Anda di halaman 1dari 34

REFERAT

Metakognitif Untuk Anak


dengan Gangguan Belajar
Pembimbing : dr. Suzy Yusna Dewi,
SpKJ (K)
Koas UPN
: Riska Kurniawati,
S.Ked

Definisi Metakognitif

Pengetahuan Metakognitif
Merujuk pada kesadaran & pemahaman
yang mendalam mengenai proses &
produk yg dimiliki seseorang

Proses Metakognitif
Merujuk pada kemampuan seseorang
utk memonitor/meregulasi kognisinya
slm pemecahan masalah

Walaupun sejumlah penelitian telah


mengeksplorasi bagaimana proses
metakognitif dari monitoring & kontrol
dapat
mempengaruhi
pemikiran
Level Objects namun hanya 3 dari
proses dibawah ini yg diteliti scr luas
dlm literatur perkembangan

Ease of Learning
Judgements
Merup. Prediksi dari rentangan memori
yg dimiliki seseorang
Tjd pada tahap lanjut dalam mempelajari
sesuatu yg baru & kemudian dijadikan
referensi bagi item yg blm pernah
dipelajari (Schneider & Lockl, 2007)
Merujuk pd suatu kondisi individu mjd
sadar bahwa sesuatu adalah lebih
mudah diingat daripada yg lain

.... Ease of Learning


Judgements
Contoh eksperimen: partisipan diminta
utk memperkirakan seberapa mudah
mereka mampu mengingat sejumlah
daftar fakta2.
Eksperimen yg akurat: partisipan mampu
utk
mengestimasi
scr
adekuat
panjangnya daftar kata2 yg akan mereka
recall dari memory (Bares, 2011)

....Ease of Learning
Judgements
Hasil penelitian ini
bahwa anak2 yg lebih
estimasi yg lebih
mereka, berkebalikan
lebih tua

menunjukkan:
muda memiliki
thd memori
dgn anak usia

Feeling of Knowing
Judgements
Merujuk pd perasaan yg dialami ketik
item2 tsb tidak mampu dipanggil lagi ke
dalam memori.
Terdapat pd kemampuan seseorang utk
menentukan apakah item2 yang tidak
mampu dipanggil kembali dari memori
adalah sungguh2 disimpan dlm memori
(e.g: perasaan yg dialami saat mencoba
utk mingat nama dari teman lama
namun gagal)

....Feeling of Knowing
Judgements
Perasaan tidak mampu memanggil kembali
nama dari teman tsb, namun tahu bahwa
nama tsb ada dl memori seseorang, tjd sbg
hsl dr monitoring meta level dr aktivitas
recall.
Contoh eksperimen: meminta anak2 utk
memberi
definisi
kata2/kosakata
(yg
meningkatkan taraf kesulitannya) sampai
mereka menyebutkan kata2 yg salah atau
tidak mampu lagi memberikan jawabannya.

....Feeling of Knowing
Judgements
Eksperimen yg akurat: tjd saat sebuah kata
dihadirkan dgn definisi yg tdk diketahui & hsl
dr pencarian memori seseorang diperoleh
kesimpulan bahwa org tsb tdk mengetahui
definisinya.
Di satu eksperimen: Sekelompok anak2
Jerman kls 1-4 SD diberi tes utk mengungkap
keakuratan Feeling of Knowing Judgements
Hasil penelitiannya: mengindikasikan bahwa
kesalahan dlm memberikan definisi yg salah
merupakan hal yg konsisten tjd tiap usia

....Feeling of Knowing
Judgements
Pada semua usia anak2 ditemukan
adanya
ketidak-akuratan
dlm
monitoring memori mereka, sebab
mereka memberikan definisi pd
kata2 yg scr faktual tdk mereka
ketahui

Comprehension
Monitoring
Flavel, dkk (dalam Bares, 2011)
meminta partisipan usia 6 thn & 8 thn
utk
mendengarkan
instruksi
yg
dimainkan mll taperecorder mengenaik
bagaimana membuat sebuah sruktur
bangunan dengan menggunakan balok.
Tujuan: utk mengetahui perilaku anak2
dlm mengikuti instruksi yg spesifik.

