Anda di halaman 1dari 59

PENGANTAR KULIAH

KEMUHAMMADIYAHAN
Dosen : dr. H. Yose Rizal,SKM
Jenjang Kepangkatan : Lektor Kepala

Fakultas Kedokteran dan Kesehatan


Universitas Muhammadiyah Jakarta

Mahasiswa (Mah) harus mengikuti peraturan-peraturan dari


Universitas di Fakultas Ilmu Kesehatan UMJ/Fakultas Kedokteran
UMJ.
Untuk perkuliahan kemuhammadiyahan mahasiswa harus
mengikuti fotocopi perkuliahan khusus (fotocopy terlampir)
Penilaian mata kuliah kemuhammadiyahan

1.

2.
3.

1.
2.
3.
4.

5.

Pengetahuan
Penampilan
Tingkah laku
Penilaian pengetahuan dengan Sistem Kredit Semester (SKS),
untuk program S1 = 144 160 SKS. Untuk mata kuliah
kemuhammadiyahan : 2 SKS, artinya tatap muka : 2 X 50 = 100
menit.
Disamping tatap muka : mahasiswa diberikan tugas mandiri,
membuat paper, atau tugas lapangan, dsb. (sistem belajar aktif :
SBA)

6. Evaluasi terhadap mahasiswa dengan huruf A, B, C, D, E :

Nilai :

A : 9 10
B:78
C:56
D:34
E:12

Atau :

7.

A : 80 100

B : 68 79
C : 56 67
D : 45 55
E : 0 44
Mahasiswa yang belum pernah dapat pelajaran bahasa Arab
(bahasa Al Quran) dianjurkan untuk belajar bahasa arab
(menerima pasif).

8. Buku buku Rujukan :


a.
b.

c.

d.
e.

f.

g.
h.

i.
j.

Tafsir Al Quran
Muhammadiyah dalam kritik dan komentar : Drs. M Rusli
Karim, Rajawali, Jakarta, 1986.
Muhammadiyah, Sejarah, Pemikiran, dan Amal usaha,
Universitas Muhammadiyah Malang, Tiara Wacana Jogja
1990.
Revitalisasi Gerakan Muhammadiyah Haedar Nashiv : Bayu
Indra Grafika, Jogjakarta, 2002.
Muhammadiyah sebagai gerakan Islam : Musthafa Kamal
pasha & Ahmad Adaby Dahlan ; LPPJ Universitas Jogjakarta
2000
Buku Studi Kemuhammadiyahan. Drs. Sudarno Shobron, M.
Ag, LPPJ UMJ. Surakarta. 2003
Anggaran dasar dan anggaran rumah tangga muhammadiyah
(hasil muktamar ke 45)
Muhammadiyah sebagai gerakan tajdid, Mustafa kamal
Pasha, Rasad Saleh.
Muhammadiyah Menjemput Perubahan, Ahmad Syafki Maarif.
Muhammadiyah gerakan senat keagamaan modern : Ds.
Sutomo, M.Ag

9. Ketentuan Nilai Akhir (lulus, tidak lulus) :

Tugas-tugas, paper, diskusi, dan kuis


Ujian Tengah Semester
Ujian Akhir Semester

: 30 %
: 30 %
: 40 %

Jumlah
: 100 %
10. Ketentuan dapat mengikuti Ujian Akhir Semester (UAS) :

Sudah menyelesaikan tugas dan paper


Sudah mengikuti diskusi-diskusi
Sudah mengikuti kuis
Sudah mengikuti Ujian Tengah Semester (UTS)

Keterangan : Tidak diadakan ulangan/susulan untuk kuis, UTS dan


UAS.

ARTI KULIAH
KEMUHAMMADIYAHAN

Disemua jenjang pendidikan/perguruan


Muhammadiyah, sejak pendidikan dasar hingga
perguruan tinggi. Mata kuliah kemuhammadiyahan
merupakan salah satu mata kuliah/pelajaran pokok.
Dengan tujuan agar : diamati, dipahami, dihayati
dan dilaksanakan oleh peserta didik/mahasiswa.
Pada akhirnya mereka bersedia dengan ikhlas dan
sukarela mengamalkan berbagai prinsip yang
menjadi keyakinan dan cita-cita perserikatan
Muhammadiyah.

