Anda di halaman 1dari 65

GIZI BURUK TIPE MARASMIK-KWASHIORKOR KONDISI 5

Dokter pembimbing
Dr. H. Wilson,Sp.A, M.Biomed
Oleh :

Hariana Etriya

LATAR BELAKANG
KEP adalah keadaan kurang gizi yang disebabkan oleh rendahnya konsumsi energi dan
protein dalam makanan sehari-hari sehingga tidak memenuhi Angka Kecukupan Gizi (AKG).

Menurut Riskesdas 2007 dan Riskesdas 2010, kejadian gizi buruk pada balita masih tinggi.

Indonesia termasuk posisi nomor 3 di dunia sebagai pemasok anak pendek. Balita pendek di
Indonesia sebanyak 36,8%.

Dari data Departemen Kesehatan menunjukkan setidaknya 3,5 juta anak meninggal tiap
tahun karena masalah kekurangan gizi dan buruknya kualitas makanan, didukung pula oleh
kekurangan gizi selama masih didalam kandungan.

EPIDEMIOLOGI

Secara keseluruhan prevalensi anak balita kurus dan sangat kurus menurun dari 13,6
persen pada tahun 2007 menjadi 12,1 persen pada tahun 2013
.

tahun 2013. masalah kurus di Indonesia masih merupakan masalah kesehatan masyarakat
yang seriusDiantara 33 provinsi, terdapat 16 provinsi yang masuk kategori serius, dan 4
provinsi termasuk kategori kritis, yaitu Kalimantan Barat, Maluku, Aceh dan Riau.

PREVALENSI STATUS GIZI BALITA BB/TB MENURUT


KABUPATEN/KOTA, RIAU 2013 STATUS GIZI BB/TB.
Kabupaten / Kota
Sangat kurus

Status gizi BB/TB


Kurus
Normal

Gemuk

Kuantan Singingi

(%)
5,6

(%)
10,9

(%)
71,8

(%)
11,7

Indragiri Hulu

16,5

8,5

59,1

16,0

Indragiri Hilir

9,4

7,3

74,7

8,7

Pelalawan
Siak
Kampar
Rokan Hulu
Bengkalis
Rokan Hilir
Kepulauan Meranti

6,1
7,0
8,0
7,0
4,2
4,8
6,5

5,0
13,2
4,6
8,3
8,3
10,7
11,0

65,9
68,5
76,8
60,3
81,6
75,8
71,7

23,0
11,3
10,6
24,4
5,9
8,7
10,8

Kota Pekanbaru

4,2

11,7

59,2

24,9

Kota Dumai
Riau

5,5
6,9

7,5
8,7

71,9
70,2

15,2
14,3

ETIOLOGI

Kurang Gizi
Makanan Tidak
Seimbang

Persediaan
makanan kurang

Dampak

Penyakit
Infeksi
Pola asuh anak
tidak memadai

Kurangnya pendidikan,pengetahuan&
keterampilan

Kurangnya pemberdayaan
wanita dan keluarga,
kurangnya pemanfaatan
sumber daya msayarakat

Peny. Langsung

Sanitasi dan air


bersih/pelayanan
kesehatan yang
tidak memadai

Peny. Tak
Langsung

Pokok masalah masyarakat

Pegangguran, inflasi,kemiskinan

Krisis ekonomi ,
politik, dan sosial

Akar masalah

KLASIFIKASI KEP MENURUT DEPKES (2000)

Antropometri (BB/U)

Gizi lebih
Gizi kurang

>2 SD
-2SD s.d +2SD
-3 SD s.d < 2 SD

Gizi buruk

<-3 SD

Antropometri
(BB/TB-PB)*)
Tampak
sangat <-3SD **)
kurus dan atau
edema
pada
kedua punggung
kaki
sampai
seluruh tubuh

Gizi Baik

Klinis

Antropometri (TB/U)

Gizi kurang

Tampak kurus

-3 SD - <-2SD

Pendek

Gizi baik
Gizi lebih

Tampak sehat
Tampak gemuk

-2 SD 2 SD
>2 SD

<-2 SD

Normal

-2SD s.d +2SD

Gizi buruk

Klinis

Klinis

Terlihat
sangat kurus

Edema
nutrisional,
simetris

Kriteria
Diagnosis
Lingkar
lengan atas
< 11,5 cm

BB/TB <-3
SD

MANIFESTASI KLINIS
Malnutrisi Energi Protein Ringan

Sering di temukan gangguan pertumbuhan


Anak tampak kurus
Pertumbuhan linier berkurang atau terhenti
Berat badan tidak bertambah adakalanya turun
Ukuran lingkar lengan atas lebih kecil dari normal
Maturasi tulang terlambat
Rasio berat badan terhadap tinggi badan normal/ menurun
Tebal lipatan kulit normal atau berkurang
Anemia ringan
Aktivitas dan perhatian berkurang jika dibandingkan dengan anak sehat

MANIFESTASI KLINIS
KEP BERAT

Tanda Bahaya penting


Rejatan (syok)
Latergis (tidak sadar)
Muntah/diare/dehidrasi
Perawatan awal pada
Pemeriksaan
Berat badan
Suhu aksila
Tindakan
Memberi oksigen
Menghangatkan tubuh
Pemberian cairan & makanan sesuai
Antibiotika sesuai umur

Kondisi
I
II
+
-

III
-

+
+
+
+
+
fase stabilisasi

IV
-

V
-

+
-

+
+

+
+

+
+

+
+

+
+

+
+
R/I

+
R/2

+
R/3

+
R/4

+
R/5

Perawatan lanjutan fada fase stabilisasi


Anamnesis
lanjutan

Pem. Fisik

Konfirmasi
kejadian
campak dan
TB paru

umum
PB/TB
Dada (thoraks)
Abdomen
Otot
Jaringan lunak

Pem. Labor
Khusus

Laboratorium

Pem.mata
Pem. Kulit
Pem. THT

Kadar Gula
darah
Hemoglobin

Tindakan

Vitamin A
Asam folat
Multivitamin tanpa Fe
Pengobatan penyakit
penyulit
stimulasi

