Anda di halaman 1dari 39

SEORANG ANAK LAKI-LAKI USIA 15 TAHUN DENGAN POST AMPUTASI TRANSFEMORAL

SINISTRA ET CAUSA DEAD LIMB POST OREF OPEN FRAKTUR CRURIS SINISTRA

Oleh
ABDULLAH AL-HAZMY
G99142059
Pembimbing :

STATUS PASIEN

Nama : An. AN
Umur : 15 tahun
Jenis Kelamin: Laki-laki
Agama : Islam
Pekerjaan : Pelajar
Alamat : Pangkah, Gunung Kidul, DIY
Status : Belum Menikah
Tanggal Masuk : 26 Juli 2016
Tanggal Periksa : 2 Agustus 2016
No RM : 01-34-XX-XX

Keluhan Utama
Pasien konsulan dari TS BTKV dengan post amputasi
above knee kiri

Riwayat Penyakit Sekarang


Pasien konsulan dari bagian BTKV
Riwayat post amputasi transfemoral sinistra 6 hari
yll et causa dead limb post oref open fraktur cruris
sinistra
Riwayat trauma akibat kecelakaan tertabrak truk 8
hariyll

Riwayat Penyakit Dahulu

Riwayat Trauma : (+) 8 hari SMRS pasien ditabrak


pick up
Riwayat
Riwayat
Riwayat
Riwayat
\

Hipertensi : (-)
DM : (-)
Penyakit Jantung : (-)
Alergi obat/makanan : (-)

Riwayat Penyakit Keluarga

Riwayat
Riwayat
Riwayat
Riwayat

Hipertensi : (-)
DM : (-)
Penyakit Jantung : (-)
Alergi : (-)

Riwayat Kebiasaan dan Gizi

Riwayat Merokok : (-)


Riwayat minum alkohol : (-)
Riwayat Olahraga : rutin bermain bola sore hari

Riwayat Sosial Ekonomi


Pasien anak ke 2 dari 3 bersaudara, pasien belum
menikah.
Pasien saat ini masih sekolah kelas 1 SMK.
Saat ini pasien berobat di RSDM dengan fasilitas BPJS
Kesehatan.

Status Generalis
Keadaan umum sakit sedang, Compos Mentis
E4V5M6, gizi kesan cukup

Tanda Vital

TD
: 120/60 mmHg
Nadi
: 84 x/menit
Respirasi : 18 x/menit
Suhu : 36,4 0C per aksiler

Pemeriksaan Fisik
Tidak didapatkan kelainan bermakna kecuali
pada status lokalis post OP

Status Lokalis post OP

Regio Femur Sinistra


Look: Terpasang bebat, rembesan (-), drainase (+)
Feel : kontraksi m. quadriceps dan hamstring
muscle (+)
Movement : sde

Status Psikiatri

Deskripsi Umum
1. Penampilan : laki-laki, tampak sesuai umur,
perawatan baik
2. Kesadaran
Kuantitatif : Compos mentis
Kualitatif : Tidak berubah
3. Pembicaraan : koheren, menjawab
pertanyaan
4. Sikap Terhadap Pemeriksa : Kooperatif, kontak
mata cukup
Afek dan Mood

Gangguan Persepsi
Halusinasi (-)
Ilusi (-)
Proses Pikir
Bentuk : realistik
Isi
: waham (-)
Arus : koheren
Sensorium dan Kognitif
Daya Konsentrasi : baik
Orientasi (O/T/W/S) : baik
Daya Ingat (Jangka pendek/panjang) : baik
Daya Nilai : Daya nilai realitas dan sosial baik
Insight : Baik
Taraf Dapat Dipercaya : Dapat dipercaya

Status Neurologis

Kesadaran
: GCS E4V5M6
Fungsi Luhur : dalam batas normal
Nervi Craniales : Tidak ada keluhan

