASAN FISIK

A. Definisi
1. Kekerasan fisik adalah ekspresi dari apa baik yang dilakukan secara fisik yang mencerminkan tindakan agresi dan penyerangan pada
kebebasan atau martabat seseorang. Kekerasan fisik dapat dilakukan oleh perorangan atau sekelompok orang.
2. Perlindungan pasien terhadap kekerasan fisik adalah suatu upaya Rumah Sakit untuk melindungi pasien dari kekerasan fisik oleh
pengunjung, pasien lain atau staf rumah sakit.
3. Bayi baru lahir (Neonatus) adalah bayi dalam kurun waktu satujam pertama lahir.
4. Bayi yang lahir normal adalah bayi yang lahir dengan umur kehamilan 37 minggu sampai 42 minggu dan berat lahir 2500 gram
sampai 4000 gram.
5. Anak-anak adalah masa yang dimulai dari periode bayi sampai masa pubertas yaitu 13-14 tahun.
6. Lansia (lanjut usia) adalah periode dalam kehidupan yang ditandai dengan menurunnya kemampuan fisik dan psikologis. Organisasi
kesehatan dunia (WHO) menggolongkan lanjut usia menjadi 4 yaitu: usia pertengahan (middle age) 45-49 tahun, lanjut usia (elderly)
60-74 tahun, lanjut usia tua (old ) 75-90 tahun dan usia yang sangat tua (very old) diatas 90 tahun.
7. Orang dengan gangguan jiwa adalah orang yang mengalami suatu perubahan pada fungsi kejiwaan. Keadaan ini ditandai dengan
adanya gangguan pada fungsi jiwa yang menimbulkan penderitaan pada individu dan atau hambatan pada melaksanakan peran
sosial.
8. Perempuan adalah sesorang manusia yang mempunyai vagina, dapat menstruasi, hamil, melahirkan dan menyusui anak.
9. Kekerasan pada perempuan adalah segala bentuk kekekarasan berbasis gender yang berakibat menyakititi secara fisik, seksual,
mental, atau penderitaan terhadap perempuan.
10.
Koma adalah istilah kedokteraan adalah suatu kondisi tak sadar yang sangat dalam, sehingga tidak memberikan respons atau
rangsangan rasa sakit, atau rangsangan cahaya.
11.
Pasien koma adalah pasien yang tidak dapat dibangunkan, tidak memberikan respons normal terhadap rasa sakit atau rangsangan
cahaya, tidak memiliki siklus tidur-bangun dan tidak dapat melakukan tindakan sukarela, koma dapat timbul karena berbagai kondisi,
termasuk keracunan, keabnormalan metabolic, penyakit sisten saraf pusat serta luka neurologis akut seperti stroke dan hipoksia,
geger otak karena kecelakaan berat terkena kepala dan terjadi pendarahan didalam tempurung kepala, koma juga dapat secara
sengaja ditimbulkan oleh agen Farmasentika untuk mempertahankan funsi otak setelah timbulnya trauma otak lain.
RUANG LINGKUP

12.Kekerasan fisik dirumah sakit dapat dialami oleh:


13.Bayi baru lahir (Neonatus) dan anak-anak
14.Kekerasan pada anak (child abuse)
15.Lansia
16.Kekerasan pada Perempuan
17.Orang dengan Gangguan Jiwa
18.Pasien Koma

