Anda di halaman 1dari 110

ANALISIS BIAYA/AKUNTANSI BIAYA

Oleh : Edward SH Naibaho,SE,SH,MM,MBA


Phone : 08129457084
naibahoedward2@gmail.com

DAFTAR BACAAN:
Armanto Witjaksono,.Akuntansi Biaya ,.Graha Ilmu,.Edisi Pertama,Cet I ,2006
Bastian Bustani,Nurlela,.Akuntansi Biaya Teori & Aplikasi,.Graha Ilmu, Edisi I,Cet I,2006
Manahan P. Tampubolon,.ManajemenKeuangan(Finance Management), .Mitra Wacana Media, Edisi
I,2013
Sigit Hermawan,.Akuntansi Perusahaan Manufaktur,.Graha Ilmu,Edisi I, Cet I,2008
Armila Krisna Warindrani,.Akuntansi Manajemen,.Graha Ilmu,.Edisi I,Cet I,2006.
R.Soeminta Adikoesoema,.Cost Accounting(kalkulasi Harga Pokok),. Tarsito,Bandung 1975.
Mamduh M.Hanafi,.Manajemen Keuangan,BPFE-Yogyakarta,Edisi I,Cet keempat,2011
Mulyadi,.Akuntansi Biaya,.BPFE Yogyakarta, Cet Ketiga .1986
Muntolib M.S,.Akuntansi Manajemen Praktis,.BPFE Univesitas Gajah Mada,Bulak Sumur
Yogyakarta,.Cet Pettama,1980
Iman Firmansyah,.Akuntansi Biaya Itu Gampang,.Dunia cerdas,Cet I,2014
Kasmir,.Analisa Laporan Keuangan,.RajaGrafindo Persada,Jakarta,Cetakan ,ke7,Januari,2014

Note :

Minimal pertemuan 12 x ,apabila krg dari 12 x maka hrs membuat


Makalah dgn judul yang berbeda untuk setiap mahasiswa ,ttp berhubungan
dengan Mata Kuliah ,dibuat minimal
15 hlm spaci 1,5,pakai kata
pengantar,daftar isi,daftar bacaan.Diserahkan pada saat UAS disatukan dgn APK.

8/8/16

BIAYA/COST : adalah suatu pengorbanan sumber daya utk


mencapai suatu tujuan tertentu
Sebagian Akuntan ada yg mendefinisikan Biaya sbgi satuan moneter
atas pengorbanan barang dan jasa utk memperoleh manfaat di masa kini
dan masa yg akan datang
Biaya dlm Akuntansi Biaya, diartikan dlm 2 Pengertian yang
berbeda,yaitu BIAYA dlm artian COST dan BIAYA dlm artian
EXPENSES

Biaya yg blm habis masa pakainya dan digolongkan sebagi aktiva yg dimasukkan pd
Neraca , . Contohnya :
Persediaan Bahan Baku :
*Persediaan produk dlm proses
*Persediaan produk selesai
*Supplies` atau aktiva yg blm digunakan

8/8/16

BIAYA/Cost : Pengorbanan sumber ekonomis yg diukur dalam


satuan uang yg telah terjadi atau kemungkinan akan terjadi utk
mencapai tujuan ttt. Biaya ini blm habis masa pakainya dan
digolongkan sebagai aktiva yg dimasukkan dalam neraca.
Cth : Persediaan Bahan Baku
- Persediaan Produk dlm proses
- Persediaan Produk selesai
- Supplies atau Aktiva yg blm digunakan
BEBAN /EXPENSES : Biaya yg tlh memberikan manfaat dan
sekarang telah habis. Biaya yg blm dinikmati yg dpt
memberikan manfaat dimasa akan datang dikelompokkan
sebagai harta . Beban ini dimasukkan ke dalam Laba/Rugi
sebagai pengurangan dari pendapatan.
Contoh :
Beban Penyusutan
Beban Pemasaran
Beban yg tergolong sebagai biaya Operasi.
8/8/16

Bagaimana membedakan antara Biaya dan Beban ,dicontohkan sbb :


*Pembelian Mesin, nilai yg dikeluarkan utk memperoleh mesin tsb merupakan biaya,ttp
setelah dipakai akan menimbulkan penyusutan thdp mesin yg akan menjadi beban.
*Perlengkapan Kantor yg masih sisa digolongkan sbgi biaya,sedangkan yg sdh terpakai
digolongkan sbgi beban.
*Persediaan Bahan,persediaan produk dlm proses,produk selesai yg masih sisa dan
blm terjual digolongkan sbgi biaya,sedangkan yg sdh terjual akan membentuk
harga pokok penjualan dan digolongkan sbgi beban.
OBJEK BIAYA :
Objek biaya atau tujuan biaya(cost objective) adlh tempat dimana biaya atau aktivitas
diakumulasikan atau diukur.
Unsur Aktivitas yg dapat dijadikan sbgi Objek Biaya adlh
1).Produk. 2).Produksi.3).Departemen.4).Divisi , 5).Batch dr Unit2 sejenis . 6).Lini Produk.
7).Kontrak. 8).Pesanan pelanggan. 9).Proyek. 10).Proses. 11).Tujuan Strategis.

Proses Pembukuan :
Bukti Transaksi ......> Buku Jurnal......> Buku Besar........> Lap Keuangan;Neraca
L/R;Lampiran
Buku Pembantu

8/8/16

KENAPA DATA BIAYA DIPERLUKAN : alasannya utk tujuan :


1.Perencanaan
2.Pengawasan
3.Penetapan Harga
4.Menentukan Laba
5.Pengambilan Keputusan

KLASIFIKASI BIAYA (Penggolongan Biaya) : adlh


suatu proses pengelompokan biaya secara sistematis atas
keseluruhan elemen biaya yg ada kedlm golongan2 ttt yg
lebih ringkas utk dapat memberikan informasi yg lbh
ringkas dan penting.

8/8/16

Klasifikasi Biaya/Penggolongan Biaya yg umum


digunakan adlh Biaya dlm hubungan dengan :
1.Produk
2.Volume Produksi
3.Departemen dan Pusat Biaya
4.Periode Akuntansi
5.Pengambilan Keputusan

8/8/16

KLASIFIKASI BIAYA HBGNNYA DGN PRODUK :


(Biaya Produksi dan Non Produksi)
-Biaya Produksi : biaya yg digunakan dlm proses produksi yg
terdiri dari Bahan Baku Langsung,Tenaga Kerja Langsung dan
Biaya Overhead Pabrik : atau Biaya Produk yaitu Biaya2 yg
dapat dihubungkan dgn suatu produk,dimana biaya ini
merupakan bagian dari persediaan.
1.Biaya Bahan Baku Langsung
2.Tenaga Kerja Langsung
3.Biaya Overhead Pabrik

8/8/16

BIAYA OVERHEAD PABRIK :


a.Bahan tdk langsung (Bahan Pembantu atau Penolong) : Oli dan minyak
pelumas,staples,paku,baut dan Mur,amplas,dll
b.Tenaga Kerja Tdk Langsung (Gaji satpam pabrik,Karyawan bgn
pemeliharaan,Gaji operator tlpon pabrik,pegawai resepsionis pabrik,peg bgn
gudang)
c.Biaya tdk langsung lainnya (PBB,Listrik pabrik,air dan telpon pabrik,sewa
pabrik,asuransi pabrik,penyusutan pabrik,peralatan pabrik,pemeliharaan mesin
dan pabrik,reprasi mesin dan peralatan pabrik)

8/8/16

DUA DARI TIGA UNSUR UTAMA BIAYA PRODUKSI, DAPAT


DIGOLONGKAN SECARA TERMINOLOGI BIAYA SBB :
1.Biaya Utama yaitu Gabungan antara Biaya bahan baku langsung
dan tenaga kerja langsung.
2.Biaya Konversi yaitu Biaya yg digunakan utk merubah bahan
baku langsung menjadi produk selesai
-BIAYA NON PRODUKSI : Biaya yg tdk berhubungan dgn proses
produksi atau disebut Biaya Komersial atau Biaya Operasi,atau
Biaya Periodik ,Biaya ini jg digolongkan sebagai Biaya periode
yaitu biaya2 yg dihubungkan dgn interval waktu.
BIAYA ini DIKELOMPOKKAN MENJADI ELEMEN :
1.Beban Pemasaran (Beban Iklan,Promosi,Pengiriman barang,Biaya
penjualan,Tlpon,Telegram,Hiburan,Gaji bgn penjualan)
2.Beban Administrasi (Gaji Adm Kantor,Sewa kantor,Penyus
kantor,Biaya Piutang tak tertagih,Biaya lain2)
3.Beban Keuangan (beban bunga)
8/8/16

BIAYA HUBUNGANNYA DGN PENGAMBILAN KEPUTUSAN.


1)BIAYA RELEVAN ,terdiri dr : a) Biaya Diffrensial
/marginal/ incremental, b).Biaya Kesempatan. c).Biaya
Tersamar(Bunga),d)Biaya Nyata,e).Biaya yg dapat dilacak
2). BIAYA TIDAK RELEVAN : Biaya yg dikeluarkan ttp tdk
mempengaruhi keputusan apapun,dikelompokkan
menjadi :
a).Biaya Masa Lalu (Pembelian mesin)
b).Biaya Terbenam : yg tdk dpt kembali (kelebihan nilai
buku atas nilai sisa,supervisor pabrik dan penyusutan
bangunan)

8/8/16

10

BIAYA DLM HUBUNGANNYA DGN VOLUME PRODUKSI


1).Biaya Variable : Biaya yg berubah sebanding dgn perubahan volume
produksi dlm rentang relevan,ttp secara perunit bersifat
tetap(perlengkapan,bhn bakar,royalti,biaya komunikasi,upah lembur,biaya
pengangkutan dlm pabrik, penanganan bhn baku,
biaya sumber tenaga)
2).BIAYA TETAP : Biaya yang secara totalitas bersifat tetap dlm rentang
relevan ttt,ttp secara perunit berubah.(Gaji eksekutif produksi,Pajak
properti,Gaji suvervisor,Asuransi properti dan kewajiban,
Gaji satpam dan peg kebersihan,sewa dll)
3). BIAYA SEMI : Didalamnya mengandung unsur tetap dan unsur
variable,dikelompokkan dlm 2 elemen yaitu :
a).Biaya Semi Variable : didlmnya mengandung unsur tetap dan
memperlihatkan karakter tetap dan variable (Biaya listrik,
bensin,tlpon dan air,pph,biaya perjalanan dinas dll)
b).Biaya Semi Tetap :biaya yg berubah dan volume secara bertahap(Gaji
penyelia)

8/8/16

11

BIAYA DLM HUBUNGANNYA DGN DEPARTEMEN PRODUKSI


a).Biaya Lgsng Departemen ; Biaya yg dapat ditelusuri secara
lgsng ke dept yg bersangkutan(Gaji mandor pabrik)
b).Biaya Tdk Lagsng Departemen ; Biaya yg tdk dpt ditelusuri secara
lgsng ke dept yg besangkutan.(Biaya penyusutan dan Asuransi
yg digunakan secara bersama oleh masing2 departemen,
maka biaya tsb merupakan biaya tdk lgsng depart)
BIAYA DLM HUBUNGANNYA DGN PERIODE WAKTU
1).Biaya Pengeluaran Modal (pembelian Mesin dan peralatan)
2).Biaya Pengeluaran Pendapatan : biaya yg memberikan manfaat
utk periode sekarang dan dilaporkan sbgi Beban.(Mesin /Peralat
an,menimbulkan penyusutan,penyusutan sbgi pengeluaran
pendapatan yg dilaporkan sbgi beban.

8/8/16

12

Contoh : Penggolongan Biaya Produksi atas Dasar OBJEK PENGELUARAN(Disederhanakan)


dlm suatu Perusahaan :
Biaya Bahan Baku dan Bahan Penolong :
-Biaya Gas Alam
-Biaya Air Mentah
-Biaya Calalist
-Biaya Resin

-Biaya Carbon Filter


-Biaya Silica Gel
-Biaya Fuel Oil
-Biaya Bahan lain2

Biaya Tenaga Kerja :


-Biaya Gaji
-Biaya Upah
-Biaya Lembur
-Biaya Makan

-Biaya Tunjangan
-Biaya Pengobatan
-Biaya Pendidikan dn Latihan
-Biaya Rekreasi dan Olah Raga

Biaya OVERHEAD Pabrik :


-Biaya Reprasi dan Pemeliharaan Aktiva Tetap
-Biaya Akuntansi
-Biaya Amortisasi
-Biaya Perjalanan Dinas
8/8/16

13

PERINCIAN BIAYA :

BIAYA BAHAN BAKU


PRIME COST
BIAYA PRODUKSI

BIAYA TENAGA KERJA


BIAYA KONVERSI
BIAYA OVERHEAD PABRIK

BIAYA

BIAYA PEMASARAN
BIAYA KOMERSIAL
BIAYA ADMINISTRASI
DAN UMUM

8/8/16

14

BIAYA DLM HUBUNGANNYA DGN PENGAMBILAN KEPUTUSAN


1).Biaya Relevan : Biaya masa akan datang yg berbeda dlm beberapa
alternatif yg berbeda.
a).Biaya Diffrensial : Selisih biaya/biaya yg berbeda dlm beberapa
alternatif pilihan(Biaya marginal/biaya incremental).
mis.penggunaan kayu dan besi.
b).Biaya Kesempatan : Kesempatan yg dikorbankan dlm memilih suatu
alternatif (menjual dan menyewakan mobil)
c).Biaya Tersamar: Biaya yg tdk kelihatan dlm catatan akuntansi ttp
mempengaruhi dlm pengambilan keputusan.(biaya Bunga)
d).Biaya Nyata: Yg benar2 dikeluarkan akibat memilih suatu alternatif.
E).Biaya yg dapat dilacak : Yg dpt dilacak kpd produk selesai (Biaya
bahan baku dan tenaga kerja langsung).

