Anda di halaman 1dari 27

ABORTUS

P E M B I M B I N G: D R I S R IN I L Y A S , S P O G

SAMANTHA & GRACE STEFANI

Identitas pasien
Nama : Ny. M
Umur : 27th
Pendidikan : D3
Agama : Islam
Suku/bangsa : jawa

Nama suami : Tn. L


Umur : 28th
Pendidikan : D3
Agama : Islam
Suku/bangsa : jawa

Anamnesis
Keluhan utama : tidak merasasakan pergerakan

janin
Riwayat perjalanan penyakit os mengaku mens
terakhir nya pda tgl 28 maret 2016. setelah itu ia
tidak mens lagi bulan berikutnya maka os mencoba
tes kehamilan dengan tes pack dan hasilnya positif.
Untuk menyakinkan lagi maka os datang
memeriksakan dirinya ke dokter kandungan, saat itu
dipertegas bahwa os sedang hamil.

Saat itu os yg berprofesi sbg perawat sering kali

melakukan tindakan CPR dan membantu pasien


mobilisasi. Os mengaku tidak pernah keluar darah
maupun flek dari kemaluannya. Pada tgl 25 mei
2016 os kembali ke dokter untuk kontrol kehamilan.
Ketika diperiksakan os mengaku tidak merasakan
pergerakan janin. Ketika di USG tidak tampak
jantung dari sang janin. Maka dianjurkan seminggu
kemudian untuk melakukan pemeriksaan ulang.
Ketika diperiksakan 1 minggu kemudian ditegakkan
bahwa os mengalami kematian mudigah.

Riwayat haid
Menarche 12th
Siklus 30 hari
Lamanya 5-6hari

Riwayat pernikahan
Kawin : sudah
Kawin : 1x
Dengan uami sekarang sudah 1 tahun

Riwayat obstetrik
Hpht 28 maret 2016
Usia kehamilan sekarang 9 minggu
Riwayat KB belum menggunakan
Riwayat penyakit dahulu os tidak ada riwayat

DM, HT, alergi/asma, os tidak pernah ada riwayat


operasi
Riwayat penyakit keluarga tidak ada anggota

keluarga yang menderita sakit berat, DM, Ht,

Pemeriksaan Fisik
Keadaan umum tampak sakit ringan
Kesadaran CM
Suhu : 36,6c
TD : 110/70
BB : 52Kg
TB : 158Cm
Nadi : 76x/menit
RR : 18x/menit
Kulit : sawo matang, tidak tampak bekas

luka/jejas/tanda-tanda kekerasan

Kepala : normochepal
Wajah : simetris
Mata : konjungtiva tidak anemis, sklera tidak ikterik,

reflek cahaya langsung dan tidak langsung +/+


Telinga : normotia, tidak ada sekret, liang lapang
gendang telinga intak
Hidung : tidak ada sekret, tidak ada septum deviasi
Gimul : tidak ada gigi berlubang, mukosa lembab
Leher : tidak ada pembesaran tiroid, JVP tidak
meningkat

Dada : simetris
Jantung : bj 1-2 murni reguler, tidak ada murmur,

tidak ada gallop


Paru : vesikuler pada kedua lapang, tidak ronki,
tidak wheezing
Abdomen : supel, tidak ada nyeri tekan, bu +
normoperistaltik. Hepar dan lien tidak teraba
Refleks : bisep +/+, trisep +/+, patella +/+, achilles
+/+
Tidak ditemukan reflek patologis

Extremitas : tampak simetris tidak ada kelainan


Sensibilitas : baik, tidak ditemukan kelainan
Pertumbuhan rambut : kumis (-), ketiak dalam batas

normal, pubis dalam batas normal, pubis (-), betis (-)


Payudara : simetris, puting susu menonjol

Pemeriksaan penunjang
USG didapatkan kesan kematian mudigah

Differential diagnosis
Missed abortion
Abortus inkomplit
Abortus insipien
Diagnosis missed abortion

Saran
Dapat dilakukan pemeriksaan fibrinogen untuk

menegakkan missed abortion


Rencana terapi tindakan kuretase.
Pada pasien ini harus dilakukan kuret untuk

mengambil jaringan-jaringan yang sudah mati


dengan tujuan untuk membersihkan uterus sehingga
ke depannya os dapat hamil kembali

Prognosis bonam
Edukasi karena pekerjaan os sebagai perawat

disarankan untuk mengurangi kegiatan yg menguras


banyak tenaga seperti mengangkat berat, tindakan
CPR, dll. Asupan gizi yg cukup dan bergizi sangatlah
penting dari masa sebelum kehamilan-kelahiran.

