Anda di halaman 1dari 40

Presentasi kasus

Kanker Serviks

Pendahuluan
Kanker serviks adalah tumor ganas yang tumbuh pada

serviks (leher rahim).


Insiden dan mortalitas kanker serviks di dunia
menempati urutan kedua setelah kanker payuradara.
Hal yang terpenting dalam menghadapi kanker serviks
adalah menegakkan diagnosis sedini mungkin.

Laporan kasus
Identitas
Nama: Ny. O
Tanggal lahir: 16 mei 1955
Usia: 61 tahun

Anamnesis
Keluhan Utama: Pasien mengeluh keluar darah dari

jalan lahir
Keluhan Tambahan: Pasien mengeluh lemas, pusing,
nyeri perut bagian bawah, agak sulit buang air kecil.

Riwayat Perjalanan Penyakit


Pasien datang dengan keluhan perdarahan pervaginam

sejak 5 hari SMRS, keluar darah dan berwarna merah


kehitaman, disertai nyeri perut bagian bawah. Pasien
mengatakan bahwa sudah kontrol dan berobat ke
spesialis kandungan karena menderita kanker leher
rahim.
Keluhan gangguan BAB tidak ada

Riwayat menstruasi
Menarche pertama kali usia 13 tahun, menopause

sudah 20 tahun.

Riwayat Menikah
Menikah 2 kali.

Riwayat Obstetri
G5P5A0
Anak 1 perempuan lahir spontan di dukun
Anak 2 perempuan lahir spontan di dukun
Anak 3 perempuan lahir spontan di dukun
Anak 4 laki laki lahir spontan di dukun
Anak 5 perempuan lahir spontan di bidan

Riwayat penyakit dahulu


Pernah mengeluh hal serupa.
Diabetes, hipertensi, asma, alergi disangkal

Riwayat penyakit keluarga


Tidak ada yang mengalami keluhan serupa
Tidak ada yang menderita diabetes, hipertensi, asma

dan alergi.

Riwayat Pengobatan
Biopsi Serviks: kanker serviks sel skuamosa
Sitoskopi: tidak ada tanda tanda metastasis

Pemeriksaan Fisik
Kesadaran/Ku: Composmentis/Baik
Status gizi: BB 50 kg TB 150 kg
Tekanan Darah: 120/80 mmHg
Nadi: 90 x/menit
Suhu: 36,4C
Pernafasan: 18 x/menit

Status Generalis
Mata: Konjungtiva sedikit pucat, sklera tidak ikterik
Leher: tidak ada pembesaran KGB
Paru: Suara dasar vesikuler +/+, Rh -/-, Wh -/Janung: BJ 1 2 normal reguler
Abdomen: dalam batas normal
Ekstremitas: dalam batas normal

Status Ginekologi
Inspeksi: Vulva dan Uretra nampak tenang
Inspekulo: tampak massa berbenjol benjol pada portio,

rapuh dan mudah berdarah


VT: Massa di portio, portio kaku

Pemeriksaan lab
Darah lengkap
Leukosit

:
Limfosit
:
Eosinofil
:
Hemoglobin
Hematokrit
MCV
:
MCH
:

12.09
5-10 rb/mm3
16.5
25 40 %
11
24%
: 8.0
12,0 - 16,0g/dL
: 24
35 47%
75.1
80 100 fL
25.6
26 34 pg

Pemeriksaan USG (20 11 2015)


Penilaian:
Suspek malignansi
Kista serosum ovarium kanan
Hidronefrosis kanan

Diagnosis Kerja
Kanker Serviks stadium 3b dengan masalah anemia e.c

perdarahan dan hidronefrosis ginjal kanan

Rencana penatalaksanaan
Observasi keadaan umum, tanda vital, perdarahan
Cek DPL, urin lengkap, GDS, SGOT/SGPT, ureum

kratinin, albumin
Pro kemoterapi
Pro transfusi HB hingga >10 g/dL

Tinjauan Pustaka

Definisi:
Kanker Serviks adalah tumor ganas yang mengenai

lapisan permukaan epitel dari leher rahim (serviks)


Proses terjadinya kanker ini adalah sel epitel yang
mengalami displasia

Epidemiologi
Menurut FIGO tahun 1988 kelompok umur 30 39

tahun dan 60 69 tahun terlihat sama banyaknya.


secara umum stadium 1A lebih sering ditemukan pada
kelompok 30 39 tahun sedangkan untuk
stadium 1b 2 sering pada umur 40 49 tahun
stadium 3 dan 4 sering pada usia 60 69 tahun.

Etiologi
Penyebab utama kanker serviks adalah virus yang

disebut Human Papiloma Virus (HPV).

Human papilloma virus (HPVs) adalah virus DNA

famili papillomaviridae. HPV virion tidak mempunyai


envelope, berdiameter 55 nm, mempunyai kapsid
ikosahedral. Genom HPV berbentuk sirkuler dan
panjangnya 8 kb, mempunyai 8 open reading frames
(ORFs) dan dibagi menjadi gene early (E) dan late (L).

Open reading Frames

Klasifikasi HPV
HPV tipe low-risk (resiko rendah)

Tipe low-risk cenderung menyebabkan tumor jinak


meskipun kadang kala dapat menyebabkan
kanker, yang termasuk tipe low risk adalah tipe 6,
11
HPV tipe high risk (resiko tinggi)
Tipe high-risk (resiko tinggi) cenderung
menyebabkan tumor ganas. Yang termasuk 16, 18
HPV tipe 16 paling sering di jumpai
Sekitar 50% kanker serviks invasif dijumpai HPV
tipe 18, 45, 31, 33, 52 dan 58.