Harapan-harapan tersebut karena ada beberapa alasan :


1.

Muhammadiyah memerlukan penerus generasi, cita-cita dan amal


usahanya. Muhammadiyah sebagai salah satu gerakan Islam,
yang banyak memiliki amal usahanya yang meliputi bidang-bidang
keagamaan, pendidikan, kemasyarakatan dan lain-lain perlu
diteruskan dan disempurnakan. Oleh karena itu mutlak diperlukan
kader-kader penerus yang berkualitas penuh pengabdian dan
memahami arah dan tujuan misi Muhammadiyah.
Lembaga pendidikan Muhammadiyah yang mengemban tugas
mencerdaskan kehidupan bangsa juga berperan sebagai
Lembaga Pembibitan kader Muhammadiyah, kader umat dan
kader bangsa. Karenanya seharusnya kepada peserta didik di
Lembaga Pendidikan Muhammadiyah; diperkenalkan, dilatih serta
di ajak menghayati cita-cita Agung Muhammadiyah, yaitu :
Menegakkan dan menjunjung tinggi agama Islam semata-mata
demi tercapainya kemuliaan Islam sebagai idealita serta
kemuliaan umat islam sebagai realita.

2. Muhammadiyah perlu dikenal oleh angkatan muda


Muhammadiyah. Dengan jalur Pendidikan Formal
Muhammadiyah, mereka dapat mengenal tentang : apakah
Muhammadiyah itu, apa perannya dalam kehidupan berbangsa
dan bernegara. Dengan mata kuliah keMuhammadiyahan,
mereka dapat mengetahui secara objektif bahwa
Muhammadiyah merupakan gerakan Islam reformis yang
terbesar di Indonesia yang telah berjasa membangun bangsa
Indonesia sejak zaman penjajahan Hindia Belanda hingga
dewasa ini. Muhammadiyah telah ikut serta menyumbangkan
andil dan darma baktinya kebada bangsa Indonesia, dengan
memberikan putera-puterinya yang terbaik kepada bangsa
Indonesia berjuang di kancah perjuangan Negara Republik
Indonesia.

3. Hal-hal yang perlu di pelajari.


Untuk mengetahi secara utuh, bulat dan integral tentang apa
dan siapakah Muhammadiyah. Ada 3 (tiga) pendekatan yang
harus digunakan dimana ke tiga pendekatan tersebut satu
sama lain saling lengkap melengkapi.
a. Pendekatan Historis
Dengan pendekatan historis (kesejarahan) kita mempelajari :
tentang latar belakang berdirinya, sejarah perkembangannya,
berbagai amal usahanya, hasil-hasil yang telah dicapai, dsb.
Sekaligus mempelajari iri-cirinya yang khas Muhammadiyah
yang berbeda dengan gerakan-gerakan lain yang berada di
Indonesia dan dunia Islam.

b. Pendekatan Ideologis
Pendekatan Ideologis atau pendekatan dari segi keyakinan
dan cita-citanya adalah yang paling penting, sebab dengan
pendekatan ideologis ini akan diperkenalkan tentang : hakikat
atau jati dirinya Muhammadiyah yang sebenar-benarnya akan
di perkenalkan pula: watak, kepribadiannya, dorongandorongan yang menggerakkan aktifitas Muhammadiyah akan
diperkenalkan: pandangan dari keyakinan hidupnya serta apa
yang menjadi cita-cita perjuangannya.
Ada 3 (tiga) materi yang harus dipelajari :

Mukadimah Anggaran Dasar Muhammadiyah

Kepribadian Muhammadiyah

Keyakinan dan cita-cita hidup Muhammadiyah

c. Pendekatan Struktural

Yaitu pendekatan dari dan segi bentuk


organisasinya. Dengan pendekatan struktural
mempelajari bagaimana Muhammadiyah
menggerakkan dan melancarkan amal usahanya
dengan system organisasiny, bagaimana
menyusun tenaga SDMnya yang ada di dalam,
mengatur tugas-tugas, jalinan hubungannya, di
atur secara rapi dan tertib dengan pendekatan
struktural di dalam: Khittah perjuangan
Muhammadiyah atau strategi dasar perjuangan
Muhammadiyah.