I.

DEFINISI
Abortus adalah suatu proses berakhirnya suatu kehamilan, dimana
janin belum mampu hidup di luar rahim ( belum viable ) dengan criteria
usia kehamilan kurang 20 minggu atau berat janin kurang dari 500 gram.
II. ETIOLOGI
Factor-faktor yang menyebabkan kematian fetus adalah factor ovum
sendiri, factor ibu, dan factor bapak, antara lain :
. Kelainan Ovum
. Kelainan pertumbuhan hasil konsepsi
. Kelainan Sirkulasi plasenta
. Penyakit pada ibu
. Kelainan pada traktus genitalia
. Inkompetensi cervix
. Antagonis Rhesus
. Terlalu cepatnya korpus luteum menjadi atrofis; atau faktor serviks
yaitu inkompetensi serviks, sevisitis.
. Penyakit bapak

III. FREKUENSI
Makin tua umur, abortus makin sering terjadi. Demikian
juga dengan semakin banyak anak, abortus juga akan
semakin sering terjadi
Semakin tua umur kehamilan, kemungkinan abortus
makin kecil
Wanita < 20 tahun abortus 12%
Wanita > 40 tahun abortus 26%
Umumnya abortus terjadi pada kehamilan 12 minggu
Setelah aborsi, 2 minggu kemudian sudah bisa berovulasi
Bila kehamilan kurang dari 12 minggu janin sudah mati
dulu di dalam baru keluar
Bila kehamilan lebih dari 12 minggu janinnya masih hidup
ketika keluar, matinya di luar

IV. PATOLOGI
Pada permulaan, terjadi perdarahan dalam desidua
basalis, diikuti oleh nekrosis jaringan sekitar, kemudian
sebagian atau seluruh hasik konsepsi terlepas. Karena
dianggap benda asing maka uterus berkontraksi untuk
mengeluarkannya. Pada kehamilan dibawah 8 minggu hasil
konsepsi dikeluarkan seluruhnya, karena vili korealis belum
menembus desidua terlalu dalam sedangkan pada kehamilan
8-14 minngu telah masuk agak dalam sehingga sebagian
keluar dan sebagian lagi akan tertingga karena itu akan terjadi
banyak perdarahan.

V. KLASIFIKASI
Abortus dapat dibagi atas dua golongan :
Abortus Spontan
Adalah abortus yang terjadi dengan tidak didahului factor-faktor
mekanis ataupun medisinalis, semata-mata disebabkan oleh factorfaktor alamiah.
Abortus Provakatus (induced abortion)
Adalah abortus yang disengaja, baik dengan mengunakan obatobatan ataupun alat-alat. Abortus ini terbagi lagi menjadi :
Abortus Medisinalis
Adalah abortus karena tindakan kita sendiri, dengan alasan bila
kehamilan dilanjutkan dapat membahayakan jiwa ibu (berdasarkan
indikasi medis).
Abortus Kriminalis atau tidak aman
Adalah abortus yang terjadi oleh karena tindakan-tindakan yang
tidak legal atau tidak berdasarkan indikasi medis.

KLINIS ABORTUS SPONTAN


Dapat di bagi atas :
1. Abortus Imminens ( Threatened abortion, Abortus mengancam )
Adalah proses awal dari suatu keguguran, yang ditandai dengan
perdarahan pervaginam, sementara ostium uteri eksternum masih tertutup
dan janin masih dalam intrauterine. Dapat diagnosa dengan dijumpai
adanya perdarahan pervaginam timbul pada pertengahan trimester pertama,
dimana dapat terjadi pada wanita pada permulaan terjadinya implantasi,
merupakan keadaan yang wajar. Perdarahan biasanya sedikit, hal ini dapat
terjadi beberapa hari. Separuhnya akan mengalami keguguran/ abortus
2. Abortus Incipien (Inevitable abortion, Abortus sedangberlangsung)
ialah proses abortus yang sedang berlangsung dan tidak dapat dicegah lagi,
ditandai dengan terbukanya ostium uteri eksternum, selain perdarahan
juga
Ditandai dengan robeknya selaput amnion dan adanya pembukaan serviks.
Dimana terjadi kontraksi uterus untuk mengeluarkan hasil konsepsi.

