Anda di halaman 1dari 26

BELANJA DAERAH

PENGELOLAAN ADMINISTRASI DESA


KABUPATEN MINAHASA

DEFINISI
Belanja Daerah adalah kewajiban Pemerintah Daerah yang

diakui sebagai pengurang nilai kekayaan bersih.


Belanja Daerah meliputi semua pengeluaran dari Rekening Kas
Umum Daerah yang mengurangi Ekuitas Dana, merupakan
kewajiban daerah dalam satu tahun anggaran dan tidak akan
diperoleh pembayarannya kembali oleh daerah. (Pasal 23
Permendagri 13 Tahun 2006)
Belanja Daerah dipergunakan dalam rangka mendanai
pelaksanaan Urusan Pemerintahan yang menjadi kewenangan
Provinsi atau Kabupaten/Kota yg terdiri dari urusan wajib,
urusan pilihan dan urusan yang penanganannya dalam bagian
atau bidang tertentu yang dapat dilaksanakan bersama antara
pemerintah dan pemerintah daerah atau antar pemerintah
daerah yg ditetapkan dengan ketentuan perundangan (Pasal 31
Permendagri 13 Tahun 2006).

KLASIFIKASI BELANJA
Belanja menurut Urusan Pemerintahan (23 Urusan

Wajib dan 8 Urusan Pilihan)


Belanja menurut Fungsi : pelayanan umum,
ketertiban dan ketentraman, ekonomi, lingkungan
hidup, perumahan dan fasilitas umum, kesehatan,
pariwisata dan budaya, pendidikan dan perlidungan
sosial
Belanja menurut organisasi, sesuai dengan SOTK di
masing-masing Pemerintah Daerah.
Belanja menurut Program dan Kegiatan disesuaikan
dengan urusan pemerintahan yg menjadi
kewenangan daerah

KELOMPOK BELANJA
Belanja Langsung merupakan belanja yang

terkait secara langsung dengan pelaksanaan


program dan kegiatan. Misal : Honorarium,
Belanja Barang dan Jasa, Belanja Modal.
Prinsipnya ada Kegiatan ada Anggaran
Belanja.
Belanja Tidak Langsung merupakan belanja
yang tidak terkait secara langsung dengan
Kegiatan.
Ada atau tidak ada Kegiatan, belanja tersebut
harus dikeluarkan.
Misal : Belanja Gaji PNS, Listrik,Telpon, Air

KELOMPOK BELANJA
LANGSUNG
Belanja Pegawai merupakan belanja untuk pengeluaran

honorarium upah dalam melaksanakan program dan kegiatan


pemerintah daerah.
Belanja Barang dan Jasa digunakan untuk pengeluaran
pembelian/pengadaan barang yang nilai manfaatnya kurang dari
12 (dua belas) bulan dan/atau pemakaian jasa dalam
melaksanakan program dan kegiatan.
Belanja Modal digunakan untuk pengeluaran yang dilakukan
dalam rangka pengadaan aset tetap berwujud yang mempunyai
nilai manfaat lebih dari 12 (dua belas) bulan untuk digunakan
dalam kegiatan pemerintahan.
Nilai aset tetap berwujud yg dianggarkan dalam belanja modal
sebesar harga beli/bangun aset ditambah seluruh belanja yang
terkait dengan pengadaan/pembangunan aset sampai aset
tersebut siap digunakan.

BELANJA LANGSUNG

BELANJA PEGAWAI
Honorarium Panitia Pelaksana Kegiatan,

rekening ini digunakan untuk biaya


honorarium bagi PNS yang mendapat tugas
sebagai panitia/tim pelaksanaan
kegiatan/event di lingkungan Pemerintah
Kabupaten Minahasa
Dibuat SK Tim/Panitia Pelaksana Kegiatan
SPJ berupa daftar penerima honor.
Dikenakan PPh Pasal 21 Final dari Jumlah
Honor yang diterimakan tanpa
memerhitungkan PTKP.