HPK 1.4

TATA LAKSANA

1. Cara Rumah Sakit Umum Daerah Tarutung melindungi pasien dan keluarganya dari kekerasan fisik terutama pada pasien yang
tidak mampu melindungi dirinya seperti bayi, anak-anak, manula, perempuan, pasien jiwa, pasien koma, penyandang cacat dan lain
sebagainya.
a. Pengawasan terhadap lokasi pelayanan yang terpencil dan terisolasi.
b. Pengawasan ketat terhadap ruang perawatan bayi dan anak-anak untuk mencegah penculikan dan perdagangan pada bayi dan
anak-anak seperti pada:
Ruang Neonati
Ruang Kelas III Anak
Ruang ICU
c. Penanganan pada bayi/anak yang ditinggalkan oleh orangtuanya di Rumah Sakit dan merawat bayi tersebut agar sehat untuk
selanjutnya diserahkan kedinas sosial.
d. Semua pengunjung yang masuk ke Rumash Sakit Umum Daerah Tarutung harus memakai identitas yang dapat dikeluarkan oleh
security. Pengunjung yang mencurigakan diperiksa dan diinterogasi oleh petugas, khususnya oleh security.
e. Semua pengunjung diluar jam kunjungan di Rumah Sakit baik diluar jam kantor, diluar jam pelayanan maupun diluar jam besuk
didaftarkan dan dicatat oleh security.
f. Kekerasan pada lansia dapat dicegah dengan beberapa tindakan preventif antara lain, menyediakan kamar mandi khusus, loker
khusus serta membangun pusat geriatric.
g. Membatasi jumlah pasien yang masuk ke ruang perawatan dengan menerapkan ketentuan dengan hanya mereka yang
menggunakan ID Card yang boleh memasuki ruang perawat.
h. Pada ruang perawat wanita pendampingan pasien harus berjenis kelamin wanita
. DOKUMENTASI
. Prosedur menerima pengunjung Rumah sakit
. Prosedur perlindungan terhadap ancaman
. Prosedur pemantauan lingkungan terpencil
. Prosedur perlindungan terhadap penculikan anak/bayi

HPK 1.4

1. SPO Pemberian
Informasi

2. SPO Perlindungan
Fisik

HPK 1.4

3. SPO Pengawasan terhadap Lokasi


Pelayanan yang terpencil atau terisolasi

4. Formulir Serah
Terima Bayi

HPK 1.4

5. Formulir Pengunjung RSUD


Tarutung

HPK 1.4

HPK 1.5
Rumah sakit mengidentifikasi kelompok pasien
yang mudah diserang dan yang berisiko dan
menetapkan proses untuk melindungi hak dari
kelompok pasien tersebut.
DOKUMEN:
Regulasi RS :
1. Panduan pelindungan terhadap kekerasan fisik
2. SPO perlindungan terhadap kekerasan fisik
Dokumen implementasi :
Daftar kelompok yang berisiko

1. KEBIJAKAN PERLINDUNGAN PASIEN TERHADAP ANAK-ANAK,


CACAT, MANULA, KOMA DAN GANGGUAN MENTAL DAN
EMOSIONAL DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH TARUTUNG

HPK 1.5

2. PANDUAN PERLINDUNGAN TERHADAP


KELOMPOK YANG BERESIKO DAN KELOMPOK
YANG DILINDUNGI RUMAH SAKIT

HPK 1.5

3. PERLINDUNGAN PASIEN TERHADAP ANAK-ANAK, CACAT, MANULA, KOMA DAN GANGGUAN MENTAL
DAN EMOSIONAL

HPK 1.5

4. DAFTAR KELOMPOK
BERESIKO

HPK 1.5

HPK 1.6
lnformasi tentang pasien adalah rahasia.
DOKUMEN:
Acuan:
1. UU 29/2004 tentang Praktik Kedokteran
2. UU 36/2009 tentang Kesehatan
3. UU 44/2009 tentang Rumah sakit
4. PP 10/1966 tentang Wajib Simpan Rahasia
Kedokteran
Regulasi RS :
Regulasi tentang perlindungan terhadap kerahasian
informasi pasien

1. KEBIJAKAN PERLINDUNGAN TERHADAP


KERAHASIAAN INFORMASI PASIEN DI RUMAH SAKIT
UMUM DAERAH TARUTUNG

HPK 1.6

2. PANDUAN PERLINDUNGAN TERHADAP KERAHASIAAN


INFORMASIPASIEN DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH
TARUTUNG

HPK 1.6

HPK 1.6

3. SPO UPAYA RUMAH SAKIT MENJAGA


KERAHASIAAN INFORMASI KESEHATAN
PASIEN

4. FORMULIR PENERIMA
INFORMASI KONDISI PASIEN

HPK 1.6

HPK 2
Rumah sakit mendukung hak pasien dan keluarga
berpartisipasi dalam proses pelayanan.
DOKUMENT:
Regulasi RS :
1. Kebijakan/Panduan/SPO komunikasi efektif untuk mendorong
keterlibatan pasien dan keluarganya dalam proses pelayanan
2. Kebijakan/Panduan/SPO cara memperoleh second opinion di
dalam atau di luar RS
Dokumen implementasi :
1. Bukti pelaksanaan pelatihan
2. Sertifikasi pelatihan staf tentang komunikasi pemberian
informasi dan edukasi yang efektif

