Anda di halaman 1dari 24

Soft Starter

Mengapa menggunakaan soft starter ?


Soft starter jauh lebih baik di bandingkan dari star/delta and auto tranformer
starters.Star delta starter mengurangi arus pada hubungan Bintang tetapi ketika
koneksi berubah dari hubungan bintang ke delta akan merusak torsi awal bintang.
Selanjutnya star/delta starter tidak selalu memungkinkan pemilihan tingkat arus.
Ini berarti beban tidak dapat mempercepat kecepatan penuh dalam konfigurasi
bintang sehingga membuat star delta starter tidak mempengaruhi cara motor
berhenti, sehingga ketika tegangan turunnya tidak di kontrol. Auto transformer
starter mengurangi arus tetapi juga masih memungkinkan kelebihan arus . Auto
transformator starter tidak bisa menghilangkan resiko lonjakan dalam saat terjadi
lonjakan torsi awal. Untuk lebih jelas lihat grafik berikut ini :

Perbandingan Tegangan

Perbandingan Arus

Soft starter sangat berbeda dengan starter lain. Alat ini mempergunakan
thyristor sebagai komponen utamanya. Tegangan yang masuk ke motor akan
diatur dimulai dengan sangat rendah sehingga arus dan torsi saat start juga rendah.
Pada saat start ini tegangan yang masuk hanya cukup untuk menggerakkan beban
dan akan menghilangkan kejutan pada beban. Secara perlahan tegangan dan torsi
akan dinaikan sehingga motor akan mengalami percepatan kehingga tercapai
kecepatan normal. Salah satu keuntungan mempergunakan alat ini adalah
kemungkinan dilakukannya pengaturan torsi pada saat yang diperlukan, tidak
terpengaruh ada atau tidaknya beban. Dari beberapa aplikasi di atas saya akan
membahas lebih dalam tentang soft starter, karena penggunaanmya yang praktis
dan efisien.

Prinsip Kerja Soft Starter

Soft starter dipergunakan untuk mengatur/ memperhalus start dari elektrik motor.
Prisip kerjanya adalah dengan mengatur tegangan yang masuk ke motor. Pertama-tama
motor hanya diberikan tegangan yang rendah sehingga arus dan torsipun juga rendah.
Pada level ini motor hanya sekedar bergerak perlahan dan tidak menimbulkan kejutan.
Selanjutnya tegangan akan dinaikan secara bertahap sampai ke nominal tegangannya
dan motor akan berputar dengan dengan kondisi RPM yang normal.

. Seperti diketahui, output thyristor dapat di atur via pin gate nya. Rangkaian tersebut
akan mengontrol level tegangan yang akan dikeluarkan oleh thyristor. Thyristor yang
terpasang bisa pada 2 phase atau 3 phase.

Grafik start dan stop motor menggunakan soft starter

Soft Starter Danfoss MCD 201

MCD 201 merupakan sebuah komponen memberikan TVR (Timed Voltage Ramp) start
dan stop kontrol dan dirancang untuk digunakan dengan perangkat motor perlindungan
eksternal, dimana saat kita menyalakan motor arus tidak akan naik sampai 3 kali lipat,
karena motor tidak di beri arus penuh secara langsung, tetapi secara bertahap. MCD
201 memiliki daya rentang 7,5 kW Sampai 110 kW. MCD 201 sangat mudah untuk
digunakan karena desain bypass internal sehingga cocok untuk berbagai jenis motor.
MCD 201 tidak membutuhkan kontaktor tambahan, tetapi bisa menggunakan relay
output sebagai standard dan dapat digunakan untuk mengendalikan line kontaktor
untuk memberikan isolasi listrik jika diperlukan .

Wiring Dasar Soft Starter MCD 201


1. Wiring Diagram MCD 201 pada
Motor dan Circuit Breaker sebagai
Pengamannya.
2. Wiring Diagram MCD 201 Pada
Motor dan Circuit Breaker dan
Kontaktor Sebagai Pengamannya.
3. Wiring Diagram MCD 201 pada
Motor dan Circuit breaker dan TOR
sebagai pengamannya

Modifikasai Wiring pada MCD


201
Dengan memanfaatkan salah satu output contact yang ada, bisa dirangkai contactor
by pass. Tujuan contactor bypass ini adalah mengalihkan arus listrik yang mengalir
melalui softstarter ke kontactor saat motor sudah full speed. Jadi saat tegangan yang
dikeluarkan sudah 100 %, softstarter akan mengeluarkan output yang selanjutnya
mengaktifkan by pass contactor. Dengan sistem by pass ini, diharapkan akan
memperpanjang live time soft starter.