ORGANISASI KEMUHAMMADIYAHAN
A. FAEDAHNYA BERORGANISASI

Sejak manusia lahir dalam hidupnya selalu saling menhajatkan


sesamanya. Manusia saling tolong menolong, bekerja sama untuk
mencapai dan memenuhi kebutuhannya

Pekerjaan yang besar sifatnya misalnya : membuat jembatan tidak


mungkin dapat diselesaikan seorang diri. Harus banyak pula tenaga
manusia yang diperlukan. Semakin kecil sifat pekerjaan semakin
sedikit pula orang yang dibutuhkan.

Zaman sekarang semua pekerjaan, segalanya diatur (dimanage)


dengan ketentuan-ketentuan yang rapi, dilakukan pembagian tugas
yang merata, sehingga tujuan yang hendak dicapai dapat diperoleh
dalam waktu yang singkat dengan tenaga dan biaya yang sekecilkecilnya. Jadi faedah keorganisasian itu ialah :

Dapat bekerja sama dengan sebaik-baiknya untuk mencapai tujuan


Menghemat tenaga, biaya dan waktu
Sebagai alat terbaik untuk menyelesaikan segala peroalan
kemasyarakatan.

b. ARTI ORGANISASI
Organisasi sering disamakan denga PERSYARIKATAN.

Dari Segi Bahasa

Organisasi berasal dari kata : ORGAN yang artinya


TUBUH

Dari Segi Istilah

Organisasi berarti : sekelompok manusia yang


bekerja sama dalam mencapai suatu tujuan.
c. MACAM-MACAM ORGANISASI
Dapat dibedakan dari segi : Daerah, sifat anggotanya.

Macam organisasi menurut Daerah


Organisasi Internasional : PBB
Organisasi Daerah : Persija
Organisasi Nasional : PSSJ
Organisasi Setempat : PKK

b. Macam organisasi menurut Sifatnya

Organisasi yang bersifat ekonomi : Koperasi


Organisasi yang bersifat Politik : Golkar
Organisasi yang bersifat Pendidikan : Taman Siswa
Organisasi yang bersifat
: HSBJ
Organisasi yang bersifat Keagamaan : Kemuhamadiyahan

c. Macam organisasi dilihat dari segi anggotanya

Organisasi yang beranggotakan mahasiswa : IMM, HMI


Organisasi yang beranggotakan para pelajar : OSIS, IRM
Organisasi yang beranggotakan para pemuda : KMPJ,
Pemuda Muhammadiyah
Organisasi yang beranggotakan buruh : Gasbindo
Organisasi yang beranggotakan kaum tani : HKTJ, PETISI

ORGANISASI MUHAMMADIYAH
Muhammadiyah yang merupakan suatu organisasi (persyarikatan)
sudah memenuhi unsur-unsur organisasi sebagai yang
terkandung di dalam arti organisasi :
1. Sekelompok manusia
2. Adanya kerja sama
3. Tujuan yang hendak dicapai
4. Teratur dan disiapkan
Organisasi Muhammadiyah yang akan dibicarakan meliputi:
1. Keanggotaan
AD. Bab III, pasal 4, ART pasal 3
2. Susunan (struktur) organisasi
AD, Bab III, pasal 5
3. Pimpinan
AD, Bab IV, Pasal 7,8,9,10,11 dan ii, ART pasal 8 s/d 15

4. Permusyawaratan
AD, Bab VII, Pasal
20,21,22,23,24,25,26,27,28,29
5. Pembiayaan (keuangan)
AD, Bab VIII, pasal 30

Keputusan Muhtamar Muhammadiyah ke-45


(perubahan-perubahan Anggaran Dasar
Muhammadiyah mulai berlaku 30 Juli 2005)

PIMPINAN MUHAMMADIYAH
1. Bentuk Pimpinan Muhammadiyah
Muhammadiyah dalam masalah pimpinan
menganut sistem pimpinan Bentuk Dewan
(komisi), dimana anggota pimpinan dipilih
dari dan oleh anggota dalam
permusyawaratan organisasi.
2. Susunan Pimpinan Muhammadiyah
Ada 2 macam bentuk susunan :

Susunan Pimpinan Vertikal


Susunan Pimpinan Horizontal

Susunan Vertikal :

Susunan organisasi secara bertingkat dari atas


kebawah dimana masing-masing tingkat
Pimpinan memimpin dan bertanggung jawab
atas pelaksanaan seluruh usaha organisasi di
tingkat masing-masing
Susunan Horizontal

