Anda di halaman 1dari 34

Asuhan Gizi Tn.

A Dengan Diabetes Melitus di


Paviliun Flamboyan Rumah Sakit Pusri
Palembang

PENDAHULUAN
LATAR BELAKANG
Indonesia merupakan negara keempat yang memiliki jumlah penderita Diabetes
Melittus ( DM ) terbanyak di dunia. Menurut American Diabetes Asociation (ADA), DM
dapat diklasifikasikan menjadi beberapa tipe yakni : DM tipe 1, DM tipe 2, DM
Gestasional dan DM tipe lain. Dari beberapa tipe yang ada, DM tipe 2 merupakan jenis
yang paling banyak ditemukan yaitu berkisar 90 95 % ( ADA, 2015 ). Di Indonesia
diperkirakan jumlah penderita DM mencapai 14 juta orang pada tahun 2006, dimana
hanya 50 % saja yang menyadari mengidap DM dan hanya 30 % diantaranya yang
datang berobat secara teratur (WHO, 2008). Menurut laporan Riset Kesehatan Dasar
(Riskesdas) tahun 2013, prevalensi DM di Indonesia sebesar 1,5 %.
Dari laporan tahun 2015 di Zaal Flamboyan Rumah Sakit Pusri didapat bahwa
persentase penyakit Diabetes Melitus 17,5 % ( 152 orang dari 871 penderita ) dan
merupakan penyakit terbesar ( no 1 ) dari 10 penyakit terbesar yang ada di Zaal
Flamboyan Rumah Sakit Pusri.

PENDAHULUAN
TUJUAN

Tujuan umum : Dapat memberikan asuhan gizi pada pasien rawat


inap dengan Diabetes
Tujuan khusus :
1. Mengetahui adanya hubungan antara pola makan atau
kebiasaan makan dengan kadar gula darah pada penderita
Diabetes Melitus
2. Mengetahui adanya hubungan antara kepatuhan diet dengan
kadar gula darah pada penderita Diabetes Melitus
3. Mengetahui adanya hubungan antara aktivitas fisik dengan
kadar gula darah pada penderita Diabetes Melitus

GAMBARAN RUMAH SAKIT PUSRI


SEJARAH

Rumah Sakit Pusri bermula dari klinik milik kontraktor utama proyek pembangunan PT Pusri
yaitu Morrison Knudsen Of Asia. Kemudian pada 1963 klinik tersebut disebut dengan rumah
sakit.
Pada tanggal 3 Desember 1973 Rumah Sakit Pusri bertambah jenis layanan berupa hygiene
perusahaan , BKIA/KB dan kesehatan gigi dan didukung sarana yang lengkap
Tanggal 31 desember 1973 Direktur Pusri meresmikan Rumah Sakit Pusri menjadi pusat
kesehatan perusahaan (industrial health Centre ) yand di singkat menjadi pusat kesehatan
Tanggal 29 September 1986 Pusat Kesehatan berubah menjadi Dinas Pelayanan Kesehatan
yang semula mencakup fungsi kuratif, preventif dan rehabilitatif berubah misinya yaitu
Rumah Sakit menjadi fungsi kuratif dan rehabilitatif saja , sedangkan fungsi preventif dan
promotif dikelola oleh bagian Kesehatan Kerja Departemen PKL.
Tahun 2001 PT Pusri melakukan spin off terhadap Rumah Sakit Pusri dan beralih menjadi
Yayasan Pusri Medika ( YPM ).
Dan pada tanggal 30 Agustus 2006 Yayasan Pusri Medika ( YPM ) berubah dan pada tanggal 1
September 2006 rumah sakit menjadi swadaya murni sebagai PT Graha Pusri Medika .

GAMBARAN RUMAH SAKIT PUSRI


VISI, MISI DAN TATA NILAI PUSRI
Visi Rumah Sakit Pusri :
Mewujudkan Rumah Sakit Pusri menjadi pilihan utama untuk masyarakat Palembang dan
sekitarnya.
Misi Rumah Sakit Pusri :
Memberikan pelayanan kesehatan perumahsakitan kepada karyawan/ pensiunan/ keluarga
PT Pusri dan Anak Perusahaannya serta masyarakat umum.
Menyelenggarakan pelayanan kesehatan perumahsakitan secara profesional dan bermutu.
Melakukan pengelolaan rumah sakit secara efektif dan efisien dengan tetap memperhatikan
fungsi sosial.
Melaksanakan kerjasama sinergik dengan instansi/ pihak lain secara harmonis dan
berkesinambungan
Meningkatkan profitabilitas perusahaan untuk semakin tumbuh dan berkembangnya Rumah
Sakit Pusri.