Perawatan lanjutan pada fase transisi


Pemeriksaan
Berat badan

Tindakan

Makanan tumbuh kejar


Multivitamin tanpa Fe
Stimulasi
Pengobatan Penyakit Penyulit

Perawatan lanjutan pada fase rehabilitasi


Monitoring tumbuh kembang

Makanan tumbuh kejar


Multivitamin dengan Fe
Pengobatan Penyakit Penyulit
Persiapan ibu
Stimulasi

KRITERIA RAWAT INAP

10 LANGKAH TATALAKSANA GIZI BURUK

PEMANTAUAN
PASIEN GIZI
BURUK

KASUS BST
Identitas Pasien
No. MR : 167382
Tanggal Masuk
: 26 Juli 2016
Nama: An. DHZ
Umur : 1 tahun 1 bulan (01-072016)
Jenis kelamin : Laki-Laki
Anak ke : 2 (Dua), Anak
1(pertama) dari istri ke 2
Agama : Kristen
Alamat : Tumang Siak

Identitas Ortu Pasien

Ayah

Ibu

Nama

Tn. JMZ

Ny. DMH

Umur

26 th

26 th

Pekerjaan

Kariawan PT

IRT

Agama

Kristen

Kristen

Perkawinan

Ke 2

Ke 1

ANAMNESIS
ALLOANAMNESIS
Diberikan oleh : Ibu kandung pasien & nenek (pengasuh)

Keluhan utama:
Bengkak pada kaki sejak 2 minggu
RPS:
Sejak 6 bulan yang lalu pasien sulit makan, makanan pasien berupa bubur nasi yang
dilumatkan, bubur jarang dicampur dengan sayur atau daging, bubur lebih sering di capur
kuah makanan yang di makan keluarga saat itu, menyusui (-), ASI (-), susu formula (-),
pasien diberi air yang dicampur gula saja. Sejak 3 bulan pasien terlihat semakin kurus,
rambut mudah rontok dan terlihat kemerahan.
2 bulan yang lalu kaki pasien pernah bengkak namun hilang timbul, kepala tidak bisa di
angkat, lalu pasien di bawa berobat kampung dan kepala kemudian bisa diangkat. Riwayat
diare berulang atau diare lama di sangkal, riwayat muntah lama di sangkal.

RPS

Sejak 1 bulan pasien sering batuk berdahak dan demam hilang timbul, keringat
malam (-), berat badan menurun (+), pasien terlihat sangat kurus, nafsu makan
menurun (+), muntah (-), diare berulang (-), BAB cair (-), BAB lunak sering (+), BAK
baik.
Sejak 2 minggu yang lalu batuk semakin berat, tidak hilang, batuk berdahak (+),
dahak berwarna putih kekuningan, sesak (-), demam (+) disertai bisul, keringat
malam (-), pilek (+), kaki bengkak (+), perut buncit (+), muntah (-), BAB lunak (+),
masih terdapat ampas, BAB 5 kali sehari, warna kuning, BAB berlendir (-), BAB
berdarah (-), BAB kehitaman (-), BAK (+), BAK sering (+), warna kuning jernih, BAK
merah (-), selera makan berkurang (+), makanan pasien berupa nasi yang dijadikan
bubur.
1 hari yang lalu pasien semakin lemas, rewel, tidak bisa duduk, demam (-), BAB
lunak 6 kali sehari, BAB cair (-), BAB berlendir (-), BAB berdarah (-), BAB kehitaman
(-), muntah 1 kali, muntah berupa air bercampur makanan, makan hanya 2-3 sendok,
minum masih mau, pasien di beri minum air putih.

RPD

RPK

Riwayat Penyakit Dahulu

Riwayat Penyakit Keluarga

Riwayat Diare lama (-)


Riwayat Muntah lama (-)
Riwayat alergi makanan & obat (-)
Riwayat alergi sisi (-)
Riwayat Asma (-)
Riwayat kuning (-)

Tidak ada anggota keluarga yang


batuk lama, batuk berulang, batuk
berdarah, atau mengkonsumsi
obat 6 bulan
Tidak ada anggota keluarga yang
diare

RIWAYAT SOSIAL EKONOMI

Pasien tidak tinggal bersama ibu kandungnya, pasien dirawat oleh neneknya.
Pasien tinggal di lingkungan tidak padat penduduk, pasien tinggal di daerah perkebunan sawit,
akses pasar dekat, jarak rumah dengan puskesmas sekitar 3 kilo, dapat ditempuh menggunakan
sepeda motor, sulit di tempuh jika hujan.
Jika ada kegiatan dari posyandu pasien tidak pernah di bawa.
Sumber air minum dari air hujan dan di masak sampai mendidih, sayuran dicuci sebelum
dimasak.
Sampah : dibakar
Makan buah jarang (+), makan daging jarang (+)
Susu formula tidak diberikan lagi karena keterbatasan biaya

Kesan : higiene dan sanitasi lingkungan kurang baik dan sosial ekonomi pasien
juga kurang baik

RIWAYAT KEHAMILAN

Ibu pasien periksa kehamilan tidak


rutin, periksa kehamilan di bidan

Imunisasi selama kehamilan tidak


pernah

Lama hamil 9 bulan

RIWAYAT KELAHIRAN

Pasien lahir spontan pervaginam


dibantu bidan, langsung menangis,
BB lahir3000 gram, panjang lupa,
lingkar kepala lupa, lingkar dada
lupa.

RIWAYAT MAKAN DAN MINUM

Asi (+), 6 bulan di campur air putih, saat usia 2 bulan pasien
sudah di beri bubur nasi, pasien berhenti minum ASI sejak 6
bulan yang lalu karena ibu pasien sakit hamil anggur dan di
kuret, lalu pasien di beri susu formula sementara, namun
karena keterbatasan biaya susu diganti air gula.

