Anda di halaman 1dari 30

MODUL 1

MUSKULOSKELETAL
TITIS YUNANDA PUTRI
115070100111083

1. Jelaskan mengenai osteosit,


osteoblas, osteoklas, lokasi, dan
fungsinya

Osteosit adalah derivate dari osteoblas yang


berbentuk prosesus-prosesus seperti tangan
yang disebut kanalikuli. Letaknya jauh dari
pinggir trabekular. Osteosit berbentuk
gepeng karena terjepit oleh matriks tulang.
Osteoblas bertanggung jawab atas produksi
komponen organic dari matriks tulang.
Letaknya pada pinggir-pinggir trabekular
pada tulang. Warnanya lebih basofil karena
masih aktif mensintesis matriks intraselular.

Osteoklas merupakan perombak


tulang. Ia berfungsi untuk meresorbsi
tulang dengan melepaskan garamgaram mineral pada tulang. Osteoklas
juga berguna untuk menjaga
homeostasis Ca2+ baik pada cairan
ekstraselular maupun untuk kontraksi
otot. Sel ini bertanggung jawab pada
kolagenasi Hawship lacunae. Osteoklas
bersama osteoblas bekerja secara
seimbang agar perombakan dan
pembentukan tulang berjalan dengan
baik.

Ada 2 pull untuk ion kalsium, yaitu pull


langsung dan not ready. Pada pull
langsung, kalsium dapat digunakan
secara langsung. Sebaliknya pada pull
not ready, bermanfaat untuk
menyediakan cadangan Ca 2+ untuk
ekstraselular. Perlu adanya hormonhormon untuk merubah Ca2+, misalnya
hormon paratiroid untuk merubah Ca2+
dari kikisan tulang menjadi Ca2+ yg
dapat digunakan untuk kontraksi otot
maupun digunakan oleh saraf.

2. Deskripsikan komposisi matriks tulang


dan material mana yang menyediakan
tensile strength dan compression
strength!

Matriks tulang dibagi menjadi 2


berdasarkan bahan penyusunnya, yaitu
:
1. Organic yang tersusun atas kolagen
tipe I
2. Anorganik yang tersusun atas Kristal
hidroksiapetit [Ca10(PO4)6(OH) 2].

Kristal hidroxiapetit ini memberikan kekuatan


tulang karena disebarkan secara merata pada
trabekular. Trabekular yg berongga-rongga
secara tidak beraturan mampu memberikan
tekanan yang merata agar tulang tidak mudah
patah.
Bahan anorganik matriks tulang dapat
membantu homeostasis garam cairan tubuh,
utamanya kalsium, dengan cara bertukar ion.
Perbedaan tensile strength dan compression
strength adalah kemampuannya. Bila tensile
strength berfungsi untuk meregangkan tulang
dan compression strength adalah menyangga
tekanan, maka kombinasi keduanya adalah
gerasan torsional atau memutar.

3. Apa perbedaan osifikasi dan kalsifikasi?

Osifikasi merupakan pembentukan tulang,


baik tulang rawan maupun tulang sejati.
Prosesnya ada dua, yaitu secara
intramembranus dan endokondral . Osifikasi
akan berlangsung dalam 4 masa penting
selama hidup manusia, antara lain :
Masa embrio dan fetus
Masa transisi dari anak-anak menjadi dewasa
Proses remodeling
Fraktur

Kalsifikasi merupakan proses dimana


ada pengerasan suatu jaringan oleh
garam-garam kalsium. Pada proses ini,
kondrosit mengalami apoptosis.
Perbedaan antara osifikasi dan
kalsifikasi :
Osifikasi hanya pembentukan tulang
saja
Kalsifikasi adalah penimbunan garam
kalsium pada semua jaringan.

4. Jelaskan secara singkat mengenai


osifikasi intramembranus dan
endokondralis!

Osifikasi intramembranus :
Pada lapisan kondensasi mesenkim, titik awal penulangan
disebut pusat osifikasi primer (POP)
Proses dimulai ketika sekelompok sel berubah menjadi
osteoblas-osteoblas
Osteoblas memproduksi matriks tulang dan diikuti kalsifikasi,
menghasilkan enkapsulasi dari beberapa osteoblas, kemudian
berubah menjadi osteosit.
Kemudian, rongga-rongga yang terbentuk akan berisi kapilekapiler (darah), sel sumsum tulang, dan sel yang belum
terdeferensiasi.
Proses kalsifikasi secara intramembranus ini merupakan
proses penambahan diameter pada tulang panjang untuk
mempertebal tulang.

Osifikasi endokondral , terdiridari :


Cartilage model
Periosteal bone collar
Proliferation
Hyperthropy
Calcification
Formation of the primary marrow cavity
The periosteal bud
Ossification
Osifikasi endokondral juga terjadi pada pelvis,
vertebral, klavikula bagian epifisanya saja.
Proses ini juga berfungsi untuk perpanjangan
atau elongasi tulang.

