Anda di halaman 1dari 18

PT PLN (PERSERO)

PUSAT PENDIDIKAN DAN PELATIHAN

Analisa Aliran Daya


BIODATA
Nama
: Akhbal Akhsyahadat
MT
Asal
: Pinrang (Makassar Sul-Sel)
Pendidikan
: Sekolah Tinggi Teknik
PLN (S1)
Konsentrasi
: Arus Kuat
Skripsi
: STUDI PERUBAHAN ALIRAN
DAYA DAN
TEGANGAN PADA
SISTEM INTERKONEKSI
SULAWESI SELATAN DAN BARAT 2015-2024

Berbagi dan menyebarkan ilmu pengetahuan serta nilai-nilai

PT PLN (PERSERO)
PUSAT PENDIDIKAN DAN PELATIHAN

Gambar dibawah ini memperlihatkan secara skematis


urutan dan fungsi-fungsi pembangkitan, transmisi dan
distribusi suatu sistem penyediaan tenaga listrik.

Skema Prinsip Penyediaan Tenaga Listrik


Berbagi dan menyebarkan ilmu pengetahuan serta nilai-nilai

PT PLN (PERSERO)
PUSAT PENDIDIKAN DAN PELATIHAN

Pengantar Study Aliran Daya

1.
2.
3.

4.
5.
6.
7.
8.

Dalam menentukan operasi terbaik pada sistem-sistem tenaga listrik dan dalam
merencanakan perluasan sistem-sistem tenaga listrik, analisa mengenai studi aliran
beban memegang peranan penting. Beberapa tujuan dari studi aliran beban ini
adalah :
Untuk mengetahui komponen jaringan sistem tenaga listrik pada umumnya.
Mengetahui besarnya tegangan pada setiap bus (rel) dari suatu sistem tenaga listrik.
Menghitung aliran-aliran daya, baik daya nyata maupun daya reaktif yang mengalir
dalam setiap saluran, dan memeriksa apakah semua peralatan yang ada dalam
sistem cukup besar untuk menyalurkan daya yang diinginkan.
Efek penataan kembali rangkaian-rangkaian dan penggabungan sirkit-sirkit baru
pada pembebanan sistem.
Kondisi-kondisi berjalan dan distribusi beban sistem yang optimum.
Kerugian-kerugian sistem yang optimum.
Rating tranformator dan tap range tranformator yang optimum.
Perbaikan dan pergantian ukuran konduktor dan tegangan sistem.

Berbagi dan menyebarkan ilmu pengetahuan serta nilai-nilai

PT PLN (PERSERO)
PUSAT PENDIDIKAN DAN PELATIHAN

Pengantar Study Aliran Daya

Input dan Output Study Aliran Daya


Data input membutuhkan perhitungan aliran daya dan data output
yang diperoleh dari perhitungan aliran daya adalah sebagai berikut :
K ond isi Sistem Tenaga

Konfigurasi sistem (data koneksi)


N ilai impedansi yang tergantung pada tipe dan
panjang saluran transmisi
Impedansi Trafo

Kondisi Operasi

Kondisi Supply (level output generator, tegangan


terminal)
Kondisi permintaan (daya aktif dan reaktif beban)
Fasilitas daya reaktif
Nilai tap trafo

Aliran Daya

Saluran transmisi dan peralatan seri lainnya

Tegangan

Sudut dan phasa tegangan tiap-tiap bus

Rugi-rugi transmisi

Bagian efektif dan bagain tidak efektif

Input

Output

Tabel Analisa Data


Berbagi dan menyebarkan ilmu pengetahuan serta nilai-nilai

PT PLN (PERSERO)
PUSAT PENDIDIKAN DAN PELATIHAN

Dasar Perhitungan Aliran Daya

studi aliran daya sangat diperlukan dalam perencanaan serta pengembangan sistem
di masa-masa yang akan datang karena operasi yang memuaskan pada sistem
tenaga adalah bergantung kepada pengenalan serta pengetahuan dari akibat adanya
beban-beban, unit-unit pembangkit serta saluran transmisi baru, sebelum semuanya
dapat direalisasikan. Untuk itu dalam menganalisa studi aliran daya fokus utama
tertuju pada busnya dan bukan pada generatornya. Dalam studi aliran daya dikenal
berbagai bus antara lain :

1. Bus Referensi
Adalah bus yang mempunyai besaran V tegangan dengan harga skalarnya dan
sudut fasa tegangan (v) dengan titik nol sebagai referensinya.
2. Bus Generator.
Adalah bus yang diketahui daya nyata (P) dan tegangan V pada harga skalarnya.
3. Bus Pembebanan.
Adalah bus yang diketahui daya aktif beban (PL) dan daya reaktif beban (QL).