In-line adalah rangkaian yang paling umum dan mudah untuk merangkai soft starter.
Line supply dihubungkan secara seri dengan Magnetic Contactor, Overload, Soft starter
dan motor seperti pada gambar. Komponen yang dipergunakan harus disesuaikan
dengan dengan beban motor, misal beban motor 125 A maka komponen harus
setidaknya 125 Amp juga.
Inside Delta adalah dengan merangkai soft starter seperti pada Y/D starter (seperti
gambar). Dan ini akan dengan mudah menggantikan starter Y/D. Softstarter yang
dirangkai Inside delta hanya akan menerima 58 % (13) arus main line. Misal motor
100 A hanya akan memerlukan soft starter 58 Amp. Dengan demikian akan cost akan
lebih rendah dibandingkan sistem In-Line.

Wiring Control Pada Soft


Starter MCD 201

2 Wire Control

3 Wire Control

Pemograman Pada Soft


Starter MCD 201
1. Initial Torque
2. Ramp Up
3. Ramp Down

Indikasi dan Troubleshooting


V

Kekurangan Menggunakan Soft


Starter MCD 201

Selain keuntungan, soft starter juga mempunyai kerugian yaitu :


1. Putaran motor tidak bisa di atur secara penuh, hanya di awalnya saja.
2 .Soft starter tidak bisa memonitoring temperature pada motor.
3. Soft Starter tidak bisa menghitung kecepatan putaran motor.
4. Soft Starter tidak mempunyai proteksi internal

Perawatan
Perawatan pada soft starter dilakukan agar soft starter bisa bertahan
lama. Cara merawat soft starter antara lain :
1. Bersihkan soft starter supaya komponen tetap bersih dan terawat
2. Periksa tegangan yag masuk dan tegangan yang keluar
menggunakan multi meter
3. Periksa kabel secara berkala

Demikianlah
Presentasi dari Saya
.

Wiring Diagram MCD 201 pada Motor dan Circuit Breaker sebagai Pengamannya

Fungsi dari circuit breaker tersebut adalah sebagi pengaman. Apabila terjadi arus
berlebih circuit breaker akan trip. Jadi selain sebagai pengaman motor sekaligus
sebagai pengaman soft starter.

Wiring Diagram MCD 201 Pada Motor


dan Circuit Breaker dan Kontaktor
Sebagai Pengamannya.
Fungsi dari rangakain ini hampir sama dengan rangkaian no 1, yang
membedakan adalah di tambah kontaktor sebagai control.

Wiring Diagram MCD 201 pada Motor dan


Circuit breaker dan TOR sebagai pengamannya
Untuk mempermudah pengoperasian soft starter, lebih baik
mengunakan eksternal kontrol dengan mempergunakan push button.
Line control ini ada yang dry contact atau dengan tegangan. Selain
itu diperlukan proteksi tambahan seperti Fuse atau Circuit breaker.

Initial Torque
Initial torque digunakan untuk menyeting tenaga putaran awal ketika perintah start
motor di aktifkan . Hal ini dilakukan supaya pada saat menyalakan motor tidak terjadi
kenaikan arus pada motor yang bisa menyebabkan motor terbakar.

Untuk menyeting tenaga putaran awal lebih dianjurkan menyeting


pada 50 % agar tenaga putaran awal tidak terlalu lemah. Berikut
adala grafik pada saat awal motor diaktifkan.

Ramp Up
Ramp up digunkan untuk menentukan waktu yang di butuhkan untuk
menaikan tegangan dari rendah menjadi normal.

Setting ramp up untuk mengoptimalkan akselerasi motor. Short ramp


up akan menghasilkan akselerasi awal lebih cepat tetapi akan
menghasilkan arus yang besar. Long ramp up akan menghasilkan
akselerasi awal lebih lambat dan menghasilkan arus yang lebih kecil
di bandingkan short ramp up. Berikut adalah grafik ketika ramp up
diaktifkan.

Ramp Down
Ramp down digunakan untuk memperpanjang perlambatan kecepatan motor dengan
cara member tegangan rendah pada motor.

Setting ramp down untuk menentukan perlambatan kecepatan motor.


Berikut adalah grafik ketika ramp down diaktifkan.