Anda di halaman 1dari 45

LAPORAN

Abses
Leher dalam
KASUS
GEMALA
RYAN A
Dokter
Pembimbing :
2008730068
Dr. Dian Nurul Al Amini Sp.
THT

Kepaniteraan Klinik
Ilmu Kesehatan Telinga Hidung Tenggorok Kepala Leher
Universitas Muhammadiyah Jakarta
RS Islam Jakarta Sukapura

Abses
Leher
Dalam
Anatomi
Definisi

Epidemiologi
Etiologi
Patogenesis
Klasifikasi

Abses Peritonsil
Abses Retrofaring

Abses Parafaring
Abses
Submandibula
Ludwig Angina

Pada daerah leher terdapat beberapa


ruang potensial yang dibatasi oleh fasia
servikal. Fasia servikal dibagi menjadi
dua yaitu fasia superfisial dan fasia
profunda.

Abses
Leher
Dalam
Anatomi
Definisi

Epidemiologi
Etiologi
Patogenesis
Klasifikasi

Abses Peritonsil
Abses Retrofaring

Abses Parafaring
Abses
Submandibula
Ludwig Angina

Fasia superfisial terletak dibawah


dermis. Ini termasuk sistem
muskuloapenouretik, yang meluas mulai
dari epikranium sampai ke aksila dan
dada, dan tidak termasuk bagian dari
daerah leher dalam
Fasia profunda mengelilingi daerah
leher dalam dan terdiri dari 3 lapisan,
yaitu:
lapisan superfisial
lapisan tengah
lapisan dalam.

Abses
Leher
Dalam
Anatomi
Definisi

Epidemiologi
Etiologi
Patogenesis
Klasifikasi

Abses Peritonsil
Abses Retrofaring

Abses Parafaring
Abses
Submandibula
Ludwig Angina

Ruang potensial leher dalam


Ruang potensial leher dalam dibagi
menjadi ruang yang melibatkan daerah
sepanjang leher, ruang suprahioid dan
ruang infrahioid.

Ruang
prevertebra

Ruang
preverteb
ra

Terletak diantara otot-otot


prevertebra dan fasia
pravertebra. Infeksi disini dapat
menerobos ke lateral atau
inferior ke dalam mediastinum
psoterior
Ruang prevertebra merupakan
ruang silindris dari lapisan yang
mengelilingi columna
vertebralis dan otot.
Lapisan prevertebra melekat
sepanjang psteerior dari
ligamentum nuchae dan bagian

Ruang
prevertebra

Lingkaran tersebut meliputi :


Anterior
: Melekat pada
bagian
dasar tulang
occipital,
area foramen
jugularis
dan canalis
carotis
Lateral
: Melekat pada
Ruang
prosesus
mastoideus
preverteb
Posterior
: Sepanjang
ra
superior garis
akhir nuchal
pada p
rotuberance
occiput
eksterna yang
berhubungan
dengan sisi
lawannya.
Ruang pravertebra melekat

Ruang Suprahioid

Ruang
Suprahio
id

Terletak diatas tulang


hioid antara lapisan
selubung dan
pembungkus m.
milohioid.
Infeksi disini dapat
meluas keruang
submental atau
submaksila atau dapat
meluas ke bawah ke
dalam ruang visera

Ruang Parafaring

Ruang
Suprahio
id

Merupakan rongga
segitiga besar dipenuhi
dengan jaringan lemak
longgar, terletak lateral
dari faring
Dikenal sebagai
faringomaksila, perifaring
atau ruang faring lateral
terdiri dari dua bagian,
anterior (prastiloid) dan
posterior (retrostiloid)

Ruang Pretrakeal

Berisi kumpulan fasia


yang mengelilingi trakhea
dan gland tiroid.
Bagian Anterior : Berisi
lapisan pratrakea yang
melewai leher, hanya
posterior otot infrahioid
dan menutupi trachea
adan kelenjar tiroid