GAMBARAN RUMAH SAKIT PUSRI


Tata Nilai (Values)
Tata nilai rumah sakit Pusri disingkat FIRST yaitu :
F ( Fast )
I

: Aktivitas kerja/ pelayanan cepat, tepat dan akurat

( Integritas )

: Loyalitas yang tinggi terhadap organisasi

R ( Responsible ) : Tanggap dan peduli terhadap pelayanan


S

( Smile )

: Senyum dengan tulus dan ramah dalam pelayanan

( Touch )

: Melayani dengan sentuhan perhatian dan tindakan

Motto

MELAYANI SAHABAT MENUJU SEHAT.

UNIT GIZI

UNIT GIZI

UNIT GIZI
KEGIATAN YANG DILAKUKAN DI UNIT GIZI
Kegiatan pelayanan gizi rumah sakit meliputi :
Penyelenggaraan Makanan:
a. Perencanaan anggaran
b. Perencanaan menu
c. Pengadaan bahan makanan
d. Penerimaan bahan makanan
e. Penyimpanan bahan makanan
f.
Persiapan bahan makanan
g. Pengolahan bahan makanan
h. Penyimpanan makanan
i.
Pendistribusian makanan
j.
Pencatatan dan pelaporan
Asuhan
b.
c.
d.

Gizi Rawat Inap: a. Pengkajian gizi/ Assesmen


Diagnosis gizi
Intervensi gizi
Monitoring dan Evaluasi Gizi

Asuhan Gizi Rawat Jalan:


b. Penyuluhan gizi

a.

Konsultasi gizi

UNIT GIZI
URAIAN TUGAS
Pelaksana Asuhan Gizi
Tugas pokok
Melaksanakan pelayanan gizi bagi pasien rawat inap dan rawat jalan
Uraian tugas
Perencanaan
Merencanakan kegiatan penyelenggaraan makanan
Merencanakan kegiatan pelayanan gizi di ruang perawatan
Merencanakan menu makanan pasien ( biasa, diet )
Merencanakan dan mengembangkan menu
Merencanakan pengawasan mutu makanan
Pelaksanaan
Melakukan kegiatan penyelenggaraan makanan bagi pasien
Melakukan kegiatan asuhan gizi bagi pasien di ruang rawat
Melakukan konseling gizi
Mengumpulkan, menyusun dan menggunakan materi dalam memberikan edukasi gizi
Menggunakan hasil penelitian terkini dan interpretasi yang berkaitan dengan asuhan gizi
Menyusun spesifikasi bahan untuk pengadaan makanan dan peralatan
Membuat laporan penerimaan bahan makanan
Melaksanakan sanitasi dan keselamatan kerja di unit gizi
Ikut serta menjaga keamanan peralatan di unit gizi
Melakukan tugas lain demi kepentingan gizi
Menetapkan standar sanitasi, keselamatan dan keamanan makanan

UNIT GIZI
URAIAN TUGAS
Pelaksana Asuhan Gizi

Uraian tugas
Pengawasan
Ikut serta mengawasi kegiatan penyelenggaraan makanan
Ikut serta mengawasi penggunaan standar resep dan ketepatan penggunaan bahan
makanan
Ikut mengawasi dan menilai pegawai dalam kegiatan pelayanan gizi
Ikut mengawasi dan menjaga sanitasi penyelenggaraan makanan dan keselamatan
kerja pegawai unit gizi
Mengawasi mutu makanan
Evaluasi
Ikut mengevaluasi kegiatan pelayanan makanan dan asuhan gizi rawat inap
Ikut mengevaluasi kegiatan penyelenggaraan makanan
Mengevaluasi kebutuhan alat dan bahan di unit gizi
Mengevaluasi pengawasan mutu makanan
Wewenang
Mendapatkan informasi dan petunjuk
Melakukan koordinasi dengan unit lain
Mengajukan saran dan pertimbangan demi kemajuan unit gizi

HASIL PENGAMATAN DAN PENYAJIAN


DATA
ASESMEN GIZI Tn. A

CH 1 RIWAYAT PERSONAL
CH 1.1 Data Personal
Nama
: Tn. A
Umur
: 55 tahun
Jenis kelamin : Laki-laki
Peran dalam keluarga : Kepala rumah tangga

CH
CH
CH
CH
CH
CH

2 RIWAYAT MEDIS/ KESEHATAN PASIEN/ KELUARGA


2.1
Riwayat/ kesehatan terkait gizi dari pasien/ keluarga
2.1.1 Keluhan pasien
: Pasien mengeluh bulan terakhir sering lapar dan haus
2.1.4 Keluhan lain
: Badan lemas, mual ( + ), muntah ( - )
2.2
Riwayat pengobatan sebelumnya
2.2.1 Riwayat pengobatan : 3 hari SMRS pasien sempat berobat ke puskesmas dengan keluhan
yang sama.

