Anda di halaman 1dari 53

SEMINAR KERJA PRAKTEK

Proyek De Paviljoen Condotel

TRI MUKTI
SANDHY PUTRA SS

(2411121022)
(2411121054)

Latar Belakang

Kerja Praktek

Proyek De Paviljoen Condotel

Kerja Praktek
Kerja Praktek adalah pengamatan terhadap suatu
proyek di lapangan, sehingga mahasiswa diharapkan
dapat mengetahui kegiatan di lapangan secara
langsung dan mampu mengaitkannya dengan teori
dan praktek yang didapat di bangku kuliah, sehingga
diharapkan
dapat
membantu
menyelesaikan
permasalahan
yang
pada
akhirnya
dapat
meningkatkan
skill
dan
kemampuan
serta
profesionalisme kinerja.

Proyek De Paviljoen Condotel


Condotel adalah suatu kegiatan yang bergerak di
bidang jasa dengan menawarkan sebuah bangunan
bertingkat sebagai tempat penginapan yang memiliki
fasilitas rumah, hiburan serta layanan yang mewah
dan lengkap seperti hotel berbintang. Oleh karena itu,
PT. Investaland Indonesia mengambil peluang untuk
membangun De Paviljoen Condotel.

Data Umum Proyek


Data Umum Proyek De Paviljoen Condotel
Nama proyek

De Paviljoen Condotel

Lokasi proyek

Jl. RE. Martadinata 66-68, Bandung Wetan, Kota Bandung,


Jawa Barat

Jenis bangunan

Condotel (apartemen hotel)

Kuantitas pekerjaan :
Deskripsi proyek

Struktur gedung berlantai 14 (12 lantai dan 2 basement)

Luas bangunan

12.000 m

Luas lahan

2.000-2.400 m

Lama pembanguan

11 bulan 3 minggu

Pemilik proyek

PT. Investaland Indonesia

Konsultan perencana :
Konsultan arsitektur

PT. Arkipura Intra Nasional

Konsultan struktur

PT. Perkasa Carista Estetika

Konsultan ME

JDER

Konsultan lighting

BC + A Ateliers

Konsultan landscape

GBL

Desain interior

PT. Indesign Domus

Pengawas

PT. Investaland Indonesia

Kontraktor pelaksana

PT. Pulauintan Bajaperkasa Konstruksi

Subkontraktor :
Geoteknik

PT. Bamko Karsa Partnership

Quantity Surveyors

PT. Reynolds Partnership

Jenis Kontrak

Lump Sum/Fix Price

Nilai kontrak

Rp. 105.000.000.000

Jenis pembayaran

Termin Progress Payment

Sumber dana

PT. INVESTALAND INDONESIA

Waktu pelaksanaan :
Mulai

April 2015

Selesai

Maret 2016

Masa pemeliharaan

12 bulan

Jenis pekerjaan :
Pekerjaan Persiapan/Preliminaries
Pekerjaan Perencanaan Desain (Struktur, Arsitektur, MEP)
Pekerjaan Konstruksi Struktur
Pekerjaan Konstruksi Arsitektur
Pekerjaan Konstruksi Mekanikal, Elektrikal, dan Plumbing (MEP)

Data Teknis Proyek


Data Teknis Proyek De Paviljoen Condotel
Jenis bangunan

Struktur beton bertulang

Penutup lantai

keramik

Tangga

Tangga beton dan lift

Nilai uji slump

12 cm

Jumlah lantai

12 lantai dan 2 lantai basement

Tipe pondasi

Raft foundation

Dinding penahan tanah Continous pile


Tinggi bangunan

56,48 m

Tahap pekerjaan :
Tahap 1

Pondasi

Tahap 2

Galian tanah basement dan struktur

Tahap 3

Lantai ground floor dan sampai lantai 12

Mutu beton :
Pondasi

fc = 25 MPa

Balok dan pelat

fc = 25 Mpa

Kolom

fc = 30 MPa

Ready mix

PT. Jaya Readymix dan PT. Adhi Mix

Merk baja tulangan

MS (Master Steel)

Dimensi baja tulangan

8 mm, D10 mm, D13 mm, D16mm, D19 mm, D22mm,


D25mm

Kawat pengikat

1 mm (baja lunak)

Dinding dalam

bata ringan (hable) t7,5 cm dan t10 cm

Dinding luar

precast panel dan bata ringan t10 cm

Penutup atap

dak beton mutu fc = 25 Mpa

Pelaksanaan Proyek

Pelelangan

Tahapan Pelelangan
Persiapan Dokumen Pengadaan

Pelelangan
Pelelangan adalah suatu cara yang digunakan oleh
pemilik proyek untuk mendapatkan pihak pelaksana
(kontraktor) yang akan melaksanakan proyek tersebut
sesuai keinginan pemilik proyek.
Berdasarkan Keppres No. 80 Tahun 2003 :
1. Pelelangan umum
2. Pelelangan terbatas
3. Penunjukan langsung
4. Pengadaan langsung

Tahapan Pelelangan
Pelelangan penunjukan langsung, meliputi :
1. Penunjukan rekanan.
2. Penjelasan.
3. Penyusunan berita acara penjelasan dokumen
lelang dan perubahannya.
4. Pemasukan penawaran.
5. Pembukaan penawaran.
6. Evaluasi penawaran termasuk evaluasi kualifikasi.
7. Penetapan.
8. Masa sanggah.
9. Penandatanganan kontrak.

