Anda di halaman 1dari 24

Fraktur Wajah

Tulang wajah
Os zygomaticum 2
Os maxilla 2
Os nasale 2
Os lacrimale 2
Vomer 1
Os palatinum 2
Concha nasalis inferior 2
Mandibula 1

Klasifikasi Fraktur Muka


1. Fraktur Tulang Hidung
2.Fraktur Tulang Zigoma & Arkus Zigoma
3. Fraktur Tulang Maksila (Mid facial)
4. Fraktur Tulang Orbita
5. Fraktur Tulang Mandibula

De Jong, Ilmu bedah FK USU, Schwartz Principle of Surgery

Fraktur Tulang Hidung


Tanda2 :
- Adanya pbengkakan mukosa hidung.
- Terdapatnya bekuan & kemungkinan ada
robekan
pada mukosa hidung.
- Hematom septum.
- Deviasi / dislokasi septum nasi.
- Epistaksis.
De Jong, Ilmu bedah FK USU, Schwartz Principle of Surgery

Treatment
Bila ditemukan awal fraktur Angulasi
cukup reposisi dengan jari.
Dapat dikerjakan 3-5 hari post-trauma.
Setelah reposisi dengan anestesia lokal,
dapat dipasang tampon.

De Jong, Ilmu bedah FK USU, Schwartz Principle of Surgery

Fraktur Zigoma
Gejala2 :
- penurunan kesadaran.
- Asimetri muka.
- Pembengkakan pipi di daerah arcus zigomaticus.
- Diplopia & Terbatasnya gerakan bola mata.
- Edema periorbita.
- Pendarahan subkonjungtiva.
- Ptosis.
- Anestesia / hipestesia Rusaknya
n.infraorbitalis.
- Epistaksis.
De Jong, Ilmu bedah FK USU, Schwartz Principle of Surgery

Fraktur Arkus Zigoma


Timbul rasa nyeri pada waktu bicara /
mengunyah
Kadang timbul trismus terdapatnya
perubahan letak dari arkus zigoma
terhadap procesus koronoid &
mmuskulus temporal.
Diagnosis : rontgen menurut waters,
yaitu posisi tempotooksipital
Treatment: reposisi dan fiksasi.
De Jong, Ilmu bedah FK USU, Schwartz Principle of Surgery

De Jong, Ilmu bedah FK USU, Schwartz Principle of Surgery

Fraktur Tulang Maksila


(Mid Facial Fracture)
Tujuan pada penanggulangan fraktur ini,
untuk mendapatkan fungsi normal pada
waktu menutup mulut & memperoleh
kontur muka yang baik.
Paling sering terjadi pendarahan dari
a.maksilaris int./a.ethmoidalis ant.

De Jong, Ilmu bedah FK USU, Schwartz Principle of Surgery

Gejala klinis :
- Maloklusi (pergerakan rahang yang abnormal serta
sakit
bila digerakkan).
- Wajah bengkak
- Ekimosis + pembengkakan periorbita
- Rinore pada Le Fort II/III
- Sering disertai gangguan kesadaran
Diagnosis: Palpasi kiri-kanan, Px radiologis dengan foto
polos
( Waters, Caldwel, Submentovertek & Lateral )
Treatment: Fiksasi dan Imobilisasi 6-8 mgg.
De Jong, Ilmu bedah FK USU, Schwartz Principle of Surgery

Le Fort
Di bagi dalam 3 kategori :
Le Fort I.
Le Fort II.
Le Fort III.

De Jong, Ilmu bedah FK USU, Schwartz Principle of Surgery

Le Fort

De Jong, Ilmu bedah FK USU, Schwartz Principle of Surgery

De Jong, Ilmu bedah FK USU, Schwartz Principle of Surgery

Penanggulangan
Sangat ditekankan agar rahang atas &
bawah dapat menutup.
Dilakukan fiksasi intermaksilar sehingga
oklusi gigi menjadi sempurna.
Pada tindakan ini banyak menggunakan
kawat baja sesuai garis fraktur.

De Jong, Ilmu bedah FK USU, Schwartz Principle of Surgery

Fraktur Tulang Mandibula


Tujuan penanganan fraktur ini : Untuk
mendapatkan efek kosmetik yang
memuaskan, oklusi gigi yang sempurna,
proses mengunyah & menelan yang
sempurna.
Mandibula berperanan dalam membentuk
struktur skeletal wajah bagian bawah.
De Jong, Ilmu bedah FK USU, Schwartz Principle of Surgery

Gejala Fraktur Mandibula


1. Pembengkakan / laserasi yang meliputi
mandibula.
2. Deformitas rahang bawah.
3. Maloklusi.
4. Trismus & rasa nyeri pada waktu mengunyah.
5. Deviasi gigi, Robekan jar lunak gigi.
6. Krepitasi.
7. Numbness, kelumpuhan dari bibir bawah.
8. Gangg. Jalan nafas, bila hebat Trakeostomi.

De Jong, Ilmu bedah FK USU, Schwartz Principle of Surgery

Penanggulangan
Konservatif : Immobilisasi, mengistirahatkan daerah
fraktur.
Operatif
: Dengan pemasangan traksi, pen,
screw,
plate.
Pengikatan rahang atas dan bawah dengan kawat
(intermaxillary fixation) serta fiksasi.
Menggunakan mini-plate yang tidak menimbulkan
kallus.
Mini plate dipasang dengan mengunakan skrup,
bersifat lebih stabil, tidak memberikan rusak jaringan.
De Jong, Ilmu bedah FK USU, Schwartz Principle of Surgery

Komplikasi :
- infeksi pada jaringan lunak dan tulang
rahang.
nyeri hebat.

De Jong, Ilmu bedah FK USU, Schwartz Principle of Surgery

Fraktur Orbita
Fracture maksilla erat hubunganya dengan
terjadinya fractura orbita, terjadi akibat
trauma langsung pada tulang zigomatikus.
Terutama fracture akibat kecelakaan
kendaraan bermotor.
Fraktur karena trauma tidak langsung,
umumnya disebabkan benda bulat Blow
out fracture (patah tulang letup keluar).

De Jong, Ilmu bedah FK USU, Schwartz Principle of Surgery

Gejala klinis :
- Hematom monokel yang dapat disertai
diplopia.
- Hemomaksila.
- Asimetri muka.
- Hipestesi & anestesi dr syaraf sensoris n.
infra
orbitalis.

De Jong, Ilmu bedah FK USU, Schwartz Principle of Surgery

Diagnosa
penilaian otot mata, CT scan dilakukan untuk menilai
luasnya fraktur.
Pengobatan
- Jika fraktur menjepit saraf, otot, atau mendorong
bola mata ke belakang, dilakukan perbaikan tulang
wajah
melalui pembedahan.
- Jika fraktur tidak menimbulkan kerusakan pada struktur
yang vital, dilakukan pemasangan tulang kembali pada
tempatnya dengan bantuan lempengan logam kecil &
sekrup atau kawat.

De Jong, Ilmu bedah FK USU, Schwartz Principle of Surgery

Terima Kasih