Anda di halaman 1dari 122

ASI DI LINGKUNGAN

FASILITAS
KESEHATAN
TIM JNPK PONEK

Slide 4g

TUJUAN
Memperkenalkan pengetahuan dan ketrampilan yang

diperlukan untuk mempromosikan keberhasilan praktek


pemberian ASI

Mendefinisikan fisiologi dan keuntungan pemberian ASI


Pemberian ASI eksklusif selama enam (6) bulan

BCB sehat

BKB risiko rendah ( 34 mgg) tanpa masalah


pernafasan ataupun syaraf
Menjelaskan Sepuluh Langkah Keberhasilan
Menyusui
Menjelaskan praktek rawat gabung
3

TUJUAN

Menjelaskan teknik untuk mengawali pemberian

ASI secara dini dan cara menyusui yang benar :

Pemberian kolostrum
Menjelaskan posisi, kelekatan, pengisapan

Menjelaskan metode untuk mengeluarkan dan

menyimpan ASI serta penatalaksanaan ASI pada


neonatus yang belum bisa menyusu.
Menjelaskan pengidentifikasian masalah-masalah
menyusui dan penatalaksanaanya.
4

PENDAHULUAN
SITUASI DI INDONESIA
PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF:
SDKI

1986 : 36%

SDKI

1997 : 52 %
Kesepakatan Innocenti 1990:
pada tahun 2000 : 80%

PENDAHULUAN

Studi HSP tahun 2006 di Jawa dan


Sumatra: Peluang
Urban
n=2690

Rural
n=4447

79%

61%

65,5%

50%

Oleh SpOG

13%

5%

Oleh Bidan

80%

90%

Dukungan Pemberian ASI

90%

83%

Kontak Asuhan Neonatus


Kontak Pada Minggu
Pertama Neonatus

Studi HSP: Tantangan

PENDAHULUAN

Urban

Rural

97%

97%

17 jam

20 jam

Makanan Pre-lakteal

59%

59%

Susu formula

86%

57%

Air

8,7%

23,6%

Madu

8,1%

18,4%

Pernah menyusui
Pemberian ASI pertama

PENDAHULUAN

ASI makanan paling sesuai untuk

semua neonatus, termasuk bayi prematur.

Kelebihan dibanding susu formula

Gizi, Imunologi, Fisiologi, Psikologis


Hygienis
Ekonomis

FISIOLOGI

Air Susu Ibu !


PERTUMBUHAN & PERKEMBANGAN
BAYI

NUTRISI DARI IBU


MASA

JANIN

BAYI

PLASENTA

AIR SUSU IBU


(A S I)
9

PAYUDARA

IBU HAMIL

MENYUSUI

ANATOMI PERKEMBANGAN PAYUDARA IBU10

Jaringa
n
kelenja
r

Saluran
susu

PRODUKSI ASI

Sinus
laktiferus

Jaringan Ikat

puti
ng
aer
ola
Sel-sel
otot
OKSITOSI
N

Salur
an

HASIL
KERJA
HORMON
DAN
REFLEKS

membuatny
a
berkontraksi

Sel-sel kelenjar
PROLAKTIN
membuatnya

11

REFLEKS PADA
BAYI

12

KEUNTUNGAN MENYUSUI

13

Keuntungan menyusui bagi


Neonatus
ASI merupakan minuman pilihan untuk semua

neonatus, termasuk neonatus prematur.

keuntungan nutrisi, imunologis dan psikologis


dibandingkan dengan susu bayi komersial dan jenis susu
lainnya.

ASI dari ibu dengan neonatus prematur telah

ditemukan memiliki jumlah protein, antibodi


IgA, kolesterol dan asam lemak yang lebih
tinggi dibandingkan ASI dari ibu yang bayinya
cukup bulan tetapi setelah 2-4 minggu.
14

Keuntungan Menyusui bagi Ibu


Pengisapan bayi pada payudara merangsang

pelepasan oksitosin sehingga membantu


involusi uterus dan membantu mengendalikan
perdarahan.
Memfasilitasi kedekatan hubungan ibu dan
neonatus (psikologis).
Mengoptimalkan produksi ASI.
Nyaman dan ekonomis bagi ibu.
15

MANFAAT ASI BAGI


IBU DAN BAYI

16

Risks of artificial feeding


Interferes with bonding
More diarrhoea and
respiratory infections

More allergy and


milk intolerance

Persistent diarrhoea

Increased risk of some


chronic diseases

Malnutrition
Vitamin A deficiency

Overweight

More likely to die

Mother
May become
pregnant sooner

Lower scores on
intelligence tests

Increased risk of anaemia,


ovarian and breast cancer

Adapted from: Breastfeeding counselling: A training course. Geneva,


World Health Organization, 1993 (WHO/CDR/93.6).

