Anda di halaman 1dari 8

ABSES PARU

Oleh:
Hasma Amir

Definisi
Abses paru adalah Peradangan di jaringan paru yang
menimbulkan nekrosis dengan pengumpulan nanah
(pus)

ETIOLOGI
Abses paru dapat disebabkan oleh berbagai

mikroorganisme terutama oleh :


1. Kelompok bakteri aerob gram positif
Streptokokus microaerophilic
Streptokokus aureus
2. Kelompok bakteri aerob gram negatif
Klebsiella pneumoniae
Pseudomonas aeruginosa
3. Kelompok bakteri anaerob
Bacteroides fragilis
4. Kelompok jamur

Faktor Predisposisi
1.Penyakit

mulut
Penyakit periodontal, ginggivitis
2.Gangguan kesadaran
Alkoholisme, drug abuse dan kejang
3.Gangguan sistem imun
Terapi steroid, kemoterapi, malnutrisi dan multipel
trauma
4.Penyakit esofagus
Akalasia, Reflux disease dan obstruksi esofagus
5.Obstruksi bronkial
Tumor dan striktur
6.Sepsis

Gejala Klinis
1.Bervariasi tergantung dari luas dan lamanya abses. Umumnya pasien mempunyai

riwayat perjalanan penyakit sekitar 1- 3 minggu dengan gejala sepertiu demam,


menggigil, batuk produktif dengan sputum berbau amis, warna sputum kuning
kehijauan sampai kecoklatan, kadang-kadang dapat terjadi batuk darah.
2.Bila abses terletak dekat pleura, biasanya ada nyeri dada, kadang-kadang terdapat
juga penurunan nafsu makan, penurunan berat badan dan badan terasa lemah.
3.Seringkali ditemukan adanya faktor predsposisi terjadinya abses seperti pasien
epilepsi, gangguan kesadaran atau setelah mengalami tindakan operasi.
4.Pemeriksaan fisik yang ditemukan seperti suhu badan meningkat dapat sampai
40C, pada paru ditemukan kelainan seperti nyeri tekan lokal, perkusi terdengar
redup dengan suara nafas bronkial. Bila abses luas dan letaknya dekat dengan
dinding dada kadang-kadang terdengar suara amforik. Suara nafas bronkial terjadi
karena bronkus masih tetap dalam keadaan terbuka disertai oleh adanya konsolidasi
sekitar abses dan drainase abses baik.

Pemeriksaan Radiologi
Foto dada PA dan Lateral sangat membantu untuk melihat lokasi

lesi dan bentuk abses paru.


Pada hari-hari pertama foto dada hanya menunjukkan gambaran
opak dari satu atau lebih segmen paru atau hanya berupa gambaran
densitas homogen yang berbentuk bulat.
Bila abses tersebut mengalami ruptur sehingga terjadi drainase
abses yang tidak sempurna ke dalam bronkus, maka baru akan
tampak kavitas irreguler dengan batas cairan dan permukaan udara
(air fluidlevel) di dalamnya.
Khas pada kavitas paru anaerobik kavitasnya singel (soliter) yang
biasanya ditemukan pada infeksi paru primer, sedangkan abses
paru sekunder (aerobik, hematogen dan nosokomial) lesinya bisa
multipel.
Sepertiga kasus abses paru bisa disertai empiema. CT scan dapat
menunjukkan lokasi abses berada dalam parenkim paru dan
membedakannya dengan empiema.

Penatalaksanaan
1.
2.
3.

Istirahat cukup
Drainase postural, dengan memperhatikan
letak abses dan posisi bronkus yang
menyalurkan pus keluar
Antibiotika, diberikan sedini mungkin segera
setelah sampel dahak dan darah untuk
diambil untuk kultur dan tes sensitivitas

TERIMAKASIH