1 A. KEBIJAKAN KOMUNIKASI EFEKTIF DALAM


PROSES PELAYANAN DI RUMAH SAKIT UMUM
DAERAH TARUTUNG

HPK 2

1 B. PANDUAN KOMUNIKASI EFEKTIF DALAM


PROSES PELAYANAN RSUD TARUTUNG

HPK 2

HPK 2

1 C.

FORMULIR INFORMASI

HPK 2

2 A. KEBIJAKAN MEMINTA/MEMPEROLEH PENDAPAT


LAIN (SECOND OPINION) DI RUMAH SAKIT UMUM
DAERAH TARUTUNG

HPK 2

2 B. PANDUAN MEMINTA PENDAPAT


LAIN (SECOND OPINION) RSUD
TARUTUNG

HPK 2

HPK 2

2 C. PEMBERIAN SECOND
OPINION

2 D. FORMULIR PERSETUJUAN
PERMINTAAN PENDAPAT LAIN

HPK 2

HPK 2.1
Rumah sakit memberitahu pasien dan keluarga, dengan cara dan bahasa
yang dapat dimengerti tentang proses bagaimana mereka akan
diberitahu tentang kondisi medis dan diagnosis pasti, bagaimana mereka
akan dijelaskan tentang rencana pelayanan dan pengobatan dan
bagaimana mereka dapat berpartisipasi dalam keputusan pelayanan, bila
mereka memintanya.
DOKUMENT:
Regulasi RS :
1. Kebijakan/Panduan/SPO tentang penjelasan hak pasien dalam
pelayanan
2. Kebijakan/Panduan/SPO tentang panduan persetujuan tindakan
kedokteran
Dokumen:
3. Formulir pemberian edukasi
4. Formulir persetujuan / penolakan tindakan kedokteran

1A. KEBIJAKAN PENJELASAN CUSTOMER SERVICE DAN


UNIT TERKAIT TERHADAP HAK PASIEN DALAM
PELAYANAN DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH
TARUTUNG

HPK 2.1

1 B. PANDUAN PENJELASAN CUSTOMER


SERVICE DAN UNIT TERKAIT TERHADAP HAK
PASIEN DALAM PELAYANAN

HPK 2.1

1 C. FORMULIRPEMBERIAN EDUKASI
TENTANG HAK PASIEN DALAM PELAYAN

HPK 2.1

2 A. KEBIJAKAN PANDUAN
PERSETUJUAN TINDAKAN
KEDOKTERAN (INFORM CONSENT)

HPK 2.1

2 B. KEBIJAKAN PANDUAN PERSETUJUAN


TINDAKAN KEDOKTERAN (INFORM CONSENT)

HPK 2.1

HPK 2.1

2C. SPO PERSETUJUAN


TERHADAP PELAYANAN

2 D. SPO PENOLAKAN
TERHADAP PELAYANAN

HPK 2.1

2 E. FORMULIR

SUTOTO-KARS

HPK 2.1.1
Rumah sakit memberitahu pasien dan keluarganya tentang
bagaimana mereka akan dijelaskan tentang hasil pelayanan
dan pengobatan, termasuk hasil yang tidak diharapkan dan
siapa yang akan memberitahukan.
DOKUMENT:
Regulasi RS :
Kebijakan/Panduan/SPO tentang penjelasan hak pasien
dalam pelayanan
Dokumen:
Materi penjelasan
Formulir pemberian penjelasan/edukasi