8/8/16

15

2).Biaya Tidak Relevan : Biaya yg dikeluarkan ttp tdk mempengaruhi


keputusan
apapun,.dikelompokkan menjadi :
a).Biaya Masa Lalu(Historical Cost) : yg sdh dikeluarkan ttp tdk mempengaruhi
keputusan apapun (pembelian mesin)
b).Biaya Terbenam : Biaya yg tdk dapat kembali.(kelebihan nilai buku atas nilai
sisa,supervisor pabrik dan penyusutan bangunan.

KALKULASI HARGA POKOK MNRT PEMBAGIAN BIAYA VARIABLE &TETAP


I.Biaya2 Variable :
1.1.Pemak Bhn Baku.......................................................
1.2.Upah lgsng...............................................................
1.3.Biaya2 Produksi tak lgsng........................................
1.4.Biaya Penjualan........................................................
1.5.Biaya Adm dan Umum.............................................
Jlh Biaya Variable..............................................................Rp--------------II.Biaya2 Tetap :
2.1.Biaya Produksi tak lgsng.............................................
2.2.Biaya2 Penjualan......................................................
2.3.Biaya Adm dan Umum............................................
Jlh Biaya Tetap.....................................................................Rp------------------Harga Pokok Penjualan....................................................................Rp------------------

8/8/16

16

KALKULASI HARGA POKOK PABRIK DAN HARGA POKOK


PENJUALAN
1.Biaya2 Produksi :
1.1.Pemak Bahan Baku Langsung
...................Rp.....
1.2.Upah Lgsng...................................................................Rp......
Jlh Biaya Produksi Lgsng ......................................................Rp.....
(Prime Cost)
2.Biaya2 Produksi Tak Lgsng :
2.1.Pemak Bhn Baku tak lgsng..............................................Rp...
2.2.Upah tak lgsng.................................................................Rp...
2.3.Macam2 Biaya Produksi tak lgsng...................................Rp...
Jlh Biaya Produksi Tak lgsng................................................Rp.....
Harga Pokok Pabrik (Total Manufacturing Cost)................Rp......
3.Biaya2 Penjualan......................................................................Rp....
4.Biaya Administrasi. Dan Umum................................................Rp...
Jumlah Biaya Komersil ...............................................................Rp......
Harga Pokok
Penjualan...............................................................Rp--------------

8/8/16

17

NERACA .PT X
Aktiva

Aktiva Lancar :
Kas ..............................................200,000
Efek..............................................200,000
Piutang........................................160,000
Persediaan(Inventory)...............840,000
JLh Aktiva
Lancar..............................................1400,000
Aktiva Tetap :
Mesin...................................... 700,000
Akumulasi Depresiasi.................100,000
600,000
Bangunan2...............................1,000,000
Akum.Depresiasi...................... 200,000
800,000
Tanah dll.................................... 100,000
Intangibles...................................100,000
Jlh Aktiva
Tetap.................................................1,600,000
Jlh
Aktiva...........................................................3,000,
000

8/8/16

Passiva

Utang dan Modal Sendiri :


Utang lancar:
Utang perniagaan................................300,000
Utang Wesel.......................................100,000
Utang pajak.........................................160,000
Jlh Htg Lancar..............................................560,000
Utang Jk Panjang :
5% obligasi..........................................600,000
Modal Sendiri :
Mdl saham...............................1200,000
Agio Saham............................. 200,000
1400,000
Laba ditahan............................ 440,000
Modal sendiri.............................................1,840,000
Jlh Utang dan Mdl Sendiri..........................3,000,000

18

KLASIFIKASI BIAYA :
( MENGHITUNG HARGA POKOK )
----------------------------------------------------------------------------------------------a) Biaya Produksi : Biaya Bahan Baku,Biaya Tenaga Kerja Langsung, dan
Biaya Overhead
b).Biaya Non Produksi : Biaya Pemasaran, Biaya Administrasi dan Umum.
SISTEM PERHITUNGAN HARGA POKOK :
Membahas bagaimana tatacara/metode penyajian informasi produk dan jasa
berdasarkan informasi dari sistem akumulasi biaya dan sistem biaya
Ada 2 Alternatif Sistem Perhitungan HARGA POKOK , yaitu :
1).Sistem Perhitungan HP Penuh (Full Costing/Absorption Costing)
2).Sistem Perhitungan HP Variable (Variable Costing).

8/8/16

19

PENYAJIAN BIAYA DLM LAPORAN KEUANGAN


Laporan R/L Perusahan Industri X (Contoh)
-------------------------------------------------------------------Penjualan..............(29,000 x Rp 15) .................................................................................Rp 435,000
Harga Pokok Penjualan,
Persediaan awal Barang Jadi awal ................................................. Rp
0
Harga Pokok Produksi (30,000x Rp 9,25) .......................................Rp 277,500 (+)
Produk jadi siap jual /Tersedia utk dijual..........................................Rp 277,500
Persed akhir Brg jadi./Produk jadi akhir (1000 x Rp 9,25)..............Rp
9,250,(-) ......Rp 268,250.
Laba Kotor
.........................................................................................................Rp 166,750
Dikurangi Biaya Operasional :
Biaya Administrasi
......................................Rp 35,000
Biaya Pemasaran (Rp 50,000 + (Rp 29,000 x Rp 1) ........................Rp 79,000 (+) ......Rp 114,000
LABA OPERASIONAl
......................................................................................... Rp 52,750
(Perhitungan Harga Pokok Produksi).

8/8/16

20

PERHITUNGAN HARGA POKOK PRODUKSI


(Perusahaan Industri) cth : Maret 15
------------------------------------------------------------Bahan Baku Langsung
Persediaan Awal Bahan Baku......................xx
Pembelian....................................................xx (+)
Tersedia untuk dipakai................................xxx
Persediaan Akhir Bhn Baku.........................xx (-)
Biaya Bhn Baku...............................................................................xxx
Biaya Tenaga Kerja Langsung...........................................................xx
Biaya Overhead Pabrik :
Asuransi Gedung...............................................................xx
Tenaga Kerja Tak Langsung..............................................xx
Bahan Penolong.................................................................xx
Sewa Mesin........................................................................xx
Penyusutan.........................................................................xx
Total Overhead......................................................................................xxx (+)

Total Biaya Produksi................................................................xxx


Persediaan Awal Barang Dlm Proses.........................................xx
Persediaan Akhir Barang Dlm Proses.......................................(xx)
Harga Pokok Produksi(Cost Of Goods Manufactured)...........xxxx

8/8/16

21

SYSTEM BIAYA dan AKUMULASI BIAYA


a).Sistim Biaya sesungguhnya/Historis (sistem Biaya Aktual/Actual Costing) :
Suatu sistem dlm pembebanan harga pokok produk atau pesanan atau jasa pada
saat biaya tsb sudah terjadi atau biaya yg sesungguhnya dinikmati. Penyajian hasil
baru akan dilakukan apabila semua operasi sdh selesai pd periode akuntansi yg
bersangkutan.
b).Sistem Biaya Ditentukan Di Muka (Biaya Standart) : Suatu sistem dlm
pembebanan harga pokok kpd produk atau pesanan atau jasa dihasilkan sebesar
harga pokok yg ditentukan dimuka sebelum suatu produk atau jasa dikerjakan.
Atau Jumlah biaya yg seharusnya dilkeluarkan utk membuat satu satuan produk
atau utk membiayai suatu proses produksi ttt.
Penentuan HP Standart mempunyai ciri ciri sbb :
* Merupakan HP yg ditentukan dimuka,sblm proses produksi dimulai
* Penentuan dilakukan mllui proses analisis secara ilmiah dan teliti,terutama
penentuan ukuran fisik produk.
* Merupakan ukuran seharusnya.
Penentuan Harga Standart Dapat digolongkan sbb :
1).Standart Teoritis/Ideal ; 2).Rata2 Biaya Masa lalu ; 3).Standart Normal :
Didsrkan pd rata2 biaya yg terjadi pd masa yg lalu dan disesuaikan dg taksiran
kemungkinan perubahan diwaktu yg akan datang ; 4).Standart terbaik yg dicapai

8/8/16

22

Biasanya kedua sistem biaya ini dicatat dan kemudian dibandingkan shgg
terlihat adanya varians antara biaya yg sesungguhnya terjadi dgn biaya yg
ditentukan dimuka.Varians tsb yg timbul adalah varians lebih(over applied)
dan varians kurang (under applied).
Tujuan Perusahaan menentukan Standart Costing/HP Standart adlh :
* Memudahkan pembuatan rencana kegiatan dan perencanaan anggaran
* Memudahkan penentuan kebijakan dlm melaksanakan kegiatan produksi.
* Untuk pengawasan Biaya
* Pengambilan keputusan yg khusus.
*Menghemat biaya administrasi persediaan bahan.

8/8/16

23

ALTERNATIF PENYAJIAN INFORMASI BIAYA (ada 3 Macam)


------------------------------------------------------------------------------SISTEM BIAYA :
Sistem Perhitungan HP

Actual Costing

Normal Costing

Standart Costing

VARIABLE COSTING :
*Bhn Baku
*Tenaga Kerja
*Biaya Overhead Pabrik Variable
*Biaya Overhead Tetap

Aktual
Aktual
Aktual

Aktual
Aktual
Tarif xInput/Output Aktual

Standart
Standart
Tarif Stdrt x Standart Input bagi output Aktual
-

FULL COSTING :
*Bhn Baku
*Tenaga Kerja
*BOP Variable
*BOP Tetap

Aktual
Aktual
Aktual
Aktual

Aktual
Aktual
Tarif xInput/Output Aktual
Tarif x Input/Output Aktual

Standart
Standart
Tarif Stdt x Standart Input bagi Output Aktual
Tarif Stdrt x Standart input bagi Output Aktual

Selanjutnya adalah contoh ilustrasi penyajian infomasi biaya menurut tabel


sistem Biaya diatas.

8/8/16

24

Contoh : PT Z,perusahaan yg memproduksi Makanan X dgn produksi pertahun 96,000 unit utk bulan Maret 2014 jumlah produksi 10,000 unit.
1.Biaya Produksi Aktual :
Item Biaya
Total Biaya
Bhn Baku 110 unit @ Rp 0,264
Rp 29,040
Tenaga Kerja 3200 jam @ Rp9,35
Rp 29,920
BOP Variable
Rp 26,480
BOP Tetap
Rp 37,000
------------Total
........................................................................ RP 122,440
-----------------------------------------------------------------------------------------------------------------2. Tarif Ditetapkan Dimuka (Predetermined Overhead Rate)
- Utk BOP Variable =Rp 8,33/jam kerja ,Tenaga kerja langsung
- Utk BOP Tetap = Rp 15,00/jam kerja, Tenaga kerja langsung
3. Biaya Produksi Standart per Unit Makanan X
Item Biaya
Total Biaya
Bhn Baku 10 unit @ Rp 0,25
Rp 2,50
Tenaga kerja 0,3 jam @ Rp 10
Rp 3,00
BOP Variable 0,3 x Rp 8,33
Rp 2,50
Total Biaya Variable...........................................................Rp 8,00
BOP Tetap Standart 0,3 x Rp 15,00.
. Rp 4,50
Total Biaya Standart (Variable + Tetap ) ..................................... Rp 12,50

8/8/16

25

Maka : Harga Pokok Produk utk setiap Alternatif sistem adalah sbb :
SISTEM BIAYA
Sistem Perhit HP
Actual Costing
Normal Costing
Standart Costing
Variable Costing :
Bhn Baku
Tenaga Kerja
BOP Variable
TOTAL
Harga Pokok Perunit

29,040
29,920
26,480
85, 440
Rp 8,544

29,040
29,920
26,667
85,627
Rp 8,5627

25,000
30,000
25,000
80,000
Rp 8,00

Sistem Perhitungan Full- Absorption Costing


Bahan Baku
29,040
29.040
25,000*
Tenaga Kerja
29,920
29,920
30,000**
BOP Variable
26,480
26,667
25,000***
BOP Tetap
37,000
48,000
45,000****
TOTAL
Rp 122,440
Rp 133,627
Rp 125,000
Harga Pokok Per Unit
Rp 12,244
Rp 13,3627
Rp 12,50
--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------**(10,000 unit produk jadi) x Rp 3/ unit - 10,000 x 3
***(10,000 unit produk jadi) x Rp 2,5 / unit
****(10,000 unit produk jadi ) x Rp 4,5 / unit
Malam B

8/8/16

26

Asumsi : Arus Bagan Biaya dlm Manufaktur.


