Anda di halaman 1dari 28

Masih ingat

percobaan
Faraday ?

GGL (Gaya Gerak Listrik) induksi dapat


muncul pada ujung-ujung kumparan
karena adanya perubahan jumlah garis
gaya magnetik (bertambah maupun
berkurang) yang memotong kumparan.

Michael Faraday menemukan sebuah mesin


yag menggunakan prinsip induksi
elektromagnetik dan mampu membuat lampulampu yang indah menyala dan berkelap-kelip
di malam hari.
Mesin ini dinamakan ..................

GENERATOR

Generator Elektromagnet Kumparan Transformator

Air dari
bendungan
Turbin

Terdiri dari sebuah kumparan


berbentuk segi empat diletakkan
dalam medan magnet yang cukup
kuat.
Medan magnet bersumber dari
dua buah magnet yang mengapit
kumparan sehingga garis gaya
magnetiknya (U ke S) memotong
kumparan.
Ketika kumparan diputar, jumlah
garis gaya magnet akan berubahubah sesuai dengan posisinya
sehingga menimbulkan GGL
INDUKSI di ujung-ujung
kumparan.

1. Generator arus bolak-balik (AC =


Alternating Current)
2. Generator arus searah (DC = Direct
Current)

Dinamakan bolakbalik karena


karena arus yang
dihasilkan akan
berbalik setiap
kumparan
bergerak setengah
kumparan.
Menggunakan dua
cincin konduktor.
Bagian yang
bergerak(rotor)
kumparan dan
cincin

Bagian yang diam (stator)


magnet dan sikat

Dinamakan searah
karena karena arus
yang dihasilkan
tidak akan berbalik
arah.
Menggunakan satu
cincin belah yang
berfungsi pembalik
arus (commutator).
Bagian yang
bergerak(rotor)
kumparan dan
cincin

S
S

U
U

Bagian yang diam (stator)


magnet dan sikat

PLTA (Pembangkit Listrik


Tenaga Air)
Pada PLTA generator di
gerakkan oleh tenaga
air.
Air ditampung pada
sebuah dam dan
dialirkan melalui pipa
ke turbin generator
dan memutar turbin
tersebut, sehingga
generator bekerja.

PLTN (Pembangkit Listrik


Tenaga Nuklir)
Energi nuklir yang
dihasilkan digunakan
untuk memanaskan air.
Uap air yang dihasilkan
dialirkan dengan
tekanan tinggi untuk
memutar turbin
generator

PLTU (Penbangkit Listrik


Tenaga Uap)
Pada PLTU, air dipanaskan
dengan bahan bakar
batu bara.
Uap air yang dihasilkan
dialirkan dengan
tekanan yang tinggi
untuk memutar turbin
generator

Pada pembangkit listrik


tenaga angin, kincir
angin dihubungkan ke
turbin generator.
Ketika kincir berputar
ditiup angin, turbin
juga ikut berputar dan
menggerakkan
generator.

Dinamo adalah
generator kecil yang
biasa dipasang pada
kendaraan sepeda,
motor atau mobil.
Dinamo sepeda
turbinnya diputar
dengan menggunakan
roda sepeda

Dinamo pada sepeda terdiri dari magnet permanen


yan dapat berputar dan ditempatkan di dekat
sebuah kumparan yang diam.
Dinamo pada sepeda, baru bekerja pada saat knop
(bagian kepala atas) bersentuhan dg roda. Ketika
pedal dikayuh, maka roda sepeda berputar dan
menyebabkan knop ikut berputar. Knop dinamo
akan memutar kumparan, sehingga garis-garis
gaya magnet terpotong dan timbullah GGL induksi
Arus listrik yang timbul dari GGL induksi dapat
menyalakan sepeda. Makin cepat roda berputar,
maka lampu akan menyala makin terang.

TRANSFORMATO
R
atau TRAFO adalah
alat yang digunakan
untuk
mengubah
(menaikkan tegangan
maupun menurunkan)
tegangan listrik AC

Trafo terbuat dari dua


buah kumparan yang
dililitkan pada sebuah
besi lunak.
Kumparan yang
dihubungkan ke
sumber tegangan
disebut kumparan
primer
Kumparan yang
dihubungkan tempat
hasil disebut
kumparan sekunder

Dengan menghubungkan kumparan primer ke


sumber listrik AC, maka arus listrik selalu
berubah, kutub magnet juga selalu berubah dan
kumparan sekunder terus mengalami perubahan
garis gaya magnet dan menghasilkan listrik
secara terus menerus.