1. KEBIJAKAN PENJELASAN HAK PASIEN


DALAM PELAYAN TERHADAP HASIL PELAYANAN
DAN PENGOBATAN

HPK 2.1.1

2. PANDUAN PENJELASAN HAK PASIEN


TENTANG HASIL PELAYANAN DAN
PENGOBATAN DALAM PELAYANAN

HPK 2.1 .1

3. SPO PENJELASAN HAK PASIEN DALAM


PELAYAN TERHADAP HASIL PELAYANAN DAN
PENGOBATAN

4. FORMULIR PEMBERIAN
EDUKASI

HPK 2.1.1

HPK 2.2
Rumah sakit memberitahu pasien dan
keluarganya tentang hak dan tanggung jawab
mereka yang berhubungan dengan penolakan
atau tidak melanjutkan pengobatan
DOKUMEN:
Regulasi RS :
Kebijakan/Panduan/SPO tentang penjelasan
hak pasien dalam pelayanan
Dokumen:
Formulir penolakan pengobatan

1. KEBIJAKAN PENJELASAN HAK PASIEN UNTUK


MENOLAK ATAU TIDAK MELANJUTKAN
PENGOBATAN

HPK 2.2

2. PANDUANPENJELASAN HAK PASIEN


UNTUK MENOLAK ATAU TIDAK
MELANJUTKAN PENGOBATAN

HPK 2.2

3. SPO PENJELASAN HAK PASIEN


4. FORMULIR PENOLAKAN
UNTUK MENOLAK ATAU TIDAK
PENGOBATAN
MELANJUTKAN PENGOBATAN

HPK 2.2

5. FORMULIR PAPS

HPK 2.2

HPK 2.3
Rumah sakit menghormati keinginan dan
pilihan pasien menolak pelayanan resusitasi
atau menolak atau memberhentikan
pengobatan bantuan hidup dasar.
DOKUMEN:
Regulasi RS :
1. Panduan penolakan resusitasi (DNR)
2. SPO penolakan resusitasi
3. Formulir penolakan resusitasi

1. PANDUAN PENOLAKAN
RESUSITASI

HPK 2.3

2. SPO PENOLAKAN
RESUSITASI

3. FORMULIR DOKTER DO
NOT RESUCITATE

HPK 2.3

HPK 2.4
Rumah sakit mendukung hak pasien
terhadap asesmen yang sesuai
manajemen nyeri yang tepat.
DOKUMEN:
Regulasi RS :
1. Panduan manajemen nyeri
2. SPO asesmen nyeri
3. SPO pelayanan kedokteran tentang
manajemen nyeri

1. PANDUAN MANAJEMEN NYERI

SUTOTO-KARS

2. SPO ASESEMEN
NYERI

3. SPO PELAYANAN KEDOKTERAN


TENTANG MANAJEMAN NYERI DI IGD

HPK 2.4

HPK 2.5
Rumah sakit mendukung hak pasien
untuk mendapat pelayanan yang
menghargai dan penuh kasih sayang
pada akhir kehidupannya.
DOKUMEN:
Regulasi RS :
1. Panduan pelayanan pasien tahap
terminal
2. SPO pelayanan pasien tahap
terminal
HPK 2.5

1. PANDUAN PELAYANAN PASIEN TAHAP


TERMINAL

HPK 2.5

2. PELAYANAN PASIEN TAHAP


TERMINAL

4. FORMULIR PENILAIAN TERHADAP


PASIEN YANG AKAN MENINGGAL

HPK 2.5

HPK 3
Rumah sakit memberikan penjelasan kepada pasien dan
keuarganya mengenai proses menerima dan bertindak terhadap
keluhan, konflik dan perbedaan pendapat tentang pelayanan
pasien dan hak pasien untuk berpartisipasi dalam proses ini.
DOKUMEN:
Regulasi RS :
1. Panduan penyelesaian komplain, keluhan, konflik atau
perbedaan pendapat pasien dan keluarga
2. SPO penyelesaian komplain, keluhan, konflik atau perbedaan
pendapat
Dokumen implementasi :
3. Bukti pemberitahuan proses komplain atau keluhan
4. Bukti analisis dan telaah