Bahan Baku

Tenaga Kerja

Proses Produksi

belum
selesai

Barang Dlm Proses

Overhead Pabrik
selesai
Persediaan Produk Jadi
Harga Pokok Penjualan

8/8/16

27

ANALISA PERILAKU BIAYA

Perilaku Biaya : sebagai perubahan biaya yg terjadi akibat perubahan dari aktivitas.
POLA PERILAKU BIAYA : 1).Biaya Variable /Vaiable cost. 2).Biaya Tetap/Fixed cost. 3).Biaya Campuran/Mixed Cost.
Y(Rph)

Biaya Variable

Biaya Tetap
0

X (unit)
Biaya Campuran (semi variabel)

Pagi A

8/8/16

28

Biaya Variable

Biaya Tetap
0
Biaya Semi Tetap

8/8/16

X (Unit)

29

ANALISA BIAYA DLM AKUNTANSI BIAYA


Pengertian AKUNTANSI : Proses
pencatatan,penggolongan,peringkasan dan penyajian dg cara2
ttt,transaksi keuangan yg terjadi dlm perusahaan atau
organisasi lain serta penafsiran terhadap hasilnya
Proses Akuntansi :
Dokumen
Pembukuan

Buku Jurnal

Buku
Besar

Laporan Keuangan
Neraca
Laporan Rugi/Laba

Buku
Pembantu

Pencatatan
dan
Penggolong
an

8/8/16

Peringkasan

Penyajian

30

KESIMPULAN :
1.Objek Kegiatan akuntansi adalah transaksi keuangan yaitu : peristiwa2 atau
kejadian2 yg menyangkut perubahan aktiva,hutang dan modal yg dinyatakan
dgn satuan uang
2.Kegiatan Akuntasi adalah : pencatatan,penggolongan,peringkasan dan
penyajian transaksi keuangan(dgn dokumen2 pembukuan sbgi dasar
pencatatan dan penggolongan di dlm buku jurnal).

BUKU JURNAL adalah Pencatatan secara kronologis dan menggolong2kan


seluruh transaksi keuangan sesuai dgn informasi yg dibutuhkan. -> dilakukan
setiap hari,secara periodik diringkas dan ditransfer ke dalam buku besar.
BUKU BESAR : Berisi rekening 2 yg digunakan menampung transaksi2 yg
mengubah aktiva,hutang dan modal.
Dari buku Besar -> diambil informasi yg akan disajikan didlm Laporan
Keuangan.
Proses Akuntansi akan berakhir dgn disajikannya Laporan Keuangan terdiri
dari : ( NERACA & LAPORAN R/L) -> disebut AKUNTANSI KEUANGAN (Financial
atau General Accounting)

8/8/16

31

Beberapa Pengertian BIAYA/COST.


BIAYA /COST (arti luas) : Pengorbanan sumber ekonomis (jika memiliki
sifat adanya kelangkaan(scarcity) yg diukur dlm satuan uang,yg telah terjadi
atau kemungkinan akan terjadi utk mencapai tujuan ttt.
BIAYA/COST (arti sempit) : adalah suatu pengorbanan sumber daya utk
mencapai suatu tujuan tertentu
BIAYA/COST menurut Akuntan adalah sbgi satuan moneter atas pengorbanan
barang dan jasa utk memperoleh manfaat di masa kini dan masa yg akan
datang
Biaya/Cost : Pengorbanan sumber daya ekonomi(resources).
AKUNTANSI BIAYA : Suatu bidang akuntansi yg mempelajari bagaimana
cara mencatat,mengukur dan melaporkan ttg informasi biaya yg digunakan
,juga membahas penentuan Harga Pokok dari suatu Produk yg diproduksi dan
dijual di pasar baik utk memenuhi keinginan pemesan maupun menjadi
persediaan barang dagangan yg akan dijual.

8/8/16

32

SISTEM AKUMULASI BIAYA,SISTEM BIAYA DAN SISTEM


PERHITUNGAN HARGA POKOK
SISTEM AKUMULASI BIAYA :
Setiap organisasi (Perusahaan) sdh barang tentu hrs mampu menghasilkan
barang atau jasa yg kemudian dijual kpd para pelanggan atau penggunan
jasa. Kegiatan atau proses menghasilkan barang dan jasa,jelas
membutuhkan sejumlah sumber daya ekonomi yg secara garis besar dapat
dibagi atas :
1).Tenaga Kerja.
2).Bahan Baku.
3).Sumber Daya lainnya atau disebut Overhead.
Pengumpulan Biaya Produksi Barang dan Jasa dilakukan atas Tiga (3)
kelompok Besar Biaya yaitu : a).Biaya Bahan Baku
b).Biaya Tenaga Kerja
c).Biaya Overhead Pabrik (BOP).
AKUMULASI BIAYA adalah : suatu cara mengetahui berapa besar Biaya yg
dikeluarkan utk suatu produk dan jasa,atau menyangkut suatu hal.

8/8/16

33

Sistem Akumulasi Biaya harus sesuai dgn sistem Produksi


Dikenal 2(dua) Sistem Akumulasi Biaya, yaitu :
1).Sistem /Metode Biaya Pesanan (Job Order Costing)
2).Sistem/Metode Biaya Proses (Process Costing).
Add.1).Sistem Akumulasi Biaya Pesanan (Job Order Costing),adlh suatu
metode yg digunakan dlm pengumpulan harga pokok suatu produk
dimana biaya dikumpulkan utk setiap pesanan atau kontrak atau Jasa
secara terpisah,dan setiap pesanan atau kontrak dapat dipisah sesuai
identitasnya.
AKUMULASI BIAYA PESANAN ini dapat diterapkan pd perusahaan yg
menggunakan proses produksi secara terputus-putus,seperti :
Bengkel,Percetakan,Pekerjaan Konstruksi,Catering, Meubel,Tk Jahit dlsb.
Add.2).Sistem Akumulasi Biaya Proses (Proses Costing),adlh suatu
metode dlm pengumpulan Harga Pokok Produk dgn mengumpulkan biaya
utk setiap satuan waktu tertentu. Akumulasi Biaya Proses ini dpt
diterapkan pada perusahaan yg menggunakan proses produksi terus
menerus,seperti,Perusahaan Penerbangan, Rumah Sakit,Perusahaan
Perakitan Mobil,Obat-obatan ,Fibre dlsb.

8/8/16

34

SISTEM BIAYA PROSES : ditetapkan pd industri manufaktur yg karesteristik


produksinya sbb : a).Intermitten yaitu sistem produksi merupakan sistem yang
berjalan secara terus menerus.
b).Homogen yaitu Produk yg dihasilkan merupakan produksi
massal dan bersifat seragam
c).Inventory yaitu tujuan produksi adalah untuk membentuk persediaan.
PERBANDINGAN ANTARA SISTEM PRODUKSI PESANAN DAN SISTEM BIAYA
PROSES :
Sistem HP Pesanan : =Berdasarkan Pesanan, =Produk Heterogen, =Volume
Produksi Rendah, =Fleksibilitas Produksi tinggi, =Standarisasi Rendah hingga
medium.
Sistem HP Proses : =Operasi berulang/Repetitive, =Produk Homogen,=Volume
Produksi Tinggi, =Fleksibilitas Produk Rendah, =Standarisasi Tinggi.

PROSES PRODUKSI :

adlh Proses pengolahan Input menjadi Output, Input


yg dimaksud adalah : -Bahan Baku Langsung, -Tenaga Kerja Langsung,- Biaya
Overhead Pabrik (BOP) yg diproses menjadi produk selesai.
Dalam perusahaan Pabrikasi,Proses Produksi dapat dilakukan melalui 2 (dua) cara
:
1).Satu Tahapan proses produksi
2).Beberapa tahapan proses produksi.

8/8/16

35

1). Satu Tahapan Proses Produksi ; adlh suatu proses produksi


yg dilakukan dalam pengolahan produk selesai melalui satu
departemen atau satu tahapan proses produksi : Contoh :
Bahan Baku
Tenaga Kerja

Proses

Produk

Biaya
Overhead
Pabrik
8/8/16

36

2).Beberapa Tahapan Proses Produksi, adlh suatu proses produksi


nyg dilakukan dlm pengolahan produk selesai melalui beberapa
departemen atau lebih dari satu departemen.
Departemen tsb terdiri dari :
* Departemen Produksi dan
*Departemen Jasa atau Pembantu sebagai penunjang Departemen
Produksi.
Cth : Proses Produksi mlli bbrp tahapan
Dept Prod I
BOP
Bhn Baku

Dept Prod II

Tenaga Kerja
Langsung

Dept Prod
III

Dept
Jasa A

Dept Jasa
B

PRODUK
8/8/16

37

ALIRAN BIAYA DALAM PERUSAHAAN PABRIKASI


Diawali dgn pembelian bahan baku yg kemudian disimpan dlm bentuk
persediaan,Persediaan Bahan Baku diminta utk dimasukkan dlm proses produksi yg
akan membentuk produk dlm proses,ditambah dgn pemakaian tenaga kerja
langsung dan biaya overhead pabrik.
Barang dlm proses dimasukkan kedlm proses produksi yg akan membentuk Harga
Pokok Produk Jadi (produk selesai) ,selanjutnya produk jadi yg blm terjual akan
membentuk persediaan produk jadi sedangkan yg sudah terjual akan membentuk
KasPokok
aktiva
yg
Harga
Penjualan.
Cth : Aliran
Biaya Bhn
dptBiaya Pabrikasi.

disusutkan
htg dagang
aktual
Biaya
Pabrikasi:
-Bhn Bk lgsg
-Ten Kerja
lgsng
-BOP:
TKTL,Bhn
Tdk
lgsng,BOP
lain2
8/8/16

Baku
Yg dibeli

Persedian
Bhn Baku

Produk dlm proses


BB, TKL dan BOP
dibebankan
Hrg Pokok produk
selesai
Harga
Pokok
Penjualan

Persed produk
selesai
38

SIKLUS AKUNTANSI BIAYA


Biasanya dimulai dengan :
1.Penentuan Harga Pokok yg dibeli dan harga pokok bahan yg dipakai dlm produksi
2.Penentuan Biaya Tenaga Kerja Langsung
3.Penentuan Biaya Overhead Pabrik (BOHP)

Penentuan HP Bhn Baku yg dibeli

Biaya
TenKerja
Langsung

Penentuan HP
Bhn Baku yg
dipakai

Biaya
Overhead
Pabrik

Pengumpulan Biaya Produksi

Penentuan Hrg Pokok


Produk Selesai
8/8/16

39

SIKLUS PEMBUATAN PRODUK


Pembelian dan Penyimpanan Bhn
Baku

Penggolongan Bhn Baku Menjadi


Produk Selesai

Penyimpanan Produk Selesai


dlm Gudang

8/8/16

40

SIKLUS AKUNTANSI BIAYA DLM REKENING


Pers Bhn Baku
Persediaan
Produk Bhn Proses

Produk

Jadi

Tenaga Kerja Lgsng

BOP

8/8/16

41

Dlm aliran BIAYA PABRIKASI dapat dilihat bahwa Akun Buku Besar utk Biaya Pabrikasi yg
digunakan adlh : Akun Bhn Baku,Beban Gaji dan Akun Pengendali Overhead,Produk dlm
proses,Produk selesai dan Harga Pokok Penjualan
Tahapan SIKLUS AKUNTANSI melalui Akun bentuk T dapat dijelaskan sbb :
1).Membuka rekening perkiraan persediaan Bhn Baku ,Beban Gaji (utk mencatat tenaga
kerja lgsng) dan BOP Pengndali disebelah Debet.
2).Bhn Baku,Tenaga Kerja Lgsng dan BOP dimasukkan kedlm Proses dan dipindahkan
kesebelah Kredit,kemudian membuka rekening produk dlm proses yg diletakkan disebelah
Debet.
3).Produk dlm proses, diproses dan dipindahkan kesebelah Kredit dan kemudian
membuka rekening perkiraan produksi selesai yg diletakkan disebelah Debit.
4).Produk selesai, dijual ,akan membentuk Harga Pokok Penjualan,shgg produk selesai
berpindah kesebelah Kredit dan mendebitkan rekening Harga Pokok Penjualan
DASAR JURNAL PADA SIKLUS AKUNTANSI BIAYA DPT DIJELASKAN sbb :
1).Jurnal Bhn Baku Lgsng dan Bahan Penolong
a).Pencatatan pembelian Bahan Baku secara : Kredit (Hutang) ---
Bahan Baku................................................xxxxx
Hutang..........................................................xxxx
Tunai (Cash) :-
Bahan Baku................................................xxxx
Kas/Tunai..................................................xxxxx
b).Pencatatan Pembelian Bahan Penolong secara : Kredit ------------
Bahan Penolong............................................xxxxx
Hutang.......................................................xxxxx
8/8/16

42

Tunai (Cash) :---- Bahan Penolong..............................xxxxx


Kas
..............................................xxxx
c).Jurnal Gabungan secara :
Kredit :----- Bahan......................................................xxxx
Hutang...................................................................xxxx
Tunai/Cash:----
Bahan......................................................xxxx
Kas.......................................................................xxxx
d).Jurnal Pemakaian Bahan Baku : Utk mencatat pemakaian Bahan Baku ;
Produk dlm proses Bahan Baku..........................xxx
Persediaan Bahan Baku......................................................xxx
e). Jurnal Pemakain Bahan Penolong; utk mencatat pemakaian Bahan
Penolong:
Biaya Overhead Pabrik (BOP)............................xxxx
Bahan Penolong.................................................................xxxx
2). Junal Tenaga Kerja Langsung :
a).Jurnal Pencatatan Tenaga Kerja Terutang oleh Perusahaan(Jurnal yg mencatat
gaji dan upah yg blm dibayar oleh perusahaan atau gaji yg masih
terutang)..
Beban Gaji dan Upah.............................................xxxx
Gaji dan Upah Terutang................................................xxx
8/8/16

43

b). Pencatatan Distribusi Biaya Tenaga Kerja :