Susunan unit-unit (kesatuan kerja) tertentu yang


merupakan staf (pembantu pimpinan) yang
masing-masing diserahi tugas-tugas khusus

Susunan Pimpinan VERTIKAL


a. Pimpinan Pusat (PPM)
b. Pimpinan Wilayah (PWM)
c. Pimpinan Daerah (PDM)
d. Pimpinan cabang (PCM)
e. Pimpinan Ranting (PWM)
Susunan Pimpinan HORIZONTAL
1. Majelis
2. Lembaga
3. Badan
4. Biro

Organisasi Otonom

Pimp. Pusat

Majelis

Organisasi Otonom

Pimp. Wilayah

Majelis

Organisasi Otonom

Pimp. Daerah

Majelis

Organisasi Otonom

Pimp. Cabang

Bagian

Organisasi Otonom

Pimp. Ranting

Bagian

BENTUK PIMPINAN MUHAMMADIYAH


Susunan Pimpinan Vertikal :
1. Pusat
2. Wilayah
3. Daerah
4. Cabang
5. Ranting
Susunan pimpinan horizontal (Anggaran Rumah
Tangga Pasal 16) :
1. Majelis-majelis
2. Bagian-bagian/biro

Susunan pimpinan organisasi Otonom (AD


Pasal 18) :
1. Aisiyah
2. Nasyiatul Aisiyah
3. Pemuda Muhammadiyah
4. Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah
5. Ikatan Remaja Muhammadiyah
6. Tapak Suci Putra Muhammadiyah

Permusyawarahan
MUKTAMAR (AD
19 20)

TANWIR (AD
Pasal 21)

Musyawarah Wilayah (AD


Pasal 22)

Musyawarah Daerah (AD Pasal


23)

Musyawarah Cabang (AD


Pasal 24)

Musyawarah Ranting (AD


Pasal 25)

KEPUTUSAN MUKTAMAR MUHAMMADIYAH KE-45


SUSUNAN PENGURUS PANITIA 2005 2010
1. PENASEHAT
Prof. Dr. H. M. Amien Rais
Prof. Dr. Ahmad Syafii Maarif
Prof. Drs. Asmani Abdurrahman
Prof. Dr. H. Ismail Suny, SH, MCL
Ustadz K.H. Abdurrahim Noor, MA
2. KETUA UMUM : Prof. Dr. H. M. Din Syamsuddin, MA
3. KETUA-KETUA :
Prof. Drs. H. Abdul Malik Fajar, M.Sc
Drs. H. Haedar Nashir, M.Sc
Drs. H. Muhammad Muqoddas, Lc, M.Ag
Prof. Dr. bambang Sudibyo
Dr. H. Sudibyo Mazkul
H. M. Uchlas Abror

4. SEKRETARIS UMUM : Drs. H. Abd. Rasyad Sholeh


5. SEKRETARIS-SEKRETARIS :

Drs. HA. Dahlan Rais M. Hum

Drs. HM. Goodwil Zubair


6. BENDAHARA UMUM : Prof. Dr. H. Zamzonsi
7. BENDAHARA : Prof. Dr. Fasichal Lisan, Apt

8. MAJELIS :
Majelis Tarjih dan tadjid
Majelis Tabligh dan dakwah Khusus
Majelis Pendidikan Taggi dan Litbang
Majelis Dikdasman
Majelis Ekonomi dan Kewirausahaan
Majelis Pendidikan Kader
Majelis Wakaf dan ZIS
Majelis Kesehatan dan Kesejahteraan Masyarakat
Majelis Pemberdayaan Masyarakat

LEMBAGA :
lembaga hikmah dan kebijakan public
Lembaga kerjasama dan hubungan luar negeri
Lembaga kerjasama seni budaya
Lembaga hukum dan HAM
Lembaga lingkungan hidup
Lembaga pustaka dan informasi
Lembaga pembinaan dan pengawasan keuangan
BIRO :
Biro Organisasi
Biro Keuangan
Biro Pengendalian Program

ORGANISASI OTONOM
MUHAMMADIYAH
1.