Fungsi Sensorik
Rasa Ekseteroseptik Lengan Tungkai
Suhu
( + / + ) ( + / SDE )
Nyeri
( + / + ) ( + / SDE )
Rabaan
( + / + ) ( + / SDE )
Rasa Propioseptik
Lengan Tungkai
Rasa Getar
( + / + ) ( + / SDE )
Rasa Posisi
( + / + ) ( + / SDE )
Rasa Nyeri Tekan ( + / + ) ( + / SDE )
Rasa Nyeri Tusukan ( + / + ) ( + / SDE )

Range of Motion (ROM)


Neck

ROM Pasif
0 - 70

ROM Aktif
0 - 70

Ekstensi

0 - 40

0 - 40

Lateral bending kanan

0 - 60

0 - 60

Lateral bending kiri

0 - 60

0 - 60

Rotasi kanan

0 - 90

0 - 90

Rotasi kiri

0 - 90

0 - 90

Fleksi

Ekstremitas superior

Shoulder

Elbow

Wrist

ROM Pasif

ROM Aktif

Dextra

Sinistra

Dextra

Sinistra

Fleksi

0-180

0-180

0-180

0-180

Ektensi

0-30

0-30

0-30

0-30

Abduksi

0-150

0-150

0-150

0-150

Adduksi

0-75

0-75

0-75

0-75

Eksternal Rotasi

0-90

0-90

0-90

0-90

Internal Rotasi

0-90

0-90

0-90

0-90

Fleksi

0-150

0-150

0-150

0-150

Ekstensi

0-150

0-150

0-150

0-150

Pronasi

0-90

0-90

0-90

0-90

Supinasi

0-90

0-90

0-90

0-90

Fleksi

0-90

0-90

0-90

0-90

Ekstensi

0-70

0-70

0-70

0-70

Ekstremitas superior

Wrist

Finger

ROM Pasif

ROM Aktif

Dextra

Sinistra

Dextra

Sinistra

Ulnar Deviasi

0-30

0-30

0-30

0-30

Radius deviasi

0-20

0-20

0-20

0-20

MCP I Fleksi

0-50

0-50

0-50

0-50

MCP II-IV fleksi

0-90

0-90

0-90

0-90

DIP II-V fleksi

0-90

0-90

0-90

0-90

PIP II-V fleksi

0-90

0-90

0-90

0-90

MCP I Ekstensi

0-90

0-90

0-90

0-90

Extremitas inferior

Hip

ROM Aktif

Dextra

Sinistra

Dextra

Sinistra

Fleksi

0-140o

0-140o

0-140o

0-140o

Ektensi

0-30o

0-30o

0-30o

0-30o

Abduksi

0-45o

0-45o

0-45o

0-45o

Adduksi

0-45o

0-45o

0-45o

0-45o

0-130o

0-130o

Sde

Sde

0o

0o

Sde

Sde

Fleksi
Knee

ROM Pasif

Ekstensi

Manual Muscle Testing


(MMT)
Neck
Fleksor M. Sternocleidomastoideum

Ekstensor M. Sternocleidomastoideum

Ekstremitas Superior
Shoulder

Fleksor
Ekstensor
Abduktor
Adduktor

Dextra

Sinistra

M. Deltoideus anterior

M. Bisepss anterior

M. Deltoideu

M. Teres Mayor

M. Deltoideus

M. Biseps

M. Latissimus dorsi

M. Pectoralis mayor

Extremitas superior
Shoulder

Wrist

Finger

Sinistra

M. Latissimus dorsi

M. Pectoralis mayor

M. Teres mayor

M. Infra supinatus

M. Biseps

Fleksor

M. Brachilais

Eksternsor

M. Triseps

Supinator

M. Supinatus

Pronator

M. Pronator teres

Fleksor

M. Fleksor carpi radialis

Ekstensor

M. Ekstensor digitorum

Abduktor

M. Ekstensor carpi radialis

Adduktor

M. Ekstensor carpi ulnaris

Fleksor

M. Fleksor digitorum

Ekstensor

M. Ekstensor digitorum

Internal Rotasi
Eksternal Rotasi

Elbow

Dextra

Ektremitas Inferior
Hip

Knee
Ankle

Dekstra

Sinistra

Fleksor

M. Psoas mayor

Ekstensor

M. Gluteus maksimus

Abduktor
Adduktor

M. Gluteus medius

M. Adduktorlongus

Fleksor

Hamstring muscle

Sde

Ekstensor

Quadriceps femoris