PDP-TKL.......................................xxx
BOP Pengendali...........................xxx
Beban Pemasaran.......................xxx
Beban Adm..................................xxx
Beban Gaji dan Upah...........................xxx
(Jurnal utk mencatat pemakaian Tenaga Kerja Lgsng dan Biaya Overhead
Pabrik
sesungguhnya dan Biaya lain).
3).Jurnal Biaya Overhead Pabrik :
a).Pencatatan Pemakaian BOP :
PDP-BOP.............................................xxxx (Produk Dlm Proses)
Bahan Penolong.....................................................xxxx
Tenaga Kerja Tdk Lgsng..........................................xxxx
Biaya Penyusutan...................................................xxxx
BOP lain2...............................................................xxxx
b).Jurnal Biaya Overhead Sesungguhnya :
BOP Pengendali..................................xxx
Akumulasi Penyusutan Mesin................................xxx
Asuransi Biaya Dimuka...........................................xxx
Kas...........................................................................xxx
c).Jurnal Menutup BOP dibebankan ke Rekening BOP sesungguhnya :
BOP dibebankan.......................................xxxx
BOP Pengendali.............................................xxxx
8/8/16

44

4). Jurnal Harga Pokok Produk Sel esai :


Produk Selesai .............................xxx
PDP-BBl.........................................................xxx
PDP-TKL........................................................xxx
PDP-BOP........................................................xxx
(Jurnal utk mencatat Harga Pokok Produk selesai yg dipindahkan ke Gudang).
5). Jurnal Harga Pokok Produk Dlm Proses
Persediaan PDP................................xxx
PDP-BBL...........................................................xxx
PDP-TKL.............................................................xxx
PDP-BOP.............................................................xxx
(Jurnal utk mencatat HP Persediaan Produk dlm proses)
6). Jurnal Harga Pokok Penjualan.
Harga Pokok Penjualan...................xxx
Produk Selesai...................................................xxx
(Jurnal utk mencatat produk selesai yg terjual).
7). Jurnal Penjualan.
a). Pencatatan Penjualan Tunai
Kas.............................................xxx
Penjualan....................................................xxx
(Mencatat penjualan produk selesai secara tunai)
b). Pencatatan Penjualan Secara Kredit.
Piutang......................................xxx
Penjualan....................................................xxx
(Jurnal utk mencatat penjualan produk selesai secara Kredit)
Cttn : PDP= Produk Dlm Proses ; BBL = Bahan Baku Langsung ; TKL= Tenaga Kerja Langsung
BOP = Biaya Overhead Pabrik.

8/8/16

45

SISTEM BIAYA
Sistem Biaya adlh Organisasi dr Formulir ,catatan dan Laporan yg terkordinasi yg bertujuan utk melaksanakan kegiatan dan
merupakan informasi biaya bagi manajemen.
Sistem Biaya dikelompokkan menjadi : 3(tiga)
1.Sistem Biaya Aktual(Actual Costing)
2.Sistem Biaya Normal (Normal Costing)
3.Sistem Biaya Standart (Standart Costing)
add1).Actual Costing .
Seluruh biaya dicatat berdasarkan nilai aktual, Sistem ini walapun secara teori merupakan sistem ideal,namun dlm
implementasinya kerap menghadapi kendala pengukuran yg sulit dielakkan,terutama dlm pengukuran biaya overhead pabrik (BOP)
add2).Normal Costing :
Dimana hanya Biaya Bahan Baku dan Biaya Tenaga Kerja dicatat(diukur) berdasarkan jumlah yg sesungguhnya. Biaya
Overhead Pabrik(BOP) dicatat berdasarkan tarif ditentukan dimuka (predetermined overhead rate),sistem ini sering ditemui pada
sistem biaya pesanan.
Add3).Standart Costing :
Seluruh Biaya dicatat berdasarkan standart . Keuntungan pencatatan sistem ini adlh memudahkan pembebanan biaya
karena berkurangnya kegiatan pengukuran karena telah ada kepastian tarif. Sistem ini ideal diterapkan pd lingkungan produksi yg
memiliki kepastian tinggi,baik dari sisi produksi maupun lingkungan ekonomi yg stabil dgn tingkat inflasi yg rendah. Dalam
implementasinya sistem ini kerap membutuhkan dukungan sistem pemrosesan data elektronik yg tangguh.

8/8/16

46

Contoh : Arus Biaya Pabrikasi .


PT X pd thn 2012 mengeluarkan Biaya Tenaga Kerja Langsung sebesar Rp 100,000, Saldo
perkiraan perusahaan awal dan akhir sbb :
Keterangan
Awal (Rp)
Akhir (Rp)
Bahan Baku
34,000
48,000
Produk Dlm Proses
24,000
28,000
Produk Jadi
56,000
90,000
HPP
280,000
BOP
50,000
Diminta : Buatlah Arus Biaya dan Jurnal yg diperlukan.
Penyelesaian :
Persed Bahan Baku
PDP
Produk Jadi
HPP
1/1 34,000
31/12.
182,000
280,000

1/1
168,000

24,000

1/1. 56,000

280,000

168,000

31/12..48,000
Tena Kerja Lgsng
100,000 100,000

280,000

31/12 90,000
100,000
314,000
31/12;28,000

314,000

50,000
BOP
50,000

31/12..50,000

Catatan : Pembelian
= 182,000
Pemak Bhn Baku
= 168,000
Harga Pokok Produksi = 314,000
8/8/16

47

Jurnal Yg Diperlukan :
*Jurnal Pembebanan Biaya ;
PDP-Bahan.....................................168,000
PDP-Tenaga Kerja..........................100,000
PDP-BOP........................................ 50,000
Bahan........................................................168,000
Beban Gaji dan Upah................................100,000
BOP dibebankan........................................50,000
(Jurnal utk mencatat pemakaian bahan,tenaga kerja lgsng dan biaya overhead pabrik menjadi
produk dlm proses)
*Jurnal Persed Produk Selesai ,
Persed produk selesai.....................314,000
Persed Produk dlm proses.........................314,000
(Jurnal utk mencatat PDP Bahan.TKL, dan BOP yg dimasukkan kedlm proses dan menjadi produk
selesai)
*Jurnal Harga Pokok Penjualan (HPP)
Harga Pokok Penjualan......................280,000
Produk selesai.............................................280,000

8/8/16

48

LAPORAN HASIL BIAYA


Laporan hasil Biaya/Hasil Operasi akan disusun dlm bentuk Laporan
Keuangan,Laporan Laba/Rugi,Laporan Neraca dan Laporan Aliran Kas. Pada
perusahaan Pabrikasi terdapat 3 persediaan yaitu a). Persediaan Bahan Baku :
Persediaan bahan yg belum dimasukkan
b). Persediaan Produk Dalam Proses,dan
c). Persediaan Produk Selesai.

8/8/16

49

HARGA POKOK PESANAN


Tujuan Harga Pokok Proses Pesanan adlh setelah pengumpulan/akumulasi biaya
produksi selesai dilakukan,maka dapat dihitung harga pokok produksi utk setiap
pesanan.
Karakteristik HARGA POKOK PESANAN :
Pada saat pesanan diterima dpt dilakukan Estimasi Biaya Produksi utk menentukan
Harga Jual sbb:
Estimasi Biaya Tenaga Kerja ............................xxx
Estimasi Biaya Bahan Baku..............................xxx
Estimasi Biaya Overhead..................................xxx +
Total Estimasi Biaya Produksi........ .........................xxxxx
ditambah Marjin laba yg diharapkan..........................xxxx +
Harga Jual Yg Dibebankan pd pemesanan...............xxxxx
Contoh Soal : PT Y sbh perusahaan yg memproduksi Sarung Tangan berdasarkan spesifikasi yg dibutuhkan
oleh pelanggan. Selama bln Januari 2014 (yg merupakan bln pertama operasi), perusahaan mengerjakan 3
buah pesanan yakni No 1001; 1002 ; dan 1003. Kartu Harga Pokok Pesanan memberikan informasi sbb :

8/8/16

1001

1002

1003

Bhn Baku

20 unit

15 unit

12 unit

Tenaga
Kerja

65 jam
kerja

80 jam

112 jam

Status

Selesai

Selesai

Dlm Proses

50

Informasi lainnya :
1.Harga Bhn Baku Rp 120,000/unit, Total Pembelian 50 unit
2.Upah Tenaga Kerja Rp 15,000 /jam
3.Pembebanan BOP adalah 175% dari Biaya Tenaga Kerja
4.Total Biaya Overhead Pabrik Aktual adlh Rp 7000,000
5.Pesanan Nomor 1001 telah diserahkan kepada pelanggan dgn marjin 25 %.
Diminta :
1.Hitung Harga Pokok Produksi utk setiap pesanan
2.Saldo Perkiraan Barang Dalam Proses (WIP)
3.Saldo Perkiraan Barang Jadi
4.Hitung Under atau Over pembebanan Biaya Overhead Pabrik
5.Laba Kotor Bln Januari 2014.
Jawab :
Pertama-tama tentukan lbh dahulu Saldo Fisik utk Barang dalam proses dan barang
Jadi ; ----
Nomor Pesanan
Barang Dlm Proses
1003
Barang Jadi
1002

1001

1002

1003

Biaya Bhn Baku

20x120000
=2400,000

15x120000
=1800,000

12x120000
=1440,000

Biaya Tenaga Kerja

65x15,000
975,000

BOP Yg Dibebankan

975,000x175%

8/8/16

=1706,250

80 x15,000
1200,000
1200,000x175%
=2100,000

112x15000
=1680,000
1680,000x175%
=2940,000
51

Maka Jawaban utk setiap Pertanyaan adlh sbb :


1).Harga Pokok Produksi utk setiap pesanan, yaitu Nomor 1001=Rp 5,081,250;
Pesanan 1002 =
5100,000. Adapun pesanan No 1003 belum dapat kita hitung harga pokok
produksinya karena
masih berupa barang dalam proses.
2).Saldo Perkiraan Barang Dalam Proses,yakni pesanan No 1003 adalah Rp
6060,000
3).Saldo Perkiraan Barang Jadi,yaitu : tinggal Pesanan No 1002 =Rp 5100,000
4).Total Biaya Overhead Pabrik yg dibebankan selama bulan Januari 2014 adlh sbb :
* Pesanan 1001
Rp 1706,250
* Pesanan 1002
2100,000
*Pesanan 1003
2940,000 +
Total
Rp 6746,250
Overhead Pabrik Yg Aktual
(7000,000) +
Over ( Under)
Rp (253,750)
5).Perhitungan Laba Kotor bln Januari :
Penjualan :
- Pesanan No 1001 : Rp 5081,250 x 125% =
Rp 6,351,562, 50
-Harga Pokok Penjualan
=
(
5,081,250, 00 ) +
LABA Kotor
=
1,270,312,50

8/8/16

52

Pencatatan Transaksi :
Dr.
Persediaan Bahan Baku ..........................................................Rp 6,000,000
Cr. Hutang Dagang...............................................................................Rp 6,000,000
(Utk mencatat pembelian bahan baku 50 unit a@ Rp 120,000)
DR. Gaji dan Upah......................................................................Rp 3,855,000
Cr. Hutang Gaji dan Upah.....................................................................Rp 3,855,000
(Utk mencacat biaya gaji dan Upah bln januari) )
DR. Biaya Overhead Pabrik Aktual..............................................Rp 7,000,000
Cr. Berbagai macam Biaya................................................................Rp 7,000,000
(Utk mencatat pembebanan biaya overhead pabrik aktual dari berbagai macam pos
biaya, misalnya saja penyusutan,bahan penilong,dan sebagainya).
JURNAL PENCATATAN PESANAN :
Dr. Barang dlm Proses (WIP) 1001...........................................Rp 2,400,000
Cr. Persediaan Bhn Baku......................................................................Rp 2,400,000
(Utk mencatat pemakaian bhn baku utk pesanan 1001).
Dr, Barang dlm proses (WIP) 1001.......................................Rp 975,000
Cr. Gaji dan Upah...................................................................................Rp 975,000
(mencatat pembebanan biaya tenaga kerja utk pesanan 1001).
DR. Barang dlm proses (WIP) 1001........................................Rp 1,706,250
Cr. BOP yg dibebankan..........................................................................Rp 1,706,250
(Utk mencatat pembebanan BOP utk pesanan 1001)
Dr.
Persediaan Barang Jadi
...................................................Rp 5,081,250
Cr. Barang Dlm Proses (WIP) 1001.........................................................Rp 5,081,250
(Mencatat pembebanan pesanan 1001 yg telah selesai dikerjakan kepersediaan brg jadi)
Dr. Harga Pokok Penjualan ...................................................Rp 5,081,250
Cr. Persediaan Barang Jadi..........................................................................Rp 5,081,250
Dr. Piutang Dagang...............................................Rp 6,351,562,50
Cr. Penjualan.........................................................................Rp
6,351,562,50
(Utk mencatat penyerahan pesanan 1001 kpd pelanggan)
8/8/16
53