Slide 2.26

17

Keuntungan menyusui bagi


negara
- Menghemat devisa
- Mengurangi polusi
- Menghemat subsidi kesehatan
- Mengurangi morbiditas & mortalitas
anak
- S D M yang bermutu

18

PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF

19

ANJURAN PEMBERIAN ASI


0-6 bulan :
ASI eksklusif memenuhi 100% kebutuhan
6-12 bulan :
ASI memenuhi 60-70% kebutuhan, perlu
makanan pendamping ASI yang adekuat
>12 bulan :
ASI hanya memenuhi 30% kebutuhan, ASI
tetap diberikan untuk keuntungan lainnya
20

Kriteria untuk Pemberian ASI


Eksklusif
Semua neonatus cukup bulan yang sehat
Neonatus prematur berisiko rendah ( 34 minggu

tanpa masalah pernafasan)


Semua neonatus yang memperlihatkan gejala-gejala
atau tanda-tanda sakit seperti gawat pernafasan,
pengisapan atau kemampuan menelan yang buruk,
letargi, distensi abdomen atau penurunan berat
badan harus segera dievaluasi untuk disusun rencana
penatalaksanaan nutrisinya.

21

Pentingnya Pemberian ASI


Eksklusif
Pemberian ASI on demand

Neonatus harus diperbolehkan menyusu berdasarkan


keinginannya, siang atau malam hari, tanpa adanya
batasan mengenai frekuensi atau panjang waktu
menyusui.

Kebijakan nasional Indonesia melindungi,

mempromosikan dan mendukung pemberian


ASI.

Semua RS Sayang bayi harus mengikuti Sepuluh


Langkah Menuju Keberhasilan Menyusui seperti yang
tertera pada pernyataan WHO/UNICEF tahun 1989.
22

Dampak Jangka panjang :


Pemberian ASI EKSKLUSIF terhadap
Mutu SDM

Ibu hamil
Bayi
Balita

Pertumbuhan &
perkembangan
Fisik & Otak

Pendidikan
Tatanan Kehidupan
Sosial Ekonomi

IQ
EQ

Mutu Tenaga
Kerja

23

USAHA KEBERHASILAN MENYUSUI

24

Sepuluh Langkah Menuju


Keberhasilan Menyusui
1.

2.
3.

4.

Memiliki kebijakan tertulis mengenai pemberian


ASI yang dikomunikasikan secara rutin dengan
staf pelayanan kesehatan.
Melatih semua staf pelayanan kesehatan yang
diperlukan untuk menerapkan kebijakan tersebut.
Memberitahukan keuntungan dan
penatalaksanaan pemberian ASI pada semua ibu
hamil.
Membantu ibu memulai pemberian ASI dalam
waktu setengah jam setelah kelahiran.
25

Sepuluh Langkah Menuju Keberhasilan


Menyusui (lanj.)
5.

6.

7.
8.

Memperlihatkan kepada ibu yang belum


berpengalaman bagaimana cara menyusui dan tetap
memberikan ASI meskipun ibu terpisah dari
neonatus.
Tidak memberikan makanan atau minuman lain
selain ASI kepada neonatus kecuali terindikasi
secara medis.
Mempraktekkan rawat gabung: Mengijinkan ibu dan
neonatus untuk terus bersama-sama 24 jam sehari.
Mendorong pemberian ASI setiap saat neonatus
memintanya.

26

Sepuluh Langkah Menuju Keberhasilan


Menyusui (lanj.)
Tidak memberikan dot atau empeng pada
neonatus yang diberi ASI.
10. Mendorong dibentuknya kelompok pendukung
ASI dan merujuk para ibu ke kelompok tersebut
ketika mereka keluar dari RS atau klinik.
9.

27

28

Slide 4c

29

Slide 4f

Usaha keberhasilan menyusui

Karena sebagian besar persalinan di

Indonesia (60%) terjadi di luar fasilitas


kesehatan, inisiatif untuk mendukung dan
mempertahankan pemberian ASI di tingkat
masyarakat merupakan hal yang esensial.
Dukungan ayah dalam pemberian ASI juga
merupakan kunci keberhasilan rencana
pemberian ASI.
Dukungan pemberian ASI di tempat bekerja
bagi karyawan.
30

Mengawali dan Mempertahankan


Pemberian ASI
Produksi ASI yang mencukupi dapat diawali dan

dipertahankan dengan cara:

Mengajarkan ibu mengenai laktasi dan refleks


pengeluaran ASI.
Memberikan lingkungan yang bersifat pribadi dan
bebas tekanan untuk ibu dan neonatus selama
menyusui.
Menambah asupan cairan dalam jumlah lebih banyak
bagi ibu, makanan dengan gizi seimbang, sering
beristirahat dan menyusui terutama melakukan
kontak kulit ibu dengan kulit bayi.
31

MENYUSUI DENGAN SEGERA

32

Segera menyusui
- Bayi ingin menyusu dalam 1 jam

- Lebih cepat payudara dirangsang


lebih cepat ASI terbentuk
- Keuntungan kontak dini
- Keuntungan skin to skin contact

33

34

Slide 4h

35

Slide 4i

36

Slide 4j

Kolostrum

Clear Colostrum

Bright yellow colostrum

Light yellow colostrum

White colostrum

37

Jangan memberi minuman lain


sebelum ASI keluar
-

Jangan memberi dot


Ajarkan ibu memerah ASI
Klinik Laktasi
Kelompok pendukung ASI

38

Jangan memberi dot !

39

40

Slide 4t

41

Slide 4u

PRAKTEK RAWAT GABUNG

42

43

Slide 4p

Rawat Gabung
- Ibu dan bayi tenang sebab selalu

bersama
- Ibu belajar menyusui & merawat bayi
- Dapat menyusui setiap saat
- Ibu mengenali perubahan normal bayi

44

Posisi Menyusui yang Benar


Pastikan posisi yang benar dengan melihat

hal-hal berikut ini:

Kepala dan tubuh neonatus dalam posisi lurus.


Neonatus menghadap ke payudara dengan hidung
menempel di puting ibu.
Tubuh neonatus menempel pada tubuh ibu.
Seluruh tubuh neonatus ditahan, tidak hanya
bagian leher dan bahu saja.

45

1. Bayi
tenang
2. Mulut bayi
terbuka
lebar &
menutupi
daerah gelap
sekitar
putting susu

46

Perut bayi
menghadap ke perut
ibu
Dagu bayi
menempel ke
payudara

Telinga & lengan


bayi
berada
dlm satu garis
lurus
47

Cradle
hold
Under arm hold

48

Cross cradle hold


Side lying

49

Kelekatan Menyusui yang Baik


Kelekatan yang baik saat menyusui dapat

dipastikan dengan melihat semua hal di bawah


ini:

Dagu menyentuh payudara


Mulut terbuka lebar
Bibir bawah terlipat ke arah luar
Lebih banyak daerah areola yang terlihat di atas
mulut daripada di bawah mulut neonatus

50

51

Tanda-Tanda Pengisapan
Efektif
Pengisapan efektif jika hal-hal di bawah ini

tampak:

Isapan lambat dan dalam


Kadang-kadang ada jeda
Neonatus terlihat menelan
Payudara terasa lebih kosong

52

METODE Pemberian Minuman


Alternatif Untuk Neonatus
Jika Neonatus tidak dapat menyusu, tidak mau

disuapi dengan tangan, pertimbangkan untuk


menggunakan sendok, cup atau selang
makanan.
Ketika ibu dan neonatus terpisah atau neonatus
tidak dapat menyusu, ibu harus didorong untuk
memompa dan menyimpan ASI-nya untuk
mempertahankan produksi ASI dalam jumlah
yang memadai.
53

Alternatif alat bantu


menyusui
Cup /cangkir
sendok
dropper
Syringe

54

Slide 4.9.2

55

Slide 4v

DENGAN PIPA BANTU

PIPA BANTU56

PENGELUARAN
DAN
PENYIMPANAN ASI
57

Teknik Pengeluaran dan


Penyimpanan ASI
Indikasi

Kurang pengalaman ibu


Pembengkakan payudara
Ibu baru keluar dari RS atau bekerja sementara
bayi masih di RS
Tempat kerja tidak layak untuk menyusui dan ASI
harus disimpan
Meningkatkan produksi ASI.
Mencegah dan melegakan pembengkakan
payudara.
Neonatus sakit dan berisiko yang memerlukan
asupan alternatif :
58

Indikasi (lanj.)
Neonatus sakit atau

berisiko (lanj.) :

BBLR dan prematur


Bayi cukup bulan yang
sedang sakit dan tidak
dapat minum
Bayi yang sedang dalam
masa pemulihan
pasca operasi atau penyakit

59

Teknik Pengeluaran dan Penyimpanan ASI


(lanj.)