HASIL PENGAMATAN DAN PENYAJIAN


DATA
ASESMEN GIZI Tn. A
CH
CH
CH
CH
CH
CH

3 RIWAYAT SOSIAL
3.1 Riwayat sosial
3.1.1
Faktor sosial ekonomi : Ekonomi menengah
3.1.2
Situasi rumah : Pasien tinggal bersama istri dan 2 orang anak
3.1.6
Pekerjaan
: Pensiunan guru
3.1.7
Agama
: Islam

HASIL PENGAMATAN DAN PENYAJIAN


DATA
ASESMEN GIZI Tn. A
FH 1 ASUPAN MAKANAN DAN ZAT GIZI
FH 1.1.
Asupan energi
FH 1.1.1
Asupan Energi total
: Total asupan energi 1900 kkal
Total asupan SMRS 2942,5 kkal

FH 1.2.2
Asupan makanan
FH 1.2.2.2 Jenis makanan
: Pasien suka makanan manis seperti cake, bolu,
dodol, suka minuman manis seperti kopi 4 gelas/
hari dengan memakai gula pasir 3 sdm, suka
goreng-gorengan, tidak suka mengkonsumsi
sayuran serta pasien merokok.
FH 1.2.2.3 Pola makan
: 3 X makan utama, 3 X selingan
FH 1.2.2.5 Variasi makanan
: Makanan pasien kurang bervariasi terutama pada sayuran,buah.

HASIL PENGAMATAN DAN PENYAJIAN


DATA
ASESMEN GIZI Tn. A
FH 1.5 Asupan makronutrien
FH 1.5.1
Asupan lemak
: Total asupan lemak saat ini 53 gr
Total asupan lemak SMRS 50 gr
FH 1.5.2
Asupan protein
: Total asupan protein saat ini 71,25 gr
Total asupan protein SMRS 71 gr
FH 1.5.3
Asupan karbohidrat
: Total asupan karbohidrat saat ini 285 gr
Total asupan karbohidrat SMRS 488 gr

HASIL PENGAMATAN DAN PENYAJIAN


DATA
ASESMEN GIZI Tn. A
FH
FH
FH
FH
FH
FH

2 PEMBERIAN MAKANAN DAN ZAT GIZI


2.1
Riwayat diet
2.1.1
Order/ pemesanan diet
2.1.1.2 Modifikasi diet : Pasien diberikan diet NBDM 1900 kkal
2.1.2
Pengalaman diet
2.1.2.1 Riwayat diet sebelumnya : Pasien belum pernah menjalankan diet

FH 3
PENGGUNAAN OBAT
FH 3.1.1
Penggunaan obat : Pasien mendapat obat Rethapyl, Metformin 500 mg, Glimepiride 2
mg, Suprasma
inhiler, Deculine 5 mg

HASIL PENGAMATAN DAN PENYAJIAN


DATA
ASESMEN GIZI Tn. A
FH 4 PENGETAHUAN/ KEPERCAYAAN/ PERILAKU
FH 4.1
Pengetahuan mengenai makanan dan zat gizi
FH 4.1.1
Area & tingkat pengetahuan: Pasien baru tahu menderita Diabetes Melitus
dan belum mengetahui dietnya
FH 4.2
Perilaku dan kepercayaan
FH 4.2.12 Kesukaan makanan
: Pasien menyukai cemilan ( gorengan, makanan
manis seperti cake dan bolu ) & minuman manis

HASIL PENGAMATAN DAN PENYAJIAN


DATA
ASESMEN GIZI Tn. A
FH 7 FUNGSI DAN AKTIVITAS FISIK
FH 7.3
Aktivitas fisik
FH 7.3.1 Riwayat aktivitas fisik
: Pasien tidak pernah berolahraga
AD
AD
AD
AD
AD