Tarif PPh Pasal 21 Final


1. PNS Golongan I dan II serta Anggota
TNI&POLRI
berpangkat
tamtama
dan
bintara
Tarif
0%
2. PNS Golongan III serta Anggota TNI&POLRI
berpangkat Perwira Menengah
Tarif

5%

3. Pejabat Negara, PNS Golongan IV serta


Anggota TNI&POLRI berpangkat Perwira
Tinggi
Tarif
15%

BELANJA PERALATAN KEBERSIHAN


DAN BAHAN PEMBERSIH
Rekening ini digunakan untuk pembelian

peralatan kebersihan dan bahan pembersih


dengan masa pakai kurang dari 12 bulan atau
pakai habis.
Bukti SPJ adalah Kwitansi/Faktur/Nota dari
toko/penyedia barang dan jasa.
Dikenakan PPh Pasal 22 (apabila pembelian
diatas
Rp 2.000.000,- dan PPN (apabila
pembelian diatas Rp 1.000.000,-)

BELANJA ALAT TULIS


KANTOR
Rekening ini digunakan untuk pembelian

kebutuhan peralatan/alat tulis kantor dengan


masa pakai kurang dari 12 bulan atau pakai
habis.
SPJ berupa Kwitansi/Nota/Faktur dari
Toko/Penyedia Barang dan Jasa
Merupakan Obyek PPh 22 dan PPN

PPh Pasal 22 dipungut berkenaan dengan


pembayaran

Pemungutan PPh Pasal 22

Rekanan tidak punya NPWP, tarifnya menjadi 3%


(100% lebih tinggi)
Tidak dipungut PPh Pasal 22 :
Pembelian barang dengan nilai
maksimal Rp. 2.000.000,00 dan
tidak dipecah-pecah dalam
beberapa faktur
Pembelian BBM, listrik, gas,
pelumas, air minum/PDAM dan
benda pos
Pembelian barang dengan dana
BOS

Pemungutan PPh Pasal 22


TATA CARA PEMUNGUTAN DAN
PENYETORAN

1. Dipungut pada setiap pelaksanaan pembayaran langsung (LS)


oleh KPPN atau Bendahara atas penyerahan barang oleh Wajib
Pajak (Rekanan).
2. PPh Pasal 22 yang pemungutannya dilakukan oleh Bendahara
harus disetor pada hari yang sama dengan pelaksanaan
pembayaran
3. Penyetoran dilakukan ke Bank Persepsi atau Kantor Pos atau
pemungutan langsung (LS) oleh KPPN dengan menggunakan
SSP yang telah diisi oleh dan atas nama rekanan serta
ditandatangani oleh Pemungut.
4. Dalam hal rekanan belum mempunyai NPWP, maka kolom
NPWP pada SSP diisi angka 0 (nol), kecuali untuk 3 (tiga)
digit kolom kode KPP Pratama diisi dengan kode KPP Pratama
tempat Pemungut terdaftar.

BELANJA SEWA PERLENGKAPAN


UPACARA / HIBURAN
Rekening ini digunakan untuk mengalokasikan

biaya sewa perlengkapan upacara/hiburan


guna menunjang pelaksanaan kegiatan/
pekerjaan
SPJ berupa Kwitansi / Perjanjian sewa
menyewa dengan Penyedia Barang Jasa/
Persewaan Peralatan
Merupakan Obyek PPh Pasal 23 dan PPN

BELANJA SEWA SARANA MOBILITAS


Rekening ini digunakan untuk mengalokasikan

biaya sewa kendaraan bermotor roda dua,


roda empat dan sarana kendaraan darat
lainnya.
SPJ berupa Kwitansi / Perjanjian sewa
menyewa dengan Penyedia Barang Jasa/
Persewaan Peralatan
Merupakan Obyek PPh Pasal 23 dan PPN

PPh Pasal 23 adalah pajak atas penghasilan


dengan nama dan dalam bentuk apa pun
yang berasal dari modal, penyerahan jasa,
atau
penyelenggaraan kegiatan selain yang telah
dipotong PPh Pasal 21.

