Anda di halaman 1dari 39

LAPORAN KASUS

SINDROMA NEFROTIK

Oleh:
Yosef chandra juk
1

10700025

Pembimbing : dr. Hudoyo, Sp. PD

IDENTITAS PASIEN

Nama
: Sdr. D.A.
Umur
: 24 tahun
Jenis kelamin
: Laki-laki
Alamat
: Kencong
Status
: Belum menikah
Pendidikan : SMA
Suku: Jawa
Agama
: Islam
Status Pelayanan : BPJS PBI
No. RM
: 05.06.71
Tanggal MRS
: 22 Mei 2015
Tanggal Px : 23 Mei 2015
Tanggal KRS
: 28 Mei 2015

ANAMNESIS
Keluhan utama
Wajah dan seluruh tubuh.

ANAMNESIS

Riwayat Penyakit Sekarang


Pasien awalnya masuk rumah sakit tanggal 22
Mei 2015 dengan keluhan mata dan wajah
bengkak, kedua kaki, perut serta skrotum sejak 2
minggu yang lalu. Awalnya bengkak dari kedua
kelopak mata, lalu kedua kaki dirasakan
bengkak ketika pagi hari, diikuti bengkak pada
skrotum 1 minggu lalu hingga akhirnya seluruh
tubuh. BAK sedikit dan berwarna kuning gelap
serta berbuih, tidak nyeri saat BAK,BAB normal,
nafsu makan pasien menurun, dan badan terasa
lemah dan mudah lelah.
4

ANAMNESIS

Pasien tidak batuk/ pilek, mual (+), muntah, tidak


demam, tidak pusing, tidak ada nyeri dada atau dada
terasa berdebar-debar, tidak ada nyeri perut dan tidak
ada nyeri pinggang. Pasien tidak mengkonsumsi
alkohol, obat-obatan dan minum berenergi.Berat
badan pasien bertambah 3kg semenjak bengkak,
sebelumnya 72kg menjadi 75 kg dalam waktu 1
minggu.

ANAMNESIS
Riwayat Penyakit Dahulu

Pasien menyatakan tidak mempunyai riwayat


penyakit ginjal.
Hipertensi disangkal, DM disangkal, Asma
disangkal, Alergi disangkal.

ANAMNESIS
Riwayat Penyakit Keluarga
Keluarga tidak ada yang memiliki keluhan
serupa dengan pasien.
Riwayat Pengobatan
Belum pernah berobat sebelumnya.

ANAMNESIS

Sistem serebrospinal

: penurunan kesadaran (-), demam(-),


kejang (-), nyeri kepala (-)

Sistem kardiovaskular

: palpitasi (-), nyeri dada (-)

Sistem pernapasan

: sesak (-), batuk (+), pilek (-)

Sistem gastrointestinal

: mual (+), muntah (-), diare (-), nafsu


makan menurun (+), nyeri perut (-),
BAB normal

Sistem urogenital

: BAK (+) sedikit, berwarna kuning


gelap dan berbuih

Sistem integumentum
ikterik

: turgor kulit normal, sianosis (-),


(-), purpura (-), ptekie (-)

Sistem muskuloskeletal

: edema (+), atrofi (-), deformitas (-)

PEMERIKSAAN FISIK UMUM

Keadaan Umum

: cukup

Kesadaran

: compos mentis, GCS 4-5-6

Vital Sign

: TD

: 120/70 mmHg,

Nadi : 84 x/menit,

RR

: 24 x/menit

Suhu

: 36,5 oC

Pernapasan : sesak (-), batuk (-), pilek (-)

Kulit

Kelenjar limfe : pembesaran KGB (-), pembesaran tiroid (-)

Otot

: edema (+), atrofi (-)

Tulang

: deformitas (-)

Status gizi

: BB

: turgor kulit normal, sianosis (-), ikterik (-), purpura (-),


ptekie (-)

: 75 kg, TB : 165 cm, BMI

: 27,57

Kesan : Didapatkan Edema (+) pada otot. Dan kesan status gizi lebih.
9

PEMERIKSAAN FISIK KHUSUS


1. Kepala
Bentuk
: bulat lonjong, simetris
Rambut
: hitam, lurus
Mata :

konjungtiva anemis

-/-

sklera ikterus

-/-

edema palpebra

-/-

refleks cahaya

+/+

Hidung

sekret (-), bau (-), pernapasan cuping hidung (-)


