Anda di halaman 1dari 29

LUKA BAKAR KIMIAWI

OLEH :
13

9
2005
NURLAILAH MUHYIDDIN
Pembimbing :
dr. Salman A. S
SUPERVISOR :
dr. A.J.RIEWPASSA, SpBP

DEFINISI
Kerusakan jaringan atau
kehilangan jaringan yang
disebabkan kontak dengan
bahan kimia.

INSIDENS
Kecelakaan kerja, perkelahian, bunuh diri,
kelalaian dalam RT
Sejak PD II
peningkatan insidens
AS : 2003. Penyebab tersering akibat
pemakaian bahan pemutih dan klorit
Alkali menyebabkan angka kematian yang
tinggi dibanding bahan kimia lainnya
Dewasa = anak

SUMBER PENYEBAB
Penyebab berdasarkan golongan
bahan kimia :
Asam, alkali, logam, fosfor dll
Dapat ditemukan pada :
Cairan pembersih, baterai, bahan
pembuatan produk rumah tangga dan
kesehatan

PATOFISIOLOGI
Mekanisme penyebab
Pembentukan panas
Perubahan kimiawi jaringan tubuh

Tingkat keparahan luka bakar

pH bahan kimia, konsentrasi dan


jumlah, lama kontak, bentuk fisik
bahan kimia, tipe kontak, kejadian
trauma

ASAM
Termasuk di antaranya : Asam sulfat,
nitrat, klorida, hidrofluorat.
Perubahan kimiawi
Denaturasi protein

nekrosis koagulasi
ESKAR

ALKALI
Termasuk diantaranya : natrium dan kalium
hidroksida, kalsium oksida, hipoklorit, amonia

Saponifikasi jaringan lemak


Berikatan dengan protein jaringan
gugus hidroksil
kerusakan jaringan
Ekstraksi air dari sel

LOGAM
Termasuk di antaranya : natrium,
kalium. Litium dan magnesium

Kontak dengan air


Reaksi eksotermik
Gas hidrogen
Luka bakar

Hidroksida
kerusakan kimiawi
jaringan

Gambaran Klinik

Luka bakar Grade II


dan III
Luka Bakar
grade II
dangkal

Luka Bakar Grade II dalam

Luka Bakar Grade III

Gambaran Khas
Asam : keringnya kulit, kehilangan
cairan edema
minimal, basa
edema yg nyata dan kehilangan
cairan yang lebih luas
Eskar dapat bervariasi warnanya, ex :
sulfat
hitam kehijauan/coklat tua
Fosfor
hitam kehijauan dan
mengeluarkan asap
udara

Trauma asam pada mata


Acid Buffer
Kerusakan mata
minimal
Perifer kornea/ konjunctiva;
penyembuhan sempurna
Sentral Kornea
Ulserasi
Neovaskularisasi dan pembentukan
skar

Trauma Basa pada Mata


Tampak tidak membahayakan
Progresif
Menembus stroma dan sel endotel hingga
Bilik mata depan
Proses dapat berlangsung hingga 3-4 hari
perluasan luka bakar yang sebenarnya
tampak

ESOFAGITIS KOROSIF
Riwayat tertelan bahan kimia
Luka bakar pada bibir, mulut, lidah dan
orofaring
Batuk, sekret bronkus, stridor, obstruksi
pernapasan progresif
trakeostomi
alkali > asam

Kebakaran hebat biasanya terjadi pada


1/3 bagian atas esofagus
Luka bakar pada fundus lambung
Dibagi atas 3 fase :

1. Fase akut, 2 mgg. Nekrosis superfisialis,


pengelupasan mukosa
udem
2. Fase antara, 2-4 mgg. Pembentukan
granulasi
3. Fase akhir, ditandai dgn fibrosis

PEMERIKSAAN PENUNJANG
Laboratorium : darah rutin, kimia darah
dan eletrolit
Radiologi : Foto toraks, CT Scan Kepala,
CT Scan Abdomen
Endoskopi
Slit lamp dan Oftalmoskopi

PENATALAKSANAAN
Penanganan Awal :
Cegah Kontak lanjut
IRIGASI
ABC Stabil
Lepaskan pakaian dan cegah kontaminasi
Logam, tidak dilakukan irigasi, logam
diangkat,
isopropilalkohol
Fosfor, setelah irigasi, irigasi dengan larutan
natrium bikarbonat, tembaga dalam hidroetil
selulose
Alkali; 12 jam dan asam ; 2-3 jam

Irigasi pada mata


Dengan NaCl 0,9 %, anestetik topikal dan
Retraktor plapebra, monitor pH
bandingkan
Dengan mata sehat, tetesi zat fluorosens
slit lamp dan oftalmoskopi

MEDIKAMENTOSA

ANALGETIK
ANTIBIOTIK
TETANUS TOXOID
KORTIKOSTEROID

OPERATIF
SKIN GRAFT, pembentukan skar,
infeksi
dan penyembuhan luka jelek
Esofagitis Korosif; Jejunostomi
feeding,
Esofagogastrektomi, esofagotomi

KOMPLIKASI
Skar, infeksi dan penyembuhan luka
jelek
Mata ; katarak dan kehilangan
penglihatan
Perforasi, perdarahan dan gangguan
sistem pernapasan

PROGNOSIS
Dipengaruhi oleh
Bahan kimia; jenis, konsentrasi,
jumlah,
pH, bentuk fisik dan tipe kontak
Penanganan .
Keadaan intrinsik pasien

TERIMA KASIH