Anda di halaman 1dari 145

I.

ANATOMI RUMAH SAKIT

GEDUNG
PERALATAN
MANUSIA
UANG
BAHAN/LOGIS
TIK

SEL

JARINGAN

ORGAN

SISTEM

DOKTER

SMF

INSTALASI

PELAYANAN
MEDIS

GEDUNG
LUAS
BENTUK
BAHAN
CAHAYA
UDARA
WARNA
SUARA

PERALATAN
JENIS / KEGUNAAN
KAPASITAS
PENGOPERASIAN
PEMELIHARAAN
KEBUTUHAN DAYA

MANUSIA
KOMPETENSI
/
KEMAMPUAN
UMUR
KELAMIN
PENDIDIKAN/
PELATIHAN
INTEGRITAS

DANA / UANG
SUMBER
PERUNTUKAN
PROSEDURE PENCAIRAN
CARA PENGGUNAANNYA
CARA PERTANGGUNG JAWABAN

BAHAN
JENIS
PERUNTUKAN
PENGADAAN
PENERIMAAN
PENYIMPANAN
PENDISTRIBUSIAAN
PEMAKAIAN
PELAPORAN
PEMUSNAHAN

Matrix kesiapan bahan di


Rumah Sakit
.
JENIS
PERUNTUKAN
dapur
Beras
Bethadin
Alkohol
sabun

Loundry

pemeliharaa Tindakan
n

GEDUNG
PERALATAN
MANUSIA
UANG
BAHAN

INSTALASI =
UNIT PELAYANAN

INSTALASI = UNIT
PELAYANAN

INSTALASI/UNIT PELAYANAN RAWAT JALAN


INSTALASI /RAWAT INAP
INSTALASI /UNIT PELAYANAN RAWAT DARURAT
INSTALASI /UNIT PELAYANANRAWAT INTENSIP
INSTALASI /UNIT PELAYANAN BEDAH SENTRAL
INSTALASI /UNIT PELAYANAN REHABILITASI MEDIS
INSTALASI /UNIT PELAYANAN RADIOLOGI
INSTALASI /UNIT PELAYANANLABORATORIUM
INSTALASI FARMASI
INSTALASI DAPUR DAN GIZI
INSTALASI CUCI / LAUNDRY
INSTALASI PEMELIHARAAN SARANA
INSTALASI STERILISASI ( CSSD )
INSTALASI REKAM MEDIS
INSTALASI KAMAR JENAZAH

INSTALASI RAWAT JALAN ( OUT


PATIENT DEPARTMENT =OPD )
GEDUNG

MUDAH
DIJANGKAU
DARI LUAR
DEKAT
DENGAN
LABORATORIUM
DAN RADIOLOGI
TERDIRI DARI
BEBERAPA
RUANG
PEMERIKSAAN
SESUAI
DENGAN
SPESIALISASI
DIBAGIAN
TERDEPAN
TERDAPAT
RUANG

INSTALASI RAWAT JALAN


PERALATAN
PERLATAN
DIAGNOSIS
SEDERHANA
MANUSIA
PERAWAT BIASA
DOKTER UMUM
DOKTERAHLI
BAHAN

INSTALASI RAWAT INAP


GEDUNG
BEBERAPA GEDUNG
ATAU RUANGAN
RAWAT MENGINAP
SESUAI SPESIALISASI
LETAKNYA BIASANYA
DIBELAKANG ATAU
DISAMPING, ADA
AKSES DARI LUAR
UNTUK PENGUNJUNG
MUDAH AKSES KE
LABORATORIUM,
RADIOLOGI, BEDAH
SENTRAL DAN
PELAYANAN INTENSIP

INSTALASI RAWAT INAP


PERALATAN
MANUSIA
BAHAN

INSTALASI RAWAT DARURAT


LETAK
BERHUBUNGAN
LANSUNG DENGAN
AKSES DARI LUAR
DEKAT DENGAN
PELAYANAN INTENSIP
DILENGKAPI DENGAN
RUANG RUANG
PEMERRIKSAAN
LABORAORIUM,
RADIOLOGI
RUANG BEDAH
DISAMPING TRIASE ,
RUANG RESUSITASI
DAN RUANG
TINDAKAN CEPAT

INSTALASI RAWAT INTENSIP


GEDUNG

BIASANYA LETAKNYA
DITENGAH TENGAH ANTARA
RAWAT INAP , RAWAT JALAN ,
RAWAT DARURAT ,
LABORATORIUM DAN
RADIOLOGI
UMUMNYA BERDEKATAN
DENGAN RUANG BEDAH
SENTRAL
MEMILIKI RUANG KECIL UNTUK
PEMERIKSAAN CEPAT
( LABORATOTIUM, RADIOLOGI
DLL )
DIDISAIN KHUSUS ANTI KUMAN
,TEKANAN UDARA POSITIP,
ANTI GEMPA,

INSTALASI PELAYANAN
INTENSIP
PERALATAN
SPESIFIK UNTUK
PERTOLONGAN
PENYELAMATAN HIDUP
( VENTILATOR , VITAL
MONITOR , DEFIBRILATOR ,
ELECTROLIT ANALYZER , DLL )
MANUSIA
DOKTER AHLI ANESTESI /
INTESIVIST , PERAWAT
TERLATIH KHUSUS
BAHAN HABIS PAKAI
DISPOSIBLE , BANYAK ,
MAHAL , STERIL

INSTALASI BEDAH SENTRAL


GEDUNG
TERDIRI ATAS
BEBERAPA RUANG
OPERASI
RUANGAN DIDISAIN
KHUSUS ( ANTI
KUMAN , TEKANAN
UDARA POSITIP ,
ADA RUANG / AREA
CUCI TANGAN

INSTALASI BEDAH SENTRAL

MANUSIA
DOKTER AHLI ANESTESI
,AHLI BEDAH,
MATA,THT,OBGIN,

PENATA ANESTESI ,
PERAWAT BEDAH

BAHAN
DISPOSIBLE,STERIL,KHUSU
S

INSTALASI REHABILITASI
MEDIS
GEDUNG

TERDIRI ATAS RUANG RUANG


PELAYANAN FISIOTERAPI,
TERAPI KERJA ,ALAT BANTU ,
TERAPI BICARA, SENAM ,
HIDRO TERAPI

PERALATAN

ALAT KHUSUS FISIOTERAPI,


TERAPI BICARA, TERAPI
KERJA, HIDROTERAPI,ALAT
BANTU, SENAM

MANUSIA

PENDIDIKAN KHUSUS DR
AHLI REHABILITASI MEDIK,
FISIOTERPIST ,
OCCUPATIONAL TERAPIST,
SPEAK TEAPIST

INSTALASI LABORATORIUM
GEDUNG DAN
PERALATAN
TERDIRI ATAS BEBERAPA
RUANGAN YANG
DIPERLENGKAPI DENGAN
PERALATAN PEMERIKSAAN
DARAH RUTIN ,HEMATOLOGI ,
KIMIA DARAH,IMMOUNOLOGI,
PARASITOLOGI ,
MIKROBIOLOGI DAN
PATOLOGI ANATOMI