OBJEK DAN TARIF


PPh Pasal 23

2%

dari jumlah bruto atas:

Sewa, kecuali sewa


tanah dan/atau
bangunan

Tidak punya NPWP, tarifnya 100% lebih


tinggi

imbalan sehubungan
dengan jasa teknik, jasa
manajemen, jasa
konstruksi, jasa konsultan
dan jasa lainnya

BELANJA MAKANAN DAN


MINUMAN HARIAN PEGAWAI
Rekening ini digunakan untuk mengalokasikan

biaya makan minum harian pegawai


PNS/Honorer/Pegawai tidak tetap dan Tenaga
dari luar SKPDnya dilingkungan Pemerintah
Kabupaten Minahasa, yang penggunaannya :
a) Bagi Pegawai PNS/Honorer/Pegawai tidak tetap

yang melaksanakan lembur diluar jam kerja dan


hari libur, sedangkan pada waktu jam kerja hanya
diperbolehkan untuk Belanja Minuman Harian.
b) Bagi Tenaga dari luar lingkungan Pemerintah
Kabupaten dapat diberikan Belanja Makanan dan
Minuman Harian

BELANJA MAKANAN DAN


MINUMAN HARIAN PEGAWAI
SPJ berupa Kwitansi/Nota/Faktur dari Rumah

Makan/Warung/Depot/ Jasa Catering


Merupakan Obyek Pajak Restoran (Pajak
Daerah) dan PPh Pasal 23 sebesar 2 %
Untuk Pajak Restoran dikenakan tarif 10 %
tanpa dibatasi jumlah pembeliannya.
Disetorkan ke Kas Daerah melalui KPPT/Dinas
Pendapatan dengan menggunakan formulir
SSPD (Surat Setoran Pajak Daerah).

PAJAK PERTAMBAHAN
NILAI (PPN)

TIDAK DIPUNGUT PPN/PPnBM


Pembayaran yang jumlahnya paling banyak Rp 1.000.000
Pembayaran untuk pembebasan tanah
Pembayaran atas Penyerahan BKP/JKP yang mendapat fasilitas PPN
tidak dipungut dan atau dibebaskan dari pengenaan PPN
Pembayaran untuk penyerahan BBM dan bukan BBM oleh Pertamina.
Pembayaran atas rekening telepon
Pembayaran untuk jasa angkutan udara yang diserahkan oleh perusahaan
penerbangan
Pembayaran lainnya untuk penyerahan barang atau jasa yang menurut
ketentuan perundang-undangan yang berlaku, tidak dikenakan PPN

SAAT PEMUNGUTAN
Pemungutan PPN dan/atau PPnBM oleh Bendahara
dilakukan pada saat pembayaran kepada rekanan
Pemerintah, dengan cara pemotongan secara
langsung dari tagihan Pengusaha Kena Pajak Rekanan
Pemerintah tersebut.

DASAR PEMUNGUTAN
Dasar Pemungutan adalah Jumlah pembayaran baik
dalam bentuk uang muka, pembayaran sebagian,
atau pembayaran seluruhnya yang dilakukan oleh
Pemungut PPN kepada PKP Rekanan
Batas
jumlah
pembayaran
sebesar
Rp1.000.000,00 tersebut hendaknya diartikan
termasuk PPN dan
PPnBM
(KMK-563/KMK.03/2003)

TATA CARA PEMUNGUTAN, PENYETORAN DAN PELAPORAN

PKP rekanan wajib menerbitkan Faktur Pajak dan


SSP pada saat menyampaikan tagihan kepada
Bendahara Pemerintah baik untuk sebagian maupun
seluruh pembayaran.
Pemungut (Bendahara Pengeluaran) wajib menyetorkan
ke Bank Persepsi atau Kantor Pos paling lambat 7
(tujuh) hari setelah berakhirnya bulan terjadinya
pembayaran tagihan
Pemungut wajib melaporkan
di
KPP
tempat
Bendahara terdaftar paling lama akhir bulan
berikutnya
setelah
berakhirnya
bulan dilakukan
pembayaran tagihan

BELANJA PERJALANAN DINAS


DALAM DAERAH
Rekening ini digunakan untuk mengalokasikan

biaya perjalanan dinas dalam Kabupaten


Minahasa
Contoh Biaya Perjalan Dinas dari Kecamatan
ke Ibukota Kabupaten atau sebaliknya dengan
jarak lebih dari 5 KM.
SPJ selain Kwitansi dilengkapi juga dengan
Surat Tugas dan SPPD yang telah
disahkan/divisum pejabat yg berwenang.
Berpedoman pada Peraturan Bupati ttg
Perjalanan Dinas

Terima Kasih
Tim Asistensi Pengelolaan Keuangan Daerah
BPKP Sulawesi Utara