JURNAL PENCATATAN PESANAN 1002


Dr. Barang Dlm Proses (WIP) 1002.................................Rp 1,800,000
Cr. Persediaan Bhn Baku.................................................................Rp 1,800,000
(Utk mencatat pemakaian bahan baku utk pesanan 1002)
Dr. Barang Dlm Proses (WIP) 1002................................Rp 1,2000,000
Cr. Gaji dan Upah...........................................................................Rp 1,200,000
(Utk memcatat pembebanan Biaya Tenaga Kerja utk pesanan 1002)
Dr. Barang Dlm Proses (WIP) 1002.................................Rp 2,100,000
Cr. BOP yang dibebankan.............................................................Rp 2,100,000
(Utk mencatat pembebanan BOP utk pesanan 1002)
JURNAL PENCATATAN PESANAN 1003
Dr.Brg dlm Proses (WIP) 1003..........................Rp 1,440,000
Cr. Persediaan Bhn Baku....................................................................Rp 1,440,000
(Utk mencatat pemakaian bahan baku utk pesanan 1003)
Dr. Barang Dlm Proses (WIP) 1003.....................Rp 1,680,000
Cr. Gaji dan Upah................................................................................Rp 1,440,000
(Utk mencatat pembebanan biaya tenaga kerja utk peasanan 1003)
Dr. Brg dlm proses (WIP) 1003...........................Rp 2,940,000
Cr. BOP Yg dibebabnkan.....................................................................Rp 2,940,000
(Utk mencatat pembebanan BOP utk pesanan 1003)
JURNAL PERLAKUAN SELISIH BOP :
Dr. BOP Yg Dibebankan..........................................Rp 6,746,250
Selisih BOP.........................................................Rp 253,750
Cr. Biaya Overhead Pabrik Aktual....................................................Rp 7,000,000
(Utk mencatat pembebanan BOP yg dibebankan pd BOP Aktual)
Dr. Harga Pokok Penjualan......................................Rp 253,750
Cr. Selisih BOP..............................................................................Rp 253,750
(Utk menutup selisih BOP dgn membebankannya pd HPP)
8/8/16

54

PERBEDAAN JOB ORDER DGN PROCESS COSTING

8/8/16

METODE HARGA
POKOK PESANAN (Job
Order)

METODE HARGA
POKOK
PROSES(Processs
Costing)

1.Spesifikasi produk berbeda2

Spesifikasi produk seragam

2.Pengumpulan Biaya
perpesanan

Pengumpulan Biaya per proses


atau departemen

3.Harga Pokok per unit dihitung


dgn membagi Total Biaya per
pesanan dgn keluarannya
setiap pesanan selesai

Harga Pokok pe unit dihitung


dgn membagi Total Biaya
dalam 1 periode dgn output
pada setiap akhir periode.

55

PENENTUAN BIAYA PROSES


Penentuan Biaya Proses : Suatu metode dimana Bahan Baku,tenaga kerja, dan overhead
pabrik dibebankan kepusat biaya atau departemen. Biaya yg dibebankan ke setiap unit
produk yg dihasilkan ditentukan dgn membagi total biaya yg dibebankan kepusat biaya
atau departemen tsb dgn jumlah unit yg diproduksi pada pusat biaya yg bersangkutan.
KARAKTERISTIK PENENTUAN BIAYA PROSES :
1.Proses produksi bersifat kontinue
2.Produksi bersifat massal,tujuannya mengisi persediaan yg siap dijual
3.Produk yg dihasilkan dalam suatu departemen atau pusat biaya bersifat homogen
4.Biaya dibebankan kesetiap unit dgn membagi total biaya yg dibebankan ke pusat
biaya dgn total unit yg diproduksi.
5.Akumulasi biaya dilakukan berdasarkan periode tertentu.
ALIRAN PRODUK DLM BIAYA PROSES :
1.Aliran Produk secara berurutan : suatu format aliran produksi fisik dimana setiap
proses produk dilakukan dlm urutan langkah yang sama.
2.Aliran Produk secara Paralel : Suatu format aliran produksi fisik dimana bagian2 ttt
dari pekerjaan dilakukan secara simultan dan kemudian digabungkan dlm suatu proses
atau proses final utk penyelesaian dan ditransfer ke produk jadi.
3.Aliran Produk secara Selektif : Format aliran produksi dimana produk berpindah ke
departemen2 yg berbeda dalam suatu pabrik,tergantung pada produk final yg akan
diproduksi.

8/8/16

56

Metode HP Pesanan

Metode HP Proses

1.Utk menghitung HP Produk


atau pekerjaan yg berbeda2

Utk menghitung HP suatu


atau bberapa produk yg
sama secara terus menerus
utk jangka waktu lama

PERBEDAAN METODE HARGA POKO PESANAN DGN METODE HP PROSES

2.Biaya dikumpulkan
perpesanan

Biaya dikumpulkan per


Departemen

3.Menggunakan kartu biaya


Menggunakan Laporan Biaya
perpesanan sbgi dasar utk
Departemen sbgi dasar utk
menghitung Hrg Pokok
menghitung harga pokok per
Pesanan
Dalam metode
HP Proses tdk ada kartu biaya yg bersifat terpisah dari yg lain. HP perunit
unit utk menentukan nilai persediaan dilakukan dgn menjumlahkan biaya
pd masing2 departemen dan membagi total biaya tsb dgn output yg dihasilkan.
Contoh : Perusahaan Semen memiliki 2 departemen yaitu Departemen A dan Dept B,hubungan kedua departemen adlh sbb :
Barang Dalam Proses A
Dbt : Bhn Baku : 100 ,Dbt: Biaya Konversi :50 ;Kdrt : Memindahkan ke Dept B ; Persediaan akhir Kredit 140
Barang Dalam Proses B.
Dbt: Transfer Biaya Dept A:140 ,Debet : Biaya Konversi : 20 ,Persediaaan akhir Dbt : 5 ; Krdt :
Transfer HP unit selesai ke gudang

8/8/16

57

Jurnal utk mencatat Transaksi diatas :


1. Barang Dlm Proses Dept A...........................................100
Persed Bhn Baku.........................................................................100
2. Brg dlm proses A............................................................50
Persed Bahan penolong................................................................10
Utang Gaji.....................................................................................25
Akumulasi Penyusutan dan macam2
....................................15
(utk mencatat biaya konversi berupa biaya tenaga kerja,bhn penolong dan
macam2 overhead)
3.Barang dlm proses. Dept B.........................................140
Barang dlm proses Dept A.....................................................140
(utk mencatat transfer produk dari dept A ke dept B).
4.Barang dlm prosesDept B............................................20
Persed bahan penolong................................................................5
Utang Gaji....................................................................................10
Akum Penyus dan macam2...........................................................5
(utk mencatat biaya konversi berupa biaya tenaga kerja,bhn penolong
dan
macam2 biaya overhead)
5.Persed Barang Jadi....................................................................155
Barang dlm proses dept B.......................................................155
(memindahkan brg jadi ke gudang utk dijual).

8/8/16

58

HARGA POKOK PROSES


Tujuan Kalk Biaya Proses adlh untuk menentukan jumlah biaya (termasuk Harga Pokok) dari unit2 yg
diproduksi dlm suatu periode.
ARUS BIAYA DLM HP PROSES :
Bahan Baku
Tenaga Kerja
Biaya Sumber Daya tdk langsung.
............> Proses A.......
......>Proses B.................> Proses C .................>Produk Jadi...........> HP Penjualan.
Contoh : PT BB memproduksi produknya hanya mllui satu Departemen Produksi. Manjemen menerapkan
metode HP Proses utk menyusus Laporan Produksi. Berikut ini adlh Informasi biaya yg berkenaan dgn
produksi utk bln Januari 2014,yg merupakan bln pertama Operasi Perusahaan.
Pembelian Bhn Baku 1000 kg @ Rp 1250/kg ; Biaya Tenaga Kerja Rp 720,000 ; Biaya Overhead Pabrik(BOP)
Rp 900,000.
Kemudian stock Opname pd akhir bulan menghasilkan informasi sbb:
Barang Jadi (Finish Goods) 600 unit ; Bahan Baku 100 unit ; Barang Dlm Proses (WIP) 400 unit,dgn tingkat
penyelesaian : Bahan Baku = 90 % ; Biaya Konversi = 75 %.
Susunlah laporan biaya produksi utk PT BB,sajikan juga perhitungan saudara dimana selama proses produksi
tdk ada unit yg hilang.
Tahapan Perhitungan dan Penyusunan sbb : 1. Kumpulkan data utk periode yg hendak dihitung 2.Siapkan
laporan arus fisik dan eguivalent units 3.Yakinkan Total biaya yg hendak dihitung 4.Hitung Cost
perequivalent unit 5.Alokasi Total Biaya pd produk jadi dan barang dlam proses (BDP).
Jawab : Data Biaya adlh sbb :
1.Biaya Bhn Baku (1000 100) unit x Rp 1250/unit = Rp 1125,000
2.Biaya Tenaga Kerja Rp 720,000
3.Biaya Oberhead Pabrik Rp 900,000
4.Sehingga Total Biaya =Rp 2 745 000
Perhitungan Equivalent Unit sbb :
1.Bahan Baku : 600 + (400x 90%) = 600 + 360 = 960
2.Biaya Konversi : 600 + (400x 75%) = 600 + 300 = 900

8/8/16

59

LAPORAN BIAYA PRODUKSI :


Data Produksi (Unit))
Brg Dlm Proses Awal .........................= Ditambahkan kdlm proses ................= 1000
Masuk kdlm Proses................ = 1000
sama
Produksi Selesai
.......................=600
Brg Dlm Proses akhir
.......................= 400
Keluar Proses...........................= 1000
Akumulasi Biaya Produksi :
Biaya Bhn Baku....................................
Biaya Ten Kerja....................................
Biaya Overhead Pabrik.......................
Total Biaya Produksi...............

Total Biaya
Rp 1125,000
Rp 720,000
Rp 900,000
Rp 2,745,000

Unit Equivalen (eu)


eu
960
900
900

Rp /eu
1172
800
1000
2,972

ALOKASI BIAYA PRODUKSI :


Alokasi utk Barang Dalam Proses Akhir :
Bahan Baku
400 eu xRp 1172/eu x 90% = 421,875
Tenaga Kerja 400 eux Rp 800/eu x 75 % =
240,000
Overhead Pabrik 400 eu xRp 1000/eu x 75% = 300,000
Sub Total Brg Dlm Proses
.....................................................961,875
sama
Alokasi utk Barang Jadi :
600 eu x Rp 2,972 sub bagian jadi................................................................1,783,125
Total Alikasi Biaya............................................................................................. 2,745,000

8/8/16

60

UNIT EKUIVALENSI (EQUIVALENSI = EU) : Sbgi jumlah unit jadi yg dihasilkan dgn
menggunakan bahan,pekerja,overhead yg dikeluarkan selama satu periode yg
tersedia utk menyelesaikan unit tersebut. Equivalensi =setara= hampir sama
dengan = tdk sama dgn unit aktual secara fisik.
UNIT YANG HILANG :
Kehilangan unit merupakan hal yg lumrah dlm suatu proses produksi,sebagi
konsekwensi logis misalnya dlm proses kimia/Parfum,kehilangan unit atas
penguapan adlh hal yg lumrah.. Menurut akuntansi Biaya, Unit/ekuivalen boleh
saja berkurang /hilang,namun tdk utk biayanya. Bagaimanapun juga kehilangan
tsb hrs diperhitungkan sbgi pengorbanan sumber daya,jadi harus ada
pertanggungjawabannya. Kehilangan unit dapat terjadi pada setiap tahapan
proses produksi ,namun dlm akuntansi kehilangan unit diasumsikan terjadi
apakah pd awal proses atau akhir proses.
Adapun Penyebab Kehilangan Unit dapat dibagi sbb :
1.Penyusutan : Evaporasi ; Oksidasi ; Kebocoran(leakage)
2.Kesalahan (Error) dlm Proses Produksi : Tdk memenuhi standart kualitas ;Tdk
sesuai dgn
specifikasi produk
KEHILANGAN TERJADI PADA SAAT :
1.Awal proses produksi
2.Akhir Proses Produksi
3.Di tengah Proses Produksi
4.Di sepanjang Proses Produksi.

8/8/16

61

KALKULASI PROSES ATAS UNIT YANG HILANG DI AWAL :


Dgn satu proses produksi PT M memproduksi secara proses yakni sbb; Pada Bulan Januari 2014, yg merupakan bln pertama produksi.
1)Pembelian bhn baku 1000 unit @Rp 1250 ; 2)Biaya Tenaga Kerja Rp 720,000 ;3)BOP Rp 900,000
Kemudian stock opname pd akhir bulan menghasilkan informasi sbb:
1)Barang jadi (Finished Goods) 600 unit 2) Bahan Baku 100 unit 3) Brg Dlm Proses 360 unit,dgn tingkat penyelsaian : bahan baku 90 %; Biaya
Konversi 75 %.
Saudara diminta menyusun Laporan Biaya produksi utk PT M,sajikann juga perhitungan saudara . Asumsikan bahwa ada 40 unit yg hilang di
AWAL proses produksi.
Jawab : Biaya Bhn Baku : (1000-100) x Rp 1250 = Rp 1125,000
Perhitungan Equivalent Unit : Produk Jadi
................... 600 unit
Hilang di awal proses................ 40 unit
BDP Akhir.................................. 360 unit
Total Proses...............................1,000 unit
* Bahan Baku : 600 + (360 x 90 %) = 600 + 324 = 924 eu
*Biaya Konversi : 600 + (360 x 75%) = 600 + 270 = 870 eu.
Catatan : Krn kehilangan diawal proses ,maka diasumsikan bhw unit yg hilang tsb dianggap BELUM mengkonsumsi SUMBER DAYA PRODUKSI.
LAPORAN BIAYA PRODUKSI PT M (Periode 31 Jan 2014)
Data Produksi (Dlm Unit) : Barang Dlm Proses Awal ......................................
Ditambahkan kedlm Proses.................................. 1000
Dikurangi: Hilang Diawal Proses............................ (40)
Masuk kedlm Proses.......................................... 960
Produk Selesai.............................................600
Barang Dlm Proses Akhir..........................360
Keluar Proses.........................................960

8/8/16

sama

62

Akumulasi Biaya Produksi :


Total Biaya
Rp/eu
Biaya Bhn Baku
:
1,218
Biaya Tenaga Kerja
:
828
Biaya Overhead Pabrik :
Total Biaya Produksi

Unit Ekuivalensi
EU

1125,000

924

720,000

870

900,000
2,745,000

870

ALOKASI BIAYA PRODUKSI :


Alokasi Utk Barang Dlm Proses Akhir :
Bahan Baku
: 400 eu x Rp 1,218/eu x 90%
sama
Tenaga Kerja
: 400 eu x Rp 828/eu x 75 %
Overhead Pabrik
: 400 eu x Rp 1,034/eu x 75 %
Sub Total Barang Dlm Proses Akhir

1.034
3,080

= 394,481
= 223,448
= 279,310

Alokasi Utk Barang Jadi : 600 eu x Rp 3,080


Sub Total Barang Jadi :
Total Alokasi Biaya..........................................................................................