MANUSIA
DR. AHLI PATOLOGI
PARAMEDIS ANALIST

BAHAN HABIS PAKAI


KHUSUS,STERIL,DISPOSIBLE

INSTALASI RADIOLOGI
GEDUNG DAN
PERALATAN
RADIO DIAGNOSTIK
(MAMMOGRAFI
FLOUROSKOPI, FOTO ,
DENTAL PANORAMIK,
CT SCAN , MRI , USG )
RADIO TERAPI
AFTER LOADING , CO
60 , LINAC

INSTALASI RADIOLOGI
MANUSIA
DOKTER AHLI
RADIOLOGI
PENATA
RADIOLOGI
BAHAN
KHUSUS

INSTALASI FARMASI
GEDUNG
PEALATAN
MANUSIA
APOTEKER +
ASISTEN
APOTEKER
BAHAN
OBAT OBATAN
DESINFEKTAN
SERTA BAHAN
KIMIA LAINYA
,PEMBALUT ,
BAHAN HABIS
PAKAI LAIINYA

INSTALASI DAPUR DAN GIZI


GEDUNG
PERALATAN
MANUSIA
PENDIDIKAN (GIZI
KLINIS)
BAHAN
BAHAN MAKANAN
= BAHAN
MENYIAPKAN
MAKANAN

INSTALASI CUCI/LAUNDRY

GEDUNG
PERALATAN
MANUSIA
BAHAN

INSTALASI PEMELIHARAAN
SARANA
GEDUNG
JAUH DARI PERAWATAN
ADA AKSES MUDAH DARI
LUAR
SEDAPAT MUNGKIN TAHAN
API
PERALATAN
PERALATAN PERTUKANGAN
MANUSIA
PENDIDIKAN TEKNIK ,
ELEKTRO MEDIK DSB
BAHAN
UNTUK PERBAIKAN DAN
PEMELIHATRAAN

INSTALASI STERILISASI
( CSSD )
GEDUNG
BERSIH = STERIL
PERALATAN
STERILISATOR
KERING , BASAH,
KIMIA DLL
MANUSIA
APOTEKER/ASISTEN
APOTEKER/TERLATIH
BAHAN
BAHAN UNTUK
MENTERILKAN

Contoh denah letak instalasi


Rawat inap

Cot + icu
utilit
y

Laboratorium
+ radiologi
Rawat
darur
at

Rawat
jsalan

II. FISIOLOGI RUMAH SAKIT

FISIOLOGI RS
1. FUNGSI PELAYANAN KESEHATAN
2. FUNGSI PENGELOLAAN SDM
3. FUNGSI PENGELOLAAN PERALATAN
4. FUNGSI PENGELOLAAN
MATERIAL/BAHAN
5. FUNGSI PENGELOLAAN KEUANGAN
6. FUNGSI PENGELOLAAN LINGKUNGAN

FUNGSI PELAYANAN
KESEHATAN
1. TUJUAN PELAYANAN
2. UNSUR UNSUR / JENIS PELAYANAN
3. STANDAR PELAYANAN
4. PROSEDUR PELAYANAN
5. UKURAN / INDIKATOR
KEBERHASILAN

TUJUAN PELAYANAN

MENYEMBUHKAN ,MENCEGAH
KEMATIAN
DAN KECACATAN

UNSUR - UNSUR PELAYANAN

MENURUT
TEMPAT
PELAYANN
AN

1. PELAYANAN RAWAT JALAN


2. PELAYANAN RAWAT DARURAT
3. PELAYANAN RAWAT INAP
4. PELAYANAN RAWAT INTENSIP
5. PELAYANAN TINDAKAN MEDIK
( AL OPERASI)
6. PELAYANAN RAWAT INTENSIP
7. PELAYANAN LABORATORIUM
8. PELAYANAN RADIOLOGI
9. PELAYANAN FARMASI.

JENIS PELAYANAN

MENURUT
PROFESSIN
YA

1.PELAYANAN PENYAKIT DALAM


2. PELAYANAN BEDAH ( DIGESTIP,
SRAF,ORTHOPEDI,
ANAK , PLASTIK , UROLOGI , THORAKS,
TUMOR )
3. PELAYANAN ANAK
4. PELAYANAN OBGIN
5. PELAYANAN MATA
6. PELYANAN THT
7. PELAYANAN SARAF
8. PELAYANAN KULIT /KELAMIN
9. PELAYANAN ANESTESI
10. PELAYANAN REHABILITASI MEDIK
11. PELAYANAN PARU
12. PELYANAN JANTUNG
13. PELYANAN LABORATORIUM DN RADIOLOGI.

STANDAR PELAYANAN
STANDAR 1 . FALSAFAH DAN TUJUAN
STANDAR 2 . ADMINISTRASI DAN MENEJEMEN
STANDAR 3. STAF DAN PIMPINAN
STANDAR 4 . FASILITAS DAN PERALATAN
STANDAR 5 . KEBIJAKAN DAN PROSEDUR
STANDAR 6 . PENGEMBANGAN STAF DAN
PROGRAM PENDIDIKAN
STANDAR 7 . EVALUASI DAN PENGENDALIAN
MUTU.

STANDAR 1 (FALSAFAH DAN


TUJUAN)
PEMBANGUNAN BIDANG KESEHATAN
TERMASUK RUMAH SAKIT
MERUPAKAN TANGGUNG JAWAB
PEMERINTAH DAN MASYARKAT.
PERAN SERTA AKTIP MASYARAKAT
AKAN MAKIN DITINGKATKAN.

KRITERIA
1.1. FALSAFAH DAN TUJUAN PELAYANAN
ADALAH UNTUK P PENINGKATAN DERAJAT
KESEHATAN,PENYEMBUHAN , MENCEGAH
KEMATIAN DAN KECACATAN
1.2. PELAYANAN RUMAH SAKIT PERLU
TERSEDIA BAGI MSYARAKAT.

STANDAR 2. ADMINISTRASI
DAN PENGELOLAAN

PELAYANAN DILAKSANAKAN DALAM


SECARA OPTIMAL, AMAN ,
BERKUALITAS TINGGI DAN EFISIEN

KRITERIA

2.1. TUJUAN PERLU DIBUAT SECARA TERTULIS


2.2. STRUKTUR ORGNISASI PERLU DENGAN JELAS
MENUNJUKKAN KEWENANGAN ,TANGGUNG
JAWAB,DAN KOMUNIKASI DIANTARA UNIT
PELAYANAN.
2.3. URAIAN TUGAS TIAP -TIAP JABATAN DUBUAT
TERTULIS YANG BERISI KUALIFIKASI, GARIS
KEWENANGAN,FUNGSI,DAN TANGGUNG
JAWAB,SERTA KOORDINASI PELAYANAN DAN CARA
EVALUASI.

2.4. TUJUAN , STRUKTUR ORGANISASI,


DAN URAIAN TUGAS DITINJAU KEMBALI
SETIAP TIGA TAHUN.
2.5. PERAN SERTA STAF DALAM
PERTEMUAN PERTEMUAN PERLU DIBINA
DAN DI CATATAT.
2.6. PERSONIL YANG TERLBAT DALAM
PELAYANAN DIIKUT SERTAKAN DALAM
PERENCANAAN.
2.7. CATATAN MEDIS DAN DATA STATISTIK
DIGUNAKAN DAN DISIMPAN SECARA BAIK

SANDAR 3 ( STAF DAN


PIMPINAN )
KETENAGAAN DISESUAIKAN DENGAN TUJUAN PELAYANAN.

