Anda di halaman 1dari 10

PERHITUNGAN

DISTRIBUTOR ARUS
BOLAK BALIK

Perhitungan distribusi arus bolak balik hampir sama dengan


perhitungan arus searah, tapi mempunyai beberapa perbedaan
yaitu :

Muatan yang tidak berurutan akan mempunyai nilai pf (factor daya)


yang berbeda. Beberapa pf diambil dengan menganggap tegangan
pada titik acuan yang diamati sebagai referensi vector.
Arus bagian distributor akan diberikan pada hitungan vector dari
muatan arus dan tidak untuk hitungan aritmatik yang sama dengan
distributor arus searah . arus hanya dapat ditambahkan secara
aljabar dan arus tersebut dalam bentuk bilangan kompleks.
Dalam masalah tegangan jatuh pada rangkaian AC tidak hanya ada
resistansi hambatan tapi juga reaktansi induktif (abaikan reaktansi
kapasitif jika ada).

Dari penjelasan sebelumnya tegangan jatuh pada rangkaian


induktif dapat dinyatakan dalam persamaan :

I (R cos + X sin )

Dan total dari tegangan jatuh yaitu :

I (R cos + X sin )

Pada pertanyaan distributor AC dapat diselesaikan juga


dengan 3 cara yaitu :

Nyatakan tegangan, arus dan impedansi dalam dalam bentuk


bilangan kompleks dan kemudian selesaikanlah dengan cara
penyelesaian seperti pada distributor DC.
Sebagian arus di ubah menjadi komponen aktif dan sebagiannya
lagi komponen reaktif. Sekarang, jatuhnya permasalahannya pada
komponen aktif yang hanya akan ada resistansi dan dalam
masalah komponen reaktif hanya ada reaktansi. Dapatlah hasil
keduanya, kemudian jumlahkan dan hasilnya adalah tegangan
jatuh totalnya.
Dalam permasalahan dimana dalam penyelesaiannya tidak begitu
rumit, cara cepat dapat diselesaikan dengan menemukan titik
pusat distribusi atau pusat dari beban muatan gaya.

Selesaikanlah pertanyaan berikut dengan 3 cara penjelasan diatas:

Contoh :
Sebuah sistem fase tunggal distributor tegangan AC dengan jarak
500 m mempunyai impedansi total (0,02+j0,04) dan apakah
tegangan pada akhir yaitu 250 V, dengan diketahuinya :
1.
50 A dengan pf 1 panjangnya 200 m dari titik awal
2.
100 A dengan pf ketinggalan 0,8 panjangnya 300 m dari titik
awal
3.
50 A dengan pf ketinggalan 0,6 pada jarak akhirnya
Hitunglah total tegangan jatuh dan tegangan pada titk akhir
tersebut.

Arus pada AD adalah perhitungan vektor dari tiga muatan arus

200

100
D

50 A
U.P.F

C
100A
50A
0,8 lag

0,6 lag

Untuk AD

Arus pada AD

= 50 +100(0,8-j0,6) + 50(0,6-j0,8)
= 160-j100

Impedansi pada AD
= (200/500) (0,02+j0,04)
= (0,08+j0,016)

Tegangan jatuh pada AD = (160-j100) x (0,08+j0,016)


= (2,88+j1,76)
Untuk DC

Arus pada DC
= (160-j100) 50
= (110-j100)

Impedansi DC
= (0,004+j0,008)

Tegangan jatuh CD
= (110-j100) (0,004+j0,008)
= (1,24+j0,48)
Untuk CB

Arus pada CB
= 50 (0,6-j0,8) = (30-j40)

Impedansi CB
= (0,008+j0,016)

Tegangan jatuh pada CB


= (30-j40) (0,08-j0,016)
= (0,88+j0,16)

Transmisi dan Distribusi AC


Drop total
= (2,88+j1,76)+(1,24+j0,48)+(0,88+j0,16)=(5+j2,4)
Tegangan pada ujungnya= (250+j0)-(5+j2,4)=245-j2,4 volt
Magnitudonya
=
Cara Kedua
Kita akan membagi arus aktif dan reaktif komponen seperti di bawah :
50 x 1 = 50 A; 100 x 0,8 = 80 A ; 50 x 0,6 = 30 A
Ini ditunjukkan pada Gambar 36-48. Reaktif atau komponen daya adalah
50 x 0 = 0 ; 100 x 0,6 = 60 A ; 50 x 0,8 = 40 A
Ini ditunjukkan pada Gambar 36-49. Resistansi dan reaktansi
diperlihatkan dalam gambar masing-masing.

Batas waktu drop untuk komponen aktif dari arus diberikan dengan
mengambil momen
= 50 x 0,008 + 80 x 0,012 + 30 x 0,02 = 1,96 V
Batas waktu drop untuk komponen reaktif = 60 x 0,024 + 40 x 0,04 = 3,04
Drop total
= 1,96 + 3,04 = 5 V
Ini kurang lebih sama seperti sebelumnya
Cara Ketiga
Pusat gravitasi (CG) dari beban berada pada jarak berikut dari beban akhir

Nilai resistansi sampai C.G.


Nilai reaktansi sampai C.G.
Rata-rata p.f.

= 325x0,02/500 = 0,013
= 325 x 0,04/500 = 0,026
=

Cos = 0,8 sin =0,6


Drop
= 200 ( 0,013 x 0,8 + 0,026 x 0,6 ) = 5,2
Ini kurang lebih sama seperti sebelumnya

Yanuar Fadli (03071004028)


Widia Astuti (03071004068)