Abses
Leher
Dalam
Anatomi

Definisi

Epidemiologi
Etiologi
Patogenesis
Klasifikasi

Abses Peritonsil
Abses Retrofaring

Abses Parafaring
Abses
Submandibula
Ludwig Angina

Definisi
Abses leher dalam adalah terkumpulnya
nanah (pus) di dalam ruang potensial
di antara fasia leher dalam sebagai
akibat penjalaran dari berbagai
sumber infeksi, seperti gigi, mulut,
tenggorok, sinus paranasal, telinga
dan leher

Abses
Leher
Dalam
Anatomi
Definisi

Epidemiologi
Etiologi
Patogenesis

Epidemiologi
Abses parafaring
(38,4)
Abses submandibula (15,7%)
Abses Ludwigs angina
(12,4%)
Abses Parotis
(7%)
Abses Retrofaring
(5,9%)
Parafaring

Submandibula

Ludwig angina

Parotis

Retrofaring

Klasifikasi
Abses Peritonsil
Abses Retrofaring

Abses Parafaring
Abses
Submandibula
Ludwig Angina

laki-laki dan perempuan 3:2

Abses
Leher
Dalam
Anatomi

Etiologi

Definisi

Epidemiologi
Etiologi
Patogenesis
Klasifikasi

Abses Peritonsil
Abses Retrofaring

Abses Parafaring
Abses
Submandibula
Ludwig Angina

Bakteriologi dari daerah gigi, oro-fasial, dan abses le

Abses
Leher
Dalam
Anatomi
Definisi

Epidemiologi
Etiologi
Patogenesis
Klasifikasi

Abses Peritonsil
Abses Retrofaring

Abses Parafaring
Abses
Submandibula
Ludwig Angina

Abses
Leher
Dalam
Anatomi
Definisi

Epidemiologi
Etiologi
Patogenesis
Klasifikasi

Abses Peritonsil
Abses Retrofaring

Abses Parafaring
Abses
Submandibula
Ludwig Angina

ABSES PERITONSIL
(QUINSY)
Abses peritonsil merupakan
terkumpulnya material purulen yang
terbentuk di luar kapsul tonsil dekat
kutub atas tonsil
Sebagai komplikasi tonsilitis akut atau
infeksi yang bersumber dari kelenjar
mukus Weber di kutub atas tonsil
Etiologi = tonsilitis, dapat ditemukan
kuman aerob & anaerob

Abses
Leher
Dalam
Anatomi
Definisi

Epidemiologi
Etiologi
Patogenesis
Klasifikasi

Abses Peritonsil
Abses Retrofaring

Abses Parafaring
Abses
Submandibula
Ludwig Angina

ABSES PERITONSIL
(QUINSY)
Infeksi
Infeksi
tonsilitis akut

Infiltrasi supurasi
kedaerah superior dan
lateral fosa tonsilaris
Pembengkakan
&
Hiperemis

Peritonsil mendorong
tonsil & uvula
ke arah kontralateral

Aspirasi
Supurasi lunak
Abses pecah spontanke paru

Iritasi pada
m.pterigoid interna Trismus

Abses
Leher
Dalam
Anatomi
Definisi

Epidemiologi

ABSES PERITONSIL
(QUINSY)

Gejal
a

Etiologi
Patogenesis
Klasifikasi
Abses Peritonsil
Abses Retrofaring

Abses Parafaring
Abses
Submandibula
Ludwig Angina

Pembengkakan
Hipersaliva
Mulut
Regurgitasi
Otalgia
Trismus
Odinofagia
Gejala

Abses
Leher
Dalam
Anatomi
Definisi

Epidemiologi
Etiologi
Patogenesis
Klasifikasi

Abses Peritonsil
Abses Retrofaring

Abses Parafaring
Abses
Submandibula
Ludwig Angina

ABSES PERITONSIL
(QUINSY)
Pemeriksaan
Palatum mole tampak membengkak dan
menonjol ke depan
Uvula bengkak, terdorong kesisi
kontralateral
Tonsil bengkak, hiperemis, mungkin
banyak detritus dan terdorong ke arah
tengah, depan, dan bawah.