KRITERIA :
3.1. KEPALA PELAYANAN ADALAH TENAGA YANG MEMILIKI
KOMPETENSI SESUAI HUKUM DAN PROFESSI.
3.2. JUMLAH TENAGA TERLATIH DAN PEMBANTU HARUS
CUKUP UNTUK MENJAMIN PELAYANAN YANG AMAN,
BERMUTU DAN EFISIEN.
3.3. DAFTAR PENILAIAN PEGAWAI PERLU DIBUAT UNTUK
MENILAI PRESTASI PEGAWAI SESUAI URAIAN TUGAS
YANG MEMPERLIHATKAN KEMAMPUAN DAN
KEMAJUANNYA.
3.4. PEGAWAI DILIBATKAN DALAM PROSES PENILAIAN
PRESTASINYA.

STANDAR 4 ( FASILIS DAN


PERALATAN)
FASILITAS DAN PERALATAN YANG CUKUP
MENJAMIN PELAYANAN YANG EFISIEN.
KRITERIA :
4.1. RUANG DAN PELAYANAN YANG
CUKUP MEMUNGKINKAN STAF
UNTUK MELAKSANAKAN FUNGSI
DENGAN BAIK.
4.2. PERALATAN YANG DIGUNAKAN
KHUSUS , HANYA BOLEH DIGUNAKAN
OLEH STAF YANG TERLATIH.

STANDAR 5 ( KEBIJAKAN DAN


PROSEDUR )
ADANYA KEBIJAKAN DAN PROSEDUR
TERTULIS SESUAI DENGAN PERATURAN
YANG ADA SERTA KEMAJUAN ILMU
PENGETAHUAN
KRITERIA
5.1. PELAYANAN DAPAT DIBERIKAN
SETELAH ADA WEWENANG TERTULIS
5.2. KEBIJAKAN DAN PROSEDUR DIKRTAHUI
OLEH PETUGAS, MUDAH DILIHAT DAN
DITINJAU SETIAP 3 TAHUN KALAU PERLU.

STANDAR 5 ( KEBIJAKAN DAN


PROSEDUR )
5.3. PROSEDUR KERJA PERLU
MEMPERHATIKAN :
a. Pelayanan penderita misalnya ruang
lingkup, cara pelayanan dan segi
keamanan tindakn.
b. Peralatan, termasuk cara penempatan,
pemakaian dan pemelihraan.
c. Staf , misalnya kualifikasi ,cakupan
tanggung jawab.
d. Penilaian terhadap pelayanan yang
yang diberikan.

STANDAR 6 ( PENGEMBANGAN
STAF DAN PROGRAM
PENDIDIKAN )
SEMUA STAF MEMPUNYAI
KESEMPATAN
MENGIKUTI PROGRAM PENDIDIKAN
UNTUK
MENAMBAH PENGETAHUAN DAN
KETERAMPILAN

KRITERIA

6.1. Staf yang baru harus diperkenalkan


pada aturan dan tanggung jawab
yang ada.
6.2. Mekanisme untuk mendidik staf
harus ada.
6.3. Setiap staf diberi kesempatan yang
sama untuk mengikuti pelatihan
dan program pendidikan berkelanjutan.
6.4. Staf yang professional harus aktip
membantu program yang berhubungan
dengan pengorganisasian pendidikan.

STANDAR 7
( EVALUASI DAN PENGENDALIAN
MUTU )

PERLU ADA PROSEDUR UNTUK MENILAI


SUATU PELAYANAN DAN PEMECAHAN
MASALAH.

KRITERIA :
7.1. SEMUA PELAYANAN PERLU DINILAI

MUTUNYA.
7.2. PELAYANAN YANG DIBERIKAN PERLU

DIPANTAU SECARA TERUS MENERUS

STANDAR 7
7.3. KEGIATAN PENILAIAN MUTU PELAYANAN
MELIPUTI HAL BERIKUT :
a. Pemantauan pengumpulan informasi
berbagai aspek pelayanan.
b. Pengukuran pelayanan dan pengenalan
masalah.
c. Tindakan untuk memecahkan masalah
dan meningkatkan kemampuan.
d. Umpan balik bagi staf dan pegawai.

DIREKSI
( DIRUT
DIR, DIRDIR.)
BAGIAN
BAGIAN
BAGIAN

INSTALASI

INSTALASI

INSTALASI

STRUKTUR ORGANISASI RUMAH SAKIT

III. PENGUKURAN KINERJA

PENGUKURAN KINERJA
1. PENGUKURAN KINERJA PELAYANAN
KESEHATAN
2. PENGUKURAN KINERJA PENGELOLAAN
SDM
3. PENGUKURAN KINERJA
PENGELOLAANPERALATAN
4. PENGUKURAN KINERJA PENGELOLAAN
BAHAN/MATERIAL
5. PENGUKURAN KINERJA KEUANGAN

PENGUKURAN KINERJA PELAYANAN


KESEHATAN

1. PENGUKURAN KUANTITAS
2. PENGUKURAN KUALITAS

PENGUKURAN KUANTITAS

1. BERAPA ORANG RAWAT JALAN DILAYANI PERHARI


2. BERAPA ORANG RAWAT DARURAT DILAYANI
PERHARI.
3. BERAPA TEMPAT TIDUR TEPAKAI PERHARI
4. BERAPA ORANG OPERASI PERHARI/PERKAMAR
OPERASI
5. BERAPA ORANG DILAYANI PADA INSTALASI
REHABILITASI MEDIK PERHARI
6. BERAPA ORANG YANG DILAYANI DI
LABORATORIUM PERHARI
7. BERAPA ORANG DILAYANI DI RADIOLOGI PERHARI

PENGUKURAN KUALITAS
1. KEPUASAN PASIEN
CEPAT
RAMAH
PRAKTIS
MURAH
2. KESEMBUHAN.
3. KECACATAN.
4. QUALY

PENGUKURAN KINERJA
PELAYANAN KESEHATAN
1. PENGUKURAN EFISIENSI DENGAN
BARBER & JONSON DIAGRAM
2. PENGUKURAN KUALITAS DENGAN
NDR,NIR DAN LOS PASIENT
SAFETY INDICATORS
CUSTOMER SATISFACTION
3. PENGUKURAN KINERJA DENGAN 4
PERSPEKTIP ( BALANCE
SCORECARD)

BARBER & JONSON


DIAGAM
UNTUK MENGUKUR EFISIENSI
PELAYANAN MELALUI : PROSENTASE
TEMPAT TIDUR TERPAKAI (BOR),
BERAPA KALI TEMPAT TIDUR
TERPAKAI (BTO), BERAPA LAMA
WAKTU MENGANGGUR SATU TEMPAT
TIDUR ( TOI ) BERAPA LAMA RATA
RATA PASIEN DIRAWAT

BOR = JUMLAH HARI RAWAT X 100 /


JUMLAH TT X JUMLAH HARI
PERAWATAN
BOR TAHUN 2007
JUMLAH TT = 100
ADA 5000 PASIEN DIRAWAT SELAMA TAHUN
2007
JUMLAH HARI PERAWATAN BAGI 5000 PADA
TAHUN 2007 ADALAH 20000 HARI
BOR = 20000 X100 % / 365 X 100 = 54 , 7
%