Makanan berupa bubur nasi yang di lumatkan, jarang di


campur sayur, makan 3 kali sehari 2-3 sendok

Kesan : Asi tidak eksklusif & asupan nutrisi kurang

Riwayat Imunisasi

Menurut keterangan ibu


pasien:
Pasien tidak pernah di
imunisasi, scar BCG (-)
Tidak pernah dibawa ke
posyiandu

RIW PERTUMBUHAN

Menurut Ibu pasien tumbuh


kembang pasien sesuai
dengan tumbuh kembang
anak lain seusianya.

Tertawa

Lupa

Mengangkat kepala

3 bulan

Miring

Lupa

Tengkurap

Lupa

Gigi
tumbuh
Berdiri

10 bulan

Duduk

6 bulan

Bicara kata

1 tahun

Merangkak

8 bulan

pertama Lupa

RIWAYAT KELUARGA:

Saudara pasien : An.EEZ ( saudara tiri), Umur 3 tahun, sehat,


tidak tinggal 1 rumah

Penykit yang pernah diderita orang tua:

Ayah : tidak pernah sakit


Ibu : hamil anggur bulan februri 2016

PEMERIKSAAN UMUM
Keadaan Umum :
Kesadaran
:
Tekanan Darah :
Nadi
:
Pernafasan
:
Suhu
:

Tampaksakit sedang
Komposmentis
90/60 mmHg
110 kali/menit
22 kali/menit
36,4 oC

BB sebelum sakit
: lupa
BB terakhir saat usia 6 bulan : 7 kg
BB di IGD
: 6,5 kg
Tinggi badan
: 75 cm
Lingkar kepala
: 41 cm

Edema tungkai
Ikterus
Sianosis

Lingkar
Lingkar
Lingkar
Lingkar
Lingkar
cm

:
:
:

Ada
Tidak ada
Tidak ada

lengan atas : 8 cm
pinggang : 37 cm
perut berdiri : 41 cm
perut duduk : 42 cm
perut berbaring : 42,5

Status gizi <-3SD

: Gizi Buruk

PEMERIKSAAN FISIK
Kepala : Normocephal, ubun-ubun belum menutup, ubun-ubun cekung (+)
Rambut : kemerahan dan mudah rontok
Mata : Cekung (-), sklera ikterik (-), conjungtiva pucat (+/+), pupil
isokor, refleks cahaya bercak bitot (-/-), air mata saat
menangis (?)
Telinga
: Bentuk normal, sekret pada liang telinga (-), darah (-)
Hidung
: deviasi septum (-), sekret (+), napas cuping hidung (-)
Mulut : Mukosa bibir kering (+), pucat (-), sianosis (-), Lidah kotor (-)
Tenggorok : Tonsil T1-T1, hiperemis (-)
Leher : Pembesaran KGB (-), kaku kuduk (-)
Kulit
: Turgor kembali cepat, Deskuamasi (+), Dermatosis (+), ikterik
(-), pucat (-)

THORAKS

Thorax (cor)
Inspeksi : Ictus cordis terlihat di SIC V midclavicularis
sinistra
Palpasi : Ictus cordis teraba di SIC V linea midclavicularis
sinistra
Perkusi :
Batas jantung kanan atas di SIC II linea parasternalis dextra
Batas jantung kanan bawah di SIC IV linea parasternalis
dextra
Pinggang jantung di SIC III sinistra
Batas jantung kiri bawah di SIC V linea midclavicularis
sinistra
Auskultasi : Bunyi jantung I dan II reguler, murmur (-),
gallop (-)

Thorax (pulmo)
Inspeksi : tulang iga terlihat,
bentuk thoraks normal, retraksi
dinding dada (-)
Palpasi : gerakan dinding dada
simetris kanan dan kiri
Perkusi : sonor di kedua lapang
paru
Auskultasi: Suara nafas vesikular
(+/+), Rhonki (-/-), Wheezing
(-/-)

ABDOMEN

Inspeksi : Tampak cembung (+), distensi


(-)

Auskultasi: BU (+) normal

Palpasi: Turgor kembali cepat, hepar


dan lien tidak teraba

EKSTREMITAS

Perkusi: Timpani

Ekstremitas
:
Superior : Akral hangat, edema (-), CRT
<2 detik
Inferior : Akral hangat, edema (-), CRT
<2 detik, edema tungkai (+/+)

PEMERIKSAAN LABORATORIUM

Hemoglobin
: 11,4 gr/dl
Leukosit
: 16.300 / mm3
Eritrosit
: 4, 66 juta / mm3
Trombosit
: 268.000 / mm3
Hematokrit
: 31,8 %
LED
: 5 mm/jam
Kolesterol total :36 mg/dl
Albumin : 2,9 g/dl
Ureum : 11 mg/ dl
Kreatinin : 0,8 mg/dl
GDS : Elektrolit : Darah

Warna
: kuning
Kekeruhan : keruh
Protein :Reduksi :Bilirubin :Urobilinogen
:Ceton :PH : 6,5
Nitrit : positif 1
Berat jenis : 1010
Leukosit : 20-25/LPB
Eritrosit : 15-20/LPB
Epitel :Silinder :-

urin

RESUME

Anamnesis :
Pasien datang dengan keluhan sejak 2 minggu bengkak pada dedua kaki, perut buncit, badan
kurus , nafsu makan berkurang, batuk berdahak 2 minggu, batuk dan demam hilang timbul,
asupan nutrisi kurang, sosial ekonomi kurang, sanitasi kurang baik, asi tidak ada, susu formula
juga tidak ada, imunisasi tidak pernah, BAB lunak berulang, dan lemas.
Pemeriksaan fisik:
Di dapat keadaan umum tampak sakit sedang, kesadaran compos mentis, tanda vital dalam
batas normal, hipotermi (-), latergis (-), tanda dehidrasi (-), rambut merah (+), perut buncit
dan edema tungkai (+), dermatosis (+), deskuamasi (+), dan dari data antropometri z score
dengan BB/TB < -3SD, lingar lengan atas 8 cm (<11,5cm), tanpak sangat kurus.
Pemeriksaan penunjang :
Laboratorium darah
Kesan: leukositosis , hipo albumin, hipokolesterol, penurunan ureum
Urin
Kesan : Susp. Infeksi saluran kemih.