Produksi ASI merupakan akibat langsung dari

rangsangan terhadap payudara (demand). Produksi


ASI akan sesuai dengan pemberian ASI teratur dan
eksklusif. Ibu mengeluarkan ASI-nya dengan pola
yang mirip setiap 3-4 jam
Beberapa ibu merasa sulit untuk mengeluarkan ASI
dibanding dengan menyusui sebenarnya. Ibu harus
dianjurkan untuk mengeluarkan ASI di lingkungan
yang nyaman dan tenang serta meletakkan foto
bayinya atau benda kesayangannya dalam
jangkauan.
60

Mengeluarkan
Mengeluarkan ASI
ASI dengan
dengan tangan
tangan

61

Teknik Pengeluaran dan Penyimpanan ASI (lanj.)


PROSEDUR: Mengeluarkan ASI dengan Tangan
Cuci tangan anda sampai bersih.
Jika mungkin, keluarkan ASI di tempat yang tenang dan
santai. Bayangkan Anda sedang berada di tempat yang
menyenangkan. Pikirkan hal-hal menyenangkan
mengenai bayi Anda. Kemampuan Anda untuk merasa
santai akan membantu refleks pengeluaran ASI yang
lebih baik.
Berikan rasa hangat dan lembab pada payudara Anda
selama 3-5 menit sebelum mengeluarkan ASI.

62

Teknik Pengeluaran dan Penyimpanan ASI (lanj.)


PROSEDUR: Mengeluarkan ASI dengan Tangan (lanj.)
Pijat payudara Anda dengan gerakan melingkar, ikuti
dengan pijatan lembut pada payudara dari sisi luar ke arah
puting.
Stimulasi puting Anda dengan lembut dan tarik sedikit ke
arah luar atau memutarnya dengan jari anda.
Keluar dan buang 2-3 kali ASI yang keluar dari setiap
payudara.
Perah ASI ke dalam wadah yang bersih (plastik keras atau
gelas).

63

Teknik Pengeluaran dan Penyimpanan ASI (lanj.)


PROSEDUR : Mengeluarkan ASI dengan Tangan (lanj.)

Tempatkan ibu jari Anda di bagian atas payudara pada


tepi areola dan jari telunjuk Anda di bawah payudara
Anda pada tepi areola.
Tekan ke arah tulang iga Anda kemudian dekatkan ibu
jari dan jari-jari Anda dengan lembut tepat di
belakang areola.
Ulang dengan pola berirama, putar posisi jari-jari Anda
di sekeliling payudara Anda untuk mengosongkan
semua area payudara (sinus laktiferus).

64

Teknik Pengeluaran dan Penyimpanan ASI (lanj.)


PROSEDUR : Mengeluarkan ASI dengan Tangan (lanj.)

Lakukan berselang-seling pada kedua


payudara setiap lima (5) menit atau ketika
ASI mengalir dengan lambat, ingatlah untuk
mengulang siklus pijat usap - tekan
keluarkan beberapa kali pada setiap
payudara.
Jumlah ASI yang diperoleh setiap kali
dikeluarkan mungkin berbeda dan hal ini
biasa.
65

Teknik Pengeluaran dan Penyimpanan ASI (lanj.)


PROSEDUR : Pengeluaran ASI dengan Tangan (lanj.)

Ketika sudah selesai, oleskan beberapa tetes ASI pada


setiap puting dan biarkan kering oleh udara.
Penampilan ASI Anda akan berubah selama
pengeluaran. Beberapa sendok pertama akan terlihat
bening dan setelahnya ASI akan berwarna putih susu.
Sejumlah obat, makanan dan vitamin juga dapat sedikit
mengubah warna ASI Anda. Lemak susu akan berada
di bagian atas ASI ketika ASI disimpan
Jika Anda berencana menyimpan ASI: Segera setelah
dikeluarkan, tutup dan beri label pada wadah yang
bertuliskan tanggal, waktu dan jumlah.
66

Teknik Pengeluaran dan Penyimpanan ASI (lanj.)

PROSEDUR : Pengeluaran ASI secara Mekanis

Dilakukan dengan pompa payudara


Terdapat beberapa jenis pompa payudara:

Manual
Dioperasikan dengan baterai
Dioperasikan dengan listrik

Pemilihan pompa yang sesuai untuk setiap


situasi inividu bergantung pada seberapa efektif
pompa tersebut mengosongkan payudara dan
merangsang produksi ASI.
67

Teknik Pengeluaran dan Penyimpanan ASI (lanj.)

Prosedur: Pengeluaran ASI secara Mekanis (lanj.)

Cuci tangan Anda sampai bersih.


Jika memungkinkan, keluarkan ASI di tempat
yang tenang dan santai. Bayangkan anda
sedang berada di tempat yang menyenangkan.
Pikirkan hal-hal menyenangkan tentang bayi
anda. Kemampuan anda untuk merasa santai
akan membantu refleks pengeluaran ASI yang
lebih baik.