1.1 KOMPOSISI TUBUH


1.1.1 Tinggi badan
: 165 cm
1.1.2 Berat badan
: 60 kg
1.1.4 Penurunan berat badan : Dalam 6 hari perawatan turun 1 kg
1.1.5 IMT
: BB ( kg ) / TB ( m2 )
: 60 kg / ( 1,65 m )2
: 22,05 kg/ m2

HASIL PENGAMATAN DAN PENYAJIAN


DATA
ASESMEN GIZI Tn. A
BD
BD
BD
BD
BD
BD
BD
BD
BD
BD
BD

1.1 BIOKIMIA
Data biokimia, tes medis dan prosedur
1.5 Kadar gula darah
1.5.1 Gula darah puasa 352 mg/ dl ( 75 115 mg/ dl )
1.5.4 Gula darah 2 jam PP 412 mg/ dl ( 80 120 mg/ dl )
1.10 Profil anemia gizi
1.10.1 HB 15,2 gr/ dl ( 14 18 gr/ dl )
1.2
Elektrolit and renal profil
1.11.1 Ureum 21 mg/ dl ( 10 50 mg/ dl )
1.11.2 Kreatinin 0,8 mg/ dl ( 0,7 1,2 mg/ dl )
1.11.3 Asam urat 3,1 mg/ dl ( 3,4 7,0 mg/ dl )

PD 1.1 NUTRITION FOCUSED PHYSICAL FINDINGS


PD 1.1.1 Penampilan keseluruhan
: Pasien terlihat lemah

HASIL PENGAMATAN DAN PENYAJIAN


DATA
ASESMEN GIZI Tn. A
CS ( STANDAR PEMBANDING )
CS.1. Kebutuhan energi
CS. 1.1.
Estimasi kebutuhan energi
CS 1.1.1 Total kebutuhan pasien
BMR = 30 kg/ kkal X BBI
= 30 kg/ kkal X 58,5 kg = 1755 kkal
TEE
= BMR + aktifitas ( 15 % ) koreksi umur ( 5 % )
= 1755 + 263,25 87,75
= 1930,5 kkal = 1900 kkal
CS. 2.1. Estimasi kebutuhan lemak
CS. 2.1.1 Estimasi kebutuhan lemak
= 475 kkal / 9 gr/ kkal
= 53 gr

= 25 % X 1900 kkal

HASIL PENGAMATAN DAN PENYAJIAN


DATA
ASESMEN GIZI Tn. A
CS. 2.2. Estimasi kebutuhan protein
CS 2.2.1 Kebutuhan protein = 15 % X 1900 kkal
= 285 kkal/ 4 gr/ kkal
= 71,25 gr
CS. 2.3. Estimasi kebutuhan karbohidrat
CS 2.3.1 Kebutuhan karbohidrat = 60 % X 1900 kkal
= 1140 kkal/ 4 gr/ kkal
= 285 gr

HASIL PENGAMATAN DAN PENYAJIAN


DATA
Diagnosa Gizi
Domain Intake
NI 5.8.2 Kelebihan asupan karbohidrat berkaitan dengan kurangnya
pengetahuan tentang gizi dan makanan yang ditandai dengan total intake
energi SMRS 2942,5 kkal ( 155 % dari kebutuhan ) dan total intake
karbohidrat SMRS 488 gr ( 171 % dari kebutuhan ).
Domain klinis
NC 2.1 Gangguan metabolisme karbohidrat berkaitan dengan gangguan fungsi
pankreas ditandai dengan gula darah puasa 352 mg/ dl dan gula darah 2
jam PP 412 mg/ dl.
Domain Behavior
NB 1.1 Pengetahuan pasien yang kurang mengenai gizi berkaitan dengan pola
makan pasien yang salah ditandai dengan sering mengkonsumsi kue-kue
yang manis ( bolu, dodol ), minum kopi 4 X sehari dengan takaran gula
pasir 3 sdm/ gelas, tidak suka makan sayuran dan pasien suka merokok.

HASIL PENGAMATAN DAN PENYAJIAN


DATA
INTERVENSI GIZI
Rencana Intervensi Gizi
Tujuan diet :

Membatasi asupan karbohidrat pasien sesuai kebutuhan pasien


Mencapai kadar glukosa darah agar mendekati normal dan
mempertahankan
glukosa darah dengan memberikan makanan yang
adekuat sesuai dengan kebutuhan pasien
Memberikan pengetahuan kepada pasien tentang makanan yang
dianjurkan
dan makanan yang tidak dianjurkan untuk pasien diabetes

