Anda di halaman 1dari 33

1.

Toxic goiter

Definisi
Sebuah gondok nodular toksik (TNG) adalah
kelenjar tiroid yang berisi nodul tiroid, dengan
menghasilkan hipertiroidisme. TNG, atau
penyakit Plummer, pertama kali dijelaskan
oleh Henry Plummer pada tahun 1913. TNG
adalah penyebab paling umum kedua
hipertiroidisme di dunia Barat, setelah
penyakit Graves. Pada orang tua dan di
daerah kekurangan yodium endemik, TNG
adalah penyebab paling umum dari
hipertiroid.

Mikroskopik

2. COLLOID GOITER
PATOGENESIS
CIRI KHAS MIKROSKOPIK

PATOGENESIS
Mekanisme terjadinya goiter disebabkan oleh adanya
defisiensi intake iodin oleh tubuh. Selain itu, goiter juga
dapat disebabkan oleh kelainan sintesis hormon tiroid
kongenital ataupun goitrogen.
Kurangnyaiodinmenyebabkankurangnyahormontiroidyan
g dapat disintesis. Hal ini akan memicu pelepasan TSH
(thyroid stimulatinghormone) kedalam darah sebagai efek
kompensatoriknya.
Efek tersebut menyebabkan terjadinya hipertrofi dan
hiperplasi
dari
sel
folikuler
tiroid,sehingga
terjadi
pembesaran tiroid secara makroskopik.
Pembesaran ini dapat menormalkan kerja tubuh, oleh
karena itu pada efek kompensatorik tersebut kebutuhan
hormon tiroid terpenuhi. Akan tetapi, pada beberapa kasus,
seperti iodin endemik, pembesaran ini tidak akan dapat
mengompensasi penyakit yang ada.

* CIRI KHAS MIKROSKOPIK


Hipertrofi dan hiperplasia sel folikel
tiroid akibat meningkatnya kadar
TSH.
Epitel mengalami involusi
membentuk kelenjar besar yang
kaya koloid.
Epitel folikel mungkin hiperplastik
pada tahap awal penyakit atau
menggepeng dan kuboidal pada
masa involusi.

3. SUBACUTE THYROIDITIS/ de
QUERVAIN SYNDROME
PATOGENESIS
CIRI KHAS MIKROSKOPIK

* PATOGENESIS
Mekanisme terjadinya De Quervain Syndrome adalah
karena adanya kelelahan /trauma kecil yang berulangulang secara perlahan dan makin lama semakin menjadi
berat. De Quervain Syndrome ini dapat menimbulkan
degenerasi dini pada jaringan yang tertekan. Dimana
terjadi rasa sakit yang timbul dari otot yang overuse.
Kisner, Carolyn. 2012. Theraupeutic Exercise
Foundation and Techique. F.A Davis
Company. Philadepia.

* CIRI KHAS MIKROSKOPIK


Kelenjar padat, dengan kapsul utuh, dan
mungkin membesar secara unilateral
atau bilalateral. Folikel tiroid
tampak
mengalami
kerusakan,
disertai
ekstravasasi koloid yang memicu infiltrat
polimorfonukleus, yang seiring dengan
waktu diganti oleh limfosit, sel plasma,
dan makrofag. Koloid yang keluar
tersebut memic reaksi granulomatosa
disertai banyak sel raksasa, yang
sebagian mengandung fragmen koloid.
Penyembuhan terjadi dengan meredanya
peradangan dan fibrosis.

4. HASHIMOTO THYROIDITIS
PATOGENESIS
CIRI KHAS MIKROSKOPIK

* Patogenesis
Robbins, Stanley L. 2007. Buku Ajar
Patologi Robbins. Edisi 7. Jakarta :
EGC.

* Ciri Khas Mikroskopik


Kapsul utuh, dan kelenjar biasanya terpisah jelas dari
struktur
disekitarnya.
Pemeriksaan
mikroskopik
memperlihatkan infiltrasi luas parenkim oleh infiltrat
peradangan mononukleus yang mengandung limfosit
kecil, sel plasma, dan sentrum germinativum. Folikel tiroid
atrofik dan pada banyak tempat dilapisi oleh sel epitel
dengan sitoplasma, eosinofilik dan granular yang banyak
dan disebut sel Hurtle atau sel oksifil. Ini adalah respons
metaplastik epitel folikel kuboid yang pendek terhadap
cedera yang terus menerus; secara ultrastruktur, sel
Hurtle
ditandai
dengan
banyaknya
mitokondria
intrasitoplasma. Jaringan ikat interstitsium meningkat dan
bertambah jumlahnya. Fibrosis tidak meluas melewati
kapsul kelenjar. Walaupun jarang, tiroid mungkin mengecil
dan
atrofik
akibat
fibrosis
yang
luas.