68

Teknik Pengeluaran dan Penyimpanan ASI (lanj.)


Prosedur: Pengeluaran ASI secara Mekanis (lanj.)

Berikan rasa hangat yang lembab pada payudara Anda


selama 3-5 menit sebelum mengeluarkan ASI.
Pijat payudara Anda dengan gerakan melingkar, ikuti
dengan usapan lembut pada payudara dari sisi luar
payudara menuju puting.
Stimulasi puting Anda dengan lembut dan tarik sedikit ke
arah luar atau memutarnya dengan jari anda.
Ikuti instruksi umum yang tercantum pada pompa
payudara anda.

69

Teknik Pengeluaran dan Penyimpanan ASI (lanj.)


Prosedur: Pengeluaran ASI secara Mekanis (lanj.)

Aliran ASI akan bervariasi. Selama beberapa


menit pertama ASI mungkin menetes lambat dan
kemudian memancar kuat setelah ASI keluar.
Pola ini akan berulang beberapa kali selama
pengeluaran ASI dari kedua payudara.
Jumlah ASI yang diperoleh pada setiap
pengeluaran mungkin bervariasi dan ini adalah
hal yang biasa.
Ketika sudah selesai, oleskan beberapa tetes ASI
pada setiap puting dan biarkan kering oleh udara.

70

Teknik Pengeluaran dan Penyimpanan ASI (lanj.)


Prosedur: Pengeluaran ASI secara Mekanis (lanj.)

Penampilan ASI Anda akan berubah selama


pengeluaran. Beberapa sendok pertama akan

terlihat bening dan setelahnya ASI akan berwarna


putih susu. Sejumlah obat, makanan dan vitamin
juga dapat sedikit mengubah warna ASI Anda.
Lemak susu akan berada di bagian atas ASI
ketika ASI disimpan

Jika Anda berencana menyimpan ASI: Segera


setelah dikeluarkan, tutup dan beri label pada wadah
yang bertuliskan tanggal, waktu dan jumlah.

71

Pompa ASI

72

Pompa ASI

Tidak mahal
Bisa dibawa
Sulit dibersihkan
Bakteri tetap

menempel di bola
karet meskipun
direbus
Dapat menyebabkan
trauma payudara
Tidak
direkomendasikan
73

Pompa ASI
Manual

74

Pompa ASI Elektrik

75

Panduan Penyimpanan ASI


Saat metode pengeluaran ASI dipilih,

panduan untuk menyimpan,


membekukan dan mencairkan ASI harus
diikuti dengan seksama.
Penyimpanan ASI yang terlalu lama
(beku) akan mengubah rasa dan
komposisinya.

76

Panduan Penyimpanan ASI (lanj.)

Penampilan ASI dapat berubah setelah

disimpan karena komponen lemaknya


terpisah.
Pengumpulan dan penyimpanan ASI yang
baik memaksimalkan keuntungan yang akan
diterima bayi dan meminimalkan risikonya.

77

Panduan Penyimpanan ASI (lanj.)


Pilihan Wadah: Keluarkan langsung ke dalam gelas

atau wadah plastik yang steril dan bersih. Pemakaian


kantung plastik lunak tidak disarankan.

Untuk Neonatus cukup bulan:


Harus digunakan botol plastik berat atau kaca yang
bersih. Wadah harus dicuci dengan baik dengan mesin
cuci piring dalam siklus sanitasi atau dicuci dengan
tangan dengan menggunakan air sabun yang panas
serta dibilas dengan air panas.
Untuk Neonatus prematur atau sakit
Harus digunakan botol plastik berat atau kaca steril.
78

Panduan Penyimpanan ASI (lanj.)

Panduan Umum
Cuci tangan Anda dengan seksama
menggunakan air dan sabun sebelum
menangani ASI
Segera setelah dikeluarkan, tutup wadah.
Wadah kemudian siap disimpan di bagian
terdingin dari lemari es. Jangan menyimpannya
di dekat pintu lemari es.
Selalu gunakan ASI yang dikeluarkan lebih
awal.
79

Panduan Penyimpanan ASI


(lanj.)

Panduan Umum (Lanj.)


Simpan dalam jumlah yang sama dengan yang bisa
dihabiskan Neonatus dalam satu kali menyusui.
Beri label setiap wadah dengan nama, tanggal dan waktu
serta jumlah.
Jika ASI dibekukan, tinggalkan sedikit ruang dalam wadah
untuk pemuaian ASI.
Neonatus prematur atau sakit
Dianjurkan untuk lebih hati-hati dalam pengumpulan dan
penyimpanan. Yang paling aman adalah mendinginkan
ASI segera dan tidak membiarkannya di suhu kamar.
80

Panduan Penyimpanan ASI (lanj.)