5 a. Jelaskan mengenai kartilago


epifisis, dimana ia berlokasi, dan
mengapa ia penting!

kartilago epifisis adalah kartilago yang


terletak antara epifisis dan metafisis dari
tulang panjang. Kartilago epifisis berbentuk
seperti ruang atau piringan. Bentuknya juga
berlapis-lapis. Ia terdiri atas tulang rawan
hialin. Zona ini merupakan zona
perpanjangan tulang yang dapat berhenti
jika daerah ini dihilangkan atau telah habis
masa pertumbuhan (pada laki-laki saat usia
21 tahun, sedangkan wanita 18 tahun)
akibat terjadinya kalsifikasi.

5 b. . Apakah garis epifisial


itu?
Garis epifisial adalah sisa dari kartilago
epifisis. Ia berisi kondrosit.

Perlu diperhatikan, pada anak-anak,


garis epifisial kadang diasumsikan seperti
fraktur pada foto radiologi. Perlu
pengambilang gambar pada dua sisi
(anterior dan posterior atau kanan dan
kiri) tulang panjang untuk menegakkan
diagnosis, apakah garis itu merupakan
fraktur atau garis epifisial.

6. a. Jelaskan bagaimana tulangtulang dapat bertambah pada


diameternya!

pertambahan diameter : perlekatan


aposisisonal tulang membrane di
bawah periosteum karena penebalan
progresif dari kerak periostal yang
terbentuk pada awal penulangan
intramembranus. Itu berakibat kisi-kisi
trabecle tulang anyaman di sekitar
diafisis.

6. b. . Jelaskan bagaimana
pertambahan panjang pada
tulang!
Pertambahan panjang dapat terjadi karena
osifikasi secara endokondral yang memiliki lima
zona, yaitu :
1. Zona istirahat
2. Zona proliferasi
3. Zona hipertropi
4. Zona kalsifikasi
5. Zona osifikasi
Zona hipertrofi dan kalsifikasi hamper tidak ada
pembatas secara jelas. Ada daerah hidroksiapetit
pada zona kalsifikasi.

6. c. Kapan saat panjang tulang


terhenti secara permanen?

Pada laki-laki, semua tulang telah


terosifikasi pada usia 25 tahun.
Sedangkan pada wanita, pada usia 23
tahun.

7. Tulang-tulang adalah organ yang hidup yang butuh


nutrisi, menyebabkan sakit saat terluka dan berdarah saat
patah.
A.Deskripsikan pembuluh-pembuluh darah pada tulang,
dan bagaimana tulang sampai pada osteosit!

Suplai darah pada tulang hidupberasal dari banyak


pembuluh nadi kecil di dalam periosteum dan dari suatu
nadi pembekal yang besar yang masuki badan tulang
melalui foramen nutrisium. Pembuluh-pembuluh nadi
memperdarahi tulang-tulang panjang, maka : (1) cabangcabang periosteal memasuki batang tulang melalui
banyak lubang melintasi saluran-saluran kecil yang
memanjang (saluran-saluran Havers) dan memperdarahi
bagian kompak suatu tulang. (2) Arteri nutrisi menembus
kortes diafisis, kemudian bercabang-cabang ke arah distal
dan proksimal. Keduanya membentuk arteri medulla
kemudian bergabung dengan arteri epifisis, arteri
metafisis, dan arteri periosteal. Arteri epifisis mengalirkan
darah pada daerah secondary ossification center

7.b. Apa akibat dari hilangnya suplai


arteri ke epifise atau bagian lain dari
tulang?

Akibatnya adalah :
Nekrosis
Penurunan deposit tulang
Pengurangan absorbsi
Deposisi tulang

7.c. Darimana rasa nyeri berasal


dari tulang yang terluka?
Deskripsikan inervasi dari tulang!

Pada permukaan tulang, terdapat suatu


reseptor nyeri yang disebut dengan
nociceptor yang dimodulasi oleh suatu
substansi yang disebut dengan
substansi P.

8.a. a. Apakah Bone remodeling itu,


kapan ia mulai, dan apa tujuannya?
Jelaskan!

bone remodeling adalah pergantian


tulang lama dengan tulang yang baru.
Keuntungannya antara lain :
menghilangkan tulang yang rusak
tulang baru lebih adaptif
resisten terhadap fraktur

8.b. . Apakah bone modeling itu?


Jelaskan!

bone modeling adalah pengubahan


ukuran pada masa pertumbuhan.

8.c. Jelaskan mengenai Wolls Law!