897,239
1,847,761
2,745,000

Kalkulasi Unit Yg Hilang : ( Diassumsikan hilang pd akhir proses ) :


Perhitungan Equivalen :
Bhn Baku
: 600 +(360x 90%) + 40 = 600 + 324 + 40 =964 eu
Biaya Konversi : 600 + (360 +75%) + 40 = 600 + 270 + 40 =910 eu
Cttn : Krn hilang diawal proses maka disumsikan bhw unit yg hilang tsb TELAH mengkonsumsi
SUMBER DAYA PRODUKSI.

8/8/16

63

LAPORAN BIAYA PRODUKSI (Metode FIFO)


Utk Periode Yg Berakhir 28 Februari 2014
Data Produksi (Dlm Unit)
Barang Dlm Proses Awal
Ditambahkan Kdlm Proses
Masuk KDlm Proses

1,000
1,000

Produk Selesai
Brg Dlm Proses Akhir
Ditambah : Hilang diakhir Proses
Keluar Proses

600
360
40
1,000

AKUMULASI BIAYA PRODUKSI :


Akumulasi Biaya Produksi :
Biaya Bhn Baku
:
Biaya Tenaga Kerja
:
Biaya Overhead Pabrik :
Total Biaya Produksi

Total Biaya
1125,000
720,000
900,000
2,745,000

sama

Unit Ekuivalensi
EU
964
910
910

Rp/eu
1,167
791
989
2,947

ALOKASI BIAYA PRODUKSI :


Alokasi Utk Barang Dlm Proses Akhir :
Bahan Baku
: 360 eu x Rp 1,167/eu x 90%
= 378,112
sama
Tenaga Kerja
: 360 eu x Rp 791/eu x 75 %
= 213,626
Overhead Pabrik
: 360 eu x Rp 989/eu x 75 %
= 267,033
Sub Total Barang Dlm Proses Akhir
858,771
Alokasi Utk Barang Jadi :
Biaya Penyelesaian Brg Dlm Proses : 600 eu x Rp 2,947
: 1,768,339
Penyes Nilai krn Unit yg Hilang
:
40 x Rp 2,947
:
117,889
Sub Total Barang Jadi
:
1,886,229
Total
Alokasi
Biaya..........................................................................................
2,745,000
8/8/16
64

ANALISA BREAK EVEN (ABE/B E A)


Adalah suatu teknik utk mempelajari hubungan antara Biaya
Tetap,Variable,Keuntungan dan Volume kegiatan,oleh karenanya Analisa tsb
mempelajari hubungan antara Biaya Keuntungan-Volume Kegiatan,maka Analisa ini
sering disebut COST-Profit-Volume Analysis(C.P.V.Analisys). Dalam perencanaan
keuntungan,Analisa Break Even merupakan Profit Planning Approach yg
mendasarkan pd hubngn antara BIAYA(Cost) dan Penghasilan Penjualan (Revenue).
Masalah BE,akan muncul bilamana ada Biaya Variable dan Biaya Tetap
Gambar Break Even (Break Even Chart)
Cara menentukan BE Point adalah dgn membuat Gambar BE,yg mana akan
menampakkan Garis Biaya Tetap,Biaya Total yg menggambarkan jumlah biaya tetap
dan biaya Variable dan garis penghasilan penjualan.
Besarnya Penjualan/Volume Produksi dlm Unit pd sumbu Horizontal(Sumbu X) dan
Besarnya Biaya dan Penghasilan Penjualan akan nampak pd sumbu Vertikal (Sumbu Y)
Dlm gambar BE tsb ,BEP dapat ditentukan yaitu pd titik dimana terjadi persilangan
antara garis penghasilan penjualan dgn garis biaya total. Apabila dr titik tsb kita tarik
garis lurus vertikal ke bawah sampai sumbu X nampak besarnya BE dlm Unit. Kalau dr
titik itu ditarik garis lurus horizontal ke samping sampai sumbu Y,akan nampak
besarnya Break Even dlm rupiah.
Cth : Suatu perusahaan bekerja dgn Biaya tetap sebesar Rp 300,000,Biaya Variable per Unit Rp
40.Harga Jual perunit Rp 100.Kapasitas Produksi Maksimal 10,000 unit. Dgn dua cara dlm
menggambarkan Garis Biaya Tetap,atas dasar Data tsb kita dpt membuat dua Gambar Break Even sbb65
:

8/8/16

Dari kedua gambar yg dibawah nampak bahwa BEP tercapai pd Volume


penjualan sebesar Rp 500,000 atau dinyatakan dalam unit sebanyak 5000
unit(22.1.b) adlh lbh baik krn gambar tsb nampak konsep Conribution Margin.
Dlm gambar tsb BEP tercapai pd volume kegiatan dimana contribution
margin( penghasilan penjualan minus biaya variable) tepat sama besarnya dgn
biaya tetap,yaitu pd volume Rp 500,000 atau dlm unit sebanyak 5000 unit.
Perhitungan BEP yg lbh tepat dpt dilakukan dgn caraTrial and Error(serba
coba2) atau dgn menggunakan rumus2 aljabar.
PERHITUNGAN BEP dgn Cara COBA2(TRIAL and ERROR)
Yaitu dgn menghitung keuntungan neto dari suatu volume produksi/penjualan
ttt,apabila perhitungan tsb menghasilkan keuntungan maka diambil volume
penjualan/produksi yg lbh rendah.Apabila dgn mengambil suatu volume
penjualan ttt,perusahaan menderita kerugian maka kita mengambil volume
penjualan/produksi yg lbh besar. Demikian dilakukan seterusnya hingga dicapai
volume penjualan/ produksi dimana penghasilan penjualan tepat sama dgn
besarnya biaya total.
Mis.Cth 22.1 diambil volume produksi 6000 unit,dgn volume produksi 6000
unit ,maka dpt dihitung keuntungan netto sbb:
(6000xRp 100) (300,000+(6000xRp40)= Rp 600,000-(Rp 300,000+Rp 240,000)=Rp
60,000.
Pada volume produksi 6000 unit perusahaan masih mendapat keuntungan,ini berarti bhw
BEPnya terletak dibawah 6000 unit.
Misalkan diambil 4000 unit dan hasil perhitungannya adlh sbb:
(4000xRp100)-(Rp300,000+(4000xRp40)=Rp400,000-(Rp300,000+Rp160,000)=Rp
60,000.
Pada volume 4000 unit ternyata diderita kerugian sebesar Rp 60,000, ini berarti bahwa66
8/8/16
BEP lbh besar dr 4000 unit.

Garis Biaya Tetap digambarkan secara Horizontal sejajar dgn sumbu X dan
Garis Biaya Tetap Digambarkan Sejajar dg Garis Biaya Variable

8/8/16

67

Misalkan dgn mengambil 5000 unit dan hasil perhitungannya adlh sbb:
(5000xRp 100)-(Rp300,000+200,000)=Rp500,000-(Rp300,000 +Rp200,000)=Rp 0.
Ternyata dg vulome produksi/penjualan 5000 unit tercapai BEP yaitu yg dimana
keuntungan Netonya sama dgn Nol.

PERHITUNGAN BEP DGN MENGGUNAKAN RUMUS ALJABAR.


Dapat dilakukan dgn 2 cara : a).Atas dasar unit b).Atas dasar sales dan rupiah.
Perhitungan BEP atas dsr Unit dpt dilakukan dgn menggunakan Rumus :
FC
BEP(Q) =-------------------P-V
Dimana : P=harga jual perunit ; V=biaya variable perunit ; FC=biaya tetap ; Q=jumlah
unit/kuantitas produk yg dihasilkan dan dijual.
Dari cth 22.1. Dapat dihitung secara langsung dlm unit dgn menggunakan rumus tsb
diatas dan hasilnya adlh sbb:
Rp 300,000
BEP= --------------------------Rp 100Rp 40 dlm unit
=5000 unit
Rumus diatas pd dasarnya adlh Konsep Contribution Margin/perunit yaitu selisih antara
harga jual /unit dgn biaya variable/unit.
Maka dr contoh tsb Contribution margin atau contribution to fixed cost /unit = Rp 60,yakni
: (Rp 100-Rp 40). Krn besarnya biaya tetap yg harus ditutup adlh Rp 300,000,sedangkan
sumbangan dana setiap unit produk utk menutup biaya tetap sebesar Rp 60,maka utk
menutup biaya tetap sebesar Rp 300,000 diperlukan jumlah produk yg harus terjual
sebanyak : Rp 300,000 : Rp 60 = 5000 unit.
Lanjut ke halaman.........58
8/8/16

68

STANDART COST SYSTEM (HP STANDAR)


Baik Budget2 maupun Standar2 mempunyai tujuan yang sama,yaitu
kedua2nya sebagai alat utk melaksanakanManagerial Control.Oleh
karena itu dalam menyusun budget2 biasanya digunakan standar2
agar diperoleh suatu sistim budgetary
control yg riil.
Persamaan lain antara Budget dgn Standar ialah bahwa kedua2nya
menggunakan penetapan dimuka dari pendapatan2 maupun
biaya2,shgg kedua2nya memberi kemungkinan utk menyusun
laporan2,dimana terdapat perbandingan antara pendapatan2 dan
biaya2 yg sebenarnya dgn pendapatan2 dan biaya2 yg
ditetapkan dimuka.
Budget sebagai suatu daftar dari pendapatan2 dan biaya2 yg
diharapkan bertindak sbgi pedoman pelaksanaan dr semua aktivitas
perusahaan..Suatu bugdet biaya menetapkan volume aktivitas
perusahaan dan tingkat biayanya yg harus dikeluarkan,jika
perusahaan beroperasi sesuai dgn yg direncanakan.
Standart tdk menetapkan besarnya biaya 2 yg diharapkan,akan
tetapi menetapkan berapa besarnya biaya yg seharusnya
dikeluarkan,jika suatu tingkat pelaksanaan dicapai.
8/8/16

69

HARGA POKOK STANDART


HP yg ditetapkan dimuka utk memprodusir satu unit atau bbrp unit barang2,selama
satu periode ttt dlm waktu dekat. HP yg direncanakan dari suatu barang dgn kondisi2
operasi yg sekarang atau yg diharapkan. Hrg Pokok Standart didasarkan atas kiondisi
efisiensi dan volume normal atau ideal.
Harga Pokok Standar ini terdiri dr Dua Komponen yaitu : Suatu Standar dan suatu
Harga Pokok.
Yg dimaksud dgn Standar adlh suatu metode penetapan atau
pengukuran secara hati2 dr pelaksanaan suatu tugas.Pengukuran2 kualitatif dan
kwantitatif ini kemudian dijadikan biaya2 utk memperoleh Hrg Pokok Standar.
Type2 Standar :
a).Ideal Standards(Standar2 Ideal) : Standar yg ditetapkan tanpa memperhatikan
perubahan2 dlm kondisi perusahaan.Standar2 ini merupakan tgkt pelaksanaan yg hrs
dicapai dgn kombinasi2 yg terbaik dr faktor2 produksi.(hrg bhn baku,tenaga kerja).
b).Normal Stardar(Standar2 Normal) : yaitu standar atau biaya yg ditetapkan
berdasarkan kondisi2 operasi yg normal dr suatu perusahaan ttt selama suatu periode
konjungtur yg lengkap.
C).Current or Expected Actual Standars(Standar2 yg berlaku sekarang) : ditetapkan
dgn memperhatikan kondisi2 perusahaan ybs pd waktu sekarang dan mungkin dpt
dicapai dlm periode pembukuan yad.tiap penyimpangan dr standar merupakan
inefisiensi dlm proses produksi kecuali jika disebabkan krn faktor2 yg tdk dpt dikontrol.
d).Basic or Bogey Standards : Standar2 yg ditetapkan utk suatu tahun dasar ttt,sdgk
utk tahun2 berikutnya digunakan angka 2 indeks.,standart ini digunakan sbgi alat
pengukur utk membandingakn pelaksanaan2 sekarang, dan standar2 ini tdk ditinjau
kembali kecuali jika terjadi perubahan dlm proses produksi atau dlm barang2 yg
diprodusir.
8/8/16

70

TUJUAN DR HARGA POKOK STANDAR


1.Meningkatkan dan mengukur efisiensi
2.Mengontrol dan mengurangi biaya2
3.Menyederhanakan prosedur kalkulasi harga pokok
4.Menilai persediaan2
5.Menetapkan harga jual.
Syarat2 penetapan standar :
1.Pengalaman2 pd waktu yg lalu
2.Penelitian yg mendalam mengenai semua operasi dan semua
barang2 yg dihasilkan
3.Penelitian yg mendalam mengenai waktu kerja utk melaksanakan
bermacam2 operasi
4.Penelitian yg mendalam mengenai kwantitas dan jenis bahan2
baku yg dibutuhkan.

