Anda di halaman 1dari 18

PEMANFAATAN LAMUN (Enhalus) DALAM

BIDANG FARMAKOLOGI

Oleh :
Heru Kurniawan A
Nurul Ria Arlita
Dewi Vidya N
Dyah Ayu I
Negara Indonesia Sebagai Negara
Maritim

 2/3 wilayah indonesia adalah Laut..


It’s great..
Potensi Laut Indonesia
 Menurut Bengen (2001) laut sebagai
penyedia sumber daya alam yang produktif
baik sebagai sumber pangan, tambang
mineral, dan energi, media komunikasi
maupun kawasan rekreasi atau pariwisata.
Tak Kenal Maka Tak Sayang

 Lamun (Enhalus acoroides)


 Merupakam tumbuhan berbunga (angiospermae) yang
berbiji satu (monokotil) dan mempunyai akar rimpang,
daun, bunga dan buah.
Ciri-ciri ekologis padang lamun

 Terdapat di perairan pantai yang landai


 Pada batas terendah daerah pasang surut
dekat hutan bakau atau di dataran
terumbu karang
 Mampu hidup sampai kedalaman 30 meter
 Sangat tergantung pada cahaya matahari
yang masuk ke perairan
 Mampu hidup di media air asin
Klasifikasi Lamun
Klasifikasi lamun menurut Den Hartog (1970) dan
Menez, Phillips, dan Calumpong (1983) adalah
sebagai berikut :

 Devisi : Anthophyta
 Kelas : Angiospermae
 Famili : Potamogetonacea
 Subfamili : Zosteroideae
 Genus : Zostera, Phyllospadix, Heterozostera.
Morfologi dan Anatomi Lamun
 Akar
Akar pada beberapa spesies seperti
Halophila dan Halodule memiliki
karakteristik tipis (fragile), seperti rambut,
diameter kecil, sedangkan spesies
Thalassodendron memiliki akar yang kuat
dan berkayu dengan sel epidermal.
Rhizoma Batang
 Semua lamun memiliki lebih atau kurang
rhizoma yang utamanya adalah
herbaceous, walaupun pada
Thallasodendron ciliatum (percabangan
simpodial) yang memiliki rhizoma berkayu
yang memungkinkan spesies ini hidup pada
habitat karang yang bervariasi dimana
spesies lain tidak bisa hidup.
Daun
 Daun lamun terdiri dari dua bagian yang berbeda yaitu
pelepah dan daun. Pelepah daun menutupi rhizoma yang
baru tumbuh dan melindungi daun muda. Tetapi genus
Halophila yang memiliki bentuk daun petiolate tidak memiliki
pelepah.
 Anatomi yang khas dari daun lamun adalah ketiadaan
stomata dan keberadaan kutikel yang tipis. Kutikel daun yang
tipis tidak dapat menahan pergerakan ion dan difusi karbon
sehingga daun dapat menyerap nutrien langsung dari air laut.
Air laut merupakan sumber bikarbonat bagi tumbuh-
tumbuhan untuk penggunaan karbon inorganik dalam proses
fotosintesis
Morfologi Lamun
Fungsi Padang Lamun
 Sebagai produsen primer
 Sebagai habitat biota
 Sebagai penangkap sedimen
 Sebagai pendaur zat hara
Pemanfaatan Lamun Secara Tradisional dan
Modern
Secara Tradisional Secara Modern
Dimanfaatkan untuk kompos Penyaring limbah
dan pupuk
Cerutu dan mainan anak-anak Stabilizator pantai

Dianyam menjadi keranjang Bahan untuk pabrik kertas


Tumpukan untuk pematang Makanan
Pembuatan kasur Sumber bahan kimia
Dan dibuat jaring ikan Dan obat-obatan
Faktor lingkungan yang berpengaruh terhadap
distribusi dan kestabilan ekosistem padang lamun

Kecerahan
Temperatur
Salinitas
Substrat
Kecepatan arus
Kandungan lamun yang dapat dimanfaatkan
dalam bidang farmakologi
 Uji hayati pendahuluan terhadap ekstrak n-heksana dan etil
setat menggunakan nauplii udang laut Artemia salina Leach
menunjukkan bioaktivitas bermakna. Tiga senyawa telah
diisolasi dari ekstrak n-heksana yaitu asam palmitat, stigmast-
1,5-dien-7-on (sakarostenon) dan satu senyawa dengan bobot
molekul 256 belum dapat diidentifikasi. Dari ekstrak etil asetat
telah diisolasi tiga senyawa yaitu stigmast-5-22-dien-3-ol
(stigmasterol), stigmast-5-e-3-ol (sitosterol) dan satu senyawa
yang diduga suatu steroid dengan bobot molekul 394,
mempunyai dua ikata rangkap pada cincin B, tanpa gugus
hidroksi pada cincin A dan mempunyai rantai samping C10H19
pada cincin D. Dari ekstrak metanol telah diisolasi dua senyawa
glikosida flavonoid yaitu 5,7,3’,4’-tetrahidroksi flavon glikosida
dan 5,7,4’-trihidroksi flavon glikosida
Metode Penelitian Lamun
 Isolasi

Ekstraksi dilakukan terhadap serbuk kering Enhalus


acoroides (L. f.) Royle dengan cara maserasi perkolasi dan
ekstraksi sinambung menggunakan alat Soxhlet. Pelarut
yang digunakan adalah dengan kepolaran meningkat
berturut-turut n-heksana, etil setat dan metanol. Masing-
masing ekstrak yang diperoleh diuapkan pelarutnya
dengan penguap vakum putar. Ekstrak kental yang
diperoleh diuji hayati pendahuluan.
Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa lamun Enhalus
acoroides (L.f.) Royle mengandung senyawa triterpenoid-steroid,
tanin, flavonoid. Dari ekstrak n-heksana diperoleh isolat FB yang
menunjukkan adana gugus CH3, CH2, C=O dan O-H dengan bobot
molekul 256, tetapi belum diketahui strukturnya. Isolat FEE2 adalah
senyawa stigmasta-3,5-diena-7-on atau sakarostenon bercampur
dengan asam palmitat.

Dari ekstrak etil asetat menghasilkan 2 isolat AG2 II dan AG2 III. Isolat
AG2 II adalah senyawa stigmat-5-22-dien-3-ol atau stigmasterol
bercampur dengan senyawa stigmast-5-en-3-ol atau stosterol. Isolat
AG2 III adalah senyawa golongan steroid yang belum diketahui
namanya dengan bobot molekul 394. sedangkan dari ekstrak metanol
diperoleh 2 isolat yaitu senyawa 5,7,3’,4’-tetrahidroksi glikosida
flavon dan senyawa 5,7,3’-trihidroksi glikosida flavon.
Uji Toksisitas

 Ekstrak kental yang diperoleh diuji hayati


pendahuluan yaitu uji toksisitas nauplii udang laut
Artemia salina Leach, dengan konsentrasi zat uji
1000, 1000, dan 10 bpj kemudian dihitung
LC50nya dengan program komputer Finney.
Ekstrak n-heksana menunjukkan aktivitas biologi
yang kuat terhadap nauplii udang laut Artemia
salina Leach dengan LC50 28,03 bpj, sedangkan
ekstrak etil asetat dengan LC50 77,8 bpj. (sekolah
farmasi ITB)