Milk Storage Methods and Their Maximum Storage Times

Colostrum

ASI yang keluar 6 hari setelah melahirkan

Penyimpanan

Suhu kamar pada 27 32oC (80,6 89,6oF)

mampu bertahan 12 jam

81

Panduan Penyimpanan ASI

(lanj.)

MATUR MILK (ASI yang keluar > 6 hari setelah


melahirkan)
Metode Penyimpanan
Dalam RUANGAN

Waktu Penyimpanan
Maksimal

Suhu kamar 15oC (59-60F)

24 jam

Suhu kamar 19-22C (66-72F)

10 jam

Suhu kamar 25C (79F)


Suhu kamar 30-37C (86-100F)

4 6 jam
4 jam
82

Panduan Penyimpanan ASI

(lanj.)

MATUR MILK (ASI yang keluar > 6 hari setelah


melahirkan)
Metode Penyimpanan
Dalam LEMARI ES
Suhu 0-4oC (32-39oF)

Waktu Penyimpanan
Maksimal
8 hari

Dalam pembeku/ freezer


(lemari es 1 pintu) suhu -15oC (5oF)

2 minggu

Dalam pembeku/ freezer


(lemari es 2 pintu) suhu -18oC (0oF)

3 4 minggu

Deep freezer -20oC

6-12 minggu
83

Mencairkan ASI
Cairkan ASI beku dengan slow defrost selama satu

malam dalam lemari pendingin.


Rendam susu dalam mangkuk berisi air suam kuku
hingga hangat. Panas berlebihan akan memodifikasi
atau menghancurkan enzim dan protein.
Digoyangkan agar lemak tercampur lagi.
Jangan pernah menggunakan microwave untuk
mencairkan atau menghangatkan ASI.
Setelah dicairkan, ASI harus digunakan dalam waktu
24 jam.

84

Membekukan Kembali
ASI
Membekukan kembali ASI yang telah

dicairkan atau dicairkan setengah tidak


dianjurkan. Ingatlah hal ini ketika anda
membawa ASI ke rumah sakit atau pulang
ke rumah.
Disarankan untuk menjaga ASI sedingin
mungkin tanpa membekukannya dan hanya
membekukannya ketika ASI sudah sampai
di tujuan akhir.
85

Menggunakan Sisa ASI yang Tidak


Habis
Jangan gunakan kembali bagian ASI yang

tidak habis untuk dipanaskan dan diberikan


pada neonatus.
Jangan gunakan kembali ASI yang tersisa
dalam botol karena mungkin telah
terkontaminasi oleh air liur neonatus.

86

MASALAH-MASALAH
dalam
PEMBERIAN ASI
87

Menyusui dalam keadaan darurat


MASALAH:
- Kondisi Ibu panik produksi ASI berkurang
- Sumbangan berupa PASI salah sasaran

REKOMENDASI:

- Pemberian ASI tetap harus dilindungi


- Pemberian PASI hanya pada kondisi tertentu
- Pemberian PASI hanya untuk waktu yang
dibutuhkan
- Pemberian PASI tidak boleh dengan botol

88

ADA 4 HAL YANG PERLU DIPERHATIKAN


UNTUK MENDETEKSI MASALAH MENYUSUI :
1. Mengetahui Riwayat Menyusui Ibu
2. Memeriksa Payudara Ibu
3. Memeriksa Kesehatan Bayi, termasuk
fungsi Oral-Motor
4. Mengamati Proses Menyusui Ibu-Bayi

89

MASALAH-MASALAH
Pada Bayi
90

Asuhan BBL dengan Kesulitan Menyusu


Jika isapan bayi lemah atau tidak efektif,

pengeluaran susu oleh tangan dapat membantu


mengawali refleks pengeluaran ASI dan
merangsang neonatus untuk menyusu.
Neonatus yang mengisap dan menelan tanpa
koordinasi atau kelainan mengisap harus
dievaluasi selama menyusui untuk mencari
posisi lain atau metode alternatif pemberian
asupan seperti dengan menggunakan sendok,
cangkir atau selang makanan yang diisi ASI.
91

Asuhan Neonatus dengan Kesulitan


Menyusu
(lanj.)
Semua Neonatus terlihat kesulitan menyusu harus

dievaluasi melalui:

Kaji riwayat perinatal.


Penilaian fisik secara menyeluruh termasuk tanda vital
dan status kardiorespirasi sebelum dan selama menyusui
dan pemeriksaan sistem syaraf.
Pengamatan koordinasi refleks mengisap-menelanbernafas.
Pada bayi dengan riwayat gawat nafas atau anemia,
terutama prematur, pertimbangkan pemberian oksigen
tambahan melalui kanula nasal atau oksigen yang
ditiupkan untuk memastikan oksigenasi yang memadai.