Persiapan Dokumen Pengadaan


a.
b.
c.
d.
e.
f.
g.
h.
i.
j.
k.
l.

Undangan Pengadaan Barang/Jasa.


Pedoman Prakualifikasi.
Instruksi Kepada Parapeserta.
Syarat-syarat Umum Kontrak.
Syarat-syarat khusus Kontrak.
Daftar Kuantitas dan Harga.
Spesifikasi Teknis dan Gambar-gambar.
Bentuk Surat Penawaran.
Bentuk Kontrak.
Bentuk Surat Jaminan Penawaran.
Bentuk Surat Jaminan Pelaksanaan.
Bentuk Surat Jaminan Uang Muka.

Kontrak Lump Sum/Fix Price


Definisi
Sistem kontrak lump sum/fix price merupakan suatu kontrak pengadaan
barang/jasa atas penyelesaian seluruh pekerjaan tersebut dalam batas
waktu tertentu dengan jumlah harga yang pasti dan tetap. Dengan
demikian semua risiko yang mungkin terjadi dalam proses penyelesaian
pekerjaan tersebut sepenuhnya menjadi tanggung jawab pemborong.
Sistem kontrak berdasarkan terhadap aspek perhitungan biaya yang
terdiri dari fix price lump sum contract dan fix price unit rate contract
Lump sum merupakan kontrak jasa atas penyelesaian seluruh pekerjaan
yang ditawarkan sesuai dengan persyaratan yang disepakati
Semua risiko ditanggung oleh penyedia jasa sepanjang gambar dan
spesifikasi tidak berubah.

Penjadwalan (Time Schedule)


Time schedule ialah mengatur rencana kerja dari satu bagian atau
unit pekerjaan, time schedule meliputi berbagai kegiatan :
1.
2.
3.
4.

Kebutuhan Tenaga Kerja


Kebutuhan material dan bahan
Kebutuhan Waktu
Kebutuhan Transportasi

Kontraktor pada proyek ini menggunakan kurva-S sebagai rencana


jadwal kerja karena lebih mudah dipahami dan dimengerti.
Penerapan kurva-S ini menyangkut dua aspek yaitu:
5.
6.

Perencanaan
Pengendalian

Kurva S rencana

Struktur Organisasi Proyek

Struktur Organisasi Kontraktor

Metode Pelaksanaan Proyek


1

Persiapan
Penggalian Tanah

Struktur Bawah
Struktur Atas

Finishing

Pekerjaan Persiapan

Site Plan

Spesifikasi
Material

Peralatan

Pengukura
n

Pekerjaan ini meliputi persiapan lokasi proyek serta penyediaan sarana dan
prasarana, pembersihan lokasi proyek, dan persiapan-persiapan sebelum
melaksanakan pekerjaan lebih lanjut. Tujuan pekerjaan persiapan ini adalah
mengatur peralatan, bangunan pembantu, dan fasilitas lainnya sedemikian
rupa sehingga pelaksanaan pekerjaan dapat berjalan dengan efesien, lancar,
aman dan sesuai rencana kerja yang disusun.

Site Plan
Tujuan pokok dalam perencanaan site plan adalah
mengatur letak bangunan-bangunan fasilitas dan sarana
pada proyek sedemikian rupa, sehingga pelaksanaan
pekerjaan konstruksi dapat berjalan dengan efisien,
efektif, lancar, dan aman.

Spesifikasi Material
Beton Bertulang
Pondasi
: fc = 25 MPa
Balok dan Pelat : fc = 25 MPa
Kolom

: fc = 30 MPa

Baja Tulangan
fy = 400 Mpa (untuk balok, kolom)
fy = 500 Mpa (untuk pelat)

Peralatan

Theodolit dan Waterpass

Bar Cutter dan Bar Bender

Tower Crane dan Bucket Cor

Scaffolding dan Vibrator

Pengukuran
Kegiatan ini meliputi pekerjaan
pengukuran untuk pemasangan
patok-patok sehingga membentuk
garisgaris yang sesuai dengan
gambar dan harus memperoleh
persetujuan
tim
pengawas
sebelum memulai
pekerjaan.
Penentuan
patok-patok
di
lapangan berdasarkan gambar
rencana disebut setting out.Alat
yang digunakan dalam pekerjaan
ini adalah waterpass.