HPK 3

1. PANDUAN PENYELESAIAN KOMPLAIN,


KELUHAN, KONFLIK ATAU PERBEDAAN
PENDAPAT PASIEN DAN KELUARGA

HPK 3

HPK 3

2. SPO PENYELESAIAN KOMPLAIN,


KELUHAN, KONFLIK ATAU
PERBEDAAN PENDAPAT PASIEN DAN
KELUARGA

3. BUKTI KOMPLAIN, KELUHAN, KONFLIK


ATAU PERBEDAAN PENDAPAT PASIEN DAN
KELUARGA

HPK 3

4. FORMULIR BUKTI
ANALISIS

5. FORMULIR LAPORAN
PENYESAIAN

HPK 3

HPK 4
Staf rumah sakit dididik tentang
peran mereka dalam
mengidentifikasi nilai-nilai dan
kepercayaan pasien dan melindungi
hak pasien.
DOKUMEN:
Regulasi RS: Kebijakan/Panduan/SPO
tentang identifikasi nilai-nilai dan
kepercayaan pasien dalam
pelayanan
HPK 4

1. KEBIJAKAN IDENTIFIKASI NILAI NILAI DAN


KEPERCAYAAN PASIEN DALAM PELAYANAN

HPK 4

2. PANDUAN IDENTIFIKASI NILAI NILAI DAN KEPERCAYAAN PASIEN DALAM


PELAYANAN

SUTOTO-KARS

HPK 4

3. SPO IDENTIFIKASI NILAI NILAI DAN


KEPERCAYAAN PASIEN DALAM
PELAYANAN

HPK 4

HPK 5
Setiap pasien dijelaskan mengenai hak mereka
dengan cara dan bahasa yang dapat mereka
pahami.
DOKUMEN:
Acuan:
UU 29/2004 tentang Praktik Kedokteran
UU 44/2009 tentang Rumah Sakit
Regulasi RS:
Kebijakan/Panduan/SPO tentang pemberian
informasi hak dan tanggung jawab pasien
Formulir hak dan tanggung jawab pasien
HPK 5

1. KEBIJAKAN PEMBERIAN INFORMASI HAK DAN TANGGUNG


JAWAB PASIEN
DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH TARUTUNG

HPK 5

2. PANDUAN PEMBERIAN INFORMASI HAK DAN KEWAJIBAN/


TANGGUNG JAWAB PASIEN

HPK 5

3. SPO PEMBERIAN INFORMASI HAK


DAN TANGGUNG JAWAB PASIEN

4. FORMULIR HAK DAN


TANGGUNG JAWAN PASIEN

HPK 5

HPK 6
Pernyataan persetujuan (lnformed Consent) dari pasien didapat
melalui suatu proses yang ditetapkan rumah sakit dan
dilaksanakan oleh staf yang terlatih, dalam bahasa yang
dipahami pasien.
DOKUMEN:
Acuan:
UU 29/2004 tentang Praktik Kedokteran
UU 44/2009 tentang Rumah Sakit
PMK 290/2008 tentang Persetujuan Tindakan Kedokteran
Manual Persetujuan Tindakan Kedokteran, KKI, 2006
Regulasi RS :
1. Kebijakan/Panduan/SPO persetujuan tindakan kedokteran
2. Daftar tindakan yang memerlukan persetujuan tertulis Dokumen
informed consent Formulir persetujuan/ penolakan
HPK 6

1. KEBIJAKAN PERSETUJUAN TINDAKAN KEDOKTERAN (INFORMED CONSENT) DI RUMAH


SAKIT UMUM DAERAH TARUTUNG

HPK 6

2. Paduan Pelaksanaan
Persetujuan Tindakan Kedokteran

HPK 6

3. SPO PERSETUJUAN
TINDAKAN KEDOKTERAN

4. FORMULIR PERSETUJUAN
TINDAKAN KEDOKTERAN

HPK 6

HPK 6.1
Pasien dan keluarganya menerima penjelasan yang
memadai tentang penyakit, saran pengobatan, dan para
pemberi pelayanan, sehingga mereka dapat membuat
keputusan tentang pelayanan.
DOKUMEN:
Regulasi RS :
1. Kebijakan/Panduan/SPO tentang pemberian informasi
termasuk rencana pengobatan
2. Kebijakan/Panduan/SPO tentang penetapan DPJP
Dokumen:
3. Formulir pemberian informasi
4. Formulir penetapan DPJP
HPK 6.1

