Anda di halaman 1dari 44

Surveilans

Tetanus
Neonatorum
Indra Jaya, M. Epid
Subdit Surveilans & Respon KLB

Epidemiologi
Tetanus Neonatorum
Etiologi : Clostridium Tetani yang
mengeluarkan eksotoksin
Sifat Clostridium Tetani : hidup anaerob,
berbentuk spora, tersebar di tanah, dalam
feses binatang dan kadang-kadang feses
manusia. Spora dapat bertahan hidup
bertahun-tahun di lingkungan.
Port d entry : tali pusat bayi
Masa inkubasi : 3 21 hari (rata-rata 6 hari)

Epidemiologi
Tetanus Neonatorum (2)

14 % kematian neonatal disebabkan


oleh TN (WHO, 1998)
Kematian > 95 % jika tidak diterapi,
sedangkan jika diterapi kematian masih
25 % - 90 %.
Faktor resiko:
1.Persalinan tidak steril (3 Bersih: alat,
tempat, tangan)
2.Perawatan tali pusat tidak bersih
3.Ibu Bayi tidak mempunyai kekebalan yang
memadai (imunisasi)

Eliminasi Tetanus Neonatorum


Strategi eliminasi:
1. Persalinan Bersih
2. Imunisasi Rutin (kuat)
WUS (5 dosis TT atau Td)
Anak <1 th (3 dosis DTP)
3. Surveilans

Eliminasi Tetanus Neonatorum (2)

Eliminasi adalah kasus tetanus


neonatal (TN) <1 per 1000 lahir hidup
per tahun di Kab/Kota, dengan syarat:
1.Cakupan TT2 > 80% &
2.Persalinan oleh Nakes > 70%.
3.Laporan Pusk dan RS > 80%

Eliminasi Tetanus Neonatorum (3)

Daerah resiko tinggi


Cakupan TT2 < 80%
Pelayanan oleh nakes < 70%

Daerah Resiko Rendah


Cakupan TT2 atau T-5 Bumil > 80%
&
Persalinan oleh Nakes > 70%
Laporan zero/nihil Puskesmas dan
RS >80%

Tugas Program
Program KIA

I.

Meningkatkan cakupan ANC,KN


Penanganan/penyuluhan penolong
persalinan (tindak lanjut penolong
kasus)

II. Program Imunisasi

Meningkatkan cakupan imunisasi Toxoid


Tetanus
Long Life Card (kartu seumur hidup)

Tugas Program (2)


III. Program Surveilans
Melacak setiap kasus untuk mengetahui
faktor risiko
Melakukan umpanbalik ke program terkait
& tindak lanjut
Melaksanakan SKD Imunisasi TT/pemetaan
Pemetaan : KN, K1, K4, Dukun
Mengolah & menganalisis data kasus TN
serta Rekomendasi

Tujuan Surveilans
Tetanus Neonatorum
UMUM
Tersedianya informasi epidemiologi tetanus
neonatorum yang dibutuhkan untuk
mengevaluasi status Eliminasi Tetanus
Neonatorum (ETN)
KHUSUS

Ditemukannya kasus & kematian TN di RS &


Puskesmas (termasuk di masyarakat)
teridentifiaksinya faktor resiko TN dan
diseminasikan kepada program terkait
(Immunisasi & KIA) untuk mencapai dan
mempertahankan status ETN

Kebijaksanaan
Status ETN ditetapkan di Kab/Kota
Satu kasus/kematian TN = KLB
penyelidikan epidemiologi ke
lapangan
Ditemukan semua kasus/kematian
bayi di masyarakat
Kualitas surveilans melalui ZERO
report

Definisi Kasus
Neo Natus = bayi umur 0 28 hari
Kasus/Kematian TN
1. Konfirm/pasti
Lahir normal, dapat menangis &
menetek selama 2 hr, kemudian
timbul gejala sulit menetek disertai
kejang rangsang dalam usia 3- 28
hari
Atau didiagnosa dokter sebagai TN

Definisi Kasus (2)


2. Tersangka
Kematian bayi umur 3 28 hr
tak diketahui penyebab
TN yang dilaporkan bukan oleh
dokter/petugas terlatih.

Kegiatan Surveilans TN
Investigasi Kasus

Tujuan :
1. Menetapkan diagnosis
Konfirm TN
Suspek TN

2. Mencari kasus tambahan

Penolong persalinan sebagai center point


Budaya perawatan tali pusat

3. Mengetahui faktor resiko


4. Mengetahui gambaran epid

Penyelidikan menggunakan form


T2

Kegiatan Surveilans TN (2)


Investigasi Kasus

Investigasi kasus TN berdasarkan


daerah Resiko:

Pada daerah resiko rendah setiap


kematian di bawah umur 1 bulan dan
tersangka TN
Pada daerah resiko tinggi kasus dan
kematian TN yang dilaporkan oleh RS
dan Puskesmas

Kegiatan Surveilans TN (3)


Investigasi Kasus

Laporan Hasil Investigasi Kasus TN,


meliputi:
- Jumlah konfirm TN, jumlah suspek TN dan
jumlah kematian
- Faktor resiko utama:
Status imunisasi TT ibu
Riwayat ANC (ante natal care)
Riwayat persalinan
Riwayat perawatan tali pusat: bahan yang
digunakan

