Anda di halaman 1dari 16

Desain Struktur Beton (Kolom)

Oleh: Lukman Murdiansyah, ST., MT.

Pendahuluan
Kolom adalah elemen struktur yang memikul beban
tekan aksial dengan atau tanpa momen. Fungsi
kolom adalah meneruskan gaya yang berasal dari
pelat, balok ke pondasi. Kolom terdiri dari dua jenis:
Kolom spiral (spiral column)
Kolom segi empat (tied column)
Perbedaan utama antara balok dan kolom adalah
balok tidak mengalami gaya tekan yang lebih besar
dari pda AgFc/10 sedangkan kolom harus mengalami
gaya tekan yang lebih besar daripada A gFc/10, dan
menerima beban momen dalam waktu yang
bersamaan.

Tied Column

Spiral Column

Tegangan Triaksial Kolom


Tulangan
sengkang
pada kolom berfungsi
untuk
penahan
tegangan
akibat
gaya
tekan
pada
kolom.

Diagram Interaksi (M-P) Beton Bertulang


Diagram interaksi adalah diagram yang menggambarkan hubungan momen
dan gaya aksial yang mewakili kapasitas penampang pada kondisi stertentu.
Nilai kapasitas aksial penampang (Pn) ditentukan dengan menjumlahkan gayagaya yang bekerja pada baja dan beton. Sedangkan kapasitas momen
penampang ditentukan dengan cara penjumlahan momen pada tititk berat
penampang.

Model Diagram Interaksi

Model Diagram Interaksi (lanjutan)


Titik-titik penting diagram interaksi
1. Titik A-Beban Aksial (tekan) murni.
2. Titik B-Tegangan tarik 0, regangan beton mencapai 0,003.
3. Daerah A-C-Daerah kontrol kegagalan tekan.
4. Titik C-Kondisi kegagalan seimbang, beton retak, tulangan leleh.
5. Titik D-Titik batas tarik kolom.
6. Daerah C-D-daerah kegagalan tarik.
Dalam desain kolom, kapasitas aksial dan momen penampang hasrus memenuhi:
Pn Pu dan Mn Mu. Dimana nilai faktor reduksi kekuatan ditentukan
berdasarkan diagram inetraksi. Oleh karena itu, diperlukan untuk
menghitung nilai Pn dan Mn pada semua kondisi. (titik A, B, C dan D).

Model Diagram Interaksi (lanjutan)

Model Diagram Interaksi (lanjutan)

Kapasitas gaya aksial maksimum


dihitung dengan persamaan:

(titik

A)

Dimana: fc adalah kuat tekan beton, Ag adalah


luas kotor penampang, Ast adalah luas tulangan
dan fy adalah tegangan leleh baja.

Penurunan metoda perhitungan pada diagram interaksi

Misalkan sebuah kolom dengan penampang dan


distribusi tegangan seperti di bawah ini:

Dari kasus umum ini bisa ditentukan nilai Pn dan


Mn pada semua kondisi dengan merubh-rubah nilai
c (sumbu netral).

Penurunan metoda perhitungan pada diagram interaksi (lanjutan)

Nilai c yang besar akan memberikan nilai Pn yang besar


pada diagram interaksi dan nilai c yang kecil akan
memberikan nilai Pn yang kecil dan Mn yang besar. Untuk
menentukan nilai regangan yang terjadi pada tulangan
lapisan terluar (lapisan 1), maka dilakukan dengan cara
mengatur nilai regangan tulangan pada lapisan satu
dengan mengalikan suatu faktor pengali sembarang Z.
s1 = Zy
Z bernilai + untuk kondisi tekan dan bernilai untuk
kondisi tarik. Dari gambar di atas terlihat bahwa:

Penurunan metoda perhitungan pada diagram interaksi (lanjutan)

Setelah nilai c, s1, s1 dan seterusnya ditentukan,


maka tegangan pada beton dan tulangan bisa
ditentukan. Untuk tegangan pada baja diasumsikan
hubungan tegangan regangan elastic-perfecly plastic .

Penurunan metoda perhitungan pada diagram interaksi (lanjutan)

Nilai 1 adalah 0,85. Dan selanjutnya adalah


menghitung gaya tekan pada beton, Cc, dan
gaya pada setiap lapisan tulangan. Nilai Cc
dihitung dengan persamaan:
Jika a < di, maka:
Jika a > di,

Penurunan metoda perhitungan pada diagram interaksi (lanjutan)

Nilai momen nominal penampang diperoleh dari


penjumlahan momen terhadap titik berat penampang.

Contoh Desain Kolom (kolom nomor 61 lt 1)

Kolom yang akan didesain

Step by step Calculation


Contoh perhitungan diberikan dalam
Mathcad.
Perhitungan tulangan sengkang bisa
diikuti melalui SNI