Anda di halaman 1dari 23

Alat Perawatan

Bayi

Alat Perawatan Bayi


Pada proses pembuatan dot,
mainan bayi dan sejenisnya tidak
boleh digunakan bahan yang
mengandung nitrosamin atau
prosedur
yang
akan
menghasilkan nitrosamin.

Bahan-bahan pengatur elastisitas


yang tidak boleh digunakan :
Di(2ethylhexyl)phthala
t (DEHP)

CAS-Nr. 117-81-7
EINECS-Nr. 204211-0
Diisononylphthalat
(DINP)
CAS-Nrn. 2855312-0 und 6851548-0
EINECS-Nrn. 249079-5 und 271090-9

Dibutylphthalat
(DBP)
CAS-Nr. 84-74-2
EINECS-Nr. 201557-4

Benzylbutylphth
alat (BBP)
CAS-Nr. 85-68-7
EINECS-Nr. 201622-7;

Diisodecylphthalat
(DIDP)
CAS-Nrn. 2676140-0 und 6851549-1
EINECS-Nrn. 247977-1 und 271091-4

Di-noctylphthalat
(DNOP)
CAS-Nr. 117-84-0
EINECS-Nr. 204214-7

Popok Bayi
Untuk popok bayi, bahan berbahaya
yang perlu diwaspadai seperti pada
tissue.
Bleaching
agent

Pewangi

Optical
whitening

Pewarna /
pelapis

Lotion/bal
sam

Botol Susu untuk Bayi


Botol susu untuk bayi
merupakan produk yang
terbuat dari plastik.
Plastik adalah senyawa makromolekul
organik
yang
diperoleh
melalui
polimerisasi, polikondensasi, poliadisi,
atau prosedur lain yang sebanding dari
molekul berbobot molekul rendah atau
pengubahan
makromolekul
alami.
Kepada bahan plastik tersebut dapat
ditambahkan bahan atau campuran
bahan lain.

Botol Susu untuk Bayi


Pada proses produksi botol susu untuk
bayi, seperti pada persyaratan pada
produk perawatan bayi, tidak boleh
digunakan
prosedur
produksi
yang
menghasilkan nitrosamin atau zat yang
dapat diubah menjadi nitrosamin
dalam bagian produk yang dimaksudkan
untuk berkontak dengan selaput lendir
mulut bayi sehingga ada risiko pelepasan
nitrosamin atau zat yang dapat diubah
menjadi nitrosamin ke dalam air liur bayi.

Nitrosamin
Nitrosamin
merupakan
zat
karsinogenik karena dapat terurai
menjadi karbenium/alkylating agent.

Nitrosamin
Nitrosamin secara umum terbentuk
ketika nitrit (yang dapat terbentuk dari
nitrat) bereaksi dengan amin sekunder
atau tersier.
Konsentrasi nitrosamin akan terus
meningkat
seiring
dengan
bertambahnya waktu dan temperatur.

Alat Penghangat Susu


dan Makanan Bayi
Identifikasi
Bahaya
Senyawa yang
dilepaskan dari
pemanasan botol
susu

Bisphenol A

Bisphenol A (BPA)
Pada
proses
pembuatan
peralatan/wadah untuk memberi nutrisi
kepada
bayi
tidak
boleh
ditambahkan/digunakan bisphenol
A.
Nama kimia bisphenol A adalah 2,2bis(4-hydroxyphenyl)propane dengan
CAS number 0000080-05-7, merupakan
senyawa kimia yang disintesis dari
fenol dan aseton. Huruf A dalam
bisphenol A, berasal dari kata aseton.

Bisphenol A (BPA)

Berdasarkan struktur kimianya, BPA mempunyai


dua gugus fenil, dua gugus metil, dan dua gugus
hidroksil (alkohol).
Dalam bentuk bebas, BPA bersifat sedikit lipofilik
(dapat larut dalam lemak).
Namun melalui proses metabolisme di dalam hati,
BPA diubah menjadi senyawa yang agak lebih
hidrofilik (dapat larut dalam air).