AVERAGE LENGTH OF STAY = LAMA RATA


RATA SEORANG PASIEN DIRAWAT
JUMLAH PASIEN DIRAWAT PADA BULAN JANUARI 2008
ADA 5 ORANG
PASIE N A DIRAWAT SELAMA 9 HARI
PASIEN B = 7 HARI
PASIEN C = 6 HARI
PASIEN D = 5 HARI
PASIEN = 8 HARI
JUMLAH HARI PERAWATAN = 35 HARI
AvLOS = 35 HARI/5 PASIEN = 7 HARI/ PASIEN

NET DEATH RATE ( NDR) = JUMLAH


KEMATIAN SETELAH 24 JAM PASIEN
DIRAWAT DI RUMAH SAKIT
JUMLAH PASIEN BARU MASUK RS SELAMA
TAHUN 2007 ADALAH 1000 PASIEN
JUMLAH PASIEN MENINGGAL SELAMA
PERAWATAN DARI SELURUH PASIEN YANG
BARU MASUK RS PADA TAHUN 2007 ADA 30
ORANG . DIANTARA 30 ORANG YANG
MENINGAL TERSEBUT 20 ORANG
DIANTARANYA MENINGGAL SETELAH
DIRAWAT 24 JAM ATAU LEBIH DI RS.
NDR = 20 X 100/1000 = 2 %

PENGUKURAN KINERJA
PENGELOAAN PERALATAN

1. PRODUKTIFITAS
( HARI , KAPASITAS TERPAKAI )
2. BIAYA OPERASIONAL
3. BIAYA PEMELIHARAAN

PENGUKURAN KINEJA
PENGELOLAAN SDM

1. KEPUASAN DAN KELUHAN PEGAWAI/


STAFF
2. INNOVASI BARU YANG TIMBUL
3. KELUHAN PASIEN/KELUARGA/ KARYAWAN
LAIN.
4. PRODUKTIFITAS

PENGUKURAN KINERJA
PENGELOLAAN KEUANGAN
1. Current Ratio = Current asset : Current
Liability
2. Acid Test = Quick Ratio = ( Cash +
Receivables + Marketable Securities)/
Current Liability.
3. Receivable Turnover = Net Annual Sales/
Average Receivable
4. Average Receivable Collection Period

PENGUKURAN KINERJA
PENGELOLAAN KEUANGAN
5. Debt to Equity Ratio = Total Debt x 100
%/ Total Equity
6. Total Debt to Total Capital Ratio = Total
Debt x 100 % / Total Debt + Equity.
7. Debt to Total Asset = Total Debt x 100
% / Total Asset

PENGUKURAN KINERJA
PENGELOLAAN BAHAN/
MATERIALS
1. KUALITAS
2. KECUKUPAN
3. PERSEDIAAN
4. PENYIMPANAN
5. PENDISTRIBUSIAN

PENGUKURAN KINERJA
PENGELOLAAN LINGKUNGAN

1. HASIL PEMERIKSAAN ANDAL


2. PROSENTASER KASUS INFEKSI
NOSOKOMIAL
3. KELUHAN DARI MASYARAKAT SEKITAR RS

BALANCE SCORECARD
ROBERT KAPLAN 1992
MEMPERKENALKAN PENGUKURAN
KINERJA DENGAN MENENTUKAN
SUATU PENDEKATAN EFEKTIP YANG
SEIMBANG ( BALANCE ) DARI 4
PERSPEKTIP
( SCORE CARD ) YAITU
KEUANGAN,PENGETAHUAN
PELANGGAN,PROSES USAHA
INTERNAL DAN PEMBELAJARAN/
PERTUMBUHAN

Contoh berbagai ukuran kinerja yang sering


digunakan organisasi bisnis antara lain :

PERSPEKTIF
KEUANGAN

- Tingkat pendapatan
- Pertumbuhan pendapatan
- Efisiensi biaya
- ROI, ROE, ROA, EVA

PERSPEKTIF
PELANGGAN

- Tingkat kepuasan pelanggan


- Jumlah pelanggan komplain
- Pangsa pasar
- Pangsa pelanggan
- Preferensi pelanggan

PERSPEKTIF
PROSES
INTERNAL
PERSPEKTIF
PERTUMBUHAN
&
PEMBELAJARAN

- Inovasi
- Waktu produksi
- Proses produksi
- Rantai nilai produksi
- Kepuasan karyawan
- Produktivitas karyawan
- Kompetensi karyawan
- Sistim informasi
- Budaya organisasi

Menerjemahkan strategi ke dalam tindakan operasional

STRATEGI

Perspektif Keuangan
Pengukuran adalah bahasa
untuk menjelaskan konsep
yang masih samar-samar

Jika kita sukses, bagaimana kita harus


nampak di mata pemegang
saham/donor?

Perspektif Pelanggan
Untuk mencapai tujuan, bagaimana kita

Pengukuran digunakan untuk


Berkomunikasi, bukan untuk
mengontrol
Strategi dapat dijelaskan
dalam suatu hubungan sebab
akibat

harus nampak di mata pelanggan?

Perspektif Proses Internal


Untuk memuaskan pelanggan, pada
proses apa kita harus unggul?
Perspektif Pertumbuhan & Pembelajaran
Untuk mencapai tujuan, bagaimana
organisasi kita hrs belajar dan
berkembang?

STRATEGY HYPOTHESIS IN BSC

CUSTOMER
"Then the customers
will be delighted ..."

STAFF DEVELOPMENT
AND IMPROVEMENT
"If we have the right staff ..."

FINANCE AND
BUSINESS
"And we will keep &
get more business ..."

INTERNAL & BUSINESS


PROCESSES
"Doing the right things ..."

PERSPEKTIP KEUANGAN
OBJECTIVE
REVENUE GROWTH :
Increase the number of new products
Create new applications
Develop new customers and
Markets
Adopt a new pricing strategy

MEASURES
Percentage of revenue from new
products
Percentage of revenue from new
applications
Percentage of revenue from new
sources.
Product and customer profitability

COST REDUCTION :
Reduce unit product cost
Reduce unit customers cost
Reduce distribution channel cost

ASSET UTILIZATION :

Unit product cost


Unit customer cost
Cost per distribution
channel

PERSPEKTIP PELANGGAN
OBJECTIVE
CORE :
Increase market share
Increase customer retention
Increase customer acquisition
Increase customer satisfaction
Increase customer profitability
PERFORMANCE VALUE
Decrease price
Decrease post purchase cost
Improve product functionality
Improve product Quality
Increase delivery reliability
Improve product image and
reputation

MEASURES
Market share ( percentage of
market )
Percentage growth of business
from existing customers
Number of new customers
Rating from customer surveys
Customer profitability

Price
Purchase cost
Rating from customers survey
Percentage of return
On-time delivery percentage Aging
schedule
Rating from customers survey

PERSPEKTIP PROSES
OBJECTIVE
INNOVATION :
Increase the number of new product
Increase proprietary product

MEASURES
Number of new product vs planned
Percentage revenue from proprietary product.
Time to market ( from start to finish )

Decrease new product development time

OPERATION :
Increase process quality
Increase process efficiency

Quality cost, quality yield, Percentage of


defective unit
Unit cost trends , Output/input (s)

Decrease process time

Cycle time and velocity, MICE

POSTSALES SERVICES :
Increase service quality
Increase service efficiency
Decrease service time