Pengertian Organisasi Otononom


adalah organisasi yang di bentuk oleh
perserikatan guna membina warga
Muhammadiyah dan kelompok mengakui
tentang bidang-bidang kegiatan yang diadakan
dalam rangka mencapai maksud dan tujuan
Muhammadiyah. Organisasi otonom diberi hak
dan wewenang mengurus rumah tangganya
sendiri dengan sumbangan dari pengurus dari
Pimpinan Muhammadiyah

2. Ada 3 Ciri Pokok Organisasi Otonom


a. Dibentuk oleh Muhammdiyah disyahkan
oleh sidang Tanwir
b. Hak otonom yang dulimpahkan terbatas
hak mengurus rumah tangga sendiri untuk
membina bidang-bidang kepemudaan,
kemahasiswaan, kewanitaan
c. Hak mengatur Rumah Tangga sendiri
adalah dalam rangka pencapaian tujuan
Muhammadiyah

3. Tujuan pembentukan Otonom

Efisiensi Persyarikatan Muhammadiyah


Dinamika Persyarikatan Muhammdiyah
Pengembangan Persyarikatan

4. Organisasi yang telah diakui sebagai


organisasi otonom Muhammadiyah

ORGANISASI OTONOM
Berdasarkan Anggaran Rumah Tangga (ART)
pasal 16, yaitu organisasi yang berwenang di
bawah organisasi Induk yang memiliki
kewenangan untuk mengatur Rumah
Tangganya sendiri, Organisasi Otonom
(ORTO) ini, adalah:

AISYIAH
Dasar didirikannya Muhammadiyah
KH. A. Dahlan tidak melupakan paranan kaum
wanita, bahkan ingin kaum wanita ikut maju
sesuai dengan tuntunan dan ajaran agama
Islam, mula-mula dengan mengadakan
pengajian-pengajian, kursus-kursus sekolah
putrid, akhirnya dibentuklah organisasi
Muhammadiyah untuk wanita dengan nama
AISYIAH.

2. Arti dari pada Aisyiah

AISYIAH adalah nama istri Nabi Muhammad


SAW, yang di tambah: Yamisbah yang
berarti pengikut (pengiring). Aisyiah
berjuang bersama-sama dengan
Muhammadiyah, menyampaikan ajaran
Islam, serta memahami hidup dan
perjuangan: Siti Aisyah RA

3. Sejarah berdirinya Aisyiah

Kira-kira pada tahun 1914, kursus-kursus


yang diadakan KH. A. Dahlan mendapat
kemajuan, dan selanjutnya diberi nama:
SOPOTRESNO. Pada tahun 1918
SOPOTRESNO diganti dengan nama
Aisyiah

NASIATUL AISYIAH (NA)


1. Sejarah berdirinya NA

Sekitar tahun 1919, di kampung Kauman Yogyakarta di


dirikan suatu perkumpulan anak-anak putri yang
dipimpin oleh Siswoproyo Wanito (SPW): untuk
mendidik, melatih putrid-putri Islam di luar rumah tangga
dan di luar sekolah dengan berbagai bentuk latihan
seperti: tabligh, memimpin rapat, mengaji, sholat
berjamaah, pekerjaan rumah tangga dll. Tahun 1931
SPW ini dijadikan urusan Aisyiah namanya diganti
dengan Nasyiatul Aisyiah (NA).

Pada Muktamar Muhammadiyah ke-36


tahun 1965, NA diberi wewenang untuk
mengurus kepentingan Rumah Tangganya
sendiri (diberi hak Otonom).

2. Arti Nasyiatul Aisyiah

Nasyiatul berarti: lembaga, bibit atau benih Nasyiatul


Aisyiah adalah nama perkumpulan Nasyiatul Aisyiah
adalah nama perkumpulan bagi anak-anak putri yang
diadakan untuk mencetak tunas
Aisyiah/Muhammadiyah.

3. Tujuan NA
Seperti tercantum dalam Anggaran Dasar NA, pasal 4

sebagai berikut : Terbentuknya pribadi putri Islam yang


berguna bagi agama, bangsa dan negara serta menjadi
pelopor, pelangsung dan penyempurna gerakan
Muhammadiyah.

