Anda di halaman 1dari 35

KASUS KEDOKTERAN

KELUARGA

Peppy Kenny Dayat Vhinny

TUBERKULO
SIS PARU

Pendahuluan
Tuberkulosis adalah salah satu
penyakit menular yang disebabkan
oleh kuman Mycobacterium
tuberculosis
WHO Thn 2013 9 juta menderita
tuberkulosis : 56% Asia Tenggara &
Pasifik Barat, India 24%, China 11%
Riskesdas2007 tiap 100.000
terdapat 400 orang penderita TB
Survey kesehatan rumah tangga
Penyebab Kematian nomor 3

Tujuan
Mengetahui diagnosis klinis
pasien.
Mengidentifikasi status
kesehatan keluarga pasien.
Memberikan alternatif
pemecahan masalah bagi
pasien dan kelurga.
Melibatkan peran keluarga
dalam upaya pencapaian

Manfaat

Etiologi

Penularan

Patogenesis

Gejala
dan
Tanda

Laporan Kasus
Identitas :
Nama : An. JKF
TTL : Kupang/4 Oktober 1998
Usia : 17 tahun
Pekerjaan : Pekerja di pabrik es
Pendidikan terakhir : SMA
Status dlm keluarga : Anak kandung
Agama : Kristen Protestan

Keluhan Utama

Batuk-batuk selama lebih dari 1 bulan.


Riwayat Penyakit Sekarang
Pasien laki-laki dewasa umur 17 tahun datang ke
Puskesmas Bakunase sekitar 4 bulan yang lalu
untuk memeriksakan diri. Saat itu pasien
mengeluhkan batuk-batuk yang tak kunjung
berhenti. Batuk sesekali disertai dahak dan pernah
disertai darah. Pasien sering menjadi sulit tidur
karena batuk terus-menerus, nyeri dada dan
keringat di malam hari yang sangat banyak hingga
ia harus berganti baju beberapa kali dalam
semalam. Kadang-kadang pasien juga mengalami
demam yang hilang timbul dan sakit kepala yang
tiba-tiba. Keluhan-keluhan ini disertai dengan berat

Riwayat kehamilan ibu


Selama hamil dikatakan ibu rutin melakukan
Antenatal care (ANC) di Posyandu. Ibu juga
mendapatkan tablet tambah darah, kalk dan
imunisasi TT. Selama kehamilan ibu dalam
keadaan sehat.
Riwayat persalinan anak
Persalinan secara normal di ruang VK RSUD
Prof. DR. W. Z. Yohanes Kupang ditolong oleh
bidan dalam usia kehamilan 35 minggu 2 hari.
Berat badan lahir 3500 gram. Saat lahir bayi
langsung menangis dan tidak biru.

Riwayat ASI
ASI diberikan sampai usia 6 bulan, kemudian
dilanjutkan ASI dan bubur sun sampai usia 9
bulan. Selanjutnya anak diberi makan bubur
saring dan minum teh.
Riwayat imunisasi
Ibu pasien mengatakan bahwa pasien sudah
mendapatkan imunisasi lengkap. Salah satu hal
yang bisa dibuktikan adalah dengan terlihatnya
BCG Scar pada lengan atas kanan pasien JKF,
yang artinya pasien sudah pernah mendapat
vaksinasi BCG.

Pemeriksaa
n
fisik
dalam batas
normal

Status Kesehatan Keluarga


Nama

Ny MF
37
tahun

Anamnesis

Batuk berdahak
sejak
2
bulan
yang lalu. Batuk
terus-menerus
dan
tidak
menghilang
dengan
obat
batuk biasa. Ny
MF
juga
mengeluhkan
sesekali merasa
nyeri dada dan
berat badan yang
terus
menurun
tanpa sebab.

Pemeriksa
an fisik

Diagnosis

Paru :
Tuberkulosis
Vesikuler
Paru
(+/+), suara
napas
tambahan
rhonki
basah halus
pada
lapangan
paru kanan
atas.
Pemeriksaa
n Dahak :
Positif (Hasil
LabKes Prov.
NTT)

Dokument
asi

Genogram

Denah Rumah

Keadaan Lingkungan
1.
2.
3.
4.

Status kepemilikan bukan milik pribadi


Ukuran rumah 12x7 meter
Rumah permanen
Jarak dari jalan umum ke rumah sekitar 10 m.
Jalan belum diaspal, hanya berupa tanah
putih dan gang sempit yang dilapisi semen.