First-pass yield
Cost trends , Output/Input (s)
Cycle time

PERSPEKTIP PROSES
OBJECTIVE
INNOVATION :
Increase the number of new product
Increase proprietary product

MEASURES
Number of new product vs planned
Percentage revenue from proprietary product.
Time to market ( from start to finish )

Decrease new product development time

OPERATION :
Increase process quality
Increase process efficiency

Quality cost, quality yield, Percentage of


defective unit
Unit cost trends , Output/input (s)

Decrease process time

Cycle time and velocity, MICE

POSTSALES SERVICES :
Increase service quality
Increase service efficiency
Decrease service time

First-pass yield
Cost trends , Output/Input (s)
Cycle time

PERSPEKTIP PEMBELAJARAN DAN PERTUMBUHAN


OBKECTIVE

Increase employee capability

Increase motivation and


alignment

Increase information system


capability

MEASURES
Employee satisfactory rating
Employee turnover percentage
Employee productivity
( revenue/employee)
Hours of training
Strategic job coverage ratio
( percentage of critical job
requirement filled)
Suggestion per employee
Suggestion implemented per
employee
Percentage of process with real time
feed back capabilities
Percentage of customer- facing
employee with online access to
customers and product information

PERSPEKTIP PEMBELAJARAN DAN PERTUMBUHAN


OBKECTIVE

MEASURES

SYSTEM TINKING

REGULAR INTER UNIT MEETING

PERSONAL MASTERY

TAINING
REGULAR MEETING

MENTAL MODEL

REGULAR UNIT MEETING

SHARED VISION

REGULAR INTER UNIT MEETING


REGULAR UNIT MEETING

TEAM LEARNING

REGULAR TEAM WORK MEETING

PATHOPHYSIOLGY
1. JUMLAH PRODUKSI YANG RENDAH
. INPUT YANG KURANG
. PROSES LAMBAT
2. KUALITAS PRODUKSI RENDAH
. PROSES TIDAK SESUI SOP
. HASIL TIDAK SESUAI HARAPAN

KEBIJAKAN PUBLIK
( PUBLIC POLICY )

YUNANI : POLIS ( negara-kota),PUR ( kota)


LATIN : POLITEA ( negara)
INGGRIS : POLICIE ( berkenan dengan
pengendalian masalah publik atau
administtrasi pemerintahan

ANALISIS KEBIJAKAN PUBLIK

ANALISIS KERBIJAKAN PUBLIK ( DUNN) ,


ILMU KEBIJAKAN PUBLIK (LASSWELL)
SEBAGAI ILMU YANG MEMPELAJARI
MENGENAI DAN DIDALAM PROSES
KEBIJAKAN.
ORIENTASI ANALISIS KEBIJAKAN PUBLIK
ADALAH PADA PROBLEM SOLVING

ANALISIS KEBIJAKAN
PUBLIK
ANALISIS KEBIJAKAN ADALAH
AKTIVITAS MENCIPTAKAN
PENGETAHUAN TENTANG DAN
DALAM PROSES PEMBUATAN
KEBIJAKAN.

Metodologi Analisis
Kebijakan
Adalah sistem standar , aturan dan
prosedure untuk menciptakan , menilai
secara kritis, dan
mengkomunikasikan pengetahuan yang
relevan dengan kebijakan.

Kegiatan pemahaman manusia


mengenai pemecahan masalah

DALAM MENCIPTAKAN PENGETAHUAN


TENTANG PROSES PEMBUATAN
KEBIJAKAN ,ANALISIS KEBIJAKAN MENELITI
SEBAB,AKIBAT,DAN KINERJA KEBIJAKAN
DAN PROGRAM PUBLIK.

ANALISIS KEBIJAKAN
SEBUAH DISIPLIN ILMU SOSIAL TERAPAN
YANG MENGGUNAKAN PELBAGAI METODE
PENELITIAN DAN ARGUMEN UNTUK
MENGHASILKAN DAN MEMINDAHKAN
INFORMASI YANG RELEVAN DENGAN
KEBIJAKAN SEHINGA DAPAT DIMAMFAATKAN
DI TINGKAT POLITIK DALAM RANGKA
MEMECAHKAN MASALAH - MASALAH
KEBIJKAN

METODE
PENILITIAN

ARGUMEN

MASALA
H

KEBIJAKA
N

INFORMA
SI

lV. ANALISIS KEBIJAKAN PUBLIK


( WILLIAM N DUNN )

1. NILAI-NILAI YANG
PENCAPAIANNYA MENJADI
TOLOK UKUR APAKAH
SUATU MASALAH TELAH
DAPAT DIPECAHKAN

ANALISIS
KEBIJAKSAN
AAN

MENGHASILKAN INFORMASI
DAN ARGUMENTASI

2.FAKTA FAKTA YANG


KEBERADAANNYADAPAT
MEMBATASI ATAU
EMPERTINGGI
PENCAPAIAN NILAI - NILAI
3. TINDAKAN
TINDAKAN YANG
PELAKSANAANNYA
DAPAT MENGHASILKAN
PENCAPAIAN NILAI
NILAI DAN PEMECAHAN
MASALAH

PENDEKATAN ANALISIS KEBIJAKSANAAN


( MENGHASILKAN INFORMASI DAN ARGUMEN
YANG MASUK AKAL MENGENAI 3 PERTANYAAN
PENDEKATAN
PERTANYAAN
POKOK

TIPE
INFORMASI

APAKAH SESUATU ITU ADA

EMPIRIS

FAKTA - FAKTA PENANDAAN


)

BERAPA NILAI SESUATU

EVALUAITP

NORMATIP

NILAI- NILAI )

APA YANG HARUS


DILAKUKAN

EVALUATIP

ANJURAN

METODE METODE ANALISIS


KEBIJAKSANAAN
METODE - METODE
UMUM

METODE-METODE
ANALISIS
KEBIJAKSANAAN
PERUMUSAN MASALAH
( Problem Solving )

DESKRIPSI ( Description )
PREDIKSI ( Prediction )
EVALUASI ( Evaluation )
PRESKRIPSI ( Prescription )

PELIPUTAN
( Monitoring )

PERAMALAN
( Forecasting )

EVALUASI
( Evaluation )

REKOMENDASI
( Recommendation )

PENYIMPULAN PRAKTIS

PROSEDUR-PROSEDUR ANALISIS
UMUM MENURUT WAKTU DAN TIPE
PERTANYAAN
WAKTU

PENANDAAN

EVALUASI

ANJURAN

SEBELUM
TINDAKAN

PRERDIKSI

EVALUASI

PRESKRIPSI

SETELAH
TINDAKAN

DESKRIPSI

EVALUASI

ANALIS TIDAK HANYA MENGHASILKAN PELBAGAI


INFORMASI ,TETAPI JUGA MEMINDAHKAN
INFORMASI INI SEBAGAI BAGIAN DARI ARGUMEN
YANG BERNALAR MENGENAI KEBIJAKAN PUBLIK.
ARGUMEN KEBIJAKAN ( POLICY ARGUMENTS)
,YANG MENGGAMBARKAN ALASAN MENGAPA
ANTARA GOLONGAN GOLONGAN YANG ADA
DALAM MASYARAKAT TIDAK SEPAKAT MENGENAI
ARAH TINDAKAN YANG DAPAT DITEMPUH
PEMERINTAH , MERUPAKAN ALAT UTAMA DALAM
DEBAT MENGENAI ISU KEBIJKASANAAN PUBLIK

6 ELEMENT ARGUMEN
KEBIJAKSANAAN
SETIAP ARGUMEN KEBIJAKSANAAN MELIPUTI
ENAM ELEMEN YAITU :
1.INFORMASI YANG RELEVAN DENGAN
KEBIJAKAN
( Policy- Relevant Information )
2.TUNTUTAN KEBIJAKSANAAN ( Policy Claim)
3.PEMBENARAN.( Warrant )
4. DUKUNGAN ( Backing )
5. BANTAHAN ( Rebuttal).

