Anda di halaman 1dari 25

LAPORAN KASUS

STRUMA NODUSA NONTOKSIK


Nora Septia
11310261
Pembimbing
dr. Ahmad Haryadi, Sp. B

IDENTITAS PASIEN
Nama Pasien
Umur

Jenis kelamin
Alamat

Pekerjaan
Agama

:
No. RM
:
Tgl. Masuk RS

: Ny. IS
33 tahun
: Perempuan
Rajadesa
: Ibu Rumah Tangga
Islam
393258
: 18 Januari 2016

ANAMNESIS
Keluhan Utama :
Timbul benjolan pada leher depan sebelah kiri
Riwayat Perjalanan Penyakit :
OS mengeluh timbul benjolan di leher depan
sebelah kiri sejak tahun 2014. OS mengatakan
benjolan awalnya sebesar kelereng, benjolan
semakin lama semakin membesar, nyeri (-),
perubahan suara (-), sukar menelan (-), sering
berdebar-debar (-), penurunan berat badan (-),
mudah berkeringat (-), tremor (-), eksoftalmus(-),
benjolan lain di bagian leher atas/bawah (-).

Riwayat Penyakit Dahulu


Sakit dengan keluhan yang sama : disangkal
Riwayat terpapar radiasi: disangkal
Riwayat penyakit lainnya : disangkal
Riwayat Penyakit Keluarga
Riwayat penyakit yang sama dalam keluarga disangkal.
Riwayat Habituasi
OS mengatakan jika masak selalu menggunakan garam, tetapi OS
tidak mengetahui apakah garam yang digunakan beryodium atau
tidak.
Riwayat Pengobatan
OS mengatakan belum pernah berobat.
Riwayat Alergi
Alergi obat (-)
Alergi makanan (-)

PEMERIKSAAN FISIK
Keadaan Umum

: Tampak sakit sedang


Kesadaran
: Composmentis
Tanda-tanda vital :
TD
: 100/80 mmHg
Nadi
: 80x/menit
RR
: 20x/menit
Suhu
: 36.4 0 C

Status Generalis

Bentuk kepala : Normocephal


Rambut : Hitam
Mata
:Conjungtiva anemis (-/-), Sklera
ikterik
(-/-), pupil bulat isokor, reflek
cahaya (+)
Hidung : PCH (-), mukosa hiperemis (-), sekret
(-)
Mulut
: Lidah kotor (-), bibir sianosis (-)
Telinga : Ottorhea (-/-), simetris ka=ki
Leher
: Lihat status lokalis

Thorax
Jantung

Inspeksi : Iktus cordis tidak terlihat


Palpasi: Iktus cordis tidak teraba
Perkusi: Batas jantung kanan atas ICS II Parasternal
dextra
Batas jantung kanan bawah ICS IV parasternal
dextra
Batas jantung kiri atas ICS II parasternal
sinistra.
Batas jantung kiri bawah ICS IV midclavicula
sinistra.
Auskultasi : BJ I & II reguler, murmur (-), gallop (-)

Pulmo

Inspeksi : Pergerakan simetris


Palpasi: Fremitus simetris, nyeri tekan (-), massa (-)
Perkusi : Sonor
Auskultasi : VBS ka = ki, Rh (-/-), Wh (-/-)
Abdomen
Inspeksi : Datar, benjolan (-)
Auskultasi : BU (+) Normal
Palpasi: Supel, nyeri tekan (-), defans muskular (-),
massa (-)
Perkusi : Timpani

Pemeriksaan ekstremitas

Look : Deformitas (-), sianosis (-), oedem


(-), kemerahan (+)
Feel : Nyeri tekan (-), krepitasi (-), turgor
melambat (-)
Move : CRT <2 detik

Status Lokalis

Regio Colli Anterior Sinistra


Inspeksi : Tampak benjolan di leher sisi kiri,
berbatas
tegas, dengan diameter 3cm,
warna kulit
pada benjolan sama dengan
warna kulit di
sekitarnya, benjolan ikut
bergerak pada saat
menelan.
Palpasi: Benjolan teraba kenyal, mobile (mudah
digerakkan), nyeri tekan (-), trakea berada di
tengah, pembesaran KGB (-).

