Anda di halaman 1dari 12

ANATOMI FISIOLOGI

LCS (Liquid Cerebro Spinal) terdapat dalam suatu system yang terdiri dari spatium liquor
cerebrospinalis internum dan externum yang saling berhubungan.
LCS memberikan dukungan mekanik pada otak dan bekerja seperti jaket pelindung dari air. Cairan
ini mengontrol eksitabilitas otak dengan mengatur komposisi ion, membawa keluar metabolit-metabolit,
dan memberikan beberapa perlindungan terhadap perubahan-perubahan tekanan.
Tekanan rata-rata cairan cerebrospinal yang normal adalah 70-180 mm air
LCS dihasilkan oleh pleksus choroideus dan mengalir dari ventriculus lateralis ke dalam ventriculus
tertius
Fungsi CSS adalah :
a. Sebagai 'Shock Absorber' & melindungi otak.
b. Mengangkut zat makanan ke neuron SSP dan membuang produk sisa ke darah ketika cairan
direabsorpsi.
c. Mengalir antara tempurung kepala & tulang belakang guna mengkompensasi perubahan volume
darah dalam otak.
d. Sebagai bantalan SSP.

DEFINISI HIDROSEFALUS
Hidrosefalus berasal dari bahasa Yunani yaitu : "hydro" yang
berarti air dan "cephalus" yang berarti kepala. Sehingga dikenal
dengan "kepala air karena disebabkan gangguan aliran cairan di
dalam otak (cairan serebro spinal/CSS). Cairan bertambah
banyak akan menekan jaringan otak disekitarnya.
Intinya Hidocefalus adalah keadaan patologik otak yang
mengakibatkan bertambahnya cairan cerebrospinal dengan
adanya tekanan intrakranial (TIK) yang meninggi sehingga
terdapat pelebaran ruangan tempat mengeluarkan liguor (Depkes
RI, 1989).

ETIOLOGI
*Kelainan Bawaan (Kongenital) *

1.) Stenosis akuaduktus Sylvii


Merupakan saluran yang buntu sama sekali atau abnormal.
2.) Spina bifida dan kranium bifida
Hidrosefalus pada kelainan ini berhubungan dengan sindrom Arnould-Jhiari akibat
tertariknya medulla spinalis dengan medulla oblongata dan cerebellum letaknya lebih
rendah dan menutupi foramen magnum sehingga terjadi penyumbatan sebagian atau
total.
3.) Sindrom Dandy-Walker
Merupakan atresia congenital Luscha dan Magendie yang menyebabkan hidrosefalus
obtruktif dengan pelebaran system ventrikel terutama ventrikel IV.
4.) Kista araknoid dan anomali pembuluh darah
Dapat terjadi congenital tapi dapat juga timbul akibat trauma sekunder suatu
hematoma.

LANJUTAN........
5.) Infeksi (MENINGITIS)
Akibat infeksi dapat timbul perlekatan meningen sehingga dapat terjadi obliterasi
ruangan subarahnoid. Pelebaran ventrikel pada fase akut meningitis purulenta terjadi
bila aliran CSS terganggu oleh obstruksi mekanik eksudat pirulen di aqueduktus sylviin
atau system basalis.
6.) Neoplasma (TUMOR)
Hidrosefalus oleh obstruksi mekanik yang dapat terjadi di setiap tempat aliran CSS.
Pengobatannya dalam hal ini di tujukan kepada penyebabnya dan apabila tumor tidak
di angkat, maka dapat di lakukan tindakan paliatif dengan mengalihkan CSS melalui
saluran buatan atau pirau.
7.) Perdarahan
Perdarahan sebelum dan sesudah lahir dalam otak, dapat menyebabkan fibrosis
leptomeningen(PENGGUMPALAN) terutama pada daerah basal otak. (Allan H. Ropper,
2005:360).

KLASIFIKASI
Klasifikasi hidrosefalus tergantung pada faktor berdasarkan :

Gambaran klinis, dikenal hidrosefalus manifes (overt hydrocephalus) dan hidrosefalus tersembunyi (occult
hydrocephalus).

Waktu pembentukan, dikenal hidrosefalus kongenital dan hidrosefalus akuisita.

Proses terbentuknya, dikenal hidrosefalus akut dan hidrosefalus kronik.

Sirkulasi (LETAK) CSS, dikenal hidrosefalus komunikans(Apabila obstruksinya terdapat pada rongga subaracnoid)
dan hidrosefalus non komunikans(Apabila obstruksinya terdapat didalam sistem ventrikel).

Kongenital->Merupakan Hidrosephalus yang sudah diderita sejak bayi dilahirkan, sehingga :

Pada saat lahir keadaan otak bayi terbentuk kecil.


Terdesak oleh banyaknya cairan didalam kepala dan tingginya tekanan intrakranial sehingga pertumbuhan sel otak
terganggu.

Didapat->Bayi atau anak mengalaminya pada saat sudah besar, dengan penyebabnya adalah penyakit-penyakit
tertentu misalnya trauma, TBC yang menyerang otak dimana pengobatannya tidak tuntas.

LANJUTAN....!
5.

Hidrocephalus Bertekan Normal(krannial) ( Normal Pressure Hidrocephalus )

PATOFISIOLOGI

HIDROSEFALUS terjadi akibat dari 3 mekanisme :

Produksi likuor yang berlebihan

Peningkatan resistensi aliran likuor

Peningkatan tekanan sinus venosa

Mekanisme terjadinya dilatasi ventrikel cukup rumit dan berlangsung berbeda-beda tiap saat selama
perkembangan hidrosefalus. Dilatasi ini terjadi sebagai akibat dari :

Kompresi sistem serebrovaskuler.