Kegiatan Surveilans TN (4)


Investigasi Kasus

Analisa Data Hasil Investigasi TN :


- Faktor resiko utama yang erat hubungannya
dengan kejadian TN
- Faktor resiko pendukung yang memperkuat
kejadian TN

Kegiatan Surveilans TN (5)


Investigasi Kasus

Analisa Data Surveilans TN secara Periodik


(tahunan)
-Jumlah lahir hidup, Jumlah kasus dan kematian
-Sebaran kasus
-Faktor resiko yang dominan
-Cakupan imunisasi TT dan cakupan persalinan
nakes

Penilaian status eliminasi dilakukan


bersama program imunisasi dan KIA

Kegiatan Surveilans TN (6)


Investigasi Kasus

Rekomendasi berdasarkan Hasil


Investigasi TN: ditujukan untuk
perbaikan program terkait, termasuk
surveilans.

Integrasi TN dengan
Surveilans
AFP & PD3I
Strategi:
1. Memanfaatkan sistem surveilans AFP
sebagai sarana integrasi surveilans
campak dan tetanus neonatorum.
2. Integrasi dalam advokasi dan
sosialisasi
3. Intensifikasi feed back dan diseminasi
informasi terintegrasi surveilans AFP,
campak dan tetanus neonatorum.

Integrasi TN dengan
Surveilans
AFP & PD3I (2)

Kegiatan:
1. Penemuan Kasus
2. Pelacakan Kasus
3. Pelaporan
4. Pengolahan Data
5. Umpan Balik
6. Manajemen Surveilans:

Advokasi, Sosialisasi, Pendanaan,


Ketenagaan, Asistensi Teknis

Alur Pelaporan
Pelaporan
Alur
Surveilans
Surveilans
Tetanus Neonatorum
Neonatorum
Tetanus

Ditjen PP & PL
Kemenkes RI
Laporan KLB TN (T2)
Laporan Surveilans Integrasi PD3I Provinsi

Dinas Kesehatan
Provinsi
Laporan KLB TN (T2)
Laporan Surveilans Integrasi PD3I Kab./Kota

Dinas
Kesehatan
Kab./Kota

: umpan balik
: report

Laporan
KLB TN
(Form T2)

Laporan
KLB TN
(Form T2)

Puskesmas

FP-PD

W1

Kasus

Rumah Sakit

Pelaporan Surveilans TN
1. Laporan Mingguan
Terhadap konfirm TN maupun suspek TN
Berlaku laporan nihil, laporan dibuat
meskipun tidak ada kasus
Puskesmas, dengan menggunakan form
W2/PWS KLB) bersama dengan laporan
mingguan penyakit potensial KLB
lainnya
Rumah Sakit, dengan menggunakan
form FPPD pada saat melakukan
surveilans mingguan RS untuk AFP,
Campak, Difteria dan TN.

Pelaporan Surveilans TN (2)


2. Laporan Bulanan
Puskesmas dan RS menggunakan Format
laporan STP
Kabupaten/Kota dan Provinsi:
- Laporan data: menggunakan form
Integrasi AFP, Campak, Difteria, dan TN
- Laporan absensi: Kelengkapan dan
Ketepatan Laporan Mingguan

RS. Sumber Asih


09 / 03 / 2010

NIHIL

TTD
Dr, Carolina

TTD
Nurudin, SKM

2010
10

Sumatera Selatan
Banyuasin
Pangkalan Balai

Pangkalan Balai,
Banyuasin

09

Banyuasin

10

CAP & TTD


Dr. Riantini
19760828 199903 2 002

03

2010

Contoh:
Ketentuan: Tanggal kirim laporan mingguan dari Puskesmas/RS ke
Dinkes Kab./Kota

04

80

Analisis Data Surveilans TN

Update: 30/04/2009

Distribusi Kasus Tetanus Neonatorum Menurut


Kabupaten
Indonesia 2006-2008
2006
Total: 118 kasus
Di 60 kabupaten/kota

2007
Total: 141 kasus
Di 82 kabupaten/kota

2008
Total: 183 kasus
Di 70 kabupaten/kota
: 1 kasus

Distribusi Kasus Tetanus Neonatorum Menurut


Kabupaten
Indonesia, 2009

Total: 10 kasus
Di 8 kabupaten/kota

: 1 kasus

Pemeriksaan Kehamilan Ibu Kasus tetanus


Neonatorum
Indonesia, 2005-2009

Penolong Persalinan Ibu Kasus Tetanus


Neonatorum
Indonesia, 2005-2009
2005: N=140

2007: N=141

2006: N=118

2008: N=183

2009: N=10

Perawatan Tali Pusat Kasus tetanus Neonatorum


Indonesia, 2005-2009

Alat Potong Tali Pusat Kasus Tetanus


Neonatorum
Indonesia, 2005-2009
2005: N=140

2007: N=141

2006: N=118

2008: N=183

2009: N=10

Status vaksinasi TT Ibu Kasus tetanus


Neonatorum
Indonesia, 2005-2009

Kasus Tetanus Neonatorum & Cakupan Imunisasi


TT2+ Bumil
Indonesia, 2002 - 2009

Terima Kasih

Anda mungkin juga menyukai