Struktur Bawah
Pondasi adalah suatu bagian dari konstruksi bangunan yang
berfungsi untuk mendukung seluruh beban bangunan dan
meneruskan beban bangunan tersebut kedalam tanah
dibawahnya
Pada proyek De Paviljoen Condotel, pondasi yang digunakan
yaitu raft foundation dan Dinding Penahan Tanah yaitu
Continous Pile

Pondasi

Dinding Penahan Tanah

Raft foundation adalah suatu tipe pondasi


bangunan gedung bertingkat. Jika pada
umumnya, pondasi gedung merupakan
gabungan antara tiang pancang/bore pile,
pile cap/poor dan tie beam, maka system
raft foundation menghilangkan pile cap
dan tie beam diganti dengan sebuah
pondasi massif yang menyatukan seluruh
pile cap atau bore pile yang ada.

Salah satu dinding penahan itu


adalah continous pile .Biasanya
struktur seperti ini sudah cukup
untuk menahan tanah, namun
pada lokasi galian yang dalam
dan kondisi tanah yang buruk,
maka diperlukan perlakuan
khusus untuk memperkuat
dinding penahan, yaitu sistem
angkur.Karena pengangkuran
tidak mungkin dilakukan di tiap
angkur, maka dibuatlah waller
beam sebagai pengikat antar pile
sehingga contiguous pile bekerja
menjadi satu sistem penahan
tanah.

Struktur Atas

Balok dan
Pelat

Kolom

Corewall

Tangga

Struktur atas adalah bagian dari struktur yang terdiri dari balok, plat
lantai, core wall, dan tangga yang berfungsi menerima beban mati,
beban hidup, angin, dan gempa

Pekerjaan Struktur Atas


1. Pekerjaan Pengukuran

Dari hasil pengukuran tersebut maka bekisting dapat


difabrikasi pada posisi yang benar di atas perancah
(scaffolding) yang telah disiapkan

2.PemasanganScaffolding

Pemasangan scaffolding dilakukan untuk mendukung


perencanaan pembuatan bekisting kolom, balok dan pelat

3. Pemasangan Bekisting

Bekisting memiliki fungsi dalam bangunan untuk membuat


bentuk dan dimensi pada suatu konstruksi beton, dan
mampu memikul beban sendiri yang baru dicor sampai
konstruksi tersebut dapat dipikul seluruh beban yang ada.

4. Pembesian

Setelah bekisting siap, besi tulangan di rangkai.

5. Leveling

Agar pengecoran mencapai level yang benar dan tidak


terjadi perbedaan tinggi finishing cor, maka surveyor perlu
melakukan leveling.

6. Pengecoran

Pengecoran ini juga dibantu dengan alat vibrator untuk


meratakan dan memadatkan campuran.

Finishing
Pekerjaan finishing yang dilakukan di proyek ini berupa pekerjaan
pemasangan dinding, lantai, kusen alumunium, jendela.
Dinding yang digunakan adalah jenis bata ringan (hebel). Proses
pemasangannya dilakukan dengan menyusun bata ringan dan
menempelkan sisi-sisinya dengan menggunakan powerbond

Pemasangan Hebel

Plesteran Dinding

Keselamatan dan Kesehatan Kerja

Tujuan K3

Perlengkapan K3
Sasaran K3

Tujuan K3
Mencegah terjadinya cidera dalam pekerjaan
Menyediakan lingkungan pekerjaan yang sehat dan aman
serta meningkatkan praktek-praktek kerja yang aman.
Mengendalikan penggunaan Bahan Berbahaya dan Beracun
(B3).
Mengembangkan dan memelihara suatu system sebagai
pengendalian dan pengevaluasian aman dan baik.
Menyediakan suatu system guna mendapatkan program
tanggap darurat yang efisien bilamana terjadi keadaan darurat.
Khususnya terhadap bahaya kebakaran, bencana banjir dan
sebagainya.

Perlengkapan K3
Helm adalah merupakan alat yang berfungsi pelindung
kepala. Helm ini juga juga untuk membedakan jabatan
yang ada diproyek tersebut yang ditandai dengan warna
helm.

Untuk melindungi tangan pada saat melakukanpe


kerjaan. Sarung tangan yang digunakan untuk pekerjaan
proyek konstruksi memiliki ketebalan yang berbeda
dengan sarung tangan biasa, karena berfungsi sebagai
pelindung tangan dalam melakukam pekerjaan
dilapangan

Berfungsi sebagai pengaman kaki dari benda-benda keras dan


benda-benda tajam.