1 A. KEBIJAKAN PEMBERIAN INFORMASI


TERMASUK RENCANA PENGOBATAN

HPK 6.1

1 B. PANDUAN TENTANG PEMBERIAN


INFORMASI TERMASUK RENCANA
PENGOBATAN

HPK 6.1

1 C. SPO PEMBERIAN INFORMASI


RENCANA PENGOBATAN

1 D. FORMULIR PEMBERIAN
INFORMASI

HPK 6.1

2 A. KEBIJAKAN PENETAPAN DOKTER


PENANGGUNG JAWAB PASIEN (DPJP)

HPK 6.1

2 B. Panduan DPJP
(Dokter Penanggung Jawab
Pasien)

HPK 6.1

2 C. SPO PENENTUAN
DPJP

2 D. FORMULIR PENETAPAN
DPJP

SUTOTO-KARS

HPK 6.2
Rumah sakit menetapkan suatu proses, dalam konteks undangundang dan budaya yang ada, tentang orang lain yang dapat
memberikan persetujuan.
DOKUMEN:
Acuan:
1. PMK 290/2008 tentang persetujuan tindakan kedokteran
2. Keputusan Dirjen Yanmed HK.00.06.3.5.1866 tentang Pedoman
Persetujuan Tindakan Medik (Informed Concent), 1999
Regulasi RS :
. Kebijakan/Panduan/SPO tentang persetujuan tindakan kedokteran
Dokumen:
. Formulir persetujuan/penolakan tindakan kedokteran

HPK 6.2

1. KEBIJAKAN PERSETUJUANTINDAKAN
KEDOKTERAN (INFORMED CONSENT) OLEH
ORANG LAIN SELAIN PASIEN

HPK 6.2

2. PANDUAN PERSETUJUAN TINDAKAN


KEDOKTERAN

HPK 6.2

3. SPO PERSETUJUAN TINDAKAN


KEDOKTERAN DIBERIKAN OLEH ORANG LAIN

4. FORMULIR PERSETUJUAN
TINDAKAN KEDOKTERAN

HPK 6.2

HPK 6.3
Persetujuan umum untuk pengobatan, bila
didapat pada waktu pasien masuk sebagai
pasien rawat inap atau didaftar pertama kali
sebagai pasien rawat jalan, harus jelas dalam
cakupan dan batas- batasnya.
DOKUMEN:
Regulasi RS:
Kebijakan/Panduan/SPO tentang penjelasan dan
persetujuan umum
Dokumen:
Formulir persetujuan umum
HPK 6.3

1. KEBIJAKAN PENJELASAN DAN


PERSETUJUANUMUM (GENERAL CONSENT)
UNTUK PENGOBATAN

HPK 6.3

2. PANDUAN PENJELASAN DAN


PERSETUJUAN UMUM (GENERAL
CONSENT) UNTUK PENGOBATAN

HPK 6.3

3. SPO PENJELASAN DAN PERSETUJUAN


UMUM (GENERAL CONSENT) UNTUK
PENGOBATAN

4. FORMULIR PERSETUJUAN/PENOLAKAN
TINDAKAN KEDOKTERAN UNTUK OPERASI
DAN TINDAKAN

HPK 6.3

HPK 6.4
Informed consent diperoleh sebelum operasi, anestesi,
penggunaan darah atau produk darah dan tindakan serta
pengobatan lain yang berisiko tinggi
DOKUMEN:
Acuan:
1. PMK 290/2008 tentang persetujuan tindakan kedokteran
2. Keputusan Dirjen Yanmed HK.00.06.3.5.1866 tentang Pedoman
Persetujuan Tindakan Medik (Informed Concent), 1999
Regulasi RS :
. Kebijakan/Panduan/SPO tentang persetujuan tindakan kedokteran
Dokumen:
. Formulir persetujuan/penolakan tindakan kedokteran

HPK 6.4

1. KEBIJAKAN PERSETUJUAN TINDAKAN KEDOKTERAN


(ANASTESI, PENGGUNAAN DARAH DAN PENGOBATAN
YANG BERESIKO TINGGI)