Sde

Fleksor

M. Tibialis

Sde

Ekstensor

M. Soleus

Sde

Skor ADL (Activity of Daily Living) menurut Index Barthel

NO

FUNGSI

SKOR

KETERANGAN

Mengendalikan rangsang pembuangan tinja

Kontinensia (teratur)

Mengendalikan rangsang berkemih

Kontinensia

Membersihkan diri (seka muka, sisir rambut, sikat


gigi)
Penggunaan jamban, masuk dan keluar (melepaskan,
memakai celana, membersihkan, menyiram)

Mandiri

Membutuhkan bantuan, tapi dapat melakukan beberapa


sendiri

Makan

Mandiri

Berubah sikap dari berbaring ke duduk

Butuh sedikit bantuan untuk bisa duduk

Berpindah/ berjalan

Mampu dengan menggunakan alat bantu

Memakai baju

Mandiri

Naik turun tangga

Membutuhkan bantuan (alat bantu)

10

Mandi

Mandiri, membutuhkan sedikit bantuan

Total Skor ADL : 17

Pemeriksaan Penunjang
Pemeriksaan
Hb
Hct
AE
AL
AT
Gol.Darah
GDS
Ureum
Kreatinin
Natrium
Kalium
Klorida
PT
APTT
HBsAg

Nilai
10,5
29,1
3,90
35,0
418
B
123
17,3
0,41
137
3,9
105
12.0
35.0
Non reaktif

Satuan
g/dL
%
.106/uL
.103/uL
.103/uL

Rujukan
13,5 17,5
33 45
4,5 5,9
4,5 11
150 450

mg/dl
mg/dl
mg/dl
mmol/L
mmol/L
mmol/L
detik
detik

60 140
19-44
0,6 1,1
136 145
3,3 5,1
98 106
10,0 15,0
20,0 40,0
Non Reaktif

Assessment
Klinis
: Post amputasi transfemoral
sinistra
Topis : Femur sinistra
Etiologi : Dead limb post OREF, open
fractur regio cruris

Penatalaksanaan
Terapi Non Medikamentosa
Diet Tinggi Kalori Tinggi Protein extra putih telur
Terapi Medikamentosa
Infus Ringer Laktat 20 tpm
Injeksi Ceftriaxon 1 g/12 jam
Injeksi Ranitidin 1 amp/12 jam
Injeksi Ketorolac 30 mg/8 jam

Daftar Masalah
Problem medis:
Post amputasi
Problem Rehabilitasi Medik :
Fisioterapi : post amputasi transfemoral sinistra
Okupasi terapi : penurunan fungsi fisik kehidupan seharihari
Terapi wicara : tidak ada
Sosio-medik: respon lingkungan terhadap kondisi pasien
Orthesa-prothesa :ambulasi pasien dependen
Psikologi: Terapi psikosuportif dalam menghadapi keadaan
pasien, mengurangi beban pikiran dan kecemasan pasien
karena penyakit dan kesulitan dalam melakukan aktivitas
sehari-hari

Rehabilitasi Medik
Fisioterapi : ROM exercise hip dextra, general ROM
exercise pada sisi yang sehat, latihan penguatan
anggota gerak atas dan bawah (strengthening),
mobilitasi bertahap (latihan duduk jalan).
Speech terapi : Tidak dilakukan.
Occupational terapi : melatih keterampilan dalam
melakukan aktivitas sehari-hari.
Sosiomedik : Motivasi dan edukasi keluarga untuk
membantu dan merawat penderita dengan selalu
berusaha menjalankan program di RS dan Home
program.
Orthesa-Prothesa : memfasilitasi mobilitas bertahap
dengan axilary crutch, above knee prosthesia bila

IMPAIRMENT, DISABILITY, DAN


HANDICAP
Impairment: Post amputee above
knee sinistra
Disability : Penurunan fungsi
anggota gerak bawah
Handicap : Keterbatasan dalam
aktivitas sehari-hari dan kegiatan
sosial yang terhambat.