Diagnosis
Kerja :

Diagnosis
banding :

Pemeriksaan
Anjuran :

Gizi buruk tipe marasmik-kwashiorkor kondisi 5


dengan Infeksi Saluran kemih + infeksi saluran
pernafasan atas

Gizi buruk tipe marasmus kondisi 5


Sindroma nefrotik
Sirosis hepatis

Pemeriksaan kadar glukosa darah & elektrolit


Pemeriksaan feses makroskopis dan mikroskopis.
HIV test
Uji Tuberkulin

Penatalaksanaan
F75 12x 90 cc
Vitamin A 200.000 IU 1x1
Davit Syr 1x cth
Asam Folat 5 mg 1x1

Prognosis
Quo ad vitam : dubia ad bonam
Quo ad fungsionam : dubia ad bonam
Quo ad sanationam : dubia ad bonam

Hari/
Tanggal
27-7-16

BB: 6,5 kg

LLA:8 cm
LK: 41 cm
LPD:41cm
LPB:42cm

Follow up
S: Bengkak pada kaki (+), perut buncit (+), Demam (+),
Batuk berdahak (+), sesak (-), BAB lunak (+), 6x, BAB
berlendir (-), BAB kehitaman (-), Makan (+), minum susu
(+), BAK baik
O : KU : tampak sakit sedang,
Kes : compos mentis
TTV :
RR : 24x/menit
HR : 109 kali / menit
T : 37,6oC
Turgor kulit baik, mukosa bibir kering(-), mata cekung (-),
ubun-ubun cekung (+),
Thorax : cor DBN
Pulmo : Vesikular +/+, retraksi dinding dada -/Abd : tampak cembung (+), Bu (+)
Ekstremitas akral hangat (+), CRT < 2, edema tungkai +/+
A : Gizi buruk tipe marasmik-kwashiorkor kondisi 5
dengan Infeksi Saluran kemih + infeksi saluran
pernafasan atas

Terapi

O2 2l/i
IV plug
Ampisilin 4x300 g IV
Gentamisin 2x24 g IV
F75 12x75ml
As.folat 5mg 1x1
Paracetamol syr 4x0,8 ml p.r.n
Vit A 200.000 IU
Dhavit syr 1x1/2 cth
Cek darah rutin, GDR, Elektrolit

28-7-16

BB: 6,9 kg

LLA:8 cm
LK: 41 cm
LPD:40cm
LPB:41cm

S: Bengkak pada kaki (+), perut buncit sudah berkurang (+),


Batuk berdahak (+), sesak (-), BAB lunak (+), 5x, BAB
berlendir (-), BAB kehitaman (-), Makan tidak mau, minum
susu F75 mau (+), BAK baik
O : KU : tampak sakit sedang,
Kes : compos mentis
TTV :
RR : 26x/menit
HR : 112 kali / menit
T : 37,5oC
Turgor kulit baik, mukosa bibir kering(-), mata cekung (-),
ubun-ubun cekung (+).
Thorax : cor DBN
Pulmo : Vesikular +/+, retraksi dinding dada -/Abd : tampak cembung (+), Bu (+)
Ekstremitas akral hangat (+), CRT < 2, edema tungkai +/+
A : Gizi buruk tipe marasmik-kwashiorkor kondisi 5 dengan
Infeksi Saluran kemih + infeksi saluran pernafasan atas.

O2 1L/i
IV plug
ReSoMal 50-100 cc / tiap diare
Picyn 4x300mg IV
Gentamisin 2x24 g IV
Bromheksin 3x2mg
KCL 3x150 mg
F75 12x60ml
As.folat 5mg 1x1
Paracetamol syr 4x0,8 ml p.r.n
Vit A 200.000 IU
Dhavit syr 1x1/2 cth
Lab Darah :
Hb : 10,3 g/dl
Leu : 14,5 k/ul
Rbc : 4,31 M/ul
Hct : 31,8%
PLT : 270 k/ul
GDs : 84mg/dl
Na+ :144
K+ : 1,4
Cl -: 110

29-7-16

BB: 6,9 kg

LLA:9 cm
LK: 41 cm
LPD:40cm
LPB:41cm

S: demam (-), Bengkak pada kaki (+), perut buncit


sudah berkurang (+), Batuk berdahak (+), sesak (-),
BAB lunak (+), 3x, BAB berlendir (-), BAB kehitaman
(-), Makan tidak mau, minum susu F75 mau (+), BAK
baik
O : KU : tampak sakit sedang,
Kes : compos mentis
TTV :
RR : 30x/menit
HR : 100 kali / menit
T : 36,7oC
Turgor kulit baik, mukosa bibir kering(-), mata cekung
(-), ubun-ubun cekung (+),
Thorax : cor DBN
Pulmo : Vesikular +/+, retraksi dinding dada -/Abd : tampak cembung (+), Bu (+)
Ekstremitas akral hangat (+), CRT < 2, edema tungkai
+/+
A : Gizi buruk tipe marasmik-kwashiorkor kondisi 5
dengan Infeksi Saluran kemih + infeksi saluran
pernafasan atas

IV plug
Keb
Kalori
100-150
kkal/kgBB/hari
ReSoMal 50-100 cc / tiap diare
Bubur susu 3x sehari
Picyn 4x300mg IV
Gentamisin 2x24 g IV
Bromheksin 3x2mg
KCL 3x150 mg
F75 12x80ml
As.folat 5mg 1x1
Vit A 200.000 IU
Dhavit syr 1x1/2 cth
rencana mantoux test