10

PEMERIKSAAN FISIK KHUSUS


Telinga :
sekret (-), bau (-), perdarahan (-)
Mulut : sianosis (-), bau (-)

2. Leher :
KGB
: tidak ada pembesaran
Tiroid : tidak membesar
JVP
: tidak meningkat
Kesan : dbN

11

PEMERIKSAAN FISIK KHUSUS


3. Dada

Cor :

Inspeksi

: ictus cordis tidak tampak

Palpasi

: ictus cordis tidak teraba

Perkusi

: redup di ICS IV PSL D s/d ICS V MCL S

Auskultasi

: S1S2 tunggal, reguler, suara tambahan (-)

Pulmo :

Inspeksi

: Simetris +/+, Retraksi -/-, tidak ada ketertinggalan


gerak

Palpasi

: Fremitus Raba n/n

Perkusi

: Sonor

Auskultasi

: Suara dasar napas vesikuler +/+, suara tambahan


wheezing-/-, dan rhonki -/-

Kesan : dbN

12

PEMERIKSAAN FISIK KHUSUS

Abdomen:

Inspeksi

: flat

Auskultasi

: bising usus (+)

Palpasi
: soepel, H/L/R dbn, nyeri tekan(-), nyeri
ketok ginjal (-)

Perkusi

Ekstremitas:

Superior

: akral hangat +/+, edema-/-

Inferior

: akral hangat +/+, edema +/+

: timpani

Kesan : Ditemukan edema +/+ pada ekstremitas inferior.

13

PEMERIKSAAN LABORATORIUM
22 Mei 2015
Jenis Pemeriksaan
HEMATOLOGI
HEMATOLOGI
LENGKAP (DL)
Hemoglobin
Leukosit
Hematokrit
Trombosit
FAAL HATI
SGOT
SGPT
Albumin
GULA DARAH
Glukosa Sewaktu
FAAL GINJAL
Kreatinin Serum
BUN
Urea
Asam Urat

Hasil Pemeriksaan

Normal

Satuan

13.4
8.9
39.6
326

13.0-16.0
4.5-11.0
37-49
150-450

gr/dL
109/L
%
109/L

22
11
2.3

10-35
9-43
3.4-4.8

U/L(37oC)
U/L(37oC)
gr/dL

85

<200

mg/dL

1.6
29
61
9.8

0.6-1.3
6-20
26-43
3.4-7

mg/dL
mg/dL
gr/24h
mg/dL

14

PEMERIKSAAN LABORATORIUM
23 Mei 2015

URIN LENGKAP (UL)


Warna
PH
BJ
Protein
Glukosa
Urobilin
Bilirubin
Nitrit

Kuning agak keruh


6,0
1,015
Positif 4~500mg/dL
Normal
Normal
Negatif
Negatif

Kuning jernih
4,8-7,5
1,015-1,025
Negatif
Normal
Normal
Negatif
Negatif

Keton

Negatif

Negatif

Leukosit macros

Negatif

Negatif

Blood macros

Positip 4

Negatif

Eritrosit
Lekosit
Epitel squamosa

25-50
5-10
5-10

0-2
0-2
2-5

Epitel renal

Negatif

Negatif

Kristal

Negatif

Negatif

Silinder

Granulla 0-2

Negatif

Bakteri

Negatif

Negatif

Yeast

Negatif

Negatif

Tricomonas

Negatif

Negatif

15

PEMERIKSAAN LABORATORIUM
25 Mei 2015

LEMAK
Trigliserida

209

<150 mg/dL

Kolesterol Total

703

<220 mg/dL

Kolesterol HDL

32

Low <40-High > 60mg

Kolesterol LDL

532

<100 mg/dL

16

PEMERIKSAAN
LABORATORIUM
26 Mei 2015

URIN LENGKAP (UL)