Safety Belt merupakan alat bantu pengamanan pada pekerjaan


proyek, serta memiliki fungsi ntuk melindungi tubuh pada saat
berada di ketinggian tertentu, supaya tidak jatuh pada saat proses
pengerjaan konstruksi.

Sasaran K3
Pencegahan agar terhindar dari kecelakaan yang menyebabkan
cedera dan terganggunya kesehatan seseorang yang
diakibatkan oleh kegiatan yang berlangsung di proyek;
Pencegahan terhadap kerusakan alat-alat maupun pemborosan
pemakaian material perusahaan;
Penerapan yang sesuai dengan rencana serta program
Keselamatan Kerja yang telah ditetapkan oleh perusahaan.

PEKERJAAN ACUAN DAN PERANCAH


ATAU BEKISTING (FORMWORK)
Pengertian dan fungsi :
Acuan dan perancah atau bekisting (formwork) adalah suatu
konstruksi yang bersifat sementara pada pelaksanaan pekerjaan beton.
Jenis-jenis Bekisting :
1. Bekisting Tradisional
2. Bekisting Semi Sistem
3. Bekisting Full Sistem

Bekisting Tradisional
Bekisting tradisional adalah bekisiting yang setiap kali bisa
dilepas dan dibongkar menjadi bagian-bagian dasar, dapat
disusun kembali menjadi sebuah bentuk lain.

Bekisting Semi Sistem


Bekisting semi sistem adalah bekisting dengan satuan-satuan
yang lebih besar, yang dibuat dan direncanakan untuk sebuah
objek tertentu

Bekisting Full Sistem


Bekisting full system adalah elemen-elemen bekisting yang
dibuat di pabrik, sebagian besar komponen-komponen terbuat
dari baja dengan elemen-elemen pembantu yang merupakan
bagian dari sistem ini.

Metode Pelaksanaan Bekisting


Metode Pelaksanaan Bekisting yang di tinjau, tediri dari:
1. Bekisting Kolom
2. Bekisting Balok dan Pelat
3. Bekisting Core Wall
Metode pelaksanaan bekisting terdiri dari:
1. Pemasangan bekisting
2. Pembongkaran bekisting

Pemasangan Bekisting Kolom


1. Bersihkan area kolom dan marking posisi bekisting kolom
2. Membuat garis pinjaman
3. Buat tanda kolom pada lantai
4. Marking sepatu kolom sebagai tempat bekisting
5. Pasang sepatu kolom dengan marking yang ada.
6. Atur kelurusan bekisting kolom
7. Setelah tahapan diatas telah dikerjakan, maka kolom tersebut
siap dicor

Pembongkaran Bekisting
Langkah 1: Pelepasan trackstang dan klam kolom

Langkah 2: Pelepasan Pipa Support sisi (a.) dan (b.)

(a.)

(b.)

Langkah 4: Pelepasan Panel kolom dilakukan satu


persatu sisi (a.) & (b.) serta pelepasan balok support

(a.)

(b.)

(c.)

Metode Pelaksanaan Balok dan Pelat Pemasangan


bekisting
1. Pekerjaan Pengukuran
2. Pembuatan Bekisting
3. Pabrikasi besi
4. Tahap pembekistingan balok adalah sebagai berikut :
Scaffolding dengan masing masing jarak 100 cm
Memperhitungkan ketinggian scaffolding balok
PadanU-head dipasang balok kayu ( girder ) 6/12
Pasang dinding bekisting balok

5. Tahap pembekistingan pelat adalah sebagai berikut :


Scaffolding disusun berjajar bersamaan dengan
scaffolding untuk balok.
Pada U-head dipasang balok kayu ( girder ) 6/12
Kemudian dipasang plywood sebagai alas pelat
Pastikan semua bekisting rapat terpasang
pengecekan tinggi level pada bekisting balok dan
pelat dengan waterpass

Langkah 1: Pembongkaran pipa galvanis &


Pembongkaran plywood

Langkah 2: Pembongkaran dinding balok &


Pembongkaran Bodeman

Langkah 5: Pembongkaran Suri-suri dan Gelagar &


Pembongkaran schaffolding

Finish

Pemasangan Bekisting Core Wall


1. Bersihkan area Core Wall dan marking posisi bekisting Core
Wall
2. Membuat garis pinjaman
3. Buat tanda Core Wall pada lantai
4. Marking sepatu Core Wall sebagai tempat bekisting
5. Pasang sepatu Core Wall dengan marking yang ada.
6. Atur kelurusan bekisting Core Wall
7. Setelah tahapan diatas telah dikerjakan, maka Core Wall
tersebut siap dicor

Langkah 1:Pelepasan trackstang dan klam Core Wall

Langkah 2: Pelepasan Pipa Support dan Panel Core


Wall

TERIMA KASIH