92

Asuhan Neonatus dengan


Kesulitan Menyusu (lanj.)
Selama menyusui Neonatus berisiko atau prematur,

dukungan suhu mungkin diperlukan dan Neonatus


harus dipantau dengan seksama. Kontak kulit ibubayi bisa membantu masalah ini.
Penambahan berat badan dan asupan nutrisi juga
harus dipantau. Ini dapat dilakukan dengan
mengevaluasi kepuasan Neonatus setelah
menyusui dan mendokumentasi frekuensi dan
panjang waktu menyusui, keluaran urin, dan
kenaikan berat badan harian.
93

BAYI DENGAN BINGUNG PUTING


Penyebab:
-

Menyusu bergantian dengan minum botol

Tanda:
-

Bayi menolak menyusu dari ibu


Menyusu dengan mulut mencucu
Waktu menyusu terputus-putus

Pencegahan:
-

Berikan ASI perah / SF dengan cangkir

94

BAYI SERING MENANGIS


Menangis = cara komunikasi bayi
-

Penyebab: lapar, haus, basah, kotor, bosan,


kesepian, rasa ASI berubah, sakit, kolik.
Sering menangis
bayi lelahmenghisap kurang
ibu kesalproses laktasi terganggu

95

Bayi kembar
o
o
o
o

Masalah: menyangka ASI tidak cukup


Menyusu bergantian atau bersama
Bila bersama berbagai posisi
Setiap bayi disusukan pada payudara
bergantian

96

Posisi Menyusui Bayi Kembar

97

Bayi Prematur / BBLR

- Berat lahir >1800 g:

boleh langsung menyusu.

- Berat lahir 1500-1800 g:

menyusu dengan supplementer + minum


pakai cangkir (Asi perah)

- Berat lahir 1250-1500 g:

ASI perah dengan cangkir/ pipa nasogastrik

- Berat lahir < 1250 g :

IVFD 48 jam ASI perah dengan pipa


nasogastrik

98

APLIKASI PERAWATAN METODE KANGURU

MENYUSUI dalam perawatan metode kanguru


99

BAYI SUMBING
Bila celah hanya pada bibir atau langitlangit lunak: dapat menyusu

posisi setengah duduk


ibu jari dapat menutup celah

Bila celah lebar:

menggunakan protese

100

Bayi Sumbing

101

BAYI FRENULUM PENDEK


Frenulum pendek dan tebal
Gerakan lidah terbatas proses
menyusu terganggu
Kadangkala memerlukan operasi
kecil tanpa narkose, perdarahan
minimal, lekas sembuh

102

Bayi Frenulum Pendek

Tidak dapat menyusu

103

BAYI KUNING (1)


Ikterus dini:

Timbul hari ke 2-3; karena ASI masih


kurang defekasi kurang sirkulasi
enterohepatik meningkat

Ikterus lanjut:

Timbul akhir minggu pertama;


disebabkan zat di dalam ASI yang
menghambat fungsi enzim glukoronil
transferase
104

BAYI KUNING (2)

- Belum pernah dilaporkan


menyebabkan
kern-ikterus
- Tatalaksana Ikterus:
Dini:- Sering menyusui, terapi sinar
Lanjut: - Terapi sinar,
- Stop ASI 1-2 hari
(kontroversi)
105

BAYI DENGAN DIARE


- Diare bukan alasan untuk menghentikan ASI
- ASI dapat digunakan sebagai cairan rehidrasi
- ASI mengandung zat gizi untuk memenuhi
kebutuhan selama diare
- ASI mengandung zat kekebalan untuk kuman
penyebab diare
- ASI mengandung zat untuk pertumbuhan sel
mukosa usus yang rusak karena diare
- Diare lebih ringan dan singkat pada bayi ASI
106

BAYI YANG MEMERLUKAN


PERAWATAN
Bila mungkin ibu ikut dirawat agar
pemberian ASI tidak terhenti.
Bila tidak mungkin, ASI diperah dan
dikirim ke Rumah Sakit.
107

MASALAH
MENYUSUI pada Ibu
108

1. KURANG INFORMASI
Berhubungan dengan mitos-mitos di masyarakat
- payudara kecil produksi ASI kurang
- menyangka susu formula sebaik ASI
- ASI menyebabkan mencret
- Bila ASI belum keluar perlu diberikan susu formula
- Ibu bekerja perlu melatih bayi minum dari
botol/ dot
109