Redistribusi dari likuor serebrospinalis atau cairan ekstraseluler

Perubahan mekanis dari otak.

Efek tekanan denyut likuor serebrospinalis

Hilangnya jaringan otak.

Pembesaran volume tengkorak karena regangan abnormal sutura kranial.

PATHWAY
Infeksi

Perdarahan

Perlekatan meningen
Fibrosis Liptomeningen

KelainanKongenital

Obliterasi Subasakhnoid

Hidrocefalus
Kepala membesar

CSS Berlebih

Kulit meregang hingga tipis / pasien tidak dapat bergerak atau


menggerakkan kepala

Kerusakan mobilisasi

Peningkatan TIK

Penekanan saraf lokal

Gangguan aliran darah ke otak

Sekresi prostagladin, bradikinin

Gangguan perfusi jaringan serebral

Nyeri
Saraf tertekan ( N.Vagus, glosofaringeal, facialis)

Imobilasi Aktivitas
Mual / muntah
Krisis pada keluarga

Kurang pengetahuan

Anoreksia

Kekurangan cairan
Nutrisi kurang dari kebutuhan

Kurang info

Kecemasan

MANISFESTASI KLINIS
Tanda awal dan gejala hidrosefalus tergantung pada derajat ketidakseimbangan kapasitas produksi dan resorbsi
CSS (Darsono, 2005). Gejala-gejala yang menonjol merupakan refleksi adanya hipertensi intrakranial.
Manifestasi klinis dari hidrosefalus pada anak dikelompokkan menjadi dua golongan, yaitu :
Pada massa neonatus

Kepala menjadi makin besar dan akan terlihat pada umur 3 tahun.

Keterlambatan penutupan fontanela anterior-Sutura, sehingga fontanela menjadi tegang, keras, sedikit tinggi
dari permukaan tengkorak.

Tanda tanda peningkatan tekanan intracranial antara lain :

Muntah

Gelisah

Menangis dengan suara ringgi

LANJUTAN....!

Peningkatan sistole pada tekanan darah, penurunan nadi, peningkatan pernafasan dan tidak teratur, perubahan
pupil, lethargi stupor.

Peningkatan tonus otot ekstrimitas

Dahi menonjol bersinar atau mengkilat dan pembuluh-pembuluh darah terlihat jelas.

Alis mata dan bulu mata ke atas, sehingga sclera telihat seolah-olah di atas Iris

Bayi tidak dapat melihat ke atas, sunset eyes

Strabismus, nystagmus, atropi optic

Bayi sulit mengangkat dan menahan kepalanya ke atas.

Anak yang telah menutup suturanya(ubun)/Akhir massa kanak-kanak


Tanda-tanda peningkatan tekanan intrakranial :

Nyeri kepala

Muntah

Lethargi, lelah, apatis, perubahan personalitas

Ketegangan dari sutura cranial dapat terlihat pada anak berumur 10 tahun

Penglihatan ganda, kontruksi penglihatan perifer

Strabismus

DIAGNOSA
Adapun pemeriksaan penunjang berikut:
1) Rontgen foto kepala
1.

Hidrosefalus tipe kongenital/infantile, yaitu: ukuran kepala, adanya pelebaran sutura, tanda-tanda peningkatan
tekanan intrakranial kronik berupa imopressio digitate dan erosi prosessus klionidalis posterior.

2.

Hidrosefalus tipe juvenile/adult oleh karena sutura telah menutup maka dari foto rontgen kepala diharapkan
adanya gambaran kenaikan tekanan intrakranial.

2) Transimulasi
3)

Lingkaran kepala->Jika penambahan lingkar kepala melampaui satu atau lebih garis-garis kisi pada chart dalam
kurun waktu 2-4 minggu.

3) Ventrikulografi->Yaitu dengan memasukkan konras berupa O2 murni atau kontras lainnya dengan alat tertentu
menembus melalui fontanela anterior langsung masuk ke dalam ventrikel. Setelah kontras masuk langsung difoto.
4) Ultrasonografi
5) CT Scan kepala

LANJUTAN..........!
6)

MRI (Magnetic Resonance Imaging)

PENATALAKSANAAN
1.

Mengurangi produksi cairan serebrospinal dengan pembedahan maupun obat-obatan oral

2.

Memperbaiki hubungan antara tempat produksi caira serebrospinal dengan tempat absorbsi

3.

Pengeluaran cairan serebrospinal ke dalam organ ekstrakranial,yakni:

Drainase ventrikule-peritoneal

Drainase Lombo-Peritoneal

Drainase ventrikulo-Pleural

Drainase ventrikule-Uretrostomi

Drainase ke dalam anterium mastoid

Mengalirkan cairan serebrospinal ke dalam vena jugularis dan jantung

LANJUTAN.......!

Tindakan bedah pemasangan selang pintasan atau drainase

KOMPLIKASI
o

Peningkatan TIK

Kerusakan otak

Infeksi: septisemia, infeksi luka nefritis, meningitis, ventrikulitis, abses otak

Emboli otak

Obstruksi vena kava superior

Shunt tidak berfungsi dengan baik akibat obstruksi mekanik

Fisik dan intelegent kurang dari normal, gangguan penglihatan

Kematian