Tujuan Rehabilitasi Medik


Jangka Pendek
Perbaikan keadaan umum sehingga
mempersingkat waktu perawatan
Mencegah terjadinya komplikasi yang dapat
memperburuk keadaan
Jangka Panjang
Meminimalkan impairment, disability dan
handicap
Membantu penderita sehingga mampu mandiri
dalam menjalankan aktivitas sehari-hari
Edukasi perihal home exercise

Prognosis

Ad vitam
: ad bonam
Ad sanam
: dubia ad bonam
Ad fungsionam : dubia ad malam

Tinjauan Pustaka

AMPUTASI DAN REHABILITASI


MEDIS PADA AMPUTASI

DEFINISI
Amputasi adalah hilangnya bagian
tubuh seseorang. Operasi amputasi
merupakan suatu teknik operasi
rekonstruksi dan plastik yang akan
membentuk sebuah alat gerak yang
sesuai untuk fitting sebuah
prostetik yang nyaman dan
fungsional.

ETIOLOGI
Defek lahir kongenital (5%)
Mayoritas tampak pada usia dari lahir
hingga 16 tahun.
Didapat (95%), terdiri dari :
Penyakit oklusi arterial (Occlusive Arterial
Disease) 60%.
Trauma - 30%
Tumor 5%

LEVEL AMPUTASI
Panjang puntung dipertahankan pada ketinggian yang baik
untuk perbaikan kembali fungsi dengan prostetik dan
rehabilitasi. Untuk ekstremitas bawah yang sering dilakukan
adalah :2
Partial Foot
Symes(ankle disarticulation)
Transtibial (below knee)
Through knee (knee disarticulation)
Transfemoral (above knee)
Hip Disarticulation
Hemipelvectomy

INDIKASI AMPUTASI
Live saving (menyelamatkan jiwa)
Limb saving (memanfaatkan kembali
kegagalan fungsi ekstremitas secara
maksimal)

KOMPLIKASI AMPUTASI

Masalah kulit
Infeksi
Masalah tulang
Neuroma
Phantom Sensation/Pain
Edema
Kontraktur sendi/deformitas
Komplikasi Respirasi dan Sirkulasi

REHABILITASI MEDIK PADA AMPUTASI

1.
2.
-

Stadium preamputasi
Stadium post amputasi
Fase pre prostetik
Fase prostetik

STADIUM PRE AMPUTASI


Dimulai saat terdapat keputusan
untuk melakukan amputasi
Dilakukan penilaian kondisi tubuh,
edukasi, mendiskusikan level
operasi dan rencana post operasi.
Penilaian meliputi fisik, psikis, dan
sosial vokasional

Program terapi pada periode ini meliputi :

Latihan luas gerak sendi


Positioning yang tepat untuk alat gerak
Latihan pernafasan
Latihan penguatan
Latihan mobilisasi
Mobilitas di tempat tidur- bridging
Transfer dari tempat tidur ke kursi dan sebaliknya.
Stabilisasi batang tubuh saat duduk dan berdiri.
Melatih teknik relaksasi dan aktivitas hidup sehari-hari

STADIUM POST
AMPUTASI
Fase Preprostetik
Penyembuhan luka bekas operasi
Mengontrol nyeri
Mencegah dan mengatasi komplikasi post
amputasi
Mempertahankan kekuatan seluruh tubuh
dan meningkatkan kekuatan otot yang
mengontrol puntung

Fase Prostetik
Peresepan
Prostethic Fitting
Latihan

TERIMA KASIH