Berbagi dan menyebarkan ilmu pengetahuan serta nilai-nilai

PT PLN (PERSERO)
PUSAT PENDIDIKAN DAN PELATIHAN

Data Study Aliran Daya

Data Study Aliran Daya


Titik tolak dalam mendapatkan data yang harus disediakan adalah diagram segaris sistem
tenaga listrik, sedangkan data-data yang diperlukan dalam analisa aliran beban ini adalah :

1.

Data Bus / Rel.


yaitu data pembangkitan dan pembebanan. Data bus (rel) yang dimaksud adalah data
pembangkitan dan data beban dalam per MW dan MVAR, serta data tegangan bus dalam satuan
per unit.

2.

Data Penyaluran :
A.
Data Saluran Transmisi.
Data saluran transmisi yang dimaksud adalah besarnya harga-harga tahanan (R), reaktansi (X)
dan suseptansi dari setiap cabang saluran transmisi (Y/2) dan data ini biasanya dalam p.u.
Untuk kawat transmisi dapat digolongkan berdasarkan panjang salurannya, yaitu : (William. D.
Stevenson. 1984. hal : 100) :
a. Saluran pendek (< 80 km)
b. Saluran menengah (80 - 250 km)
c. Saluran panjang (> 250 km)

Berbagi dan menyebarkan ilmu pengetahuan serta nilai-nilai

PT PLN (PERSERO)
PUSAT PENDIDIKAN DAN PELATIHAN

B.
C.

Data Transformer & Tapnya.


Data Generator serempak.
Pada pusat-pusat pembangkit yang memanfaatkan energi total
maupun pusat pembangkit yang memanfaatkan energi air
menggunakan mesin serempak sebagai generator utamanya.
Generator ini dihubungkan ke transformator penaik tegangan
selanjutnya dihubungkan ke bus bar dan ini diasumsikan sebagai
sumber daya dengan reaktansi serempak tersambung seri,
keluaran hasil perhitungan pada studi ini adalah besarnya
tegangan pada bus dimana generator ini terhubung, oleh
karenanya bus-bus yang terhubung dengan generator ini berupa
PV bus (bus generator) atau bus referensi (Slack-bus)

Berbagi dan menyebarkan ilmu pengetahuan serta nilai-nilai

PT PLN (PERSERO)
PUSAT PENDIDIKAN DAN PELATIHAN

Metode Perhitungan Aliran Daya


Dalam membentuk perumusan ini diperlukan suatu teknik
pemecahan solusi aliran daya. Sedangkan untuk menghitung aliran
daya dapat dipergunakan beberapa metode antara lain :

Metode iterasi Gauss dengan menggunakan matrik admitansi bus


atau matrik impedansi bus.
Metode iterasi Gauss Sheidel yang merupakan pengembangan
dari metode iterasi Gauss.
Metode Newton Raphson dengan menggunakan matrik admitansi
bus.
Metode Fast Decoupled yang merupakan penyederhanaan dari
metode Newton Raphson.

Berbagi dan menyebarkan ilmu pengetahuan serta nilai-nilai

PT PLN (PERSERO)
PUSAT PENDIDIKAN DAN PELATIHAN

Hasil Analisa Aliran Daya

Pada prinsipnya, studi aliran daya menghasilkan suatu kondisi


sistem yang biasa diperlukan yaitu :
1. Tingkat Pembebanan
Merepresentasikan aliran daya pada seluruh cabang, beban pada
seluruh busbar serta pembangkitan pada masing masing mesin
pembangkit. Dapat juga diketahui keseluruhan daya yang
dibangkitkan.
2. Tingkat Tegangan
Tegangan hasil perhitungan pada seluruh gardu induk dapat dibaca.
Dengan mengamati besarnya tegangan maka dapat diidentifikasi
tegangan yang kurang atau tidak memenuhi syarat. Dalam hal
seperti ini, siswa bisa memainkan perannya dengan cara mencari
alternatif dengan mengatur pembangkitan pada titik terdekat,
memasukkan kapasitor dll.
Berbagi dan menyebarkan ilmu pengetahuan serta nilai-nilai

PT PLN (PERSERO)
PUSAT PENDIDIKAN DAN PELATIHAN

Hasil Analisa Aliran Daya


3. Rugi rugi.
Seluruh rugi transmisi pada setiap cabang bisa dilihat,
dan demikian pula secara total sistem. Siswa bisa
membuat percobaan dengan mengubah komposisi
pembangkit atau konfigurasi jaringan untuk menurunkan
rugi rugi transmisi.