INFORMASI YANG RELEVAN


DENGAN KEBIJAKSANAAN

DIHASILKAN OLEH PENGGUNA PELBAGAI


METODE YANG DIGUNAKAN OLEH ANALIS

TUNTUTAN KEBIJAKSANAAN

MERUPAKAN KESIMPULAN DARI ARGUMEN


KEBIJAKSANAAN , MENGKUTI PENYAJIAN
INFORMASI YANG DIKEMUKAKAN DAN
DIDAHULUI DENGAN UNGKAPAN KARENA
ITU

PEMBENARAN

MEMUNGKINKAN ANALIS MEMINDAHKAN


INFORMASI YANG RELEVAN DENGAN
KEBIJAKSANAAN KEPADA TUNTUTAN
KEBIJAKSANAAN. DAPAT BERISI ASUMSIASUMSI DALAM BEBERAPA BENTUK NYA :
OTORITATIP , INTUITIP,ANALISENTRIS,
KAUSAL,PRAGMATIS,DAN KRITIK NILAI.

DUKUNGAN

BERISI ASUMSI - ASUMSI ATAU ARGUMEN


ARGUMEN TAMBAHAN YANG DAPAT
DIPERGUNAKAN UNTUK MENDUKUNG
PEMBENARAN

BANTAHAN

MERUPAKAN KESIMPULAN KEDUA,ASUMSI


ATAU ARGUMEN BAHWA KONDISI YANG
MELATAR BELAKANGI TUNTUTAN DITOLAK
ATAU DAPAT DITERIMA HANYA DENGAN
BERSYARAT

SYARAT

MENYAJIKAN TINGKAT SEBERAPA JAUH


ANALIS YAKIN PADA TUNTUTANNYA. DALAM
ANALISA KEBIJAKSANAAN KEYAKIAN
DINYATAKAN DALAM BAHASA
PROBABILITAS ( BARANGKALI:, SANGAT
MUNGKIN , PADA TINGKAT KEPERCAYAAN
01

ENAM ELEMEN ARGUMEN KEBIJAKSANAAN


Sterilisasi
paling efektip
untuk
mencegah
kelahiran
(INFFORMASI
YG RELEVAN )

Karena
itu
(SYARA
T)

Sterilisasi merupakan
cara paling tepat
untuk melestarikan
KB
( PEMBENARAN )

Karena banyak akseptor


metode kontrasepsi yang drop
out ( DUKUNGAN

Pemerintah perlu
menyebar luaskan
penggunaan
sterilsasi
(TUNTUTAN
KEBIJAKSANAAN)

Sterilisasi berlawanan
dengan norma
masyarakat
(BANTAHAN )

Karena hal ini


merupakan hasil
penelitian dari daerah X
( DUKUNGAN )

Policy Analysis in six


easy steps
Verify, define and detail the problem
Establish evaluation criteria
Identify alternative policies
Evaluate alternative policies
Display and distinguish among alternative
policies
Monitor the implemented policy

LIMA TIPE INFORMASI YANG


RELEVAN DENGAN
KEBIJAKSANAAN

MASALAH
KEBIJAKSANA
AN

ALTERNATIP
KEBIJAKSANAA
N

TINDAKAN
KEBIJAKSAN
AAN

HASIL
KEBIJAKSANAA
N

HASIL GUNA
KEBIJAKSANAA
N

ROBERT C. WOOD, FOREWARD TO THE


STUDY OF POLICY FORMATION ,

MASALAH KEBIJAKSANAAN

ADALAH NILAI ,KEBUTUHAN DAN


KESEMPATAN YANG BELUM TERPUASKAN
TAPI DAPAT DIIDENTIFIKASI DAN DICAPAI
MELALUI TINDAKAN PUBLIK

ALTERNATIP KEBIJAKSANAAN

ARAH TINDAKAN YANG SECARA POTENTIAL


TERSEDIA YANG DAPAT MEMBERI
SUMBANGAN PADA PENCAPAIAN NILAI
PADA PEMECAHAN MASALAH
KEBIJAKSANAAN

TINDAKAN KEBIJAKSANAAN

SUATU GERAKAN ATAU SERANGKAIAN


GERAKAN SESUAI DENGAN ALTERNATIP
GERAKAN KEBIJAKSANAAN YANG
DIPILIH,YANG DILAKUKAN UNTUK MENCAPAI
TUJUAN YANG BERNILAI

HASIL KEBIJAKSANAAN

AKIBAT - AKIBAT YANG TERJADI DARI


SERANGKAIAN TINDAKAN KEBIJAKSANAAN
YANG DILAKSANAKAN

HASIL GUNA KEBIJAKSANAAN

TINGKAT SEBERAPA JAUH HASIL


KEBIJAKSANAAN MEMBERI SUMBANGAN
PADA PENCAPAIAN NILAI

TIGA ELEMEN SISTEM


KEBIJAKSANAAN
PELAKU
KEBIJAKSANAAN

LINGKUNGAN
KEBIJAKSANAAN

KEBIJAKSANAAN
PUBLIK

KEBIJAKSANAAN PUBLIK
SERANGKAIAN PILIHAN YANG KURANG
LEBIH BERHUBUNGAN ( TERMASUK
KEPUTUSAN UNTUK TIDAK DIBUAT) YANG
DIBUAT OLEH BADAN - BADAN ATAU
KANTOR- KANTOR PEMERINTAH,
DIFORMULASIKAN DALAM BENTUK BIDANG
BIDANG ISU ( ISSUE AREA) YAITU, ARAH
TINDAKAN AKTUAL ATAU POTENSIAL DARI
PEMERINTAH YANG DIDALAMNYA

PELAKU KEBIJAKSANAAN

KELOMPOK KELOMOK MASYARAKAT ,


ORGANISASI ORGANISASI PROFESSI ,
PARTAI - PARTAI POLITIK, BADAN BADAN
PEMERINTAH ,WAKIL- WAKIL RAKYAT DAN
ANALIS KEBIJAKSANAAN

LINGKUNGAN KEBIJAKSANAAN

SUASANA TERTENTU DIMANA KEJADIAN


KEJADIAN DISEKITAR ISU KEBIJAKSANAAN
ITU TIMBUL , MEMPENGARUHI DAN JUGA
DIPENGARUHI OLEH PELAKU
KEBIJAKSANAAN DAN KEBIJAKSANAAN
PUBLIK

Models of policy analysis


Institutional model
Process model
Rational model
Incremental model
Group model
Elite model

PELAYANAN PUBLIK
Kep Men PAN No: 63/KEP/M.PAN/7/2003

AZAZ :
Transparansi
Akuntabilitas
Kondisional
Partisipatip
Kesamaan Hak
Keseimbangan Hak dan Kewajiban