RESUME
Anamnesa

Pasien wanita, 33 tahun, datang ke rumah sakit


dengan keluhan adanya benjolan yang muncul di
leher depan kiri sejak tahun 2014. Tidak ada nyeri
tekan,
tidak
ada
keluhan
gangguan
bernapas/gangguan menelan, sering berkeringat (-),
tidak ada penurunan berat badan, tremor (-).
Pemeriksaan Fisik
Tanda-tanda vital :
TD: 100/80 mmHg
Nadi : 80x/menit
RR : 20x/menit
Suhu : 36.4 0 C

Status Generalis

Tidak ditemukan kelainan.


Status Lokalis
Regio Colli Anterior Sinistra
Inspeksi: Tampak benjolan di leher sisi kiri,
berbatas
tegas, dengan diameter 3cm, warna
kulit pada benjolan sama dengan warna kulit di
sekitarnya, benjolan ikut bergerak pada saat
menelan.
Palpasi : Benjolan teraba kenyal, mobile (mudah
digerakkan), nyeri tekan (-), trakea berada di
tengah, pembesaran KGB (-).

Diagnosa Kerja
Suspek Struma Nodusa
Non Toksik

Diagnosa Banding
Kanker Tiroid
Kista Tiroid

Usulan Pemeriksaan Penunjang


Pemeriksaan Laboratorium

T3, T4, TSH


Radiologi
Sidik Radioaktif/thyro-scan
USG Tiroid
Pemeriksaan Sitologi
Biopsi aspirasi jarum halus (fine needle aspiration
biopsy, FNAB)

Penatalaksanaan
Konsul ke spesialis bedah untuk dilakukan tindakan
pembedahan.

Prognosis
Quo ad vitam : dubia ad bonam
Quo ad funcionam : dubia ad bonam
Quo ad sanationam

: dubia ad bonam

Tinjauan Pustaka
Definisi Struma

Struma disebut juga goiter adalah suatu


pembengkakan pada leher oleh karena
pembesaran kelenjar tiroid akibat kelainan
glandula tiroid dapat berupa gangguan
fungsi atau perubahan susunan kelenjar
dan morfologinya.
Struma Nodusa Non Toksik

Adalah pembesaran kelenjar tiroid yang

teraba sebagai suatu nodul, tanpa


disertai tanda tanda hipertiroidisme.

Anatomi Tiroid

Etiologi
Kekurangan iodium
2. Goitrogen :
1.

Obat

: Propylthiouracil, litium, phenylbutazone,


amino-glutethimide,
expectorants
yang
mengandung iodium
Makanan, Sayur misalnya, kubis, lobak cina, padipadian, singkong, dan goitrin dalam rumput liar.

3.

Riwayat radiasi kepala dan leher

Gejala
Hampir semua pasien struma nodusa non
toksik tidak memiliki keluhan. Pada
umumnya pasien struma nodusa datang
berobat karena keluhan kosmetik atau
takut akan keganasan

Patogenesis
Kurang yodium produksi hormon tiroid
terhambat pembentukan TSH terhambat
hipofisis mensekresi TSH dalam jumlah
lebih sekresi tiroglobulin dalam jumlah
yang besar ke dalam folikel ukuran
folikel membesar kelenjar tiroid
membesar

Klasifikasi Struma Nodusa Non


Toksik
Berdasarkan jumlah nodul :

Struma Nodusa Soliter ( Uninodusa)


Struma Multinodusa
Berdasarkan kemampuan menangkap yodium

radioaktif :
Nodul dingin
Nodul hangat
Nodul panas
Berdasarkan konsistensinya :

Nodul lunak, kistik, keras, sangat keras.

Pemeriksaan Penunjang
Tes Fungsi Hormon
Foto Rontgen Leher
USG
Sidikan/Scan Tiroid
Biopsi Aspirasi Jarum Halus

Penatalaksanaan
Pemberian Tiroksin dan obat Anti Tiroid
Yodium Radioaktif
Oprasi/Pembedahan

Edukasi
Menyarankan pasien untuk menggunakan
garam beryodium.

TERIMAKAS
IH