Berbagi dan menyebarkan ilmu pengetahuan serta nilai-nilai

PT PLN (PERSERO)
PUSAT PENDIDIKAN DAN PELATIHAN

Contoh Hasil Perhitungan Aliran Daya


Diketahui suatu sistem sebagai berikut:

Berbagi dan menyebarkan ilmu pengetahuan serta nilai-nilai

PT PLN (PERSERO)
PUSAT PENDIDIKAN DAN PELATIHAN

Diketahui suatu sistem sebagai berikut:


Bus-i
1
2
3
4
5
1
2

Bus-j
2
3
4
5
6
6
5

R
0.05
0.1
0.2
0.1
0.2
0.1
0.2

X
0.2
0.5
0.6
0.3
0.4
0.15
0.5

1/2B
0
0
0
0
0
0
0

Bus

Kode

Deg

PL
(MW)

1
2

1
0

0
0

5
6

0
0

1
1.00
2
1.08
4
1.02
5
1
1

Catatan:
Kode bus : 1 untuk slack bus
Kode Bus : 2 untuk voltage bus
Kode Bus : 0 untuk load bus

Tap
1
1
1
1
1
1
1
PG
(MW)

0
20

PL
(MVar
)
0
10

Qmin

Qma
x

0
10

PG
(MVar
)
0
5

0
0

0
0

Inject
(MVa
r)
0
0

30

20

20

10

0
0

40
30

15
10

0
0

0
0

0
0

0
0

0
0

Berbagi dan menyebarkan ilmu pengetahuan serta nilai-nilai

PT PLN (PERSERO)
PUSAT PENDIDIKAN DAN PELATIHAN

Hasil Perhitungan Aliran Daya


Metode Gauss Seidell

Berbagi dan menyebarkan ilmu pengetahuan serta nilai-nilai

PT PLN (PERSERO)
PUSAT PENDIDIKAN DAN PELATIHAN

Hasil Perhitungan Aliran Daya


Metode Newton raphson

Berbagi dan menyebarkan ilmu pengetahuan serta nilai-nilai

PT PLN (PERSERO)
PUSAT PENDIDIKAN DAN PELATIHAN

Hasil Perhitungan Aliran Daya


Metode Fast Decoupled

Berbagi dan menyebarkan ilmu pengetahuan serta nilai-nilai

PT PLN (PERSERO)
PUSAT PENDIDIKAN DAN PELATIHAN

Perencanaan Suatu Sistem

Berbagi dan menyebarkan ilmu pengetahuan serta nilai-nilai

PT PLN (PERSERO)
PUSAT PENDIDIKAN DAN PELATIHAN

Perencanaan Suatu Sistem


LEVEL TEGANGAN

NO

DARI BUS

GI Bakaru

GI Barru

GI Suppa

KE BUS

Nom
(kV)

Drop
V

%Mag

Nom
(kV)

150

2.6

98.77

147.4 GI Tanjung Bunga

150

150

3.5

2.3

97.95

98.97

GI Tanjung
Bunga

150

3.1

98.36

150

2.6

98.75

DAYA
(MW)

(MVAR)

18.88

3.88

18.45

3.77

GI Suppa

-26.38

-5.21

-15.5

-3.77

GI Barru

25.88

5.66

2.53

2.17

146.5 GI Tanjung Bunga

-7.15

-1.51

5.77

0.26

GI Bakaru

-25.76

-5.17

-2.53

-2.16

16.2

3.09

16.23

3.05

26.41

5.34

15.51

3.81

-49.96

-10.39

-37.85

-8.77

-18.84

-3.71

-18.41

-3.61

7.17

1.58

-5.76

-0.22

-16.18

-3.01

-16.21

-2.97

50.07

10.84

37.91

9.03

147.7 GI Tello

146.9 GI Tello

GI Barru
GI Tello

DAYA
(MVAR)

GI Bakaru
5

SETELAH

(MW)

GI Bakaru
4

SEBELUM

147.4 GI Suppa
GI Tanjung Bunga

Berbagi dan menyebarkan ilmu pengetahuan serta nilai-nilai

PT PLN (PERSERO)
PUSAT PENDIDIKAN DAN PELATIHAN

Berbagi dan menyebarkan ilmu pengetahuan serta nilai-nilai