Penyelenggaraan Pelayanan Publik

PRINSIP :
1.Kesederhanaan
2.Kejelasan
3.kepastian waktu,
4. akurasi,
5.keamanan ,
6. tanggung jawab,
7.lengkap sarana/prasarana
8.kemudahan akses
9.Disiplin, sopan , ramah.
10.kenyamanan

Penyelenggaraan Pelayanan
Publik

Standard

1. Prosedur Pelayanan
2. Waktu Penyelesaian
3. Biaya Pelayanan
4. Produk Pelayanan
5. Sarana dan Prasarana
6. Kompetensi

Penyelenggraan Pelayanan
Publik
Pola Penyelenggaraan
- Fungsional
- Terpusat
- Terpadu
- Gugus Tugas
Diperkenankan adanya innovasi

Penyelenggaraan Pelayanan
Publik

Biaya :
- Kemampuan dan daya beli masyarakat
- Nilai / harga yang berlaku atas brg/ jsa
- Rincian biaya harus jelas
- Ditetapkan oleh pejabat yang brwnang

Penyelenggaraan Pelayanan
Publik

Penyelesaian Pengaduan dan Sengketa


Wajib menyelesaikan setiap laporan
pengaduan
. Siapkan loket pengaduan
. Perhatikan hal hal penting

Penyelenggaraan Pelayanan
Publik

Evaluasi Kinerja Pelayanan Publik


- baik ,diberi penghargaan
- belum sesuai ketentuan ,
tingkatkan

Penyelenggaraan Pelayanan
Publik
Pelayanan bagi Penyandang cacat ,
Lansia, Wanita hamil dan Balita
- Tersedia sarana dan prasarana
- Memberikan akses khusus.

Penyelenggaraan Pelayanan
Publik

Tingkat Kepuasan Masyarakat


- Lakukan survei indeks kepuasan

Penyelenggaraan Pelayanan
Publik

Pengawasan
- Pengawasan Melekat
- Pengawasan Fungsional
- Pengawasan Masyarakat

ISU ISU PERUMAH SAKITAN

ISU KEBIJAKSANAAN

MERUPAKAN HASIL DARI PERDEBATAN


TENTANG
DEFINISI,KLAFIKASI,EKSPLANANSI, DAN
EVALUASI MASALAH

ISU UTAMA , SEKUNDER,FUNGSIONAL DAN


MINOR
1. UTAMA , BIASANYA BERUPA PERTANYAAN
MENGENAI VISI ORGANISASI,
BAGAIMANA MENGATASI
2. SEKUNDER BERADA PADA TINGKAT
PROGRAM , BAGAIMANA
MENDEFINISIKAN
3. FUNGSIONAL, PERTANYAAN TENTANG
BUDGETING,KEUANGAN DAN
PERBEKALAN.
4. MINOR , DITINGKAT PROYEK

APAKAH PROBLEMATIKA ,
RUMUSAN MASALAH DAN ISU
1. PASIEN LEBIH SENANG KE RS SWASTA
DARI RS PEMERINTAH
2. KURANGNYA MINAT PASIEN KE RS
PEMERINTAH KARENA PELAYANAN
LAMBAT, BERBELIT,PETUGAS TIDAK
DISIPLIN ,
3. DIREKTUR RS PERLU MEMBUAT ATURAN
JAM KERJA DI RUMAH SAKIT
4. DIREKTUR PERLU MEMBUAT ATURAN
SANKSI KEDISIPLINAN.

BANYAK KELUHAN TENTANG


MAL PRAKTEK
1. MAL PRAKTEK ATAU KETIDAK PUASAN
2. MENGAPA TERJADI KETIDAK PUASAN
3. MENGAPA TERJADI MAL PRAKTEK

KEBIJAKAN KEUANGAN PEMDA DIRASAKAN


MEMPERSULIT PEMAMFAATAN DANA GAKIN

JENIS ISU :
UTAMA,
SEKUNDER,
FUNGSIONAL
ATAU MINOR.

KEBIJAKAN KEUANGAN PEMDA DIRASAKAN


MEMPERSULIT PEMAMFAATAN DANA GAKIN
KEBIJAKAN KEUANGAN
PEMDA
1.INFORMASI YANG RELEVAN
DENGAN KEBIJAKAN
( Policy- Relevant
Information )
2.TUNTUTAN KEBIJAKSANAAN
( Policy Claim)
3.PEMBENARAN.( Warrant )
4. DUKUNGAN ( Backing )
5. BANTAHAN ( Rebuttal).
6. SYARAT ( Qualifier )

KEBIJAKAN
PEMAMFAATAN DANA
GAKIN
1.INFORMASI YANG RELEVAN
DENGAN KEBIJAKAN
( Policy- Relevant
Information )
2.TUNTUTAN KEBIJAKSANAAN
( Policy Claim)
3.PEMBENARAN.( Warrant )
4. DUKUNGAN ( Backing )
5. BANTAHAN ( Rebuttal).
6. SYARAT ( Qualifier )

ENAM ELEMEN ARGUMEN KEBIJAKSANAAN


Ada perbedaan
pendapat antara
Pemda dan Pejabat
Depkers tentang
pemamfaatan dana
Gakin di RS
(INFFORMASI YG
RELEVAN )

Karena
itu
(SYARA
T)

Perlu
Penjelasan
tambahan tentang
pemamfaatan
dana Gakin di RS
(TUNTUTAN
KEBIJAKSANAAN)

Dir. RS sulit
menentukan atuaran
mana yang dipilih

Dir RS harus ikut aturan


Pemda

( PEMBENARAN )

(BANTAHAN )

Pelayanan RS terlambat dan


tidak optimal
( DUKUNGAN )

RS adalah milik Pemda


( DUKUNGAN )

TIGA ELEMEN SISTEM


KEBIJAKSANAAN
PELAKU
KEBIJAKSANAAN

LINGKUNGAN
KEBIJAKSANAAN

KEBIJAKSANAAN
PUBLIK

ISU UTAMA ( MENYANGKUT MISI )


MISI RS :
MEMBERI PELAYANAN AMAN,BERMUTU ,
PARIPURNA DAN TERJANGKAU OLEH
SELURUH LAPISAN MASYARAKAT :
1. PENERAPAN UNIVERSAL PRECAUTION DI RS A
KURANG MENDAPAT PERHATIAN DARI
PIMPINAN RUMAH SAKIT.
2. BANYAK RUMAH SAKIT MENGELUH TERKAIT
DENGAN KEBIJAKAN ASKESKIN .

ISU SEKUNDER
SATUAN - SATUAN PRIORITAS
PROGRAM DAN KELOMPOK TARGET :
1.PROMOSI PELAYANAN CARDIO VASKULER TIDAK
TERLAKSANA SECARA BAIK.
2.PERLU DIPIKIRKAN PENTINGNYA KESIAPAN
PELAYANAN SEBELUM PROMOSI DILAKUKAN.
3.KEBIJAKAN PENYESUAIAN TARIP TURUT
MENINGKATKAN KESEJAHTERAAN PEGAWAI.
4.KENAIKAN TARIP RS TIDK BERPENGARUH PADA
KELUARGA MISKIN.