Wollfs law menyatakan bahwa kekuatan


tulang sangat tergantung pada derajat
tekanan. Jika suatu tulang yang baru
terbentuk karena suatu beban yang
berat, tulang tersebut akan tumbuh lebih
kuat dan tebal. Contohnya, pada pemain
tenis, satu sisi lengan akan memiliki
tulang yang lebih kuat disbanding sisi
lainnya yang tidak digunakan untuk
melakukan aktivitas olahraga tenis.

9. Deskripsikan efek dari hormone tersebut di


bawah ini terhadap tulang : PTH, kalsitonin,
hormone pertumbuhan, hormone seksual, dan
tiroksin!

PTH : mengaktivasi osteoklas untuk berproliferasi dan


membongkar garam-garam kalsium-fosfat dari tulang
Kalsitonin : berlawanan dengan PTH, kalsitonin membantu
penyerapan garam kalsium-fosfat oleh tulang bila terjadi
hiperkalsemia.
Hormone pertumbuhan mempengaruhi kartilago epifisis.
Jika hormone ini berlebihan, akan terjadi gigantisme dan
sebaliknya, jika kekurangan akan menyebabkan pituitary
dwarfism.
Hormone seksual (baik androgen maupun estrogen) secara
umum, menstimulasi pertumbuhan tulang. Keduanya
mempengaruhi waktu penampakan dan perkembangan dari
pusat osifikasi dan kecepatan penutupan epifisis.

10.a. Jelaskan mengenai fungsi


tulang dalam menjaga level kalsium
dalam cairan ekstraselular!

tulang sebagai penyimpan kalsium


terbesar dalam tubuh dan menjaga
homeostasis kandungan kalsium darah.
Jika terjadi hipokalsemia maupun
hiperkalsemia, maka ion kalsium akan
mengalami transver ion untuk
dibongkar dari tulang maupun
disimpan dalam tulang

10.b. . Hormon apa yang bekerja pada


proses tersebut?

Hormone yang berfungsi pada proses


tersebut adalah PTH dan kalsitonin.

10.c. . Apa kepentingan dari


menjaga level kalsium dalam cairan
ekstraselular?

Kepentingannya adalah kalsium pada


cairan ekstraselular dapan digunakan
sebagai neurotransmitter saraf untuk
meneruskan rangsangan dan sebagai
ion dalam kontraksi otot

11. Deskripsikan secara singkat peran vitamin A,


vitamin C, dan vitamin D dalam metabolism
tulang dan jelaskan efek dari defisiensi atau
kelebihan dari nutrisi tersebut!

Vitamin A berfungsi untuk memproduksi osteoklas.


Peran lain dari asam retinoat adalah sebagai
regulator expresi gen dan differensiasi sel. Apabila
kekurangan, tidak akan ada transretinoat ataupun G
cis asam retinoat yg berkaitan pada nuclear receptor
yg berkaitan pd unsur DNA sehingga mengganggu
transkripsi gen. Akibatnya, pertumbuhan dapat
berhenti. Kelebihan vitamin A akan menyebabkan
erosi rongga tulang rawan bertambah tanpa diikuti
dengan peningkatan kecepatan penggandaan sel
dalam zona proliferasi. Karena itu, lempeng epifisial
tidak dapat menutup sama sekali.

juga membantu mengontrol penyimpanan


kalsium di tulang. Bila kekurangan vitamin D
bisa menyebabkan pembentukan tulang
terhambat. Kelebihan vitamin D akan
menyebabkan secondary hypoparathyroidsm.
Bila kekurangan, akan menyebabkan gangguan
resorbsi tulang oleh osteoklas.
Vitamin C berperan penting dalam
mengaktifkan enzim prolit hidroxilase yg bekerja
pada pembentukan serabut kolagen. Tanpa
asam askorbat, maka serabut kolagen di semua
jaringan tubuh menjadi cacat dan lemah, serta
pertumbuhan tulang terhenti. Kekurangan
vitamin C akan menyebabkan sariawan dan
pembentukan kolagen akan terganggu

12. a. Jelaskan metabolism dari


vitamin D!

di liver, kolekalsiferol, yang disintesis dalam kulit dan


berasal dari makanan, dihidroksilasi untuk
membentuk 25-hidroksi derivative kalsidiol.
Kemudian dilepaskan ke dalam sirkulasi dan
berikatan dengan vitamin D-binding globulin yang
menjadi sumber utama dari bentuk vitamin. Dalam
ginjal, kalsidiol berubah menjadi 1-hidroksilasi untuk
menjadi metabolit aktif 1,25-dihidroksivitamin D
(kalsitriol) atau 24-hidroksilasi untuk menjadi
metabolit aktif 24,25-dihidroksivitamin D (24hidroksikalsidol). Ergokalsiferol dari makanan
terfortifikasi akan sama dengan hidroksilasi untuk
menjadi ercalsitriol.

12.b. b. Deskripsikan efek dari


vitamin D pada tulang!

Fungsi vitamin D adalah untuk


membantu penyerapan kasium dari
usus.

Terima kasih ^__^