....Comprehension
Monitoring
Hasil :
1.Bbrp instruksi mudah utk dipahami tp
yg lainnya tidak, bbrp kata tidak dapat
didengar (dalam instruksi yg tdk
mampu dipahami).
2.Menunjukkan bahwa anak2 usia 6 thn &
8 thn tsb memiliki derajat yg berbeda
dlm melakukan monitoring

....Comprehension
Monitoring
Perubahan
kemampuan
anak
utk
memonitor & meregulasi operasi mental
berhub.dgn usia.
Perkembangan kritis dlm monitoring &
kontrol teramati slm masa kanak-kanak
tengah & akhir.
Metakognisi berkembang seiring usia &
dipengaruhi juga oleh latihan (Larkin,
2006).

Penyebab terjadinya Distorsi kognitif


pada anak lebih dikarenakan tahapan
perkembangan proses kognitif yang
masih terbatas.
Tahap konkret operasional, pola pikir
yang
kaku,
egosentris,
dualisme
menyebabkan anak mudah salah false
belief dalam menginterprestasikan
informasi dan pengalamannya

Macam-Macam Distorsi
Kognitif

Berdasarkam pengembangan Taksonomi


Bloom, dibuatlah Parameter proses
kognitif utk mengukur perkembangan
tahapan proses kognitif yg harus dicapai
dlm Intervensi, mulai dari:

Intervensi Ini Meliputi Teknik


Pelatihan, Dimulai Dari:

Intervensi
menggunakan
Media
buku cerita bergambar karena lebih
efektif menarik minat anak utk bs
mempertahankan perhatiannya.

Intervensi
Metakognisi

Mampu meningkatkan self awareness sbg kontrol


diri anak thd diri & lingkungannya yg berpengaruh
pada fungsi kognitif

Intervensi berbasis metakognitif mudah diterapkan


karena mendekati proses pembelajaran yg biasa
diterima di sekolah

3 Tahapan Intervensi

Media
Anak usia 6 16 tahun : buku cerita
dibanding media lain dgn tema
fantasi & penuh metafora.
Anak usia 9 tahun dewasa : buku
dgn info yg lengkap, olahraga &
pemikiran logis

Cerita tema & bergambar akan membuat


anak-anak mudah utk mempertahankan
konsentrasi mereka.
Banyak tahapan kegiatan kognitif yg
terlibat utk mencapai wawasan:

1. Kognitif, keseimbangan
afektif & pengembangan
kepribadian normal

Pada dasarnya tntg kemampuan koordinasi


informasi berdasarkan rasa, fantasi &
lingkungan
Anak < 5 thn : mgunakan kontrol kognitif
dgn orientasi fantasi dr pengalaman awal
mll simbol ttt
Anak 5-9 tahun : memiliki kontrol kognitif yg
berorientasi pd lingkungan luar
Anak > 9 tahun : memiliki kontrol kognitif
lbh fleksibel

2. Kognitif, Ketidakseimbangan
Afektif & Psikopatologi

Anak < 9 tahun bekerja lbh dalam di


fantasi & metafora
Dari Anak usia 9 thn dewasa
memiliki 1-3 patologi kognitif dgn
orientasi
di orientasi
:
Rigiditas
dlm
luar spt terbatas &
kemampuan dlm informasi ukuran
Rigiditas di luar informasi ukuran
Orientasi yg terbatas dlm tahap yg lbh ekstrim di
dalam/luar sumber informasi

Reynold,
Weiner
&
Miller,
2009.
3 jenis proses bgmn pengetahuan dpt
termasuk dlm komponen metakognitif

Untuk mencapai target


intervensi diperlukan 5 jenis
target tipe belajar
Pembelajaran kognitif, termasuk belajar membaca,
menulis, menghitung yg berhub. Dgn ketrampilan
akademik
Belajar emosional, termasuk pendekatan

psikologi utk menciptakan kenyamanan &


motivasi belajar

Belajar sosial, termasuk kepercayaan diri &


keterbukaan utk menerima bimbingan & kerjasama
orang lain
Belajar fisik, meningkatkan kesadaran diri & kontrol
diri spt menulis analisis & memberikan ringkasan
Belajar Reflektif, termasuk proses evaluasi yang
mana strategi belajarnya relevant untuk tiap topik