30-7-16

BB: 7,2 kg

LLA: 9cm
LK: 41 cm
LPD:40cm
LPB:41cm

S: Bengkak pada kaki (+), perut buncit sudah berkurang


(+), demam (-), Batuk berdahak (+), sesak (-), BAB
sedikit cair (+), 6x, BAB berlendir (-), BAB kehitaman
(-), Makan tidak mau, minum susu F75 mau (+), BAK
baik
O : KU : tampak sakit sedang,
Kes : compos mentis
TTV :
RR : 22x/menit
HR : 105 kali / menit
T : 36,5oC
Turgor kulit baik, mukosa bibir kering(-), mata cekung
(-), ubun-ubun cekung (+),
Thorax : cor DBN
Pulmo : Vesikular +/+, retraksi dinding dada -/Abd : tampak cembung (+), Bu (+)
Ekstremitas akral hangat (+), CRT < 2, edema tungkai
+/+
A : Gizi buruk tipe marasmik-kwashiorkor kondisi 5
dengan Infeksi Saluran kemih + infeksi saluran
pernafasan atas

IV plug
Kalori 100-150 kkal/kgBB/hari
ReSoMal 50-100 cc / tiap diare
Bubur susu 3x sehari
Zink 1x20mg
Lacto B 2x1 sachet
Picyn 4x300mg IV
Gentamisin 2x24 g IV
Bromheksin 3x2mg
KCL 3x150 mg
F100 12x90ml
As.folat 1mg 1x1
Vit A 200.000 IU
Baca mantoux test setelah 4872 jam

31-7-16

BB: 6,9 kg

LLA:10cm
LK: 41 cm
LPD:40cm
LPB:41cm

S: Bengkak pada kaki mulai berkurang (+), perut


buncit sudah berkurang (+), demam (-), Batuk
berdahak (+), sesak (-), BAB sedikit cair (+), 4x, BAB
berlendir (-), BAB kehitaman (-), Makan mau, minum
susu F75 mau (+), BAK baik
O : KU : tampak sakit sedang,
Kes : compos mentis
TTV :
RR : 24x/menit
HR : 110 kali / menit
T : 36,5oC
Turgor kulit baik, mukosa bibir kering(-), mata cekung
(-), ubun-ubun cekung (+),
Thorax : cor DBN
Pulmo : Vesikular +/+, retraksi dinding dada -/Abd : tampak cembung (+), Bu (+)
Ekstremitas akral hangat (+), CRT < 2, edema tungkai
+/+
A : Gizi buruk tipe marasmik-kwashiorkor kondisi 5
dengan Infeksi Saluran kemih + infeksi saluran
pernafasan atas

ReSoMal 50-100 cc / tiap diare


Bubur susu 3x sehari
Zink 1x20mg
Lacto B 2x1 sachet
Picyn 4x300mg IV
Gentamisin 2x24 g IV
Bromheksin 3x2mg
KCL 3x150 mg
F100 12x100ml
As.folat 1mg 1x1

01-8-16

BB: 6,5 kg

LLA:10cm
LK: 41 cm
LPD:40cm
LPB:42cm

S: Bengkak pada kaki (-), perut buncit sudah berkurang


(+), demam (-), Batuk berdahak (+), sesak (-), BAB
sudah mulai lunak (+), 3x, BAB berlendir (-), BAB
kehitaman (-), Makan mau, minum susu F75 mau (+),
BAK baik
O : KU : tampak sakit sedang,
Kes : compos mentis
TTV :
RR : 28x/menit
HR : 115 kali / menit
T : 36,6oC
Mantoux test (-),
Turgor kulit baik, mukosa bibir kering(-), mata cekung
(-), ubun-ubun cekung (+),
Thorax : cor DBN
Pulmo : Vesikular +/+, retraksi dinding dada -/Abd : tampak cembung (+), Bu (+)
Ekstremitas akral hangat (+), CRT < 2, edema tungkai
-/ A : Gizi buruk tipe marasmik-kwashiorkor kondisi 5
dengan Infeksi Saluran kemih + infeksi saluran
pernafasan atas

F100 12x100ml
MLTS 650 kkal
ReSoMal 50-100 cc / tiap diare
Zink 1x20mg
Lacto B 2x1 sachet
Bromheksin 3x2mg
KCL 3x150 mg
As.folat 1mg 1x1
Rencana periksa feses & urin

HASIL LABOR
Hasil Feses:
Warna : kuning
Bau : khas
Konsistensi : lunak
Darah : Lendir : Cacing dewasa : Telur cacing : Amuba : Eritrosit : Leukosit : Lemak : Sisa makanan :-

Urin :
Warna : kuning
Kekeruhan : jernih
Protein : Reduksi : Bilirubin
: Urobilinogen : Ceton
: PH: 5,5
Nitrit
: Berat jenis
: 1.005
Leukosit : 0-1/LPB

02-8-16

BB: 6 kg

LLA:10cm
LK: 41 cm
LPD:40cm
LPB:42cm

S: Bengkak pada kaki (-), perut buncit sudah


berkurang (+), demam (-), Batuk berdahak (+),
sesak (-), BAB sudah mulai lunak (+), 6x, BAB
berlendir (-), BAB kehitaman (-), Makan mau,
minum susu F75 mau (+), BAK baik
O : KU : tampak sakit sedang,
Kes : compos mentis
TTV :
RR : 26x/menit
HR : 100 kali / menit
T : 36,8oC
Mantoux test (-),
Turgor kulit baik, mukosa bibir kering(-), mata cekung
(-), ubun-ubun cekung (+),
Thorax : cor DBN
Pulmo : Vesikular +/+, retraksi dinding dada -/Abd : tampak cembung (+), Bu (+)
Ekstremitas akral hangat (+), CRT < 2, edema tungkai
-/ A : Gizi buruk tipe marasmik-kwashiorkor kondisi 5
dengan Infeksi Saluran kemih + infeksi saluran
pernafasan atas

