Anda di halaman 1dari 24

DAKRIOSISTITIS

Oleh:
Novita Agustina
201420401011084
Kelompok B23

Pembimbing :
dr. Fatin H, Sp.M

FAKULTAS
KEDOKTERAN

UNIVERSITAS
MUHAMMADIYAH MALANG

SMF ILMU KESEHATAN MATA


RUMAH SAKIT UMUM DAERAH JOMBANG
2016

ANATOMI

Sistem lakrimal terdiri dari 2 bagian, yaitu :


Sistem produksi atau glandula lakrimal.
Glandula lakrimal terletak di temporo antero
superior rongga orbita.
Sistem ekskresi, yang terdiri atas pungtum
lakrimal, kanalikuli lakrimal, sakus lakrimal,
dan duktus nasolakrimal. Sakus lakrimal
terletak di bagian depan rongga orbita. Air
mata dari duktus nasolakrimal akan mengalir
ke dalam rongga hidung di dalam meatus
inferior.

Definisi

Dakriosistitis adalah suatu peradangan


kantung air mata yang biasanya dimulai
dengan tertutupnya duktus lakrimalis

EPIDEMIOLOGI

Penyakit ini sering ditemukan pada


anak-anak atau orang dewasa di atas
40 tahun dengan puncak insidensi
pada usia 60 hingga 70 tahun.

ETIOLOGI

Dakriosistitis akut pada anak-anak


biasanya
disebabkan
oleh
Haemophylus influenza
Pada
orang
dewasa,
biasanya
disebabkan
oleh
Staphylococcus
aureus
dan
Streptococcus

hemoliticus sedangkan dakriosistitis


kronis
disebabkan
oleh
Streptococcus pneumonia.

PATOFISIOLOGI
Sumbatan duktus lakrimalis
Penumpukan air mata, bakteri, debris
epitel
Pertumbuhan kuman
Dakriosistitis

GAMBARAN KLINIK

Gejala umum adalah mata berair dan


kotoran mata berlebih

Pada dakriosistitis berbentuk akut, di


daerah sakkus lakrimalis terdapat
gejala radang, rasa nyeri, serta bila
kantong ditekan keluar cairan purulen.
Kronik
keluarnya air mata dan bila
ditekan keluar cairan mukoid.

DIAGNOSIS

Anamnesis
Pemeriksaan Fisik
Pemeriksaan penunjang

Pemeriksaan Fisik

Dye dissapearance test (DDT) dilakukan


dengan meneteskan zat warna
fluorescein 2% pada kedua mata,
masing-masing 1 tetes. Kemudian
permukaan kedua mata dilihat dengan
slit lamp.

Fluorescein clearance test dilakukan untuk


melihat fungsi saluran ekskresi lakrimal.
meneteskan zat warna fluorescein 2%
pasien diminta berkedip beberapa kali dan
pada akhir menit ke-6 pasien diminta untuk
beringus (bersin) dan menyekanya dengan
tissue. Jika pada tissue didapati zat warna,
berarti duktus nasolakrimalis tidak mengalami
obstruksi

Anel test merupakan suatu


pemeriksaan untuk menilai fungsi
ekskresi air mata ke dalam rongga
hidung. Tes ini dikatakan positif bila
ada reaksi menelan.

Probing test bertujuan untuk


menentukan letak obstruksi pada
saluran ekskresi air mata dengan cara
memasukkan sonde ke dalam saluran
air mata.

Pemeriksaan Penunjang

CT Scan
Kultur

DIAGNOSIS BANDING

Selulitis orbita
Hordeolum

PENATALAKSANAAN

Anak-anak
Pengurutan

kantong air mata ke arah


pangkal hidung
Dapat diberikan antibiotik atau tetes
mata, sulfonamid 4-5 kali sehari
Bila 1 minggu dengan pengobatan ini
tidak
berhasil
dilakukan
probing
membrana nasolakrimalis

Dewasa
Akut:

- Kompres hangat berulang-ulang


- Antibiotik, baik sistemik maupun lokal
- Bila terjadi abses dapat dilakukan insisi dan
drainage
Menahun:
- Dicoba melakukan irigasi dengan antibiotik
bila penyumbatan menetap
- memperbaiki sumbatan dengan
dakriosistorinostomi, bila keadaan sudah
tenang

KOMPLIKASI

Fistula ke arah kulit


Selulitis orbita
abses

PENCEGAHAN

higienitas
pada
palpebra
,termasuk melakukan kompres
air hangat dan membersihkan
silia
higienitas nasal dengan spray
salin dapat mencegah obstruksi
aliran lakrimal bagian distal

PROGNOSIS

Dakriosistitis sangat sensitif terhadap


antibiotika namun masih berpotensi
terjadi kekambuhan jika obstruksi
duktus nasolakrimalis tidak ditangani
secara tepat, sehingga prognosisnya
adalah dubia ad malam.
Akan tetapi, jika dilakukan pembedahan
baik itu dengan dakriosistorinostomi
eksternal
atau
dakriosistorinostomi
internal, kekambuhan sangat jarang
terjadi sehingga prognosisnya dubia ad
bonam

TERIMA KASIH