Warna
PH
BJ
Protein
Glukosa
Urobilin
Bilirubin
Nitrit

Kuning keruh
6,0
1,025
Positif 3~150mg/dL
Normal
Normal
Negatif
Negatif

Kuning jernih
4,8-7,5
1,015-1,025
Negatif
Normal
Normal
Negatif
Negatif

Keton

Negatif

Negatif

Leukosit macros

Negatif

Negatif

Blood macros

Positip 3

Negatif

Eritrosit
Lekosit
Epitel squamosa

25-50
10-25
5-10

0-2
0-2
2-5

Epitel renal

Negatif

Negatif

Kristal

Negatif

Negatif

Silinder

Granulla 2:5

Negatif

Bakteri

Negatif

Negatif

Yeast

Negatif

Negatif

Tricomonas

Negatif

Negatif

17

PEMERIKSAAN FOTO THORAX


22 Mei 2015

18

RESUME
Anamnesis:
Seorang laki-laki umur 24 tahun dengan keluhan
utama bengkak seluruh tubuh. Mata dan wajah
bengkak, kedua kaki, perut serta skrotum sejak 2
minggu yang lalu. Awalnya bengkak dari kedua
kelopak mata, lalu bengkak pada kedua kaki
dirasakan ketika pagi hari, semakin hari semakin
bengkak dan tidak berkurang. Diikuti dengan
bengkak pada skrotum hingga akhirnya seluruh
tubuh.

19

RESUME
Anamnesis:
BAK sedikit, warna kuning gelap, berbuih, nyeri
BAK(-).
Nafsu makan menurun
Pasien merasa badan lemah + mudah lelah.
batuk/pilek(-), mual(+), muntah(-),demam(-),pusing(-),
nyeri dada(-) atau dada terasa berdebar-debar(-), nyeri
perut(-) dan nyeri pinggang(-).
Mengkonsumsi
alkohol(-),
obat-obatan
jangka
panjang. BAB pasien normal. Berat badan pasien
bertambah 1kg semenjak bengkak, sebelumnya 72kg
menjadi 75kg dalam waktu 1 minggu.
20

RESUME
Pemeriksaan Fisik:
Didapatkan keadaan umum pasien cukup,
kesadaran compos mentis, pipi edema +/+, thorax
(cor, pulmo) dan abdomen dalam batas normal,
edema pada ekstremitas inferior +/+ disertai
piting edema +/+
Pemeriksaan Penunjang:
Urin Lengkap (UL) : Didapatkan warna urin
kuning agak keruh dan protein urin (+)
4~500mg/dL.
Faal Hati : Didapatkan hipoalbuminemia.
Lemak
: Didapatkan hiperlipidemia.

21

DIAGNOSIS BANDING
Sindroma Nefrotik
Sirosis Hepatis
Decomp cordis
Malnutrisi

22

PLANNING
Planning Diagnostik
Pemeriksaan Laboratorium, meliputi :
Pemeriksaan Protein ESBACH
Pemeriksaan Liver Function Test (LFT)
Foto Thorax
ECG
Planning Monitoring
Vital

Sign
Produksi Urin

23

PLANNING
Planninng Terapi

Inf. RL 10tpm
Inj. Lasix 2x1amp

Inj. Ranitidin 2x1amp

Inj. Ketorolac 2x1amp

P/O Simvastatin 20mg 0-0-1, Metil prednisolon 3x20mg

Planning Edukasi

Istirahat yang cukup


Menjelaskan tentang penyakit yang diderita pasien kepada
keluarga (penyebab, perjalanan penyakit, perawatan,
prognosis, komplikasi serta usaha pencegahan komplikasi)
Menjaga kondisi lingkungan sekitar pasien agar
mendukung penyembuhan pasien

24

PROGNOSIS

Quo ad functionam

: Dubia ad bonam

25

FOLLOW UP
S

Jumat, 22 Mei 2015


KU: Bengkak pada wajah dan kaki

O KU: cukup
Kes: compos mentis
TD: 110/70mmHg ,
RR: 20x/mnt
N: 80x/mnt,
Tax: 36,5oC
K/L:a/i/c/d:-/-/-/Thorax: c/p: dbN
Abd: flat, BU (+), timpani, soepel
Ext: AH di keempat akral, edema +/+
pada ext. inferior
UT= 600cc/17jam, kuning gelap