Kamar tidur ini


ditempati oleh semua
anggota keluarga
termasuk pasien.

Ruang keluarga
ini dipakai
sebagai tempat
untuk berkumpul
bersama
keluarga dan
menonton
televisi. Ruangan
ini langsung
bersambungan
dengan dapur .

Ruang Tamu
dipakai untuk
menerima
tamu

Kamar mandi dan


MCK berada dalam
rumah yang
bersambungan
langsung dengan
ruang tamu dan
hanya dipisahkan
tirai.

Tempat mencuci
piring

Sumber air minum


Pipa PAM bocor
Pengambilan

menggunakan

jerigen
Air ditampung dalam jerigen
Pengolahan

air

dengan

perebusan dan penyaringan


Minum, masak, mencuci

Pelayanan

Lingkungan Budaya

Identifikasi Masalah Keluarga


Masalah dalam organisasi keluarga
Kesadaran keluarga tentang kesehatan
masih kurang.
Masalah dalam fungsi biologis
Ibu pasien mengalami gejala yang sama.
Masalah dalam fungsi ekonomi dan
pemenuhan kebutuhan
Pendapatan rumah tangga sebesar
2.000.000, pengeluaran perbulannya
sebesar 1. 600.000. Ayahnya tidak bekerja
sedangkan pasien, ibunya, dan salah
seorang saudara kandung pasien bekerja.

Masalah dalam perilaku


kesehatan
- Memeriksakan diri setelah
gejala memburuk
- Pengetahuan kurang sehingga
selalu menutup rumah
- Tidur bersama pasien
- Mulai bekerja saat belum pulih

Rumah tidak memiliki


ventilasi

Masalah Lingkungan
Tinggal di daerah
padat
Resiko penularan
besar

Diagnosis Klinis

A 15.0 Tuberculosis of Lun


(Tuberkulosis Paru )

Penatalaksanaan
OAT dengan kombinasi 2
RHZE / 4 RHatau
2 RHZE/ 6HE atau 2
RHZE / 4R3H3
Pemberian profilaksis
pada anggota keluarga
yang lain
KIE

Diagnosis Keluarga
Pengetahuan keluarga tentang
tuberkulosis masih kurang

Pelaksanaan &
Tindak Lanjut pada Keluarga
Mengedukasi keluarga tentang penyebab
tanda gejala, cara penularan, serta
pengobatan dari penyakit tuberkulosis.
Keluarga dapat melakukan pencegahan
terjadinya penularan dengan cara
membuka jendela dan pintu setiap pagi
hingga siang hari, tidur terpisah dengan
pasien, dan mengonsumsi profilaksis
tuberkulosis.

Waktu

Evaluasi

Kunjung
an
28 Juni Kunjungan pertama ke lokasi pasien
2016 tuberkulosis paru
29 Juni Anemnesis dan
2016

pemeriksaan

fisik

lengkap pada pasien filariasis serta


identifikasi

masalah

keluarga

dan

12 Juli

lingkungan
Pengambilan sampel dahak ibu pasien

2016
14 Juli

serta pembuatan preparat


Pengambilan
hasil
pemeriksaan

2016

laboratorium terhadap preparat yang


diambil

di

UPT

Laborotorium

Kesimpulan

Setelah mempelajari dan melakukan kunjungan rumah pada


pasien dalam kasus ini,makadapat disimpulkan :
An. JKF usia 17 tahun mengalami tuberkulosis paru. Penyakit
yang dideritanya semakin diperparah lewat lingkungan rumah
yang tidak layak huni dan menjadi faktor risiko berkembangnya
kuman TB.
Kurangnya kondisi ekonomi dan pengetahuan mengenai
penyakit tuberkulosis dan akibatnya.
Ayah pasien dalam keadaan sakit, ibu pasien positif terinfeksi
tuberkulosis (berdasarkan Hasil LabKes Provinsi NTT).
Ibu kandung pasien dalam hal ini sebagai PMO telah aktif
berperan dalam penyembuhan penyakit pasien dengan
membantu mengontrol dan membawa pasien ke fasilitas
kesehatan secara teratur dan muncul kesadaran dari ibu
kandung pasien untuk memeriksakan dirinya setelah diedukasi.

Saran
Pasien
Keluarga pasien
Tenaga kesehatan

TERIMA KASIH