Abses
Leher
Dalam
Anatomi
Definisi

Epidemiologi
Etiologi
Patogenesis
Klasifikasi

Abses Peritonsil
Abses Retrofaring

Abses Parafaring
Abses
Submandibula
Ludwig Angina

ABSES PERITONSIL
(QUINSY)
Penatalaksanaan

Abses
Leher
Dalam
Anatomi
Definisi

Epidemiologi
Etiologi
Patogenesis
Klasifikasi

Abses Peritonsil
Abses Retrofaring

Abses Parafaring
Abses
Submandibula
Ludwig Angina

ABSES PERITONSIL
(QUINSY)
Insisi Abses
Peritonsil
insisi : daerah yang paling

Tempat
menonjol dan lunak, atau pada
pertengahan
garis
yang
menghubungkan dasar uvula dengan
geraham atas terakhir pada sisi yang
sakit

Abses
Leher
Dalam
Anatomi
Definisi

Epidemiologi
Etiologi
Patogenesis
Klasifikasi

Abses Peritonsil
Abses Retrofaring

Abses Parafaring
Abses
Submandibula
Ludwig Angina

ABSES PERITONSIL
(QUINSY)
Penatalaksanaan
Tonsilektomi
Umumnya tonsilektomi
sesudah infeksi tenang: 2-3
minggu setelah drainase
abses.

Abses
Leher
Dalam
Anatomi
Definisi

Epidemiologi
Etiologi
Patogenesis
Klasifikasi

Abses Peritonsil
Abses Retrofaring

Abses Parafaring
Abses
Submandibula
Ludwig Angina

Komplikasi

Abses ABSES RETROFARING


Leher
Dalam
Anatomi
Definisi

Epidemiologi
Etiologi

Biasanya ditemukan pada anak usia < 5


tahun Ruang retrofaring masih
berisi kelenjar limfa yang
menampung aliran limfa dari hidung,
sinus paranasal, nasofaring, faring,
tuba eustachius dan telinga tengah
usia > 6 tahun akan atrofi.

Patogenesis
Klasifikasi
Abses Peritonsil
Abses Retrofaring

Abses Parafaring
Abses
Submandibula
Ludwig Angina

Etiolo
gi

Abses ABSES RETROFARING


Leher
Dalam
Anatomi
Definisi

Epidemiologi
Etiologi
Patogenesis
Klasifikasi

Abses Peritonsil
Abses Retrofaring

Abses Parafaring
Abses
Submandibula
Ludwig Angina

Abses ABSES RETROFARING


Gejala dan tanda
Leher
Dalam
Anatomi
Definisi

Epidemiologi
Etiologi
Patogenesis
Klasifikasi

Abses Peritonsil
Abses Retrofaring

Abses Parafaring
Abses
Submandibula
Ludwig Angina

Mukosa
Terdapat
Perubahan
Stridor
Sesak
Demam
Rasa

Abses ABSES RETROFARING


Diagnosis
Leher
Dalam
Anatomi
Definisi

Epidemiologi
Etiologi
Patogenesis
Klasifikasi

Abses Peritonsil
Abses Retrofaring

Abses Parafaring
Abses
Submandibula
Ludwig Angina

Abses ABSES RETROFARING


Leher
Dalam
Anatomi
Definisi

Epidemiologi
Etiologi
Patogenesis
Klasifikasi

Abses Peritonsil
Abses Retrofaring

Abses Parafaring
Abses
Submandibula
Ludwig Angina

Abses ABSES RETROFARING


Insisi Abses
Leher
Insisi melalui
laringoskopi langsung
Retrofaring
Dalam dalam posisi pasien baring
Anatomi
Definisi