ISU FUNGSIONAL
TENTANG BUDGETING,KEUANGAN
,PERBEKALAN :
1.TERDAPAT BERBAGAI METODE PERHITUNGAN
PEMBIAYAAN DI RUMAH SAKIT.
2.UU BLU MEMBERI KELONGARAN UNTUK
MEMAMFAATKAN DANA YANG TERSEDIA SECARA
EFISIEN.
3.KEPRES YANG MENGATUR TENTANG
PENGADAAN BARANG DAN JASA YANG
BERTUJUAN UNTUK MENDAPATKAN BARANG DAN
JASA YANG BERKUALITAS DAN EFISIEN ,
TERKADANG JUSTRU DIMAMFAATKAN OLEH

ISU MINOR
PERSONALIA,STAFFING, WAKTU
LIBUR,UPAH,PROSEDUR DAN SOP :
1. KUALITAS PELAYANAN YANG JELEK DI RUMAH SAKIT
A DISEBABKAN OLEH PEGAWAI YANG TIDAK DISIPLIN.
2. DIPERLUKAN ATURAN PENEMPATAN PEGAWAI
YANG LEBIH BAIK.
3. HARI LIBUR PERAWAT DI RAWAT INAP LEBIH
BANYAK DIBANDINGKAN DENGAN PEGAWAI LAINNYA
DI RUMAH SAKIT.
4. GAJI CLEANING SERVICE MASIH DIBAWAH UMR.
5. SOP PELAYANAN DI IRD MENYUSAHKAN KELUARGA
PASIEN.

ANALISIS
.

ISU

: PENERAPAN UNIVERSAL PRECAUTION KURANG


MENDAPAT PERHATIAN
MASALAH KEBIJAKAN : PELAYANAN TIDAK AMAN ,
TIDAK PARIPURNA
ALTERNATIP KEBIJAKSANAAN : .
. SEMUA PASIEN HARUS DIPERIKSA DARAHNYA ( HIV ,
HEPATITIS )
. MENYIAPKAN TEMPAT CUCI TANGAN YANG
MEMENUHI
SYARAT.
. MEMAKAI ALAT PELINDUNG PADA SAAT MELAYANI
PASIEN YANG DIPERKIRAKAN MENDERITA PENYAKIT
MENULAR.

ANALISIS KEBIJAKAN
.

TINDAKAN KEBIJAKSANAAN :

MENGHARUSKAN PENERAPAN UNIVERSAL PRECAUTION DI RUMAH


SAKIT A
.

HASIL KEBIJAKSANAAN :
DIADAKANNYA FASISLITAS CUCI TANGAN YANG MEMADAI.
TERSEDIANYA ALAT PELINDUNG YANG MEMADAI
TERSEDIANYA BERBAGAI PROSEDUR PENANGAN PENDERITA PENYAKIT
MENULAR.

MENINGKATNYA BIAYA OPERASIONAL RUMAH SAKIT


DOKTER DAN PERAWAT BERPRILAKU LEBIH AMAN MELAKUKAN

ANALISIS KEBIJAKSANAAN
HASIL GUNA KEBIJAKSANAAN :
DOKTER DAN PERAWAT LEBIH AMAN DALAM
MELAKUKAN TINDAKAN
INFEKSI NOSOKOMIAL MENURUN
LOS MENURUN = KEMATIAN MENURUN
PASIEN LEBIH PUAS
CITRA RUMAH SAKIT LEBIH BAIK
BOR MENINGKAT
PENERIMAAN RS MENINGKAT
KARYAWAN LEBIH SEJAHTERA

ANALISIS KEBIJAKSANAAN
KEBIJASANAAN PUBLIK :
BENTUK KEBIJAKSANAAN :

SURAT KEPUTUSAN MENGHARUSKAN RUMAH SAKIT


MENERAPKAN UNIVERSAL PRECAUTION
.

TUJUAN KEBIJAKSANAAN :

PETUGAS DAN PASIEN LAIN TIDAK TERTULARI PENYAKIT DARI


SESEORANG YANG DIRAWAT KARENA PENYAKIT MENULAR.
.

OBJEK KEBIJAKSANAAN

DOKTER , PERAWAT , PASIEN , PENGELOLA RUMAH SAKIT.


.

TEMPAT BERLAKUNYA KEBIJKSANAAN :


DI RUMAH SAKIT

WAKTU BERLAKUNYA KEBIJAKSANAAN

SEJAK TANGGAL DITETAPKAN SAMPAI ADANYA SK PERUBAHAN.

ANALISIS KEBIJAKSANAAN
PELAKU KEBIJAKSANAAN :
PEMBUAT KEBIJAKSANAAN :
DIREKTUR RUMAH SAKIT
PELAKSANA KEBIJAKSANAAN :
KARYAWAN RUMAH SAKIT ( TERUTAMA
DOKTER DAN PERAWAT ), PASIEN DAN
PENGUNJUNG RUMAH SAKIT
PENGAWAS KEBIJAKSANAAN :
SPI , DIREKTUR DAN KARYAWAN

ANALISIS KEBIJAKSANAAN
LINGKUNGAN KEBIJAKSANAAN :
LINGKUNGAN DALAM RUMAH SAKIT :
LINGKUNGAN FISIK :
KEBERSIHAN , KENYAMANAN , KESEGARAN,
KEINDAHAN ,
LINGKUNGAN NON FISIK :
PELAKSANAAN IBADAH, KEYAKINAN , POLITIK
, SOSIAL , EKONOMI ,BUDAYA , KEAMANAN .

ANALISIS KEBIJAKSANAAN
LINGKNGAN DILUAR RUMAH
SAKIT :
LINGKUNGAN FISIK :
KEBERSIHAN , KENYAMANAN,KESEGARAN ,
KEINDAHAN.

LINGKUNGAN NON FISIK :


PELAKSANAAN IBADAH, KEYAKINAN , POLITIK ,
EKONOMI , SOSIAL , KEAMANAN

Tips for Improving


Patient Safety
Develop clear policies and protocols for
patient safety aligned with national
guidelines and organizational objectives.
Provide regular communication on patient
safety initiatives throughout the
organization.
Establish a culture which understands
that quality is part of an enterprise-wide
endeavor.

Tips for Improving Patient


Safety
Efforts should not be relegated to a single
person or department.
Encourage transparency through a nonpunitive system for tracking errors and
near-misses.
Ensure technology is an appropriate
enabler for quality (rather than a hindrance)
by addressing the age, condition, utilization
and relevant training involved with specific
equipment, such as heart monitors.

Tips for Improving Patient


Safety
Make sure patient safety projects are well
defined
with appropriate parameters and
targets.
Support and implement patient safety
education for staff, physicians, patients and
families.
Implement and monitor appropriate
changes in care processes, workflow and
technology based on valid data analysis.

ENAM ELEMEN ARGUMEN KEBIJAKSANAAN


Pemberian Vit
K pada bayi
baru lahir
mencegah
perdarahan
tali pusat
INFFORMASI
YG RELEVAN )

Karena
itu
(SYARA
T)

Perdarahan tali
Pusal berkurang
setelah kebijakan di
terapkant
( PEMBENARAN )

Data dari RS menunjukan tdak


ada lagi perdarahan tali pusat
DUKUNGAN

Sosialisasi dan
keharusan
membrikan vit K pda
setiap bayi lahir
(TUNTUTAN
KEBIJAKSANAAN)

Banyak Ibu ibu menolak


(BANTAHAN )

Ibu ibu yang bersalin di


rumah tiak mau anaknya
disuntik pada hari
pertama
( DUKUNGAN )