PEMUDA MUHAMMADIYAH

Sejarah Berdirinya
Siswo Projo yang kemudian menjadi Pemuda
Muhammadiyah, bersamaan waktunya di adakan
perkkumpulan Siswo Projo Priyo (SPP) khusus bagi
anak laki-laki.
KH. A. Dahlan sekitar tahun 1918, menyampaikan
permikiran untuk anak-anak Muhammadiyah dididik
secara kepanduan, untuk membina mental, fisik serta
disiplin dan pada tahun 1918 itu juga berdiri Padvinder
Muhammadiyah atas usul: KHR. Hajid. Kemudian
dirubah namanya dengan Hizbul Wathon (HW).

Pada tahun 1924 Pimpinan Pusat


Muhammadiyah megadakan keputusan
bahwa HW merupakan bagian dari
Muhammadiyah, di bawah Majelis
Pendidikan dan Pengajaran.

Pada Muktamar ke-21 tahun 1930 di


Makasar diputuskan berdirinya:
Muhammadiyah bagian pemuda, dengan
persetujuan Majelis Tanwir Muhammadiyah
bagian Pemuda dijadikan suatu Organisasi
otonom

Pada zaman Revolusi kemerdekaan Indonesia


tahun 1945, kekuatan HW/Pemuda
Muhammadiyah berjuang mempertahankan
negara Republik Indonesia yang baru di
proklamirkan, aktif dalam barisan Sabilillah
Hisbulllah dan Tentara Pelajar.
Pada tahun 1950 Muktamar Muhammadiyah ke31 di Yogyakarta, diaktifkan kembali HW. Pad
Muktamar ke-32, di Purwokwrto 1953
diputuskan memberikan wadah tersendiri bagi
Pemuda Muhammadiyah (ortom), sedangkan
HW menjadi bagian dari Pemuda
Muhammadiyah.

IKATAN PELAJAR MUHAMMADIYAH

1. Sejarah Berdirinya IPM


Dalam perkembangannya Muhammadiyah yang
semakin besar dan luas, akhirnya menuntut
adanya organisasi pelajar yang nyata-nyata
akan menjadi pelopor, pelangsung dan
penyempurna amal usaha Muhammdiyah.
Dalam komperensi Pimpinan Daerah Pemuda
Muhammadiyah di Yogyakarta yang
berlanngsung dari tanggal 18 s/d 20 Juli 1960
dan tatkala IPM dibawa ke dalam Muktamar
Pemuda Muhammadiyah ke II tahun 1960
diambil keputusan:

A. Muktamar mengamanatkan PP Pemuda


Muhammadiyah untuk menyusun konsep IPM, dari hasil
Muktamar untuk segera dilaksanakan setelah
pernyesuaian pendapat dengan PP Muhammadiyah
Majelis Pendidikan dan pengajaran.
B. Muktamar meminta kepada PP Muhammadiyah majelis
Pendidikan dan Pengajaran supaya memberikan
kesempatan dan menyerahkan wewenang pembentukan
IPM kepada PP Muhammadiyah secara resmi pada
tanggal 16 Juli 1961 didirikan oraganisasi pelajar
Muhammadiyah dengan nama: Ikatan Pelajar
Muhammadiyah

2. Maksud dan tujuan IPM

Sesuai dengan Anggaran Dasar IPM


pasal 4: Terbentuknya pelajar muslim
yang berakhlaq mulia, cakap, percaya diri
sendiri dan berguna bagi masyarakat
dalam rangka mencapai tujuan
Muhammadiyah.

IKATAN MAHASISWA
MUHAMMADIYAH
1. Sejarah Berdirinya
Sejak tahun 1958 Muhammadiyah merasakan perlunya
pembinaan para mahasiswa muslim bagi
Muhammmadiyah yang siap dan sanggup serta
mampu meneruskan cita-cita perjuangan
Muhammadiyah. Atas prakarsa PP Pemuda
Muhammadiyah di Yogyakarta dari kelompok belajar
(study group) mahasiswa dibentuk Departemen
Kemahasiswan Universitas Muhammadiyah di
Yogyakarta mulai digagas perlu didirikan suatu
organisasi Mahasiswa Muhammadiyah

Walaupun belum mendapat persetujuan di


beberapa daerah: bandung, Medan, Jambi,
dll mulai dibentuk IMM.
Pada tanggal 14 Maret 1964 secara resmi di
Yogyakarta didirikan organisasi IMM kesatu
di Solo diputuskan suatu program penyatuan
segenap Organisasi IMM yang ada didaerahdaerah disatukan, yang berpusat di
Yogyakarta, resmi bernaung di bawah
bendera Muhammadiyah.