Faktor Predisposisi
Pola hubungan seksual
Paritas
Merokok

Klasifikasi
Berdasarkan Histopatologi

Berdasarkan Stadium klinis

Manifestasi klinis
Keputihan atau keluar cairan encer dari vagina, makin

lama makin berbau karena adanya nekrosis jaringan


Perdarahan setelah senggama
Timbulnya perdarahan setelah masa menopause
Timbul gejala anemia akibat perdarahan abnormal
Timbul nyeri pada daerah panggul pelvic atau pada
daerah perut bagian bawah bila terjadi peradangan
pada panggul

LOKASI
SSK & ZONA TRANSFORMASI

ANAK-ANAK

REMAJA

PEREMPUAN
PASCA REMAJA/
DEWASA

PEREMPUAN
PASCA
MENOPAUSE

SCJ baru

Sambungan
Skuamo
kolumnar=

SCJ lama

SSK
Daerah columnar
epithelium

Daerah metaplasti
squamos
epithelium
Daerah epithelium
asli

Patofisiologi

Pencegahan
Primer:
o Menghindari faktor faktor resiko yang sudah

diuraikan.
o Vaksin

Vaksin
Merupakan cara terbaik dan langkah perlindungan

paling aman bagi wanita dari infeksi HPV tipe 16 dan


18. vaksin akan meningkatkan kemampuan sistem
kekebalan tubuh untuk mengenali dan menghancurkan
virus ketika masuk ke dalam tubuh.
Vaksin dibuat dengan teknologi rekombinan, vaksin
berisi VLP yang merupakan hasil cloning dari L1 yang
mempunyai sifat imunogenik kuat.

Terdapat 2 jenis vaksin HPV L1 VLP yang

dipasarkan melalui uji klinis yaitu:


Cevarix:
Jenis vaksin bivalen HPV 16/18 L1 VLP. Preparat
ini diberikan secara intramuscular.
Gardasil:
Vaksin quadrivalent protein L1 dari HPV tipe
6/11/16/18.

Pencegahan sekunder:

dilakukan dengan deteksi dini dan skrining kanker


serviks Terdapat beberapa cara yaitu:
Pap Smear
IVA test
HPV test

Penatalaksanaan sesuai
stadium
Stadium 0/CIS
o Konisasi (Cold and hot knife)

Stadium IA1
o Konisasi
o Operatif (Histerektomi radikal dan Limfadenektomi

Stadium IA2,IB2,IIA1
o Operatif (Histerektomi radikal dengan limfadnektomi

pelvik
o Non Operatif (Radiasi)
Stadium IB2, IIA2
o Neoajuvan kemoterapi tiga seri dan dilanjutkan

histerektomi dan pelvik limfadenektomi


o Operatif

Stadium IIB
o Neoajuvan Kemoterapi (tiga seri dilanjutkan

radikal HT dan pelviklimfadenektomi


o Radiasi atau kemoradiasi
Stadium IIIA

IIIB

o Kemoradiasi

Stadium IVA
o Radiasi dan atau kemoradiasi

Stadium IVB
o Terapi Paliatif (Radiasi)

Analisa Kasus
Pasien datang dengan keluhan perdarahan

pervaginam sejak 5 hari SMRS, keludar darah


dan berwarna merah kehitaman, disertai nyeri
perut bagian bawah. Pasien mengatakan
bahwa sudah kontrool dan berobat ke spesialis
kandungan karena menderita kanker leher
rahim.
Pada pemeriksaan Ginekologi didapatkan:
o Inspeksi: Vulva dan Uretra nampak tenang
o Inspekulo: tampak massa berbenjol benjol pada

portio, rapuh dan mudah berdarah


o VT: Massa di portio, portio kaku

Pada pemeriksaan USG:


o Didapatkan massa berukuran 64 x 25 mm

meluas hingga korpus uteri.


o Nampak hidronephrosis kanan
o Nampak kista ovarium kanan
Pada pemeriksaan laboratorium:
o Hb = 8.0

Diagnosis kerja: Kanker serviks stadium III

B dengan anemia e.c perdarahan disertai


hidronefrosis ginjal kanan.

TERIMA KASIH

Daftar Pustaka
1. Setiawan, et al. Kamus Kedokteran Dorland Ed 29. Penerbit Buku
2.
3.
4.
5.
6.

Kedokteran EGC. Jakarta: 2002. Hal 1051.


Kumar V, Cotran RS, Robbins SL. Buku ajar patologi 7nd ed , Vol.
1. Jakarta : Penerbit Buku Kedokteran EGC, 2007 : 189-1
American Cancer Society. 2012. Cervical Cancer. At lanta.
American Cancer Society.
Cunningham.dkk.2013.Obstetri Willliams. Volume 2. Jakarta: EGC
Prawirohardjo Sarwono.2010. Ilmu Kebidanan. Edisi 4.Jakarta:
EGC
Sidath H. Liyanage. dkk, 2010, MRI and PET Scans for Primary
Staging and Detection of Cervical Cancer Recurrence:
International Federation of Gynecology & Obstetrics Staging
System & Treatment,
http://www.medscape.org/viewarticle/716482_2 , diakses pada
tanggal 7 juni 2016.