HASIL PENGAMATAN DAN PENYAJIAN


DATA
INTERVENSI GIZI
Prinsip/ syarat diet :
Energi cukup untuk mempertahankan berat badan normal. Kebutuhan energi
ditentukan dengan menghitung kebutuhan untuk metabolisme basal sebesar 30
kkal/ kg BB normal, ditambah aktivitas fisik ( 15 % ) dan koreksi umur ( 5 % ).
Kebutuhan protein normal yaitu 10-15% dari kebutuhan energi total
Kebutuhan lemak sedang yaitu 20-25% dari kebutuhan energi total, asupan
kolesterol makanan dibatasi yaitu 300 mg/ hari
Kebutuhan karbohidrat adalah sisa dari kebutuhan energi total yaitu 60-70%
Penggunaan gula murni dalam minuman dan makanan tidak diperbolehkan
kecuali jumlahnya sedikit sebagai bumbu.
Asupan serat dianjurkan 25 gr/ hari dengan mengutamakan serat larut air yang
terdapat di dalam sayuran atau setara dengan 3 gelas sayuran/ hari ( 300 gr/
hari) dan buah 2 potong ( 200 gr/ hari )

HASIL PENGAMATAN DAN PENYAJIAN


DATA
INTERVENSI GIZI
Prinsip/ syarat diet :
Pasien dengan tekanan darah normal sehingga diperbolehkan mengkonsumsi
Natrium dalam bentuk garam dapur seperti orang sehat yaitu 3000 mg/ hari
setara dengan sdm/ hari
Cukup vitamin dan mineral. Apabila asupan dari makanan cukup maka
penambahan vitamin dan mineral dalam bentuk suplemen tidak diperlukan.
Diberikan edukasi gizi kepada pasien mengenai pentingnya nutrisi dan terapi
diet yang diberikan selama dirawat
Diberikan konsultasi gizi kepada pasien dan keluarga mengenai diet yang akan
dilakukan meliputi jadwal, jenis dan jumlah makan pasien serta makanan yang
perlu dibatasi, makanan yang dianjurkan dan makanan yang harus dihindari

HASIL PENGAMATAN DAN PENYAJIAN


DATA
Rencana Monitoring dan Evaluasi Gizi
Monitoring
Antropometri ( BB dan IMT )
Recall asupan dan daya terima ( energi, protein, lemak,
karbohidrat )
Perubahan Fisik dan klinis
Nilai Laboratorium ( Kadar gula darah )
Evaluasi
Antropometri
BB = 59 kg
TB = 165 cc
IMT = BB ( kg )/ TB ( m )2
= 59 kg/ ( 1,65 m )2

HASIL PENGAMATAN DAN PENYAJIAN


DATA
Rencana Monitoring dan Evaluasi Gizi
Recall makan pasien 24 jam selama di rumah sakit

Tanggal
Waktu

29/1/16

30/1/16

31/1/16

1/2/16

2/2/16

3/2/16

4/2/16

Pagi

190 kkal

190 kkal

380 kkal

380 kkal

380 kkal

380 kkal

Snack pagi

190 kkal

190 kkal

190 kkal

190 kkal

190 kkal

190 kkal

285 kkal

427,5 kkal

570 kkal

570 kkal

570 kkal

570 kkal

285 kkal

285 kkal

285 kkal

285 kkal

285 kkal

Siang
Snack sore

Pulang

Malam

237,5 kkal

237,5 kkal

380 kkal

475 kkal

475 kkal

475 kkal

Jumlah

237,5 kkal

1187,5 kkal

1472,5 kkal

1900 kkal

1900 kkal

1900 kkal

1140 kkal

P : 8,9 gr

P : 44,5 gr

P : 55,21 gr

P : 71,25 gr

P : 71,25 gr

P : 71,25 gr

P : 17,1 gr

L : 6,5 gr

L : 33 gr

L : 41 gr

L : 53 gr

L : 53 gr

L : 53 gr

L : 31,7 gr

KH : 35,6 gr

KH : 178,1 gr

KH : 220,8 gr

KH : 285 gr

KH : 285 gr

KH : 285 gr

KH : 171 gr

1900 kkal

1900 kkal

1900 kkal

1900 kkal

1900 kkal

1900 kkal

1900 kkal

62,5 %

77,5 %

100 %

100 %

Kebutuhan
%

100.