3. Abortus Kompletus
ialah proses abortus dimana keseluruhan hasil konsepsi (desidua dan fetus)
telah keluar melalui jalan lahir sehingga rongga rahim kosong.
4. Abortus Inkompletus
Adalah proses abortus dimana sebagian hasil konsepsi telah keluar melalui
jalan lahir, yang tertinggal adalah desidua atau plasenta.
5. Missed Abortion
ialah berakhirnya suatu kehamilan sebelum 20 minggu, namun
keseluruhan hasil konsepsi tertahan dalam uterus 6 minggu atau lebih.
6. Abortus Habitualis
ialah abortus yang terjadi tiga kali berturut turut atau lebih oleh sebab
apapun. Abortus recurrent :
abortus berulang
spontan bisa terjadi sampai 3 kali atau lebih (baik incompletus maupun
completus)

7. Abortus Habitualis
ialah abortus yang terjadi tiga kali berturut turut atau lebih oleh sebab
apapun. Abortus recurrent :
abortus berulang
spontan bisa terjadi sampai 3 kali atau lebih (baik incompletus maupun
completus)
8. Septic Abortion
ialah suatu komplikasi lebih jauh daripada abortus infeksious, dimana
terjadi penyebaran kumanatau toksinnya ke dalam peredaran darah
atau peritoneum.
9. Unsafe Abortion (abortus tak aman)
Ialah Upaya untuk terminasi kehamilan muda di mana pelaksan
tindakan tersebut tidak cukup keahlian dan prosedur standar yang
aman sehingga dapat membahayakan keselamatan jiwa pasien

VI. PEMERIKSAAN PENUNJANG


Pemeriksaan penunjang ini diperlukan dalam keadaan
abortus imminens, abortus habitualis dan missed abortion :
1.Pemeriksaan ultrasonographi atau Doppler untuk
menentukan apakah janin masih hidup atau tidak, serta
menentukan prognosis.
2.Pemeriksaan kadar fibrinogen pada missed abortion.
3.Tes kehamilan.
4.Pemeriksaan lain sesuai dengan keadaan dan diagnosis
pasien.

VII. PENYULIT
1.Anemia : biasanya tipe hemoragik dan pengobatannya
dengan pemberian darah atau komponen darah.
2.Infeksi : umumnya terjadi dari luar ( akibat penanganan
yang tidak memadai, misalnya abortus provokatus oleh
dukun ) tapi dapat juga setelah tindakan di RS. Dalam
keadaan infeksi sebaiknya tidak dilakukan evakuasi dulu
sebelum diberikan payung antibiotika.
3.Perforasi : biasanya adalah akibat tindakan profokatus
atau pada saat dilakukan kuretase. Untuk mencegah
diberikan uterotonika, lakukan sonde untuk menentukan
arah dan ukuran uterus.

VIII. KOMPLIKASI ABORTUS


Perdarahan (hemorrhage)
Perforasi : sering terjadi sewaktu dilatasi dan kuretase yang
dilakukan oleh tenaga yang tidak ahli seperti bidan dan
dukun.
Infeksi dan tetanus
Payah ginjal akut
Syok, pada abortus dapat disebabkan oleh:
Perdarahan yang banyak disebut syok hemoragik
Infeksi berat atau sepsis disebut syok septik atau endoseptik
IX. LAMA PERAWATAN
Kecuali jika terjadi komplikasi, perawatan terhadap pasien
biasanya tidak perlu ( pasien dapat langsung pulang ) setelah
observasi perdarahan selama 2 jam pertama.

X. PATOLOGI ANATOMI
Jaringan hasil konsepsi yang dilakukan kuretase dapat
dikirim ke laboratorium PA, jika fasilitas memungkinkan.
XI. DIAGNOSIS BANDING
1.KET : nyeri lebih hebat dibandingkan abortus.
2.Mola Hidantidosa : uterus biasanya lebih besar daripada
lamanya anmenore dan muntah lebih sering.
3.Kehamilan dengan kelainan serviks seperti karsinoma
servisi uteri, polipus uteri, dsb.

Terima kasih