2. MASALAH / KONDISI PADA IBU


PUTING SUSU DATAR/ TERBENAM
- Usahakan puting susu keluar dengan
tangan
atau dengan pompa
- Jika tidak bisa tetap disusui dengan
menekan
aerola membentuk dot
- alternatif akhir : peraslah susu dan
berikan
dalam cup

PUTING SUSU TIDAK LENTUR

110

PUTING SUSU LECET


- Jika masih memungkinkan tetaplah menyusui
- Jika nyeri parah, istirahatkan (24 jam) dan peras
dengan
tangan (jangan menggunakan pompa)
- cegah terjadinya putting lecet :
- olesi puting susu dengan ASI
- tidak membersihkan putting susu dengan
sabun,
alkohol atau obat-obatan yang merangsang
puting
susu
111

PAYUDARA BENGKAK
- Cegah dengan selalu memberikan ASI on
demand
- Bayi TETAP disusui, sehingga mengurangi rasa
membengkak
- Setiap kali menyusui payudara harus sampai
kosong
- Gunakan BH yang dapat menopang dengan
nyaman
- Kompres dingin dapat mengurangi rasa tidak enak/
nyeri

112

SALURAN SUSU TERSUMBAT


cegah dengan :
Perawatan payudara pasca persalinan secara teratur.
Memakai BH yang menopang dan tidak terlalu ketat.
Mengeluarkan ASI dengan tangan atau pompa
bila setelah menyusui payudara masih terasa
penuh.
Bila ibu merasa nyeri, dapat dikompres dengan air hangat
dan dingin.

113

KOMPRES HANGAT
sebelum menyusui supaya
bayi lebih mudah mengisap putting susu
KOMPRES DINGIN
setelah menyusui untuk
mengurangi rasa nyeri dan pembengkakan.

114

MASTITIS DAN ABSES PAYUDARA


Dokter memberikan pengobatan ANTIBIOTIKA dan
SIMPTOMATIK terhadap nyeri.
KOMPRES AIR HANGAT.
ibu CUKUP ISTIRAHAT DAN BANYAK MINUM.
sebelum terbentuk abses, menyusui harus terus
diteruskan, dimulai dari bagian yang sakit.
Jika sudah terjadi abses, payudara yang sakit tidak
boleh disusukan, mungkin perlu juga tindakan bedah.
Tapi payudara yang sehat harus tetap digunakan
menyusui, dengan perawatan dan kebersihan yang
sebaik mungkin.
115

TINDAKAN YANG HARUS SEGERA DILAKUKAN


PADA ABSES PAYUDARA ADALAH :
Merujuk ibu ke dokter bedah untuk dilakukan
insisi dan drainase pus.
Pemberian antibiotik dosis tinggi serta
simptomatik analgesik/antipiretik.
Ibu harus cukup beristirahat.
Bayi dihentikan menyusu pada payudara yang
sakit, sementara pada payudara yang sehat
diteruskan.

116

IBU DENGAN HIV / AIDS (1)


Boleh menyusui apabila:
- Tidak diketahui status HIV
- Bila bayi sudah tertular sejak lahir
- Bila AKB bayi tanpa ASI masih tinggi
- Ibu tetap memilih memberikan ASI:
syarat:
* harus eksklusif, hanya 3 bulan
* mencegah luka pada puting

117

IBU DENGAN HIV/AIDS (2)


Dilarang menyusui apabila:
- Diketahui status HIV ibu positif
- Bila AKB bayi tanpa ASI sudah rendah
Di Negara berkembang:
* perlu disediakan makanan PASI paling
kurang selama 6 bulan
* perlu diajarkan cara membuat PASI yang
benar

118

IBU DENGAN HEPATITIS B


- Virus dapat melalui ASI, tetapi
- Virus tidak terdapat dalam kolostrum: SIgA,
Interferron?
- > dari 50% bayi sudah tertular intra-uterin
- Bayi boleh menyusu setelah pemberian
Imunoglobulin spesifik & vaksinasi (hari 1)

119

IBU DENGAN TBC PARU


- Basil TBC tidak melalui ASI
- Ibu diajarkan pencegahan penularan
- Ibu diberikan terapi adekuat
- Bayi diberi INH profilaksis
- Setelah 3 bulan bayi diuji Mantoux,
- Bila negatif INH distop, bayi diberi BCG

120

IBU YANG MEMERLUKAN PENGOBATAN


- Tidak perlu menghentikan ASI
- Dalam ASI terdapat zat anti penyakit ibu
- Kadar obat dalam ASI bergantung pada
masa paruh dan rasio ASI/plasma obat
- Pilih obat dengan masa paruh pendek
dan rasio ASI/Plasma kecil.
- Minum obat setelah menyusui

121

Lifes Good From Begin


122