Epidemiologi
Etiologi
Patogenesis
Klasifikasi

Abses Peritonsil
Abses Retrofaring

Abses Parafaring
Abses
Submandibula
Ludwig Angina

trendelnburg.
Pus yang keluar diisap, agar tidak
aspirasi
Dalam anetesia lokal atau umum

Abses
Leher
Dalam
Anatomi
Definisi

Epidemiologi
Etiologi
Patogenesis
Klasifikasi

Abses Peritonsil
Abses Retrofaring

Abses Parafaring
Abses
Submandibula
Ludwig Angina

ABSES PARAFARING

Abses
Leher
Dalam
Anatomi
Definisi

Epidemiologi
Etiologi
Patogenesis
Klasifikasi

Abses Peritonsil
Abses Retrofaring

Abses Parafaring
Abses
Submandibula
Ludwig Angina

ABSES Parafaring
Infeksi gigi/
tonsilitis akut
Infiltrasi supurasi
kedaerah superior dan
lateral fosa tonsilaris
Pembengkakan
&
Hiperemis

Peritonsil mendorong
tonsil & uvula
ke arah kontralateral

Aspirasi
Supurasi lunak
Abses pecah spontanke paru

Iritasi pada
m.pterigoid interna Trismus

Abses
Leher
Dalam
Anatomi
Definisi

Epidemiologi
Etiologi
Patogenesis
Klasifikasi

Abses Peritonsil
Abses Retrofaring

Abses Parafaring
Abses
Submandibula
Ludwig Angina

ABSES PARAFARING

Abses
Leher
Dalam
Anatomi
Definisi

Epidemiologi
Etiologi
Patogenesis
Klasifikasi

Abses Peritonsil
Abses Retrofaring

Abses Parafaring
Abses
Submandibula
Ludwig Angina

ABSES PARAFARING
Insisi Abses
Parafaring

2 jari dibawah dan sejajar mandibula

Secara tumpul eksplorasi dilanjutkan dari batas anterior


m. Sternokleidomastoideus ke arah atas belakang
menyusuri bagian medial mandibula dan m. Pterigoid
interna mencapai ruang parafaring dengan terabanya
prosessus stiloid
Pus dalam selubung karotid insisi dilanjutkan vertikal
dari pertengahan insisi horizontal ke bawah di depan m.
sternokleidomastoideus

Abses
Leher
Dalam
Anatomi
Definisi

Epidemiologi
Etiologi
Patogenesis
Klasifikasi

Abses Peritonsil

ABSES
SUBMANDIBULA
Ruang submandibula: ruang sublingual dan

submaksila.
Ruang sublingual dipisahkan dari ruang

submaksila oleh: otot milohioid.


Ruang submaksila ruang submental dan ruang

submaksila (lateral) oleh otot digastrikus


anterior.
Pembagian lain: ruang submandibula terbagi atas

Abses Retrofaring

ruang submental dan ruang submaksila saja.

Abses Parafaring
Abses
Submandibula
Ludwig Angina

Abses dapat terbentuk di ruang submandibula /

bagiannya sbg kelanjutan infeksi dari kepala


leher.

Abses
Leher
Dalam
Anatomi
Definisi

Epidemiologi
Etiologi
Patogenesis
Klasifikasi

Abses Peritonsil
Abses Retrofaring

Abses Parafaring
Abses
Submandibula
Ludwig Angina

ABSES
SUBMANDIBULA

Abses
Leher
Dalam
Anatomi
Definisi

Epidemiologi
Etiologi
Patogenesis
Klasifikasi

Abses Peritonsil
Abses Retrofaring

Abses Parafaring
Abses
Submandibula
Ludwig Angina

ABSES
SUBMANDIBULA

Etiologi
Infeksi dari gigi,
dasar mulut,
faring, kelenjar
liur, kelenjar
limfa
submandibula
Kuman:
campuran aerob
Gejala dan Tanda
& anaerob
Trismus
Pembengkakan
Demam