Bisphenol A (BPA)
Berdasarkan hasil evalusi komprehensif terhadap
data toksisitas pada manusia dan hewan,
bisphenol ditetapkan memiliki tolerable daily
intake (TDI) 0,05 mg/kb BB/hari.
Efek toksik bisphenol diperkirakan memiliki
dampak yang lebih nyata pada organisme yang
sedang berkembang. Menurut pendapat Scientific
Committee on Food (SCF) yang menjadi
pertimbangan dalam COMMISSION DIRECTIVE
2011/8/EU, efek tertentu, khususnya efek
terhadap sistem endokrin dan reproduksi serta
sistem imun dan perkembangan saraf relevan
untuk bayi (15).
Berdasarkan direktif tersebut dan COMMISSION
IMPLEMENTING REGULATION (EU) No 321/2011

Kode Pada Kemasan


Plastik

Nomor

n
u
Kode 1 engg
P
n
a
a
1
a
Bersifat
jernihy
dan
n
transparan, ha
kuat, tahan
x
pelarut, kedap gas dan air,
melunak pada suhu 80oC.

Biasanya digunakan untuk


botol minuman, minyak
goreng, kecap, sambal,
obat.
Tidak untuk air hangat
apalagi panas.
Untuk jenis ini, disarankan
hanya untuk satu kali
penggunaan dan tidak

Nomor

n
u
Kode 2 engg
P
n
a
a
1
Bersifat
keras ya hingga
an terhadap
semifleksibel, h
tahan
x
bahan kimia dan kelembaban,
dapat
ditembus
gas,
permukaan berlilin, buram,
mudah diwarnai, diproses dan
dibentuk, melunak pada suhu
75oC.
Biasanya digunakan untuk
botol susu cair, jus, minuman,
wadah es krim, kantong
belanja, obat, tutup plastik.
Disarankan hanya untuk satu
kali penggunaan karena jika
digunakan
berulang
kali
dikhawatirkan
bahan

Nomor Kode 3
Plastik ini sulit didaur
ulang.
Bersifat
lebih
tahan
terhadap senyawa kimia.

Biasanya digunakan untuk


botol kecap, botol sambal,
baki, plastik pembungkus.

Plastik jenis ini sebaiknya


tidak untuk mewadahi
pangan
yang
mengandung

Nomor Kode 4
Bahan mudah diproses,
kuat, fleksibel, kedap air,
tidak jernih tetapi tembus
cahaya, melunak pada
suhu 70oC.
Biasanya digunakan untuk
botol
madu,
wadah
yogurt, kantong kresek,
plastik tipis.
Plastik ini sebaiknya tidak
digunakan
kontak
langsung dengan pangan.

Nomor Kode 5
Ciri-ciri plastik jenis ini
biasanya
transparan
tetapi tidak jernih atau
berawan,
keras
tetapi
fleksibel, kuat, permukaan
berlilin, tahan terhadap
bahan kimia, panas dan
minyak, melunak pada
suhu 140oC.
Merupakan pilihan bahan
plastik yang baik untuk
kemasan pangan, tempat
obat, botol susu, sedotan.

Nomor Kode 6
Terdapat dua macam PS,
yaitu yang kaku dan
lunak/berbentuk foam.
PS yang kaku biasanya
jernih seperti kaca, kaku,
getas,
mudah
terpengaruh lemak dan
pelarut (seperti alkohol),
mudah dibentuk, melunak
pada suhu 95oC.
Contoh : wadah plastik
bening berbentuk kotak
untuk wadah makanan.

Nomor Kode 6
PS yang lunak berbentuk seperti busa,
biasanya berwarna putih, lunak, getas, mudah
terpengaruh lemak dan pelarut lain (seperti
alkohol). Bahan ini dapat melepaskan styrene
jika kontak dengan pangan.
Contohnya yang sudah sangat terkenal
styrofoam.
Biasanya digunakan sebagai wadah makanan
atau minuman sekali pakai, wadah CD, karton
wadah telur, dll.
Kemasan styrofoam sebaiknya tidak digunakan
dalam microwave.
Kemasan styrofoam yang rusak/berubah bentuk

Nomor Kode 7
Bersifat keras, jernih dan secara
termal sangat stabil.
Bahan
Polycarbonat
dapat
melepaskan Bisphenol-A (BPA)
ke dalam pangan, yang dapat
merusak sistem hormon.
Biasanya digunakan untuk galon
air minum, botol susu, peralatan
makan bayi.
Untuk mensterilkan botol susu,
sebaiknya direndam saja dalam
air mendidih dan tidak direbus.
Botol
yang
sudah
retak
sebaiknya tidak digunakan lagi.
Pilih galon air minum yang
jernih,
dan
hindari
yang

TERIMA KASIH