Anda di halaman 1dari 18

LAPORAN KASUS PADA Tn.

S
DENGAN TUMOR
MANDIBULA DIRUANG LT.VI
PU RSPAD GATOT SUBROTO
JAKARTA
KELOMPOK 2

LATAR BELAKANG
Tumor mandibular adalah tumor jinak epitel
yang bersifat infiltrasi, tumbuh lambat, tidak
berkapsul, berdiferensiasi baik. Lebih dari
75% terjadi akibat adanya kista folikular
(Mansjoer, 2001 dalam fitiriani, 2015).
Tumor mandibula adalah tumor jinak
ondontogenik
pada
mandibular
yang
mempunyai
kecenderungan
tumbuh
ekspansif dan progresif hingga menimbulkan
deformitas wajah

Etiologi
Etiologi tumor mandibula sampai saat ini
belum diketahui dengan jelas, tetapi
beberapa ahli mengatakan bahwa tumor
mandibular
dapat
terjadi
setelah
pencabutan gigi, pengangkatan kista
atau iritasi local dalam rongga mulut.
Tumor mandibular dapat terjadi pada
segala usia namun paling banyak
dijumpai pada usia decade 4 dan 5. Tidak
ada perbedaan jenis kelamin.

Manifestasi Klinis

Pemeriksaan penunjang
X-ray kepala,
CT Scan,
MRI (magnetic resonance imaging)

Penatalaksanaan medis
Penatalaksanaan tumor mandibula adalah enukleasi
dan kuretase tulang. Penatalaksanaan dari sisa-sisa
kavitas tulang yang tidak diangkat dengan bersih dan
tertinggal secara mikroskopis dapat menyebabkan
rekurensi. Beberapa ahli meyarankan untuk dilakukan
reseksi marginal untuk menghindari rekurensi. Jika
lesi besar maka marsupialisasi dapat dilakukan untuk
mengurangi tekanan udara dari tumor mandibula dan
memudahkan untuk pengangkatan tumor pada operasi

TINJAUAN KASUS
Tn. S (53 tahun) dirawat di Lantai 6 Perawatan Umum
pada tanggal 19 Mei 2016. Klien datang dari IGD dengan
kondisi bengkak di bagian rahang bawah dan sudah 2
minggu tidak dapat makan.Bengkak bermula saat klien
sikat gigi terlalu kekencengan sehingga terjadi luka dan
lama kelamaan menjadi membesar. Bengkak terjadi
kurang lebih 1 tahun yang lalu. Selama sakit klien hanya
membawa berobat ke puskesmas, tetapi setelah semakin
membesar kemudian puskesmas memberikan rujukan ke
Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat Gatot Soebroto untuk
penanganan lebih lanjut. Semua aktivitas klien dibantu
oleh keponakan klien dan keluarga karena bengkak pada
rahang bawah klien membuat klien saat beraktifitas
mudah nyeri dan pusing.

Analisa Data
N
o
1

Data Fokus

Masalah
Keperawatan

DS :
Nutrisi kurang dari
Keluarga mengatakan klien tidak kebutuhan tubuh
mau memakan/minum sudah 2
minggu sebelum masuk rumah sakit.
Keluarga mengatakan berat badan
sebelum sakit 58 kg dan setelah sakit
46 kg.
Keluarga mengatakan makanan dan
minuman selama dirumah sakit
hanya lewat selang (NGT).
DO :
Klien terpasang NGT.
Klien tidak bisa makan lewat mulut.
Berat badan klien 46 kg.
Terdapat benjolan sebesar bola tenis
dirahang.

Lanjutan
N
o
2

Data Fokus

Masalah
Keperawatan

DS :
Defisit perawatan
Keluarga
mengatakan
belum diri
mencuci rambut klien.
Keluarga mengatakan tidak berani
membersihkan mulut klien.
Keluarga mengatakan BAB dan BAK
ditempat tidur
DO :
Klien tidak rapih, kumis dan jenggot
panjang ganti pakaian 2 hari sekali.
Terdapat bau mulut dan badan.
Terpasang NGT dan kateter urin.
Memakai popok.
ADl dibantu keluarga.

Lanjutan
N
o
3

Data Fokus

Masalah
Keperawatan

DS :
Hambatan
Keluarga menyatakan bicara ngawur. komunikasi
Keluarga mengatakan bicara tidak verbal
jelas.
Keluarga mengatakan bicara tidak
nyambung
DO :
Klien
mengalami
hambatan
komunikasi verbal.
Bicara tidak jelas.
Sulit mengolah kata-kata.
Hasil lab. Elektrolit klien NA: 131 K:
28 CL: 100.