Sabtu, 23 Mei 2015


KU: Bengkak pada wajah dan kaki
KU: cukup
Kes: compos mentis
TD: 110/80mmHg,
RR: 20x/mnt
N: 80x/mnt,
Tax: 36,5oC
K/L:a/i/c/d:-/-/-/Thorax: c/p: dbN
Abd: flat, BU (+), timpani, soepel
Ext: AH di keempat akral, edema +/+ pada
ext. inferior
UT= 2.200cc/24jam, kuning gelap

A Edema Anasarka e.c. Sindroma Nefrotik Edema Anasarka e.c. Sindroma Nefrotik
P Inf. RL 10tpm
Inf. RL 10tpm

Inj. Lasix 2x1a

Inj. Lasix 2x1a

Inj. Ranitidin 2x1a

Inj. Ranitidin 2x1a

Inj. Ketorolac 2x1a

Inj. Ketorolac 2x1a

26

FOLLOW UP

Minggu, 24 Mei 2015

Senin, 25 Mei 2015

KU: Bengkak pada wajah, kaki, scrotum

KU: Bengkak pada wajah, kaki, scrotum

KU: cukup
Kes: compos mentis
TD: 110/70mmHg ,
RR: 20x/mnt
N: 80x/mnt,
Tax: 36,5oC
K/L:a/i/c/d:-/-/-/Thorax: c/p: dbN
Abd: flat, BU (+), timpani, soepel
Ext: AH di keempat akral, edema +/+ pada
ext. inferior
UT= 1700cc/24jam, kuning gelap

KU: cukup
Kes: compos mentis
TD: 110/80mmHg,
RR: 20x/mnt
N: 80x/mnt,
Tax: 36,5oC
K/L:a/i/c/d:-/-/-/Thorax: c/p: dbN
Abd: flat, BU (+), timpani, soepel
Ext: AH di keempat akral, edema +/+ pada ext.
inferior
UT= 2.200cc/24jam, kuning gelap

Edema Anasarka e.c. Sindroma Nefrotik

Edema Anasarka e.c. Sindroma Nefrotik

Inf. RL 10tpm

Inf. RL 10tpm

Inj. Lasix 2x1a

Inj. Lasix 2x1a

Inj. Ranitidin 2x1a

Inj. Ranitidin 2x1a

Inj. Ketorolac 2x1a

Inj. Ketorolac 2x1a

Metil prednisolon 3 x 20mg

27

FOLLOWSelasa,
UP26 Mei 2015

Rabu, 27 Mei 2015

S
O

KU: Bengkak pada wajah dan kaki


KU: cukup
Kes: compos mentis
TD: 110/70mmHg ,
RR: 20x/mnt
N: 80x/mnt,
Tax: 36,5oC
K/L:a/i/c/d:-/-/-/Thorax: c/p: dbN
Abd: flat, BU (+), timpani, soepel
Ext: AH di keempat akral, edema +/+ pada
ext. inferior
UT= 2000cc/24jam, kuning gelap

KU: Bengkak pada wajah dan kaki


KU: cukup
Kes: compos mentis
TD: 110/80mmHg,
RR: 20x/mnt
N: 80x/mnt,
Tax: 36,5oC
K/L:a/i/c/d:-/-/-/Thorax: c/p: dbN
Abd: flat, BU (+), timpani, soepel
Ext: AH di keempat akral, edema +/+ pada ext.
inferior
UT= 2.100cc/24jam, kuning gelap

Edema Anasarka e.c. Sindroma Nefrotik

Edema Anasarka e.c. Sindroma Nefrotik

Inf. RL 10tpm

Inf. RL 10tpm

Inj. Lasix 2x1a

Inj. Lasix 2x1a

Inj. Ranitidin 2x1a

Inj. Ranitidin 2x1a

Inj. Ketorolac 2x1a

Inj. Ketorolac 2x1a

P/O Simvastatin 20mg 0-0-1

P/O Simvastatin 20mg 0-0-1

Metil prednisolon 3 x 20mg

Metil prednisolon 3 x 20mg

28

PEMBAHASAN
Textbook
Kondisi Pasien
Anamnesis
Anamnesis
(+)
Urin berbuih
(+)
Kaki berat
(+)
Kaki bengkak
(-)
Kaki terasa dingin atau
tidak rasa
(+)
(+)
Lemah
(+)
Mudah lelah
(-)
Anoreksia
Diare