8/8/16

71

PERHITUNGAN BEP ATAS DASAR SALES DLM RUPIAH DGN


MENGGUNAKAN RUMUS ALJABAR.
FC
BEP (DLM RPH) = -----------------1VC
s
Dimana : FC = Biaya tetap ;VC= Biaya Variable ; S =Volume
penjualan
Cth dari 22,1 : Sales pd BE dinyatakan dlm rupiah dapat dihitung dgn
menggunakan rumus tsb sbb :
Rp 300,000
BEP(Dlm rph) =-------------------------------Rp 400,000
1---------------------------------------------Rp 1000,000
= Rp 300,000
4
1- -----10
=Rp 500,000.
Dari perhitungan diatas dpt diketahui bhw volume penjualan pd BE dinyatakan dlm rupiah
adlh sebesar Rp 500,000. Apabila volume penjualan tsb dibagi dgn harga jual
perunit,hasilnya menunjukkan BEP dlm unit yaitu : Rp 500,000 : Rp 100 =Rp 5000 unit. 72
8/8/16

METODE PERHITUNGAN PERSEDIAAN DGN IDENTIFIKASI KHUSUS


1.Fist in Fist Out (FIFO) : Barang yg pertama masuk/dibeli,menjadi barang yg pertama keluar .
2.Last In First Out (LIFO) : Barang yg terakhir masuk /dibeli,menjadi barang yg pertama keluar/dijual
3.Metode Rata2 : Metode ini tdk memperdulikan waktu barang yg masuk dan keluar.Penentuan harga perolehan
didasarkan pd rata2 harga perolehan semua barang.

1.KALKULASI METODE FIFO


DLM METODE INI BIAYA PERSEDIAAN AWAL BARANG DLM PROSES DIPISAHKAN DR
BIAYA YG DITAMBAHKAN PD PERIODE BERJALAN DAN TIDAK DIRATA2KAN DGN BIAYA
TAMBAHAN BARU.
METODE INI MENGHASiLKAN 2 ANGKA BIAYA PERUNIT:
1.Persediaan awal barang dlm proses yg diselesaikan
2.Unit yg dimulai dan diselesaikan dlm periode yg sama.
Biaya persediaan awal barang dlm proses dicantumkan sbgi satu angka terpisah.
Biaya yg dibutuhkan utk menyelesaikan unit persediaan awal ditambahkan ke biaya
tadi. Jumlah kedua biaya ini kemudian ditransfer ke departemen berikutnya.
Contoh : PT SS memproduksi produknya dgn hanya melalui satu dept produksi.
Manajemen menetapkan harga pokok proses utk menyusun laporan produksi. Berikut
ini adlh informasi biaya yg berkenan dgn produksi utk bulan Februari 2004,yg
merupakan bulan kedua operasi perusahaan.
1.Pembelian bahan baku 1100 unit @Rp 1250/unit(sisa bahan baku bulan
lalu 100 unit) . 2.Biaya Tenaga kerja Rp 959,000 3.BOP Rp 1301,500.
4.Produksi yg dimulai utk bln Februari 1000 unit. 5.Barang dlm proses
(WIP) awal=400 unit dgn total nilai Rp 961,875,.dan tingkat penyelesaian;
Bahan Baku 90 %; -Biaya Konversi 75%. 6.Kemudian stock opname pd
akhir bulan menghasilkan informasi sbb: a).Barang jadi(finished Goods)
1000 unit. b).Bahan Baku 75 unit. c).Barang dlm proses (WIP) 200 unit,dgn
tingkat penyelesaian sbb : Bahan Baku 80% ; Biaya Konversi 85%
8/8/16

73

Diminta : Susunlah Biaya Produksi utk PT SS,jangan lupa sajikan pula perhitungan.
Asumsikan bahwa tdk ada unit yg hilang selama proses produksi.
JAWAB :
Biaya bahan baku : (1100+100-75) xRp 1250 =Rp 1406,250
1.Bahan baku = 800+(400 x(100%-90%))+(200x80%) =800+40+160=1000 e.u
2.Biaya Konversi =800+(400x(100%-75%))+(200x85%)=800+100+170= 1070 e.u.
LAPORAN BIAYA PRODUKSI (Metode FIFO) : Periode yg berakhir 28 Febr 2014.
Data Produksi (Dlm Unit).
Barang Dalam Proses Awal............................400
Ditambahkan ke dalam Proses ......................1000
Masuk kedalam Proses...............1400
Produk selesai Yg berasal dari :
Barang dlm proses Awal ............................. . 400
Masuk Bulan ini & Selesai Bulan ini................800
Barang Dalam Proses-akhir...............................200
Keluar Proses...........................1400
AKUMULASI BIAYA PRODUKSI :
Total Biaya
Unit Ekuivalensi (eu)
Barang Dlm Proses Awal ......
961,875
Biaya Bhn Baku ..................
1406,250
1000
Biaya Tenaga Kerja..............
959,000
1070
Biaya Overhead Pabrik.......
1301.500
1070
Total Biaya Produksi...4628.625 (***)
8/8/16

Rp/ eu
1406
896
1216
3519

74

ALOKASI BIAYA PRODUKSI :


Alokasi Utk Barang Dlm Proses -Akhir.
Bahan Baku .......... 200 eu x Rp 1,406/eu x80%
Tenaga Kerja..........200 eu x Rp 896/eu x 85%
Overhead Pabrik ...200 eu x Rp 1,216/eu x85%
Sub Total Barang Dalam Proses-Akhir
ALOKASI UNTUK BARANG JADI :
Biaya Penyelesaian Barang Dalam Proses Awal :
Bahan Baku ...... 400 eu x Rp 1,406/eu x (100%-90$)
Tenaga Kerja .....400 eu x Rp 896 /eu x (100% - 75%)
Overhead Pabrik.400 eu x Rp 1,216/eu x (100% -75%)
Ditambah Nialai Barang Dalam Proses wawal
Biaya Penyelesaian Barang Dlm Proses Awal.......
Alokasi untuk Produk Masuk & Bulan ini Selesai :
800 x Rp 3,519 ................
Sub Total Nilai Produk Jadi..............
TOTAL ALOKASI BIAYA........

225,000
152,364
206,780
584,144

56,250
89,626
121,636
961,875
1,229,387
2,815,093 (+)
4,044,480
4,628,625 (***)

Maka : Total Biaya Produksi = Total Alokasi Biaya

8/8/16

75

PERHITUNGAN BIAYA PRODUK BERSAMA (JOINT PRODUCT) DAN


PRODUK SAMPINGAN (BY PRODUCT)
Produk Bersama (joint Product) adlh beberapa produk yg dihasilkan dlm suatu rangkaian atau seri
produk secara bersama atau serempak dengan menggunakan bahan,tenaga kerja dan biaya
overhead secara bersama. Biaya tsb tdk dpt ditelusuri atau dipisahkan pd setiap produk,dan setiap
produk mempunyai nilai jual atau kuantitas yg relatif sama.
Contoh : Produksi susu segar yg dapat menghasilkan krim dan skim cair,selanjutnya krim dapat
diolah lbh lanjut menjadi krim mentega dan skim cair,dapat diolah lagi menjadi susu
Spin of Point

Krim(25 lt x12,000) ----------------------------- Krim Mentega Nilai Psr (20 ltrxRp 60,000)
Biaya Proses Lanjutan =Rp 250,000

(TitikmPisah)
Susus Segar 110 ltr @ 800,000
---------------------------

Harga Jual Pada Titik Pisah

Harga Jual stlh Diproses

Skim Cair 75 ltr @10,000----------------------------- (susu) Nilai Pasar 50 ltr@75,000


Biaya Proses Lanjutan
(Rp 500,000)

8/8/16

76

Biaya yg dikeluarkan dlm menghasilkan produk bersama disebut dgn biaya


bersama(joint cost). Biaya Bersama adlh biaya yg diolah secara bersama
seperti, bahan,tenaga kerja dan biaya overhead utk menghasilkan
berbagai produk.
Dalam Produk Bersama dapat menghasilkan :
1.Produk Utama(Main Product) : adlh produk yg dihasilkan dlm proses
produksi secara bersama,namun mempunyai nilai atau kuantitas yg lbh
besar dibandingkan dgn produk lain(produk sampingan).
2.Produk Sampingan (By Product) : adlh produk yg dihasilkan dlm proses
produksi secara bersama,ttp produk tsb nilai atau kuantitasnya lbh rendah
dibanding dgn produk lain(produk utama).
Contoh :a). Penggilingan Padi yg dapat menghasilkan beras memp sisa dlm
bentuk dedak. Beras merupakan produk utama sedangkan dedak
merupakan produk sampingan.
b).Penggilingan minyak bumi yg dpt menghasilkan sisa dlm bentuk
aspal,.Minyak bumi merupakan produk utama sedangkan aspal merupakan
produk sampingan..
Produk sampingan (papan)
Biaya Bersama-(Rp 500,000)--------------------------Produk utama(kayu
gelondongan)

8/8/16

Produk sampingan(balok)
Produk Utama dan Produk sampingan
77

KRAKTERISTIK PRODUK BERSAMA


Beberapa Karakteristik produk bersama :
1.Produk diproses secara bersamaan dan setiap produk mempunyai nilai yg relatif sama antara satu dgn yg lainya.
2.Setiap produk memp hbngn fisik yg sangat erat dlm proses produksi. Apabila terjadi peningkatan kualitas utk
menambah unit satu jenis produk yg dihasilkan,maka kualitas produk yg lain akan bertambah secara proporsional.
3.Dlm produk bersama dikenal istilah Split off Point adlh saat dimana produk2 tsb dpt diidentifikasi atau
dipisah ke masing2 produk secara individual
4.Setelah split off point (titik pisah) produk tsb dpt dijual pd titik pisah(secara lgsng) dan dapat juga dijual
setelah pisah atau setelah diproses lbh lanjut,utk mendapatkan produk yg lbh menguntungkan. Biaya yg
dikeluarkan utk memproses produk lbh lanjut disebut dgn biaya proses lanjutan atau biaya setelah titik
pisah(sevarable cost).
ALOKASI BIAYA DAN METODE ALOKASI BIAYA PRODUKSI BERSAMA
ALOKASI BIAYA : Alokasi Biaya merupakan pembebanan biaya secara proporsional dari biaya tdk lgsng atau
biaya bersama ke objek biaya.
Biaya Bersama sulit diperhitungkan kpd masing2 produk,oleh karena itu utk memudahkan dlm perhitungan
diperlukan alokasi biaya.
Secara Umum alokasi biaya tsbt ditujukan utk berbagai alasan sbb :
1.Menghitung harga Pokok dan menentukan nilai persediaan utk tujuan pelaporan keuangan internal.
2.Menghitung HP dan menentukan persediaan utk tujuan pelaporan keuangan eksternal
3.Menilai persediaan utk tujuan asuransi
4.Menentukan nilai persediaan jika terjadi kerusakan thdp nilai barang yg rusak.
5.Biaya Bahan yg hancur
6.Menentukan biaya departemen atau divisi utk tujuan pengukuran kinerja eksekutif
7.Pengaturan tarif krn adanya sebagian produk atau jasa yg diproduksi dikenakan peraturan harga. Mis. Di
Amerika produksi minyak mentah dan gas alam dilakukan secara bersama ttp gas alam dikenakan peraturan
harga.
8/8/16

78

Selain bbrp alasan tsb diatas ALOKASI BIAYA bertujuan utk :


1.Mengetahui berapa besar kontribusi masing2 produk bersama thdp total pendapatan
perusahaan
2.Mengetahui apakah seluruh biaya produksi yg dibebankan kpd masing2 produk
bersama sdh dihitung dgn seteliti mungkin.
METODE ALOKASI BIAYA :
Dlm alokasi biaya dapat digunakan bbrp metode sbb :
1.Metode harga pasar/metode nilai jual hipotetis.
2.Metode unit Phisik
3.Metode Rata2 sederhana
4.Metode Rata2 tertimbang.
Add1). Metode HARGA Pasar :Merupakan pembebanan biaya bersama atas dasar
nilai jual masing2 produk,.metode ini paling banyak digunakan krn antara biaya dan
nilai jual terdapat hubungan secara lgsng,dimana harga jual dari suatu produk lbh
banyak ditentukan oleh biaya produksi.
Metode harga Jual dpt dibedakan menjadi :
1.Harga jual diketahui pada saat titik pisah
2.Harga Jual tdk diketahui pada titik pisah
8/8/16

79

Produk

Unit Produksi

Hrg Psr/Unit
pd titik pisah

25,000

Rp 5980

50,000

Rp7800

13,000

Rp3500

16,250

Rp 4000

1 . HARGA JUAL DIKETAHUI PD SAAT TITIK PISAH .