Abses
Leher
Dalam
Anatomi
Definisi

Epidemiologi
Etiologi
Patogenesis
Klasifikasi

Abses Peritonsil
Abses Retrofaring

Abses Parafaring
Abses
Submandibula
Ludwig Angina

Abses
Leher
Dalam
Anatomi
Definisi

Epidemiologi
Etiologi
Patogenesis
Klasifikasi

Abses Peritonsil
Abses Retrofaring

Abses Parafaring
Abses
Submandibula
Ludwig Angina

ABSES
SUBMANDIBULA
Terapi

Abses
Leher
Dalam
Anatomi
Definisi

Epidemiologi
Etiologi
Patogenesis
Klasifikasi

Abses Peritonsil
Abses Retrofaring

Abses Parafaring
Abses
Submandibula
Ludwig Angina

ABSES
SUBMANDIBULA

Insisi Abses
Submandibula
Dibuat pada tempat yang paling

berfluktuasi atau setinggi os. Hioid,


tergantung letak dan luas abses

Abses
Leher
Dalam
Anatomi
Definisi

Epidemiologi
Etiologi
Patogenesis
Klasifikasi

Abses Peritonsil
Abses Retrofaring

Abses Parafaring
Abses
Submandibula
Ludwig Angina

ANGINA LUDOVICI
(ANGINA LUDWIG)
Infeksi ruang submandibula berupa selulitis
dengan tanda khas:
pembengkakan seluruh ruang submandibula
tidak membentuk abses keras pada perabaan
submandibula.

Etiologi :
Infeksi kuman aerob dan anaerob yang berasal dari gigi
atau dasar mulut.

Abses
Leher
Dalam
Anatomi
Definisi

Epidemiologi

Infeksi
gigi

Etiologi
Patogenesis
Klasifikasi
Abses Peritonsil
Abses Retrofaring

Abses Parafaring
Abses
Submandibula
Ludwig Angina

Infeksi akan
menyebar ke
tulang
spongiosa
sampai tulang
kortikal,
jika tulang tipis
infeksi akan
menembus dan
masuk ke
jaringan lunak

Proses penyebaran
bagian superior dan
posterior yang
mendorong lantai
dasar mulut dan lidah.
Pada penyebaran
secara anterior batas
os hyoid meluas
kearah inferior dan
menyebabkan
gambaran bull neck

penyebaran
infeksi ini
tergantung dari
daya tahan
jaringan tubuh.

Abses
Leher
Dalam

ANGINA LUDOVICI
(ANGINA LUDWIG)

Anatomi

Gejala dan tanda

Definisi

Epidemiologi
Etiologi
Patogenesis
Klasifikasi

Abses Peritonsil
Abses Retrofaring

Abses Parafaring
Abses
Submandibula
Ludwig Angina

Riwayat

Abses
Leher
Dalam
Anatomi
Definisi

Epidemiologi
Etiologi
Patogenesis
Klasifikasi

Abses Peritonsil
Abses Retrofaring

Abses Parafaring
Abses
Submandibula
Ludwig Angina

ANGINA LUDOVICI
(ANGINA LUDWIG)

Abses
Leher
Dalam

ANGINA LUDOVICI
(ANGINA LUDWIG)

Anatomi

Komplikasi

Definisi

Epidemiologi
Etiologi
Patogenesis
Klasifikasi

Abses Peritonsil
Abses Retrofaring

Abses Parafaring
Abses
Submandibula
Ludwig Angina

Sepsis
Penjalaran
Sumbatan

Abses
Leher
Dalam

ANGINA LUDOVICI
(ANGINA LUDWIG)

Anatomi
Definisi

Epidemiologi
Etiologi
Patogenesis
Klasifikasi

Abses Peritonsil
Abses Retrofaring

Abses Parafaring
Abses
Submandibula
Ludwig Angina

Insisi Angina
Ludovici
Eksplorasi tujuan : dekompresi dan

evakuasi pus
Insisi dilakukan di garis tengah secara
horizontal setinggi os. Hioid (3-4 jari
di bawah mandibula)

TERIMA KASIH