Anda di halaman 1dari 34

Head Injury

Penyusun :
Lailatul Husna
111001155

Pembimbing :
dr. Darwan,
Sp.B
Kepanitraan Ilmu Bedah Rumah Sakit Umum Daerah
Kota Langsa Fakultas Kedokteran Universitas Islam
Sumatera Utara

Identitas Pasien

Nama : Agustina
Umur : 15 thn
Alamat : Sulum Sekerak, Aceh Tamiang
Agama : Islam
Pekerjaan : Pelajar
Suku : Tamiang
Pendidikan : SMP
Status : Belum Menikah
Masuk RS : 19 januari 2016

Primary Survey
A (airway) = Paten
B (breathing) = Baik
RR 20 x/ menit
TD 110/70 mmHg

C (circulation) = HR 72 x/ menit
D (disability) = GCS 15 ( E=4, V=5,
M=6) , Pupil isokor (+)

Secondary Survey
Keluhan utama:
Nyeri Kepala
Telaah
Pasien datang ke RSUD Langsa dengan luka robek pada
bagian samping kepala yang diakibatkan karena
terjatuh dari sepeda motor dan mengalami benturan
di jalan. Kecelakaan terjadi 1 jam sebelum Os dibawa
kerumah sakit, kecelakaan dikarenakan Os disenggol
oleh sepeda motor lain dengan arah yang sama.
Riwayat penurunan kesadaran (-), pendarahan (+),
bengkak (+), mual (+), muntah (-), hilang ingatan (-).

Riwayat penyakit terdahulu:


Disangkal
Riwayat kebiasaan pasien :
Disangkal

Keadaan Umum
Kesadaran : Compos mentis
Tekanan Darah : 110/70 mmhg
Nadi
: 72 x/i
Pernapasan
: 20 x/i
Suhu tubuh
: 36,7 C

Pemeriksaan Fisik
Status Generalisata
Kepala : Luka robek regio temporal ukuran
kira-kira 10x5cm
Wajah : tidak ada tanda-tanda laserasi
Rambut : Hitam, tidak mudah dicabut
Mata: Konj. Anemis (-/-), sklera ikterik (-/-),
Pupil isokor (+/+), refleks cahaya (+/+)

Telinga : Membran timpani intak, sekret


(dbn), serumen(-/-)
Hidung : Septum nasi midline, sekret
(-/-)
Mulut : Mukosa oral berwarna merah
muda
Leher
trachea midline, KGB tidak teraba
Thorax
Paru-paru (dbn)

Abdomen

Ekstremitas
Akral hangat, refleks fisiologis (dbn),
refleks patologis (-/-)
Genetalia
DBN

Status Lokalisata
Regio : Temporal
Inspeksi :
Luka robek pada bagian samping kepala
ukuran kira-kira 10x5cm dengan kedalaman
kira-kira 0,5 cm, bentuk luka tidak beraturan,
dijumpai otot pada dasar luka dan berisi darah.
Palpasi :Nyeri tekan (+)

Pemeriksaan Penunjang
Laboratoriu
m
Hemoglob
in
Hematokri
t
Leukosit
Trombosit
Fibrinogen
Prothromb
in time

Nilai

11,3 gr/dl
35,0 %
16260
188000

Nilai
Normal
12-16
gr/dl
40-45%
400010000/
150000400000/
180-450
11-18

Diagnosa Kerja
Head injury GCS 15 + vulnus
laseratum temporal
Terapi
-Inf RL 20 gtt/i
-Inj. Cefotaxime 1 gr/ 12 jam
-Inj. Transamin 1 amp

Anatomi Kepala

HEAD INJURY
(Trauma Kepala)
50% dari kematian karena trauma
berhubungan dengan trauma kepala, dan
lebih
dari
60%
kematian
trauma
kendaraan bermotor akibat injury pada
kepala.
Trauma pada kepala dapat menyebabkan
fraktur pada tengkorak dan trauma jaringan
lunak / otak atau kulit seperti kontusio /
memar otak, edema otak, perdarahan atau
laserasi, dengan derajat yang bervariasi
tergantung pada luas daerah trauma.

Secara praktis dikenal 3 deskripsi klasifikasi


trauma kepala yaitu berdasarkan :
1.

1. Mekanisme trauma kepala


Trauma kepala tumpul, berhubungan
dengan kecelakaan mobil/motor, jatuh
atau pukulan benda tumpul
Trauma kepala tembus, disebabkan
oleh peluru atau luka tusuk
Adanya penetrasi selaput dura
menentukan apakah suatu trauma
termasuk trauma tembus atau trauma
tumpul

2. Beratnya
Penilaian GCS untuk menentukan
beratnya cedera kepala
GCS 3-8 dikatan koma dimana penderita
tidak mampu melaksanakan perintah,
tidak dapat mengeluarkan suara dan
tidak dapat membuka mata
GCS 15 dikatakan sadar dimana
penderita mampu membuka kedua mata
dengan spontan, mematuhi perintah
dan berorientasi baik

3. Morfologi
Fraktur kranium
Dapat terjadi pada dasar atau atap tengkorak,
dapat berbentuk garis/bintang dan dapat pula
terbuka atau tertutup.
Fraktur dasar tulang tengkorak ditandai dengan:
1. Racoon eyes sign
2. Battles sign
3. Kebocoran CSS ( rembesan cairan CSS di hidung
atau telinga)
4. Paresis nervus fasialis
5. Lesi intra kranial

Lesi Intrakranial
Pendarahan epidural (hematoma epidural)
Pendarahan subdural
Pendarahan Intraserebral
Kontusio (memar otak)
Fraktur (retak tulang tengkorak)

ILUSTRASI

Pendarahan epidural

Pendarahan subdural

Pre
Pasca Operasi
operasi
Intraserebral

Intraserebral
hematom

CT scan
Impresi Fraktur

TINDAKAN OPERATIF FRAKTUR DEPPRESI

Trauma tembus

Penatalaksanaan di RS
Penderita dengan GCS<13
- Umum

Oksigen dan masker


Pasang collar brace
Atasi hipotensi dengan RL atau NaCl 0,9%
Posisi berbaring, kepala lebih tinggi 20 dari badan
Pasang NG tube untuk mengeluarkan isi lambung,
mencegah aspirasi
Periksa kadar Hb dan gula darah
Nb: Observasi ketat tiap 15 menit selama 6 jam
pertama, dan 30 menit selama 6 jam berikutnya

Terapi
- Medikamentosa
-

Antibiotik, bila ada luka atau indikasi lain


Anti tetanus bila lukanya kotor
Analgetik
Anti muntah
Neurotopik
Anti kejang
Obat penenang

THANK YOU