HASIL PENGAMATAN DAN PENYAJIAN


DATA
Rencana Monitoring dan Evaluasi Gizi
Klinis/ fisik
Tanggal

30/1/16
31/1/16
1/2/16
2/2/16

3/2/16

4/2/16

TD

120/80 mmHg

130/80 mmHg

120/80 mmHg

130/80 mmHg

130/80 mmHg

120/80 mmHg

Suhu

360 C

360 C

360 C

360 C

360 C

360 C

Keluha
n

Mual,
nafsu
kurang ,

Mual berkurang,

Mual ( - ),

Mual ( - ),

Mual ( - ),

makan nafsu
membaik

makan nafsu
membaik

makan nafsu
membaik

badan lemah

makan Mual,
Nafsu
kurang,
Badan lemah

makan Nafsu
membaik

makan

HASIL PENGAMATAN DAN PENYAJIAN


DATA
Rencana Monitoring dan Evaluasi Gizi
Laboratorium

Pemeriksaan
Gula darah
puasa
Gula darah 2
jam PP

Hasil awal

Hasil terakhir

( 29/2/16 )
352 mg/ dl

( 3/2/16 )
232 mg/ dl

412 mg/ dl

Tidak ada
pemeriksaan

PERMASALAHAN DAN SOLUSI


Permasalahan
Pada saat asuhan gizi dan konsultasi gizi dilakukan, istri tidak
bisa mendampingi pasien
Belum semua materi yang disampaikan bisa diterima/ diingat
oleh pasien
Solusi
Saat merecall makan pasien dilakukan edukasi ulang agar dapat
diingat dan dipahami mengenai materi konsultasi gizi yang
sudah diberikan sebelumnya sehingga diharapkan pada saat
pasien pulang ke rumah, diet tetap dapat dijalankan dengan
benar
Mengingatkan pasien agar melakukan konsultasi ulang sehingga
pasien dan keluarga tidak lupa akan dietnya terutama tentang
makanan yang perlu dibatasi, dianjurkan dan makanan yang
harus dihindari

KESIMPULAN DAN SARAN

Kesimpulan

hasil pembahasan dapat disimpulkan :


Berdasarkan assesmen : pasien Tn. A menderita Diabetes Melitus.
Berdasarkan hasil pengukuran antropometri nilai IMT 21,69 atau pasien memiliki status gizi normal ( ba
Pasien diberikan diet NBDM 1900 Kalori (E : 1900 kkal, P : 71,25 gr, L : 53 gr, KH : 285 gr).
Intake pasien selama 6 hari dirawat, jika dibandingkan dengan kebutuhan gizinya termasuk kategori ba
karena rata-rata makanan yang bisa dihabiskan pasien 80 %.
Berat badan pasien selama 6 hari dirawat mengalami penurunan 1 kg menjadi 59kg tapi masih dalam
normal terlihat dari perhitungan status gizi masih baik.
Perkembangan klinis pasien selama 6 hari mengalami perubahan yang semakin baik, ini bisa dilihat dar
keluhan mual pasien yang berkurang dan mulai hilang pada hari ketiga.
Hasil laboratorium pasien yaitu kadar gula darah 2 jam pp menunjukkan penurunan, dari pemeriksaan
352 gr/ dl menjadi 232 mg/dl.
Sikap pasien terhadap materi edukasi dan konsultasi gizi menunjukkan respon yang baik, selama asuha
meskipun pasien agak lupa sehingga harus diingatkan setiap hari.
Tingkat kepatuhan pasien terhadap prinsip 3 J sudah mulai diterapkan dengan baik selama pasien diraw
Hal ini ditunjukkan dengan patuhnya pasien terhadap tepat jumlah/ porsi, jadwal serta jenis bahan ma
yang dikonsumsi, terlihat dari tidak adanya tambahan makanan dari luar rumah sakit.

KESIMPULAN DAN SARAN

aran
Sebaiknya istri/ keluarga pasien mendampingi pada saat dilakukan konsultasi
dapat mendengar dan memahami juga isi dari materi konsultasi gizi sehingg
diharapkan pada saat pasien pulang ke rumah, diet tetap dapat dijalankan d
benar.
Selain pasien mendapatkan asuhan dari tim medis ( dokter, perawat, ahli gizi
apoteker), keluarga juga harus memberikan motivasi agar pasien tetap
menghabiskan makanan dari rumah sakit dan tidak ada tambahan makanan
dari luar rumah sakit selama pasien dirawat
Memberikan konsultasi gizi diet DM 1900 kkal kepada pasien dan keluarga ten
tujuan diet, diet yang diberikan, pola makan yang baik ( jadwal makan, jenis
makanan dan jumlah kalori ) serta makanan yang perlu dibatasi, dianjurkan
dan makanan yang harus dihindari.