2. Maksud dan Tujuan Ikatan Mahasiswa


Muhammadiyah (IMM)

Dirumuskan dalam Anggaran Dasar IMM


Bab II pasal 6, sebagai berikut: Adalah
untuk membentuk akademi Islam dalam
melaksanakan tujuan Muhammadiyah.

LAMBANG
KEMUHAMMADIYAHAN

BENTUK LAMBANG

Lambang persyarikatan berbentuk matahari yang


memancarkan dua belas sinar yangmengarah ke segala
penjuru, dengan sinarnya yang putih bersih bercahaya. Di
tengah-tengah matahari terdapat tulisah dengan huruf Arab;
Muhammadiyah. Pada lingkaran atas yang mengelilingi tulisan
Muhammadiyah terdapat: tulisan berhuruf Arab, berujud
kalimat syahadat tauhid: Asyhadu anla ila-ha illa Allah (Saya
bersaksi bahwasannya tidak ada Tuhan keciali Allah), dan
pada lingkaran bagian bawah tertulis kalimat syahadat Rasul
Waasyhadu anna Muhammadan Rasulullahi (dan aku
bersaksi bahwa Muhammad adalah utusan Allah). Seluruh
gambar matahari dengan atributnya berwarna putih dan
terletak di atas warna dasar hijau daun.

MAKSUD LAMBANG

Matahari adalah merupakan salah satu benda


langit ciptaan (makhluk) Allah. Dalam sistem tatasurya matahari menempati posisi sentral
(heliosentris) yaitu menjadi titik pusat dari semua
planet-planet lain. Matahari merupakan benda
langit yang dari dirinya sendiri memiliki kekuatan
memancarkan sinar panas yang sangat berguna
bagi kehidupan biologis semua makhluk hidup
yang ada di bumi. Dan tanpa panas sinar matahari
bumi akan membeku dan gelap gulita, sehingga
semua makhluk hidup tidak mungkin dapat
meneruskan kehidupannya.

Muhammadiyah menggambarkan jati diri, gerak serta


manfaatnya sebagaimana matahari. Kalau matahari menjadi
penyebab lahiriyah berlangsungnya kehidupan secara biologis
bagi seluruh makhluk hidup yang ada di bumi, maka
Muhammadiyah akan menjadi penyebab lahirnya,
berlangsungnya kehidupan secara spiritual, rohaniah bagi semua
orang yang mau menerima pancaran sinarnya yang berupa
ajaran agama Islam sebagaimana yang termuat dalam Al-qur'an
dan as Sunnah. Ajaran Islam yang hak dan lagi sempurna itu
seluruhnya berintikan dua kalimat syahadat. Kehidupan
ruhaniyah karena sinar dua kalimat syahadat itulah digambarkan
oleh surat al-Anfal 24: Wahai orang-orang yang beriman!
Penuhilah seruan Allah dan seruan Rasul apabila Rasul menyeru
kalian kepada suatu yang memberi kehidupan kepada kalian.

Dua belas sinar matahari yang memancar ke seluruh penjuru


mengibaratkan tekad dan semangat warga Muhammadiyah
dalam memperjuangkan Islam di tengah-tengah masyarakat
bangsa Indonesia sebagai tekad dan semangat pantang mundur
dan menyerah dari kaum Hawary, yaitu sahabat nabi Isa as yang
jumlahnya dua belas orang. Karena tekat dan semanganya telah
teruji secara meyakinkan, maka Allah pun berkenan
mengabadikan dalam salah satu ayat Al-qur'an, yaitu surat asShaf ayat 14: Hai' sekalian orang yang beriman! Jadikanlah
kalian penolong-penolong (agama) Allah, sebagaimana ucapan
Isa putra Maryam kepada kaum Hawary: Siapa yang bersedia
menolongku (semata-mata untuk menegakkan agama Allah), lalu
segolongan bani Israil beriman dan segolongan (yang lain) kafir:
maka kami berikan kekuatan kepada orang-orang yang beriman
terhadap musuh-musuh mereka, maka jadilah mereka orangorang yang menang

