Anda di halaman 1dari 38

SKIZOFRENIA

DEFINISI
Berasal dari 2 kata:
skizo : retak atau pecah
frenia : jiwa
Penderita skizofrenia mengalami keretakan
jiwa / kepribadian (splitting of personality)
Suatu sindrom klinis dengan variasi
psikopatologi, biasanya berat, berlangsung
lama dan ditandai oleh penyimpangan dari
pikiran, persepsi serta emosi

EPIDEMIOLOGI
Prevalensi
di
Amerika
Serikat
dilaporkan bervariasi dari 1 1,5 %
dengan insidens 1 / 10.000 orang per
tahun
Berdasarkan
jenis
kelamin
prevalensinya sama, perbedaannya
terlihat dalam onset dan perjalanan
penyakit
Onset untuk laki laki 15 sampai 25
tahun sedangkan wanita 25-35 tahun.
3

ETIOLOGI
Model diatesis
Menurut teori ini
skizofrenia timbul
akibat faktor
psikososial dan
lingkungan.
Model ini berpendapat
bahwa seseorang yang
memiliki kerentanan
(diatesis) jika dikenai
stresor akan lebih
mudah menjadi
skizofrenia.
4

ETIOLOGI
BIOLOGI

BIOKIMIA

Tidak ada gangguan fungsional &


struktur yang patognomonik, meskipun
demikian beberapa gangguan organik
dapat terlihatpaling banyak dijumpai :
Pelebaran ventrikel III dan lateral
stabil, kadang terlihat sebelum awitan
penyakit.
Atropi bilateral lobus temporal medial
gyrus parahipokampus, hipokampus,
amigdala.
Disorientasi spasial sel piramid
hipokampus.
Penurunan volume korteks prefrontal
dorsolateral.
Beberapa penelitian melaporkan bahwa
perubahan ini statis dan dibawa sejak
lahir.

Hipotesis paling banyak gangguan


neuro transmitter sentral yaitu
terjadinya peningkatan aktivitas
dopamin sentral.
Hipotesis ini dibuat berdasarkan 3
penemuan utama:
1. Efektivitas obat-obat neuroleptik
(fenotiazin) pada skizofreniablok
reseptor dopamin pasca sinaps
2. Terjadinya psikosis akibat penggunaan
amfetamin
3. Peningkatan jumlah reseptor D2 di
nukleus kaudatus, nukleus akumben
dan putamen pada skizofrenia
. Teori lain peningkatan serotonin di
susunan saraf pusat dan kelebihan NE
di forebrain

ETIOLOGI
GENETIKA

FAKTOR KELUARGA

Skizofrenia
mempunyai
komponen yang
diturunkan secara
signifikan, kompleks
dan poligen.

Kekacauan dan dinamika


keluarga memegang peranan
penting dalam menimbulkan
kekambuhan dan
mempertahankan remisi.
Pasien berisiko tinggi adalah
pasien yang tinggal bersama
keluarga yang hostilitas,
memperlihatkan kecemasan
yang berlebihan, sangat
protektif terhadap pasien,
terlalu ikut campur, dan
sangat pengkritik.

FAKTOR YANG BERPERAN

Faktor Biologi
Komplikasi kelahiran
Infeksi
Hipotesis Dopamin
Hipotesis Serotonin
Struktur Otak
Genetika
7

FAKTOR RISIKO

PERJALANAN GEJALA PSIKOSIS/SKIZOFRENIA

PERJALANAN PENYAKIT
Fase prodromal
Gejala gejala non spesifik yang
lamanya bisa minggu, bulan
ataupun lebih dari satu tahun
sebelum onset psikotik menjadi jelas

Hendaya fungsi pekerjaan


Fungsi sosial
Fungsi penggunaan waktu luang
Fungsi perawatan diri
11

PERJALANAN PENYAKIT

Fase aktif
gejala positif / psikotik menjadi jelas

tingkah laku katatonik


Inkoherensi
Waham
Halusinasi
Gangguan afek.

Fase residual
gejalanya sama dengan fase prodromal tetapi gejala
positif / psikotiknya sudah berkurang

gangguan kognitif : gangguan berbicara


spontan, mengurutkan peristiwa,
kewaspadaan dan eksekutif (atensi,
konsentrasi, hubungan sosial)
12

GEJALA

Gejala Positif
Delusi
Halusinasi
Kekacauan dalam
pikiran
Gelisah
Merasa hebat
Pikiran penuh
kecurigaan
Menyimpan dendam

Gejala Negatif
Tak berekspresi
Mengasingkan diri
Pendiam
Pasif
Sulit
berpikir
abstrak
Pola pikir stereotip
Tidak ada inisiatif

13

14

15

16

INSIDENSI

17

18

PATOGENESIS
Gangguan

19

20

PEDOMAN DIAGNOSTIK

21

PEDOMAN DIAGNOSTIK (2)

22

F.20.0 SKIZOFRENIA PARANOID

23

F.20.0 SKIZOFRENIA PARANOID (2)

24

F20.1 SKIZOFRENIA HEBEFRENIK

25

F20.1 SKIZOFRENIA HEBEFRENIK


(2)

26

F20.2 SKIZOFRENIA KATATONIK


Satu atau lebih dari perilaku berikut ini harus
mendominasi gambaran klinisnya:
Stupor atau mutisme
Gaduh gelisah
Menampilkan posisi tubuh tertentu
Negativisme
Rigiditas
Fleksibilitas cerea
Command automatism
Gejala katatonik dapat dicetuskan oleh penyakit
otak, gangguan metabolik, alkohol, obat-obatan,
dan gangguan afektif
27

F20.3 SKIZOFRENIA TAK TERINCI

28

F.20.4 DEPRESI PASCA


SKIZOFRENIA
Pasien telah menderita skizofrenia
selama 12 bulan terakhir
Beberapa gejala skizofren masih
tetap ada
Gejala-gejala depresif menonjol
dan mengganggu

29

F.20.5 SKIZOFRENIA RESIDUAL

30

F20.6 SKIZOFRENIA
SIMPLEKS

31

DIAGNOSIS BANDING
Penyalahgunaan
Kondisi
Ggn

TATALAKSANA
Terapi Biologi
Terapi Kejang
Listrik
Terapi
Psikososial

Efek terapi obat terhadap organ dan


sistem tubuh

TATALAKSANA
Terapi Biologi
Terapi Kejang
Listrik
Terapi
Psikososial

Bermanfaat untuk mengontrol dengan


cepat beberapa psikosis akut
Untuk pasien skizofrenia yang tidak
berespons dengan obat-obatan, terutama
untuk tipe katatonik

TATALAKSANA
Terapi Biologi
Terapi Kejang
Listrik
Terapi
Psikososial

Metode terapi psikososial


berorientasi suportif sangat
bermanfaat untuk terapi jangka
panjang skizofrenia.

PROGNOSIS
Prognosis

TERIMA KASIH