F100 12x100ml
MLTS 650 kkal
ReSoMal 50-100 cc / tiap diare
Feroglobin syr 2x1/2 cth
Zink 1x20mg
Lacto B 2x1 sachet
Bromheksin 3x2mg
KCL 3x150 mg

03-8-16

BB: 6 kg

LLA:11cm
LK: 41 cm
LPD:40cm
LPB:42cm

S: Bengkak pada kaki (-), perut buncit sudah


berkurang (+), demam (-), Batuk berdahak (+), sesak
(-), BAB sudah mulai lunak (+), BAB berlendir (-),
BAB kehitaman (-), Makan mau, minum susu F75 mau
(+), BAK baik
O : KU : tampak sakit sedang,
Kes : compos mentis
TTV :
RR : 22x/menit
HR : 106 kali / menit
T : 36,4oC
Mantoux test (-),
Turgor kulit baik, mukosa bibir kering(-), mata cekung
(-), ubun-ubun cekung (+),
Thorax : cor DBN
Pulmo : Vesikular +/+, retraksi dinding dada -/Abd : tampak cembung (+), Bu (+)
Ekstremitas akral hangat (+), CRT < 2, edema tungkai
-/ A : Gizi buruk tipe marasmik-kwashiorkor kondisi 5
dengan Infeksi Saluran kemih + infeksi saluran
pernafasan atas

F100 6x200ml
ML 650 kkal
ReSoMal 50-100 cc / tiap diare
Feroglobin syr 2x1/2 cth
Zink 1x20mg
Lacto B 2x1 sachet
Bromheksin 3x2mg
KCL 3x150 mg

04-8-16

BB: 6,2 kg

LLA:11cm
LK: 41 cm
LPD:40cm
LPB:42cm

S: Bengkak pada kaki (-), perut buncit sudah berkurang


(+), demam (-), Batuk berdahak (+), sesak (-), BAB
sudah mulai lunak (+),
BAB berlendir (-), BAB
kehitaman (-), Makan mau, minum susu F75 mau (+),
BAK baik

O : KU : tampak sakit sedang,


Kes : compos mentis
TTV :
RR : 20x/menit
HR : 100 kali / menit
T : 37,0oC
Mantoux test (-),
Turgor kulit baik, mukosa bibir kering(-), mata cekung
(-), ubun-ubun cekung (+),
Thorax : cor DBN
Pulmo : Vesikular +/+, retraksi dinding dada -/Abd : tampak cembung (+), Bu (+)
Ekstremitas akral hangat (+), CRT < 2, edema tungkai
-/ A : Gizi buruk tipe marasmik-kwashiorkor kondisi 5
dengan Infeksi Saluran kemih + infeksi saluran
pernafasan atas

F100 12x200ml
ML 750 kkal
ReSoMal 50-100 cc / tiap diare
Feroglobin syr 2x1/2 cth
Zink 1x20mg
Lacto B 2x1 sachet
Bromheksin 3x2mg
KCL 3x150 mg

05-8-16

BB: 6,5 kg

LLA:11cm
LK: 41 cm
LPD:40cm
LPB:42cm

S: Bengkak pada kaki (-), perut buncit sudah berkurang


(+), demam (-), Batuk berdahak (+), sesak (-), BAB
sudah mulai lunak (+),
BAB berlendir (-), BAB
kehitaman (-), Makan mau, minum susu F75 mau (+),
BAK baik
O : KU : tampak sakit sedang,
Kes : compos mentis
TTV :
RR : 24x/menit
HR : 111 kali / menit
T : 36,5oC
Mantoux test (-),
Turgor kulit baik, mukosa bibir kering(-), mata cekung
(-), ubun-ubun cekung (+),
Thorax : cor DBN
Pulmo : Vesikular +/+, retraksi dinding dada -/Abd : tampak cembung (+), Bu (+)
Ekstremitas akral hangat (+), CRT < 2, edema tungkai
-/ A : Gizi buruk tipe marasmik-kwashiorkor kondisi 5
dengan Infeksi Saluran kemih + infeksi saluran
pernafasan atas

F100 12x200ml
ML 750 kkal
ReSoMal 50-100 cc / tiap diare
Feroglobin syr 2x1/2 cth
Zink 1x20mg
Lacto B 2x1 sachet
Bromheksin 3x2mg
KCL 3x150 mg

06-8-16

BB: 6,7 kg

LLA:11cm
LK: 41 cm
LPD:40cm
LPB:42cm

S: Bengkak pada kaki (-), perut buncit sudah berkurang


(+), demam (-), Batuk berdahak (+), sesak (-), BAB
sudah mulai lunak (+), BAB berlendir (-), BAB
kehitaman (-), Makan mau, minum susu F75 mau (+),
BAK baik
O : KU : tampak sakit sedang,
Kes : compos mentis
TTV :
RR : 23x/menit
HR : 110 kali / menit
T : 36,8oC
Mantoux test (-),
Turgor kulit baik, mukosa bibir kering(-), mata cekung,
ubun-ubun cekung (+)
Thorax : cor DBN
Pulmo : Vesikular +/+, retraksi dinding dada -/Abd : tampak cembung (+), Bu (+)
Ekstremitas akral hangat (+), CRT < 2, edema tungkai
-/ A : Gizi buruk tipe marasmik-kwashiorkor kondisi 5
dengan Infeksi Saluran kemih + infeksi saluran
pernafasan atas

F100 12x200ml
ML 750 kkal
ReSoMal 50-100 cc / tiap diare
Feroglobin syr 2x1/2 cth
Zink 1x20mg
Lacto B 2x1 sachet
Bromheksin 3x2mg
KCL 3x150 mg

Click icon to add picture

PEMBAHASAN

DIAGNOSIS
GIZI BURUK :
Teori
Kriteria diagnosis gizi
buruk

Kasus

Terlihat sangat kurus


Edema nutrisional, simetris
BB/TB <-3 SD
Lingkar lengan atas < 11,5 cm

Anak kurus (+)