Sumber
listrik AC

Kumparan
primer

Kumparan
sekunder

TRAFO STEP-UP
Digunakan untuk
menaikkan tegangan
listrik AC

TRAFO STEP DOWN


Digunakan untuk
menurunkan tegangan
listrik AC

CIRI-CIRI :
1. Jumlah kumparan
primer lebih sedikit
daripada jumlah
kumparan sekunder
(Np < Ns)

220 V

2. Tegangan primer
lebih kecil daripada
tegangan sekunder
(Vp < Vs)

440 V

CIRI-CIRI :
1. Jumlah kumparan
primer lebih banyak
daripada jumlah
kumparan sekunder
(Np > Ns)

880 V

2. Tegangan primer
lebih besar daripada
tegangan sekunder
(Vp > Vs)

220 V

Pada transformator
ideal berlaku
persamaan :

Np
Ns

Vp
=

Vs

Is
=

Ip

N = Jumlah lilitan
V = Tegangan ... Volt
I = Arus listrik ....
Ampere

Pp = Vp x Ip

Daya yang masuk ke


trafo sama dengan
daya yang keluar dari
trafo

Ps = Vs x Is

Pp = Ps

Diket: Np : Ns = 10 : 2
Vp = 100 Volt
Ditanya : Vs dan jenis trafo
Jawab : Np / Ns = Vp / Vs
10 / 2 = 100 / Vs
5 = 100 / Vs
Vs = 100 /5 = 20 Volt
Termasuk jenis trafo step down karena Vp < Vs

1. Banyaknya lilitan primer dan lilitan sekunder pada


transformator masing-masing 300 dan 1200. Jika tegangan
yang masuk 220 V, maka besar tegangan yang keluar
adalah ..
2. Arus yang masuk ke kumparan primer sebuah trafo
sebesar 1,5 V. Jika jumlah lilitan primer 500 lilitan dan lilitan
sekunder 125 lilitan. Arus yang keluar dari kimparan
sekunder adalah ...
3. Sebuah transformator mempunyai 200 lilitan primer dan
600 lilitan sekunder. Jika dipasang pada tegangan 110 V,
besar tegangan sekunder adalah .
4. Perbandingan jumlah lilitan primer dan sekunder sebuah
transformator 6 : 15. Jika tegangan primer 2 V, tegangan
sekundernya sebesar ....volt
5. Sebuah transformator memiliki 1000 lilitan primer
dihubungkan dengan sumber tegangan 250 Volt AC. Agar
tegangan sekunder 400 V, jumlah lilitan sekunder
seharusnya ....

6. Sebuah transformator memiliki 100 lilitan primer dan


300 lilitan sekunder. Jika daya input ke transformator 60 W,
daya output sekunder seharusnya ......
7. sebuah transformator step-down yang dipasang pada
tegangan 220 V menghasilkan tegangan 120 V. Jika
kumparan primernya 825 lilitan, banyaknya lilitan
kumparan sekunder adalah ...
8.

500
lilitan

2000
lilitan

Vs

Jika kumparan dihubungkan dengan 225 V AC, tegangan


pada kumparan sekunder Vs adalah ....Volt

9. Sebuah transformator pada radio menurunkan tegangan


yang masuk sebesar 220 V menjadi 6 V. Jika kumparan
sekunder memiliki 24 lilitan dengan arus 100 mA. Hitunglah
:
a. Jumlah lilitan pada kumparan primer
b. Kuat arus yang mengalir pada kumparan primer
c. Daya yang dipindahkan pada kumparan sekunder
10. Sebuah transformator dihubungkan dengan tegangan AC
220 Volt, arus 2 A digunakan untuk menurunkan tegangan
keluaran sebesar 22 V. Jika pada kumparan sekunder
sebanyak 200 lilitan, hitunglah :
a. Jumlah lilitan primer
b. kuat arus pada kumparan sekunder
c. Daya pada kumparan sekunder

Ps

Pp
Pada kenyataannya setiap
penggunaan trafo tidak
pernah didapat daya yang
masuk sama dengan daya
yang keluar.
Daya listrik yang dikeluarkan
oleh trafo selalu lebih kecil
dari daya listrik yang masuk
kedalam trafo
Daya listrik yang dihasilkan
oeleh sebuah trafo tergantung
dari efisiensi trafo tersebut
Efisiensi trafo adalah persentase
daya yang keluar dari trafo

Ps > Pp
= Ps / Pp X 100 %
Np / Ns Is / Ip
= efisiensi trafo .. %

Diket: Pp = 100 W
Ps = 80 W
Jawab:
= (Ps/Pp)X100 %
= (80/100) X 100%
= 0,8 x 100 %
= 80 %

Listrik yang kita pakai di


rumah dihasilkan di
tempat pembangkit
tenaga listrik yang
sangat jauh.
Untuk menghantarkan
listrik yang sangat
jauh tersebut ada dua
cara yaitu dengan :
- arus besar tegangan
rendah atau
- arus kecil dengan
tegangan tinggi

Dalam perjalanannya
yang melalui kabel
yang sangat panjang,
listrik menemui
hambatan yang
sangat besar (semakin
panjang kawat
penghantar
hambatannya
semakin besar)

Jika menghantarkan listrik


dengan arus besar
tegangan rendah, maka
energi listrik yang berubah
menjadi kalor sangat
besar, yaitu dapat dihitung
dengan rumus W=I.R.t
Selain itu untuk
menghantarkan arus listrik
yang besar perlu kabel
yang tebal, ini memerlukan
biaya yang mahal.

Oleh sebab itu dipilih


cara kedua, yaitu
dengan arus kecil dan
tegangan yang tinggi.
Selain untuk
memperkecil
hilangnya energi listrik
dalam perjalanan, juga
memperkecil kawat
yang digunakan. Ini
mempermurah biaya.