29

PEMBAHASAN
Pemeriksaan Fisik
Pemeriksaan Fisik
(-)
Edema di daerah periorbita,
konjungtiva
(-)
(+)
Edema pada dinding perut
(-)
Edema pada sendi lutut
(-)
Efusi pleura
(-)
Ascites
(-)
Hilangnya masa otot rangka
Kuku memperlihatkan pita-pita putih
melintang
Pemeriksaan Penunjang
Pemeriksaan Protein ESBACH
Pemeriksaan Faal Hati
Pemeriksaan Lemak
Pemeriksaan Urin Lengkap (UL)
Foto Thorax

Pemeriksaan Penunjang
(-)
Hipoalbuminemia
Hiperlipidemia
Warma kuning Gelap dan protein (+)
4~500mg/dL
(+)

30

PEMBAHASAN
Penatalaksanaan
Pengobatan untuk edema
(diuretika)
Non Steroid Anti
Inflamatory Drugs
Pelindung Mukosa
Lambung

Penatalaksanaan
Inj. Lasix 2x1a
Inj. Ketorolac 2x1a
Inj. Ranitidin

Menghambat HMG KoA P/O Simvastatin


Reduktase
P/O Metil prednisolon
Steroid
3x20mg
31

32

SINDROMA NEFROTIK

DEFINISI
Sindrom nefrotik (SN) merupakan tanda
patognomonik penyakit glomerular dengan
gejala:
Proteinuria massif > 3,5 g/ hari
Hipoalbuminemia
Edema sampai anasarka
Hiperlipidemia
Lipiduria (oval fat bodies)

33

EPIDEMIOLOGI

Kelainan histopatologi pada SN primer meliputi nefropati lesi


minimal, nefropati membranosa, glomerulo-sklerosis fokal
segmental, glomerulonefritis membrano-proliferatif. Penyebab SN
sekunder sangat banyak, diantaranya penyakit infeksi, keganasan,
obat-obatan, penyakit herediter-familial, toksin, transplantasi
ginjal, thrombosis vena renalis, stenosis arteri renalis, obesitas. Di
Indonesia kasus SN merupakan SN primer (idiopatik). Pada anak
usia <6 tahun paling sering ditemukan nefropati lesi minimal
(75%-80%) dengan umur rata-rata 2,5 tahun, (80%) <60 tahun saat
diagnosis ditegakan dan dua kali lebih banyak daripada wanita.
Pada orangdewasa paling banyak nefropati memranosa yaitu
sebesar 30%-50%, umur 30-40 tahun dan perbandingan laki-laki
dan wanita 2:1. Kejadian SN idiopatik 2-3 kasus per 100.000 anak/
tahun, sedangkan pada dewasa 3 : 1000.000/ tahun.
34

ETIOLOGI

Sindrom
nefrotik
dapat
di
sebabkan
oleh
glomerulanefritis primer dan sekunder akibat
infeksi, keganasan penyakit jaringan ikat (Connective
tissue disease), obat atau toksin, dan akibat penyakit
sistemik.

35

KRITERIA DIAGNOSTIK
Proteinuria massif > 3,5 g/ hari
Hipoalbuminemia
Edema sampai anasarka
Hiperlipidemia
Lipiduria (oval fat bodies)

36

PENATALAKSANAAN
Prinsip Pengobatan SN spesifik yang ditujukan
terhadap penyakit dasar dan pengobatan non-spesifik
untuk mengurangi proteinuria, mengontrol edema,
dan mengobati komplikasi.
Pengobatan SN meliputi pengobatan simtomatis,
pengobatan komplikasi dan pengobatan spesifik.
Dalam hal ini pengobatan spesifik adalah pengobatan
dengan menggunakan obat-obat imunosupresif.
Pengobatan ini akan dibahas pada bagian variasi
perjalanan penyakit.

37

KOMPLIKASI
Keseimbangan Nitrogen Negatif
Hiperkoagulasi
Hiperlipidemia dan Lipiduria
Metabolisme Kalsium dan Tulang
Efek Metabolik Lain dari Sindroma Nefrotik
Infeksi
Gangguan Fungsi Ginjal Pada Sindrom Nefrotik

38

Terima Kasih

39