. Warna putih pada seluruh gambar matahari melambangkan


kesucian dan keikhlasan. Muhammadiyah dalam berjuang untuk
menegakkandan menjunjung tinggi agama Islam tidak ada motif
lain kecuali semata-mata mengharapkan keridlaan Allah.
Keikhlasan yangmenjadi inti (nucleus) ajaran ikhsan
sebagaimana yang diajarkan Rasulullah saw benar-benar
dijadikan jiwa dan ruh perjuangan Muhammadiyah, dan yang
sejak awal kelahiran Muhammadiyah sudah ditanamkan oleh
KHA Dahlan. Sebab telah diyakini secara sungguh-sungguh
bahwa setiap perjuangan yang didasari oleh iman dan ikhlas
maka kekuatan apa pun tidak ada yang mampu mematahkannya
(lihat surat Shaad 73-85, as-Shaffat 138, al A'raf 11-18).

Warna hijau yang menjadi warna dasar


melambangkan kedamaian dan
kesejahteraan. Muhammadiyah berjuang di
tengah-tengah masyarakat bangsa Indonesia
dalam rangka merealisasikan ajaran agama
Islam yang penuh dengan kedamaian,
selamat dan sejahtera bagi umat manusia
(al-Anbiya' ayat 107).

MAKSUD & TUJUAN

Maksud dan tujuan Muhammadiyah didirikan


adalah Menegakkan dan menjunjung tinggi
agama Islam sehingga terwujud masyarakat
Islam yang sebenar-benarnya.
Menegakkan dan menjunjung tinggi Agama
Islam, maksudnya ialah berusaha mensucikan
dan memurnikan agama Islam menuju pada
Quran dan Sunnah Rasul, serta berusaha agar
orang-orang Islam mengerti ajaran Islam
dengan tulus ikhlas sehingga kebahagiaan dan
kesejahteraan luas merata

a.

b.

Islam mengajar kepada seluruh umat Islam


agar :
Selalu bersikap hormat, mengindahkan dan
mengamalkan segala ajaran Islam yang
terkandung dalam al-Quran dan al-Hadist
Selalu menjaga agama Islam agar jangan
sampai dinodai oleh musuh-musuh Islam
yang senantiasa berusaha
menghancurkannya

Oleh karena itu K H Ahmad Dahlan beserta


orang-orang Islam lainnya bersepakat untuk
mengadakan suatu kerjasama demi
mewujudkan kewajiban di atas. Selanjutnya
usaha kerjasama tersebut diwujudkan dalam
bentuk organisasi (Persyarikatan)
Muhammadiyah.
Dengan demikian maksud dan tujuan
organisasi Muhammadiyah tidak lain hanyalah
semata-mata untuk melaksanakan kewajiban
Allah yang dibebankan kepada seluruh umat
Islam

Agar dapat mewujudkan suatu tatanan


masyarakat yang baik, sejahtera, aman
damai baik lahir maupun batin, dibawah
naungan dan ampunan Allah.
Sifat-sifat masyarakat seperti itulah yang
dapat disebut masyarakat Islam yang
sebenar-benarnya, atau dalam istilah alQuran dikenal dengan :
Baldatun Thayyibatun Wa Rabbun
Ghafurun

Sebab Musabab Muhammadiyah didirikan


K.H. Ahmad Dahlan dalam usahanya
mendirikan Muhammadiyah antara lain
disebabkan oleh :
1. Perintah Allah yang terdapat dalam al-Quran,
terutama dalam surat Ali Imran ayat 104 yang
artinya : dan adakanlah diantaramu
segolongan orang yang mengajak kepada
ke-islaman, memerintahkan kebajikan dan
mencegah kemungkaran. Dan orang-orang
seperti itu termasuk golongan orang yang
berbahagia

2. Sikap dari sebagian umat Islam yang


semakin menjauhkan diri dari ajaran al-Quran
dan al-Hadist.
K.H.A. Dahlan menyaksikan dengan jelas, bahwa
banyak sekali orang-orang yang mengaku beragama
Islam, tetapi tidak mengerti ajaran Islam atau tidak
mengamalkannya, mereka masih meminta-minta
kepada selain Allah. Seperti datang ke kuburankuburan yang dianggap keramat, mendatangi
dukun-dukun untuk meramalkan nasibnya, percaya
kepada kekuatan ghaibnya keris dan tombak,
percaya pada ramalan burung, mencari jin dan
syetan untuk dijadikan sebagai pembantu dan lain
sebagainya.