Anda di halaman 1dari 64

PRINSIP

DIRECTIONAL
DRILLING

OBJECTIVE
Alasan dasar dilakukannya Pemboran
Berarah
Mengenali Tipe-Tipe Pemboran Berarah
Paham proses pembuatan Kemiringan
Lubang, metoda-metodanya dan
Masalah yang dihadapi
Mengenali Peralatan-Peralatan Survey

OBJECTIVE
Paham Faktor-Faktor yang mempengaruhi
Kemiringan dan Arah Lubang Pemboran
Mengenali Cara Pengontrolan Penyimpangan
Sudut Lubang Pemboran
Memahami BHA dan gunanya dalam Pemboran
Berarah
Memahami Metoda Perhitungan Hasil Survey
Pemboran Berarah

ALASAN PEMBORAN
BERARAH
ALASAN TOPOGRAFIS :
Formasi Produktif dibawah sungai
Formasi Produktif dibawah perkotaan
ALASAN GEOLOGIS :
Adanya Kubah Garam (Salt dome)
Adanya Patahan (fracture)
ALASAN LAIN :
Pemboran Cluster System
Mengatasi Blow Out (Relief Well)
Menghindari Garis Batas di Permukaan
Menyimpang dari Garis Lurus

TIPE PEMBORAN BERARAH


Shallow Deviation Type : Kick Off Point
terletak di kedalaman yang dangkal
Deep Deviation Type : Kick Off Point
terletak jauh didalam permukaan tanah
Return to Vertical Type
Pemilihan didasarkan pada lokasi
koordinat di permukaan dan jarak antara
lokasi dengan sasaran

Masalah Akibat Kemiringan


Lubang Bor
Fatigue Failure pada drill pipe
Key Seating (Gbr. 11)
Berkurangnya umur drill pipe karena
tension pada tool joint

DEFLECTION TOOLS
Badger Bit : Adanya satu buah nozzle
besar pada bit untuk mengarahkan
lubang (Gbr. 12)
Spud Bit : bentuk seperti baji dan
memiliki nozzle (Gbr. 13)
Knuckle Joint : Drill String dengan sendi
peluru sehingga terjadi putaran bersudut
antara drill string dan bit (Gbr. 14)

DEFLECTION TOOLS
Whipstock : Lengkungan bisa dari 1
hingga 7 derajat (Gbr. 15)
Turbo Drill : Down Hole Motor untuk
memutar bit (Gbr. 16)
Dyna Drill : sama seperti turbo drill
(Gbr. 17). Tabel 1 & 2 menunjukkan data
operasi dan sudut defleksi yang dapat
terjadi pada suatu Dyan Drill Motor

Metoda Pengarahan Lubang


Bor
Metoda Stokenbury Drill Pipe Alignment
: memakan waktu panjang dan sering
salah (Gbr. 18)
Metoda Orientasi Dasar Lubang : Lebih
banyak digunakan (Gbr. 19)

TUJUAN SURVEY PADA


DIRECTIONAL DRILLING
Untuk memonitor lintasan sumur
sehingga dapat dibandingkan dengan
lintasan yang direncanakan
Mencegah collision dengan existing well
Menentukan orientasi yang diperlukan
untuk penempatan deflection tools yang
tepat

TUJUAN SURVEY PADA


DIRECTIONAL DRILLING
Menentukan lokasi yang tepat dari dasar
sumur
Menghitung dog-leg severity
Gambar 20 dan 21 menunjukkan contoh
dan cara kerja Alat Survey beserta cara
pembacaan Alat tersebut.

FAKTOR PENGARUH
KEMIRINGAN DAN ARAH
LUBANG BOR
Faktor Formasi :
Miniature Whipstock Theory, untuk formasi
keras (Gbr. 24)
Formation Drillability Theory, untuk formasi
keras-lunak, berselang seling (Gbr. 25)
Formasi dengan perlapisan > 45o (Gbr. 26)

Faktor Mekanis :
Drill Collar yang tidak kekar
Beban bit yang berlebihan
Perubahan BHA

PENGONTROLAN
TERHADAP
PENYIMPANGAN

Teori Pendulum : Sudut kemiringan


lubang bor akan bertambah besar
karena kontak drill string dengan
dinding (Gbr. 27)
Penggunaan Drill Collar dengan
Stabilizer : Memanfaatkan teori
Pendulum untuk mengatur titik kontak
drill string dengan lubang (gbr. 28)
Gambar 29 menunjukkan grafik

PENGGUNAAN BHA
Penggunaan BHA didasarkan
pengaturan titik kontak, jarak
penempatan stabilizer dari bit, pemilihan
ukuran dan kekakuan drill collar,
pengaturan WOB dan RPM, dll.
Pengaruh Formasi sangat menentukan
susuanan BHA
Gambar 30 - 32 menunjukkan
bermacam susunan BHA untuk berbagai

METODA PERENCANAAN
PEMBORAN BERARAH
Metoda Tangensial :
. TVD = MD cos I
. H = MD sin I

Metoda Radius of Curvature :


. Radius of Curvature = 180 / (.q)

METODA PERHITUNGAN
HASIL SURVEY
Metoda Tangential :
VD = MD cos I2
D = MD sin I2
E = MD sin I2 sin
A2
N = MD sin I2 cos
A2

METODA PERHITUNGAN
HASIL SURVEY
Metoda Balanced Tangential
VD = MD( cos I1 + cos I2 )/2
D = MD (sin I1 + sin I2)/2
E = MD (sin I1 sin A1 + sin I2 sin
A2)/2
N = MD (sin I1 cos A1 + sin I2
cos A2)/2

METODA PERHITUNGAN
HASIL SURVEY
Metoda Angle Averaging :
VD = MD cos (I1 + I2 )/2
D = MD sin (I1 + I2)/2
E = MD sin( I1 + I2)/2 sin(A1 +
A2)/2
N = MD sin (I1 + I2)/2 cos (A1 +
A2)/2
Metoda Radius of Curvature
Metoda Minimum of Curvature