Diagnosa Keperawatan
1. Nutrisi kurang dari kebutuhan
tubuh b.d ketidakmampuan untuk
makan
2. Defisit perawatan diri b.d
ketidakmampuan klien memenuhi
ADL
3. Hambatan komunikasi verbal b.d
kelainan anatomis rahang bawah

Intervensi Keperawatan
Tanggal
23 Mei 2016

Diagnosa
1

Tujuan dan Kriteria

Intervensi

Hasil
dilakukan

Setelah
tindakan
selama

keperawatan

diharapkan

masalah

klien

teratasi

dengan

Tentukan
kemampuan klien

kriteria hasil :
Keinginan

Kaji adanya mual


muntah

nutrisi

keperawatan

makanan

kesukaan klien

jam

3x24

Ketahui

Paraf

memenuhi nutrisi
untuk

Pantau kandungan

makan bertambah

nutrisi dan kalori

Memperlihatkan status

klien

gizi adekuat

Bantu paien untuk


makan memenuhi
nutrisi

Kolaborasi

untuk

pemberian

anti

anemia
terapi

sesuai

Implementasi
Tgl/Ja
m

No
Diagnosa

Implementasi

23-O62016
10.45

1. Menanyakan makanan kesukaan klien


H : klien suka gudeg dan makanan
yang manis

10.41

2. Mengkaji adanya mual muntah


H :tidak ada mual muntah

13.48

3. Menentukan kemampuan klien


memenuhi nutrisi
H : klien terpasang NGT makan dibantu
oleh keluarga

12.10

4. Membantu klien untuk makan lewat NGT


H : Makan cair 1500 cc lewat keluarga
mengikuti

12.25

5. Berkolaborasi dengan dokter dalam


pemberian antipiretik
H : Ranitidine 3x2 amp/hari

Paraf

Evaluasi

Tgl/J
am

No.
Diagn
osa

SOAP

23062015

S: Pada kasus klien kelolaan setelah dilakukan


pengkajian terdapat manifestasi yang tidak
dikeluhkan oleh pasien sepeti distensi
abdomen, vertigo, kesulitan dalam
menentukan posisi tubuh dan dislokasi

O: Klien sudah makan pagi


Klien terlihat senang dengan tindakan
perawatan

14.4
0

A: Masalah belum teratasi


P: ntervensi dilanjutkan dengan
Kaji adanya mual muntah
Tentukan kemampuan klien memenuhi nutrisi
Bantu klien memenuhi kebutuhan nutrisi
Kolaborasi untuk pemberian anti deuritik sesuai

Par
af

BAB IV Pembahasan
Secara teori saat pengkajian pada pasien dengan tumor
mandibullla akan ditemukan data berupa klien mungkin
mengeluh pusing, nyeri, mulas, perubahan kesadaran, klien
mungkin bardipneu atau takipneu, hipoventilasi ataupun
hiperventilasi, perubahan tingkah laku dan kepribadian,
inkonteninsia kandung kemih atau usus, mual, muntah,
gangguan penguyahan, gangguan menelan, perubahan selera
makan
dan
mengalami
distensi
abdomen,kehilangan
kesadaran sementara, vertigo, perubahan status mental dan
kesulitan dalam menentukan posisi tubuh, sakit dengan
intensitas dan lokasi berbeda dan biasanya lama, trauma baru
akibat gelisah, dislokasi, gangguan kognitif dan gangguan
rentang gerak.
,

Pada kasus klien kelolaan setelah


dilakukan pengkajian terdapat
manifestasi yang tidak dikeluhkan
oleh pasien sepeti distensi abdomen,
vertigo, kesulitan dalam menentukan
posisi tubuh dan dislokasi

BAB V PENUTUP
KESIMPULAN
Sesuai dengan hasil implementasi dan evaluasi yang dilakukan
Tindakan keperawatan dilakukan mulai tanggal 23 25 mei
2016, yaitu mulai dari pengkajian sampai evaluasi. Semua
tindakan tersebut selanjutnya didokumentasikan kedalam catatan
keperawatan. Evaluasi dilakukan berdasarkan masing-masing
masalah yang muncul pada kasus Tn. S, pada ke empat diagnosa
ini hanya 1 diagnosa yang teratasi yaitu diagnosa ke 3, sedangkan
3 diagnosa yang lain teratasi sebagian yaitu diagnos ke 1, 2, dan
4.

Terima Kasih