Rumus :
Jlh Nilai jual masing2 produk
Pembebanan =------------------------------------x Biaya Bersama
Jumlah nilai jual keseluruhan produk
Contoh : PT AA memproduksi 4 jenis produk yaitu .A,B,C,D secara bersama dgn biaya sebesar Rp 250,000,000.Data yg berhubungan dgn ke 4 produk tsb adlh sbb.(
lihat yg diatas...)
Diminta : Hitunglah alokasi biaya bersama masing2 produk.
Produk A . 25,000u@ 5980
Produk B . 50,000 @ 7800
BIAYA Bersama(Rp 250,000,000)---------------------Titik Pisah---------------Harga Jual di ketahui
Produk C .13,000@ 3500
Produk D. 16,250 @ 4000

8/8/16

80

Nilai Jual Masing2 Produk pada saat Titik Pisah :


A=25000 xRp 5980 =Rp 149,500,000
B=50,000 xRp 7800 = Rp 390,000,000
C=13000 xRp 3500 = Rp 45,500,000
D=16250 x Rp 4000 =Rp 65,000,000
Rp 650,000,000
Alokasi Biaya Bersama :
Rp 149,500,000
Produk A =--------------------------- x Rp 250,000,000 = Rp
57,500,000
Rp 650,000,000
Rp 390,000,000
Produk B = --------------------------X Rp 250,000,000 =Rp
150,000,000
Rp 650,000,000
Rp 45,500,000
Produk C = ------------------------X Rp 250,000,000 =Rp
17,500,000
Rp 650,000,000

8/8/16

Rp 65,000,000
Produk D =------------------------ X Rp 250,000,000 =Rp
25,000,000
Rp 650,000,000
Total------------------------------------------------------Rp 81
250,000,000

2.Harga Jual Tidak Diketahui Pada Saat Titik Pisah


Apabila suatu produk tdk bisa dijual pd titik pisah,maka harga tdk dapat diketahui pd saat titik pisah.Produk tsb
memerlukan proses tambahan sehingga harga jual dapat diketahui sebelum dijual. Dasar yg dapat digunakan
dlm mengalokasikan biaya bersama adlh HARGA PASAR HIPOTETIS yaitu : Nilai jual suatu produk setelah
diproses lbh lanjut dikurangi dgn biaya yg dikeluarkan utk memproses lbh lanjut.
Jumlah nilai jual hipotetis masing-masing
produk setelah titik pisah
Pembebanan =-----------------------------------------------------x Biaya Bersama
Jumlah nilai jual hipotetis seluruh
produk setelah titik pisah

A-----------------------------A
Proses
Biaya Bersama ---------------------------------------B ----------------------------B

C-----------------------------C
Harga Jual tdk
Harga Jual
diketahui
Diketahui
8/8/16

Harga jual diketahui dan tdk diketahui pada saat Titik Pisah.

82

Keteranga Produk X
Produk Y
Produk Z
n
Contoh : PT AA memproduksi tiga produk secara bersama2 yaitu produk X Y Z.Biaya bersama yg diketahui utk menghasilkan ketiga produk tsb adlh Rp 40,000,000. Data
lain yg berhubungan dgn produk bersama adlh :

Unit
Produksi

5000

6000

4000

Hrg Jual
setelah
Pisah

Rp 1500

RP 2000

Rp 1250

Rp
2,628,000

Rp 3,126
000

Rp
1,346,000

Biaya
Proses
lanjutan

Diminta : 1).Hitunglah alokasi biaya bersama masing2 produk


2).Hitunglah Biaya2 produksi masing2 produk

Produk X : 5000 u @ 1500 2628,000

Proses
Biaya Bersama Rp 40,000,000 ----------------------------Produk Y : 6000 u @ 2000 - 3.126.000
Produk Z : 4000 u @ 1250 1346,000

8/8/16

83

Total Penjualan Masing2 Produk :


X = 5000 x Rp 1500 = Rp 7500,000
Y = 6000 x Rp 2000 = Rp 12,000,000
Z = 4000 x Rp 1250 = Rp 5000,000
Rp 24,500,000
Harga Jual Hipotetis Masing2 Produk :
X = Rp 7,500,000 - Rp 2,628,000 = Rp 4,772,000
Y = Rp 12,000.000 Rp 3,126,000 = Rp 8,874.000
Z = Rp 5000,000 Rp 1,346,000 = Rp 3,654,000
Rp 17,400,000
a) Alokasi Joint Cost masing2 Produk :
x = 4772,000/17.400.000 x Rp 40,000,000 = Rp 11,200,000
Y = 8874,000/17.400.000 x Rp 40,000,000 = Rp 20,400,000
Z = 3654,000 /17,400,000 x Rp 40,000,000 = Rp 8.400.000
Rp 40,000,000
b).Biaya Produksi Masing2 Produk
Biaya Produksi = Alokasi Joint Cost + Biaya Proses lanjutan.
X = Rp 11,200,000 + Rp 2628,000 = Rp 13,828,000
Y = Rp 20,400,000 + Rp 3126,000 = Rp 23,526,000
Z = Rp8400,000 + Rp 1346,000 = Rp 9746,000
8/8/16

84

Add 2. METODE UNIT FISIK : Suatu Metode pembebanan biaya bersama


kpd produk didasarkan atas unit secara fisik atau output dr suatu produk.
Dihitung dgn cara membagi unit fisik masing2 produk dgn jumlah unit
fisik keseluruhan produk dikalikan dgn biaya bersama.
Rumus
Jumlah unit masing2 produk
Pembebanan =----------------------------------------------------x Biaya Bersama
Jumlah unit keseluruhan produk

add 3) .METODE RATA2 Sederhana/per unit.= Metode dlm mengalokasikan


biaya bersama,seluruh produk yg dihasilkan dari proses produksi bersama hrs dibebani suatu
nilai secara proporsional dr seluruh biaya bersama atau dr besarnya unit yg diproduksi.

Rumus : Pembebanan Biaya Bersama = Biaya perunit x Jumlah unit


masing2 produk
Jumlah Biaya Bersama
Biaya Perunit =-------------------------------------------Jumlah Unit keseluruhan produk

add4).METODE RATA2 TERTIMBANG : metode yg dlm mengalokasikan biaya


bersama berdasarkan kpd unit dan dikalikan dgn faktor penimbang dan diperoleh jumlah
penimbang rata2 setiap produk dibagi dgn jumlah penimbang rata2 seluruh produk.
RUMUS .
Jumlah Penimbang Rata2 setiap produk
Pembebanan =----------------------------------------------------------------------x Biaya Bersama
Jumlah Penimbang rata2 seluruh produk
8/8/16

85

PRODUK SAMPINGAN .
Produk Sampingan (By Product) : adlh produk yg dihasilkan dlm proses produksi secara bersama,ttp produk
tsb nilai atau kuantitasnya lbh rendah dibanding dgn produk lain (produk utama).
Pengelompokan Produk Sampingan .
1.PS yg siap dijual setelah dipisahkan dari produk utama
2.PS yg memerlukan proses lebih lanjut
3.PS yg siap dijual setelah titik pisah dari produk utama,ttp dapat diproses lbh lanjut agar dapat dijual dgn
harga yg lbh tinggi.
METODE PERHITUNGAN & AKUNTANSI HARGA POKOK PRODUK SAMPINGAN
terdiri dari dua bagian : 1.Metode tanpa Harga Pokok
2.Metode dengan Harga Pokok
add1).Metode Tanpa Harga Pokok : Suatu metode dlm perhitungan Produk Sampingan
tdk memperoleh alokasi biaya bersama dari pengolahan produk sblm dipisah.
Add2).Metode Dgn Harga Pokok : suatu metode dimana produk sampingan memperoleh
alokasi biaya bersama sebelum dipisah dari produk utama.
Metode dgn Harga Poko terdiri dari : 1).Harga Pokok Pengganti
2).Harga Pokok Pembatalan Biaya ( Reversal).
Masalah yg timbul dlm metode tanpa Harga Pokok adlh bagaimana perlakuan terhadap
hasil penjualan produk sampingan,apakah akan diperlakukan sbgi penambah
pendapatan atau sebagai pengurang dr biaya produk utama., yang dibedakan sbb :
1).Produk Sampingan dpt lgsng dijual pd saat titik pisah(Split of point) atau pengakuan
atas pendapatan kotor.
2).Produk Sampingan memerlukan proses lanjutan setelah dipisah dari produk utama
atau pengakuan atas pendapatan pendapatan bersih.
8/8/16

86

Pengakuan atas Pendapatan Kotor :


a).Diperlakukan sbgi penghasilan diluar usaha atau pendapatan lain2
b).Diperlakukan sbgi penambah penjualan atau pendapatan produk utama
c).Diperlakukan sbgi pengurang HP Penjualan
d).Diperlakukan sbgi pengurang biaya produksi.
Cth :
Unit Produksi : 16,200 ; Unit Penjualan : 13,500 ; Unit Persediaan Awal : 500 ; Harga Jual
/unit : Rp 750 ; Biaya Produksi/unit : Rp 500 ; Hasil Penjualan Produksi sampingan : Rp
2,047,500 ; Beban Pemasaran dan Administrasi Produk Utama : Rp 2,925,000
Diminta : Susunlah Laporan Laba/Rugi dgn menggunakan masing2 asumsi diatas (a,b,c,d)
Penyelesaian :
1).Pendapatan PS diperlakukan sbgi penghasilan diluar usaha atau pendapatan lain2.
Penjualan ..................................................................................................Rp 10,125,000
HP Penjualan : Persed awal(500x500) ..........Rp 250,000
Total Biaya Produksi(16,200x500)...........Rp 8,100,000 +
Tersedia Dijual .......................Rp 8,350,000
Persed akhir (3200 x 500).........................Rp 1,600,000 Rp 6, 750,000
Laba Kotor...................................................................................................Rp 3,375,000
Beban Pemasaran dan Administrasi............................................................Rp 2,925,000 Laba Operasi ..............................................................................................Rp 450,000
Pendapatan lain2 : Pendapatan Penjualan produk sampingan.................. Rp 2,047,500 +
Laba sebelum Pajak......................................................................................Rp 2,497,500
8/8/16

87

Pada Metode ini Pendapatan Penjualan produk sampingan diperlakukan sbgi penambah pendapatan lain2 yaitu sebsar
Rp 2,047,500
Ayat Jurnal yg diperlukan adlh sbb :
Kas/Piutang ...........................................................Rp 2,047,500
Pendapatan penjualan produk sampingan...............................Rp 2,047,500.
b). Pendapatan Produk Sampingan diperlakukan sbgi penambah penjualan atau pendapatan produk Utama.
Penjualan ...................................................................................................Rp 10,125,000
Pendapatan Penjualan Produk Sampingan.................................................Rp 2,047,500
Penjualan Bersih.........................................................................................Rp 12,172,500
Harga Pokok Penjualan :
Persed Awal (500 x 500).......................................Rp 250,000
Total Biaya Produksi (16,200 x 500) ....................Rp 8,100,000 +
Tersedia utk dijual..................................................Rp 8,350,000
Persed Akhir (3200 x 500).....................................Rp 1,600,000 Rp 6,750,000
Laba Kotor...................................................................................Rp 5,422,500
Beban Pemasaran dan Adm.........................................................Rp 2,925 ,000
Laba Operasi.................................................................Rp 2,497,500
Pendapatan Penjualan Produk sampingan diperlakukan sbgi penambah penjualan produk utama, shgg penjualan
produk utama skrg menjadi Rp 12,172,500. Akibat penambahan tsb maka menyebabkan peningkatan thdp laba kotor
dan laba operasi sesuai dgn kenaikan dr pendapatan penjualan produk sampingan.
Ayat Jurnalnya adlh sbb :
Kas/Piutang....................................................Rp 2,047,500
Pendapatan Penjualan...........................................................Rp 2,047,500
c).Pendapatan Produk Sampingan diperlakukan sbgi pengurang Harga Pokok Penjualan
8/8/16

88

Penjualan ...........................................................................................................Rp 10,125,000


HP Penjualan :
Persediaan Awal.(500 x 500) ......................................Rp 250,000
Total Biaya Produksi ....................................................Rp 8,100,000 +
Tersedia Dijual.....................................Rp 8,350,000
Persed Akhir (3200x 500)....................Rp 1,600,000
Harga Pokok Penjualan........................................Rp 6,750,000
Pendapatan Penjualan Produk sampingan..........Rp 2,047,500 -/Rp
4,702,500 -/Laba Kotor .......................................................................................................Rp
5,422,500
Beban Pemasaran............................................................................................. Rp
2,925,000
Laba Operasi..........................................................................Rp
2,497,500.
Pada metode ini pendapatan penjualan produk sampingan mengurangi drpd Harga Pokok
Penjual an sebesar Rp 2,047,500,sehingga Harga Pokok Penjualan sekarang menjadi Rp
4,702,500.
Ayat Jurnal yg diperlukan sbb :
Kas/Piutang Dagang......................................................Rp 2,047,000
Harga Pokok Penjualan.....................................................Rp 2,047,000.
d).Pendapatan Produk Sampingan Diperlakukan sbgi pengurang Biaya Produksi.
Penjualan ............................................................................................Rp 10,125,000
HP Penjualan :
Persediaan Awal (500x 500).........................Rp
250,000

8/8/16

89

8/8/16

90

8/8/16

91

8/8/16

92

8/8/16

93

8/8/16

94

8/8/16

95

8/8/16

96

8/8/16

97

8/8/16

98

8/8/16

99

8/8/16

100

8/8/16

101

8/8/16

102

8/8/16

103

8/8/16

104

8/8/16

105

8/8/16

106

8/8/16

107

8/8/16

108

8/8/16

109

8/8/16

110