Edema tungkai +/+, perut
membuncit (+)
BB 6,5kg (<-3SD) PB 73cm(>-2SD)
BB/TB : 6,5/73cm <-3SD
BMI : 12.21
BB menurut U : Med 9,9kg (
PB menurut U : Med 76,9 cm
BB menurut PB : Med 9,1kg
BMI menurut U : Med 16,9

Lingkar lengan atas : 8 cm <


11,5cm

ANTROPOMETR
I PASIEN BB/TB

ANTROPOMETRI PASIEN LILA

DIAGNOSIS TIPE MARASMIK- KWASHIORKOR :

Marasmus
Perubahan mental
sampai apatis
Anemia
Perubahan warna dan
tekstur rambut, mudah
dicabut / rontok
Gangguan sistem
gastrointestinal
Pembesaran hati
Perubahan kulit
(dermatosis)
Artrofi otot
Edema simetris pada
kedua punggung kaki,
dapat sampai seluruh
tubuh

Kwashiorkor

Penampilan wajah seperti


orang tua, terlihat sangat
kurus
Perubahan mental, cengeng
Kulit kering, dingin dan
mengendor, keriput
Lemak subkutan menghilang
hingga turgor kulit
berkurang
Otot artrofi sehingga kontur
tulang terlihat jelas
Kadang-kadang terdapat
bradikardia
Tekanan darah lebih rendah
dibandingkan anak sehat
yang sebaya.

Pasien
Cengeng
Rambut merah
mudah rontok
Gangguan GIT
Dermatosis
Artrofi otot
Edema punggung
kaki simetris
Wajah seperti orag
tua
Lemak subkutan
hilang
Kontour tulang
terlihat

Kondisi pasien saat datang


KU : TSS
Kes : CM
TD: 90/60mmhg
HR: 110 x/i

Rejatan (Syok) (-)

RR:22x/i
T:36,4 C

Latergis (-)

Latergis (-)
Muntah 1x gelas
Diare (-)

Muntah/diare/dehidra
si(-)

Mata cekung& ubun ubun


cekung (+) KEP
Turgor kulit baik (+)
BAK sering (+)

Kondisi
5

Berikan
cairan dan
makanan
menurut
rencana V.

TATALAKSANA AWAL
Rencana 5
50ml glukosa 10% oral
pantau V.Sign
2 jam pertama
F75/30menit (sesuai
dosis)
10 jam berikutnya
F75/2 jam, beri Asi
diantara F75 (jika
ada)
Jika habis ubah
F75/4jam

Terapi awal pasien di


IGD

F75 12x90cc
Vitamin A 200.000 IU
Dhavit Sirup 1x cth
Asam Folat 5mg 1x1

F75 12X 90 CC

Kebutuhan kalori 80-220 kkal/Kg/hari


BB pasien 6,5 kg 20% 5,2kg
Keb kal doli: 5,2 x 80-220 = 416 kkal s.d 1144 kkal / hari
Nilai kalori F 75 = 750 kkal/ 1000 cc 0,75 kkal/1 cc

12x (90 x 0,75) :810 kkal ( jadi kebutuhan kalori doli


terpenuhi)

Hipoglikemi
(-)

Hipotermi (-)

Langkah 1& 2
cegah

LANGKAH 3. ATASI DAN CEGAH DEHIDRASI

Diare (-), BAB lunak (+), Penurunan BB selama terapi (+), penurunan
BB sering saat frekuensi BAB meningkat, makan (+), minum (+)

Beri Resomal setiap kali setelah BAB


Anak < 2 th 50-100 ml
Anak > 2 tahun 100-200ml

LANGKAH 4: KOREKSI KESEIMBANGAN ELEKTROLIT


Kelemahan otot (+)
K+ : 1,4 mEq (3,5-5 mEq)

Hipokalemia

Koreksi :
75 mEq/kg/hari/oral
75x5,2 = 390mEq

Pada pasien

KCL 3x150 mg 450 mEq

Cek elektrolit ulang : hentikan terapi jika kalium telah terkoreksi

LANGKAH 5 : OBATI & CEGAH INFEKSI

Malnutrisi

Tanda infeksi sering tersembunyi

Cegah dengan antibiotik spektrum luas


Ampisilin 4x 300mg efektif untuk gram positif
Gentamisin 2x24 mg efektif untuk gram negatif

PADA PASIEN TERDAPAT BATUK 2 MINGGU DAN TERDAPAT


RIWAYAT BATUK DEMAM BERULANG SUSP TB
Parameter

Skor

Kontak
TB

Uji Tuberkulin

Status gizi buruk


Demam
jelas

tanpa

Skor 3 hari ke 4 rawatan di


lakukan uji Tuberkulin

2
sebeb 1

Hasil (-)

Batuk baru 2 minggu


Pembesaran
limfe
koli,
inguinal

0
kelenjar 0
aksila,

Pembengkakan tulang/ 0
sendi panggul, lutut,
falang
Foto thoraks

Jumlah

Susp TB dapat disingkirkan


Terapi batuk ISPA
Bromheksin 3x 2 mg
Dosis Bromheksin : 0,2-0,3 mg/kg /kali (3x) 1,5 mg
Bromheksin bekerja secretolytic agent

ANAM : BAK SERING , DEMAM


URINALISA :

Susp ISK
Urinalisa:

Warna : kuning
Kekeruhan : keruh
Protein :Reduksi :Bilirubin :Urobilinogen
:Ceton :-

PH : 6,5
Nitrit : positif 1
Berat jenis : 1010
Leukosit : 20-25/LPB
Eritrosit : 15-20/LPB
Epitel :Silinder :Kristal : -

Diagnosis komorbid

Gizi buruk tipe marasmikkwashiorkor kondisi 5


dengan ISPA dan susp ISK

Eritrosit U >5 /lpb


Leukost U > 5/lpb
Nitrit (+)