HPK 6.4

2. PANDUAN PERSETUJUAN TINDAKAN


KEDOKTERAN

HPK 6.4

3. SPO PERSETUJUAN
ANASTESI

4. SPO PERSETUJUAN
OPERASI

HPK 6.4

5. SPO RESIKO TINGGI

6. SPO TRANSFUSI
DARAH

HPK 6.4

7. FORMULIR
ANASTESI

8. FORMULIR RESIKO
TINGGI

HPK 6.4

HPK 6.4.1
Rumah sakit membuat daftar semua
kategori dan jenis pengobatan dan
prosedur yang memerlukan informed
consent yang khusus.
DOKUMEN:
1. Daftar tindakan dan pengobatan yang
memerlukan persetujuan pasien atau
keluarga
2. Dokumentasi rapat pembahasan daftar
tersebut
HPK 6.4.1

DAFTAR TINDAKAN YANG MEMERLUKAN


INFORMED CONSENT

HPK 6.4.1

HANYA UNTUK RS YANG MELAKUKAN CLINICAL TRIAL


DAN DONASI ORGAN SERTA TRANSPLANTASI ORGAN

HPK.7
HPK.7.1
HPK.8
HPK.9
HPK.10
HPK.11

PENJELASAN AKSES KE
CLINICAL TRIAL
PENJELASAN TENTANG
PARTISIPASI DALAM PENELITIAN
KLINIS
INFORMED CONSENT
PENELITIAN KLINIS
KOMITE ETIK PENELITIAN
DONASI ORGAN
PENGAWASAN TRANSPLANTASI
ORGAN
Sutoto KARS

119

HAMBATAN DAN
SOLUSI POKJA
HPK (HAK PASIEN
DAN KELUARGA)

HPK 1:
A. Sosialiasi Hak da Tanggung Jawab pasien
kepada seluruh staf RS
B. Hak dan Kewajiban Pasien ditempelkan pada
papan: Portir, Lobi dan Ruang Rawat Inap.
HPK 1.1 :
RS melakukan kerja sama dengan Rohaniawan
yaitu agama Kristen, Islam dan Katolik.
HPK 1.3 :
RS membuat tempat (loker)
penyimpanan/penitipan barang
pasien/pengunjung.
HAMBATAN DAN SOLUSI

HPK 1.4 :
a. Rumah Sakit memasang CCTV untuk
pengawasan kekerasan fisik (terutama ruang
anak, isolasi, bayi dan manula)
b. Rumah Sakit memasang Kode Lampu darurat
Non Medis
a. Abu-abu : untuk kejahatan
b. Pink : untuk penculikan bayi
c. Hitam : untuk ancaman bom

c. Rumah Sakit melakukan pelatihan SATPAM


HPK 2 :
Rumah Sakit mengaktifkan kembali telepon IPhone/Sound sistem untuk komunikasi yang
aktif.
HAMBATAN DAN SOLUSI

HPK 2.1 :
a. Rumah Sakit menyediakan customer service
yang menguasai tentang tanggung jawab
dan hak pasien
b. Rumah Sakit melakukan pelatian staf tentang
informed consent.
HPK 2.4 :
c. Rumah Sakit melakukan pelatihan
manajemen nyeri bagi dokter umum dan
perawat
d. Rumah Sakit membentuk Tim Pain Clinic yang
diketuai dokter anastesi dan dibentuk oleh
komite medik
HAMBATAN DAN SOLUSI

HPK 3:
a. Rumah Sakit membentuk Tim
Pengaduan Komplain, keluhan dan
Perbedaan Pendapat
b. Rumah Sakit membuat kotak
saran yang ditempatkan di Portir,
Lobi dan ditiap Ruang Rawat Inap
dan tempat pengaduan

HAMBATAN DAN SOLUSI

PENUTUP
Pada prinsipnya Dokumen Akreditasi adalah:
TULIS YANG DIKERJAKAN DAN KERJAKAN
YANG DI TULIS DAN BISA DIBUKTIKAN.

TERIMAKASIH
HORAS..HORAS..HORAS!!!...