5. CARCINOMA FOLLICULAR
THYROID
GAMBARAN
CIRI KHAS MIKROSKOPIK

GAMBAR
Mengevaluasi integritas kapsul merupakan hal yang
sangat penting dalam membedakan adenoma
folikular dari karsinoma folikular. Pada adenoma (A),
kapsul fibrosa, yang biasanya tipis tetapi kadangkadang lebih tebal, mengelilingi folikel neoplastik dan
tidak tampak invasi ke kapsul (tanda panah);
parenkim tiroid normal yang tertekan biasanya
ditemukan di bagian luar kapsul (bagian atas panel).
Sebaliknya, karsinoma folikular memperlihatkan
invasi di kapsul (B, tanda panah) yang mungkin
minimal, seperti pada kasus ini, atau meluas disertai
penyebaran ke struktur lokal di leher. Adanya invasi
vaskular merupakan gambaran lain karsinoma
folikular.

CIRI KHAS
Invasi luas ke parenkim tiroid disekitarnya
menyebabkan diagnosis pada karsinoma
mudah pada beberapa kasus.
Kelainan molekular akibat pembentukan
gen fusi PAX8-PPAR1.
Metastasis ke ke kelenjar regional jarang
terjadi.

Tomer Y, Davies TF. Searching for the


autoimune disease susceptibility
gene:
from gene mapping to gene function.
Endocrine Rev. 2003; 694-717.

6. Adenoma folikular tiroid

7. Diabetes melitus tipe I


(patogenesis )
Ini disebabkan oleh karena pada jenis ini ada reaksi
imun. Pada induvidu yang rentan (susceptible)
terhadap diabetes tipe 1, terdapat adanya ICA (Islet
Cell Antibody) yang meningkat kadarnya oleh
karena beberapa faktor pencetus seperti infeksi
virus, diantaranya cocksakie, rubella,CMV hingga
timbul peradangan pada sel beta (insuliti) yang
akhirnya menyebabkan kerusakan permanen sel
beta. Yang diserang pada insulitis itu hanya sel beta,
biasanya sel alfa dan delta tetap utuh.
Pada studi populasi ditemukan adanya hubungan
antara DM tipe 1 dengan HLR DR3 dan DR4. Di
Jepang DR3/DRw9 di China DR3/DRw9.
SUMBER : PENATALAKSANAAN DIABETES MELITUS TERPADU. Edisi 2
hal.14 . Jakarta : FKUI .2015

Ciri Khas Mikroskopik

http://www.slideshare.net/vmshashi/pathology-of-

8. Diabetes melitus Tipe II


(patogenesis)

Patogenesis

diabetes melitus melitus tipe 2


ditandai dengan adanya resistensi insulin perifer,
gangguan hepatic glucose production (HGP), dan
penurunan fungsi sel beta, yang akhirnya akan
menuju ke kerusakan total sel beta.
Pada stadium prediabetes (IFG dan IGT) mula-mula
timbul resistensi insulin (disingkat RI) yang
kemudian disusul oleh peningkatan sekresi insulin
untuk mengkompensasi RI yang kemudian itu agar
kadar glukosa darah tetap normal. Lama kelamaan
sel beta akan tidak sanggup lagi menkompensasi RI
hingga kadar glukosa darah menigkat dan fungsi sel
beta makin menurun saat itulah diagnosis diabetes
ditegakkan .
Penurunan fungsi sel beta itu itu berlangsung

Ciri Khas Mikroskopik Diabetes


Melitus tipe II

9. Riedels Disease

Mikroskopik

10. Hurtle Disease


Sel Hrthle timbul dari epitel folikular . Fitur
utama dari sel-sel oncocytic mencakup sitoplasma
granular eosinofilik dan inti vesikuler dengan
nukleolus besar . Sebuah sel Hrthle lebih besar
dari sel folikular , dan noda bahan seluler merah
muda . Sel Hrthle juga cenderung besar , sel
poligonal dengan batas sel yang berbeda.
sitoplasma dari oncocytes di adenoma sel Hrthle
dan karsinoma ditandai dengan sifat granular
eosinofilik , yang umumnya disebabkan oleh
oncocytes ' tingginya kandungan mitokondria .
Beberapa
sel
dapat
berisi
hingga
5.000
mitokondria , yang mengisi sitoplasma ke titik
hampir tidak termasuk organel lainnya . ini jumlah
tinggi mitokondria dilaporkan menjadi hasil dari
mutasi pada DNA mitokondria .

11. Pituitary adenoma (adenoma hipofisis)

Secara mikroskopis, adenoma hipofisis terdiri atas


sel poligonal yang relatif seragam yang tersusun
dalam lrmbaran, genjel, atau papila. Jaringan ikat
penunjang, atau retikulin , sedikit, sehingga
konsistensi lesi umumnya lunak gelatinosa. Nukleus
sel neoplastik mungkin seragam atau pleomorfik.
Aktivitas mitotik biasanya jarang. Sitoplasma sel
konstituen mungkin asidofilik, basofilik atau
kromofobik, bergantung pada jenis dan jumlah
sekretorik didalam sel , tetapi relatif seragam
dikeseluruhan neoplasma.
Monomorfisme sel dan tidak adanya jaringan
retikulin
yang
signifikan
membedakan
adenoma hipofisis dari parenkim hipofisis
anterior nonneoplastik.

Pituitary adenoma