01-8-2016

Urinalisa : dalam batas normal

Sesuai dengan langkah 5 (terapi infeksi) pada 10 langkah terapi gizi


buruk Dianggap sembuh

Terapi eradikasi bakteri di saluran kemih efektif

LANGKAH 6. KOREKSI DEFISIENSI


MIKRONUTRIEN
Teori pemberian harian
selama 2 minggu

Suplemen/ Multivitamin
Asam Folat 1mg/hari
Zinc 2 mg/kg/hari
Preparat Besi 3mg/kg/hari
(pada fase rehabilitasi )

Pada pasien

Dhavit syr 2 x cth


Asam folat 5 mg 1x1
Zinc 1 x 20mg
Feroglobin syr 2 x cth

VITAMIN A
Teori
Gejala
Tidak ada gejala
mata atau tidak
pernah
sakit
campak dalam 3
bulan terakhir

Umur
< 6 bulan\
6 - 11 bulan
1 - 5 tahun

Hari ke-1
Diberi
kapsul
dengan
dosis
sesuai
umur

Hari ke-2
Tidak
diberi
kapsul

Hari ke-15
Tidak
diberi
kapsul

Dosis
50.000 SI (1/2 kapsul biru)
100.000 SI (1 kapsul biru)
200.000 SI (1 kapsul merah)

Sesuai dengan terapi


pasien

Pasien di beri vit A 1x200.000 IU


Sesuai dengan dosis pasien dan
hanya di beri pada hari pertama

Pemberian zinc dapat di berikan pada pasien dengan diare atau dermatosis,
karena dapat membantu reepitelisasi dengan baik

Prebiotik (lacto B) dapat menghasilkan asam organik yang dapat


menghambat pertumbuhan bakteri patogen

Pada pasien dengan gizi buruk perlu diberi stimulasi sensorik dan dukungan
emosional berupa kasih sayang, terapi bermain terstruktur 15-30 menit/hari,
peningkatan keterlibatan ibu (memberi makan, memandikan, bermain).

HASIL LABORATORIUM
26-07-2016

Kolesterol total 36 mg/dl (<200 mg/dl): hipokolesteronemia


deposit lemak dalam darah berkurang

Albumin 2,9 g/dl (3,5 g/dl): hipoalbumin karena protein


pembentuk albumin sedikit

Ureum 11mg/dl (< 15mg/dl) karena protein << amonia


<< oleh bakteri usus ureum <<

DAFTAR PUSTAKA

Riset Kesehatan Dasar. 2007. Jakarta : Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan. Departemen Kesehatan, Republik Indonesia.
2. Departemen Kesehatan Republik Indonesia Direktorat Jenderal Bina Kesehatan Masyarakat Direktorat Bina Gizi Masyarakat. Sistem Kewaspadaan Dini
(SKD) KLB-Gizi Buruk. Departemen Kesehatan RI, 2008.
3. Soetjiningsih.2004. Tumbuh Kembang Remaja dan Permasalahannya. Jakarta: Sagung seto.
4. Depkes RI. 1999. Pedoman Tatalaksana Kurang Energi Protein Pada Anak di Puskesmas dan di Rumah Tangga. Depkes, Jakarta
5. Syam Fahrial. Malnutrisi. Dalam: Sudojo A, Bambang S, Alwi I, Simbadibrata M,Setiadi S, Editor. Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam jilid 1 Edisi V. Jakarta:
InternaPublishing. 2009;355-652.
6. Direktorat Gizi Masyarakat. Sistem Kewaspadaan Dini (SKD) KLB. Gizi Buruk.Jakarta: Depkes RI Dirjen Bina Kesehatan Masyarakat. 2008;
7. Yaszero.MengenalKwashiorkor http://epiders.blogspot.com/2011/11/mengenal-kwashiorkor.html
8. Yaszero.Epidemiologi Penanggulangan Marasmus http://epiders.blogspot.com/2011/11/epidemiologipenanggulanganmarasmus.html
9. Riset Kesehatan Dasar. 2013. Jakarta: Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Kementrian Kesehatan RI
10. Riset Kesehatan Dasar Provinsi Riau. 2013. Jakarta: Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Kementrian Kesehatan RI
11. Emedicine. Protein Energy Malnutrition. Diunduh pada tanggal 25 November 2012 dari : http://
emedicine.medscape.com/article/1104623-overview#a0101
12. Pudjiadi, HA. Et all. 2010. Pedoman Pelayanan Medis. Ikatan Dokter Anak Indonesia. Jakarta: Pengurus Pusat Ikatan Dokter Anak Indonesia.
13. Kementerian Kesehatan RI. 2011. Buku Petunjuk Teknis Tatalaksana Anak Gizi Buruk. Buku I. Jakarta: Direktorat Bina Gizi Masyarakat, Direktorat
Jenderal Bina Kesehatan Masyarakat.
Kementerian Kesehatan RI. 2011. Buku Petunjuk Teknis Tatalaksana Anak Gizi Buruk. Buku II. Jakarta: Direktorat Bina Gizi Masyarakat, Direktorat
Jenderal Bina Kesehatan Masyarakat.
14. Susanto JC., Mexitalia m., Nasar SS. 2011. Buku Ajar Nutrisi Pediatrik dan Penyakit Metabolik. Jilid I. Jakarta: Badan Penerbit IDAI.
15. Indonesian Nutrition Network. Pedoman Tata Laksana KEP pada Anak di Rumah Sakit Kabupaten/Kota. Diunduh tanggal 30 November 2012 dari :
http://gizi.depkes.go.id/pedoman-gizi/pd-kep-kab-kota.shtml
16. Pudjiadi Solihin. Penyakit KEP (kurang Energi dan Protein) dari Ilmu Gizi Klinis pada Anak. Edisi keempat. Fakultas Kedokteran Univesitas Indonesia.
Jakarta. 2005 : 95-137.
17. Kliegman RM, Behrman RE, Jenson HB, Stenton BF. Nelson Textbook of Pediatrics.18th Edition. United States of America : Sunders Elsevier
Inc.2007. Hal : 229-232
1.