Anda di halaman 1dari 10

Analisa dan Perencanaan

Dalam Menghadapi Ledakan


Penduduk
Nanda A. Armanda

Banyak faktor utama penyebab ledakan penduduk iyalah kelahiran


(pronalitas).
Pandangan masyarakat yang tidak logis menyebabkan pertumbuhan
penduduk semakin meningkat,penyebabnya:
Kawin usia muda
Pandangan banyak anak banyak rezeki
Anak menjadi harapan bagi orang tua sebagai pencari nafkah
Anak merupakan penentu status sosial
Anak merupakan penerus keturunan terutama anak laki-laki.
Program KB (Keluarga berencana) tidak berjalan sesuai rencana

selain dari faktor kelahiran,ada faktor lain yang


menyebabkan pertumbuhan penduduk sangat
cepat,yaitu sedikitnya jumlah kematian daripada jumlah
kelahiran
Lebih banyak jumlah kelahiran dari pada jumlah
kematian,akibat dari:
Meningkatnya kesadaran penduduk akan
pentingnya kesehatan
Fasilitas kesehatan yang memadai

Faktor faktor tersebut yang mengurangi jumlah kematian,akibatnya


penduduk semakin banyak. Jadi faktor kesehatan sangat berpengaruh
dalam pertumbuhan penduduk
Berikut merupakan ciri-ciri kependudukan di Indonesia:
Jumlah penduduk yang besar
Pertumbuhan penduduk yang cepat
Penyebaran yang tidak merata
Struktur umur penduduk yang muda
Tingkat sosial ekonomi yang rendah.

Upaya pemerintah dalam menangani pertumbuhan penduduk di indonesia sudah


cukup banyak yaitu program KB (Keluarga berencana)
Tujuan dari Program KB ini meningkatkan kesejahteraan ibu, anak dalam rangka
mewujudkan keluarga kecil yang bahagia, sejahtera yang menjadi dasar
terwujudnya masyarakat yang sejahtera dengan mengendalikan kelahiran, sekaligus
dalam rangka menjamin terkendalinya pertambahan penduduk di Indonesia.
Pelaksanaan Program Keluarga Berencana di Indonesia berpijak pada dua landasan:
Prinsip kepentingan nasional
Prinsip sukarela, demokrasi dan menghormati hak azazi manusia.

Karena berpijak pada prinsip sukarela maka usaha yang dilakukan merangsang minat
masyarakat terhadap pelaksana Keluarga Berencana. Adapun usaha-usaha yang
dilakukan antara lain melalui pendidikan, penyuluhan dan pendekatan medis. Kegiatan
penerangan dan penyuluhan ditujukan pada masyarakat umum agar setiap anggota
masyarakat memiliki pengertian dan rasa tanggung jawab akan terciptanya keluarga
sejahtera dengan menerima norma keluarga kecil yang bahagia dan sejahtera.
Tujuan Khusus Dari KB :
Penurunan fertilitas melalui pengaturan kelahiran dengan pemakaian alat kontrasespi.
Penurunan angka kematian ibu hamil dan melahirkan.
Penurunan angka kematian bayi.
Penanganan masalah kesehatan reproduksi.
Pemenuhan hak-hak reproduksi

Pertambahan penduduk yang tidak dikendalikan akan menimbulkan permesalahnpermesalahan seperti:


Kurangnya kesempatan kerja, akan menimbulkan pengangguran dan peningkatan
kejahatan.
Kerusakan huran akibat penebangan hutan secara serampangan, akan menimbulkan
bahaya erosi, tanah longsor dan bahaya banjir.
Adanya pemusatan penduduk akibat urbanisasi, akan menyebabkan ketertiban dan
keberhasilan lingkungan yang tak terkontrol.
Meningkatnya penduduk usia sekolah, akan menyebabkan masalah-masalah yang
berhubungan dengan kesempatan mengenyam pindidikan dan biaya pendidikan.
Ketersediaan tempat tinggal yang kurang, akan mengakibatkan banyaknya
perumahan-perumahan liar yang sangat menganggu keindahan dan ketertiban di kota.
Ketersediaan air bersih yang kurang, akan mengakibatkan terganggunya kesehatan.

Upaya mengatasi ledakan jumlah penduduk


Permasalahan akibat ledakan jumlah penduduk
terutama dialami oleh Negara berkembang, termasuk
Indonesia. Hal itu terjadi karena Negara berkembang
ternyata memiliki pertumbuhan penduduk lebih tinggi
dibandingkan negara maju. Persentase pertumbuhan
penduduknya lebih dari 2% dan termasuk kriteria tinggi.
Di samping melaksanakan Gerakan Keluarga Berencana
(GKB) dan pendidikan kependudukan di berbagai
jenjang sekolah, pemerintah dan pihakpihak tertentu
juga menempuh berbagai usaha lain.

Berbagai usaha pendukung tersebut di antaranya adalah sebagai berikut.


Meningkatkan produksi pangan untuk mengatasi kekurangan bahan pangan (misalnya
dengan intensifikasi, ekstensifikasi, dan diversifikasi pertanian);
Membangun sarana dan prasarana pendidikan yang jumlahnya sebanding dengan
jumlah penduduk usia sekolah.
Meningkatkan jumlah fasilitas sosial dan kesehatan (rumah sakit, puskesmas, dan
poliklinik).
Meningkatkan jumlah lapangan kerja sehingga sebanding dengan jumlah penduduk usia
kerja.
Pembatasan kelahiran bayi dengan program keluarga berencana melalui semboyan
vatus warga. (Catur warga tediri bapak, ibu dan dua anak, laki-laki perempuan sama
saja); pembatasan usia perkawinan; pembatasan tunjangan anak bagi PNS; program
pendidikan formal di sekolah-sekolah maupun penyuluhan-penyuluhan yang
berlangsung kepada masyarakat.

Pelaksanaan program tansmigrasi sebagai upaya untuk mengatasi pemusatan


penduduk/kepadatan penduduk dan persebaran penduduk yang tidak merata.
Pembangunan
gedung-gedung
sekolah
baru
beserta
fasilitasnya,
penyelenggaraan sekolah terbuka, kejar paket sebagai upaya mengatasi
kurangnya kesempatan mengenyam pendidikan, dan penyelenggaran beasiswa
bagi siswa tak mampu dan berprestasi.
Pembangunan perumahan-perumahan murah baik rumah sederhana, maupun
rumah sangat sederhana, untuk mengatasi ketersediaan perumahaan yang
kurang.
Penyelenggaraan hutan lindung, reboisasi, penghijauan serta melarang
pertanian sistem ladang berpindah untuk mengatasi kerusakan hutan.
Pembangunan industri-industri baru, pusat-pusat perdagangan dan pariwisata
sebagai upaya mengatasi kurangnya kesempatan kerja.