Anda di halaman 1dari 18

Abses Hati Amuba

Pembimbing : dr. Darmadi, Sp.PD, KGEH

Oleh: Sakinah Nurul Aini, S.Ked

8/14/16

Pendahuluan
Abses Hati Amuba

Prevalensi yang tinggi

lebih sering didapatkan


secara endemik

Akibat:
sanitasi buruk,
status ekonomi
rendah
gizi yang buruk

Masalah

8/14/16

Anatomi hati

8/14/16

Definisi

Abses hati amuba adalah penimbunan atau


akumulasi debris nekro-inflamatori purulen di
dalam parenkim hati yang disebabkan oleh
amuba, terutama entamoeba hystoliyica

8/14/16

Epidemiologi

AHA di negara berkembang didapatkan secara


endemik.
Hampir 10 % penduduk dunia terutama di
daerah tropis dan subtropis terinfeksi
E.histolytica tetapi hanya 1/10 yang
memperlihatkan gejala.
Perbandingan laki-laki:wanita= 10:1
Biasanya pada rentang usia antara 20-50
tahun, dan tersering pada dekade keempat
Amebiasis merupakan infeksi tertinggi ketiga
penyebab kematian setelah schistosomiasis
dan malaria
8/14/16

Daerah endemis AHA, meliputi: Afrika, Asia


Tenggara, Meksiko, Venezuela dan kolombia
Insiden abses hati amuba di Amerika Serikat
mencapai 0,05%, sedangkan di India dan
Mesir mencapai 10-30% per tahun
Insiden AHA di rumah sakit seperti Thailand
berkisar 0,17%, sedangkan di berbagai rumah
sakit di Indonesia berkisar antara 5-15%
pasien per tahun

8/14/16

Etiologi

Entamoeba histolytica adalah protozoa usus


kelas Rhizopoda yang mengadakan
pergerakan menggunakan pseupodia/kaki
semu

8/14/16

Patogenesis

8/14/16

8/14/16

Gambaran Klinis

10

8/14/16

Diagnosis

Anamnesis dan pemeriksaan fisik merupakan


hal terpenting untuk menegakkan diagnosis.
Pemeriksaan fisik didapatkan peningkatan
temperatur, pembesaran hati dan nyeri tekan.
Jaundice jarang ditemukan.

11

8/14/16

Diagnosis abses hati amuba juga dapat


menggunakan kriteria Sherlock (2002), yaitu:

Ada riwayat berasal dari daerah endemik


Hepatomegali pada laki-laki muda
Respon baik terhadap obat amebisid
(metronidazole)
Leukositosis tanpa anemia pada riwayat sakit
yang tidak lama dan leukositosis dengan riwayat
sakit yang lama
Ada dugaan amubiasis pada pemeriksaan foto
thoraks PA dan lateral
Pemeriksaan scan didapatkan filling defect
Tes fluorescent antibodi amuba positif
12

8/14/16

Pemeriksaan penunjang
Pemeriksaan

13

8/14/16

Diagnosis banding

14

8/14/16

Terapi
Drainase
Aspirasi
Medikamentosa

15

8/14/16

Berdasarkan kesepakatan PEGI (Perhimpunan Endoskopi


Gastrointestinal Indonesia) dan PPHI (Perhimpunan Peneliti Hati
Indonesia) di surabaya pada tahun 1996

Abses hati dengan diameter 1-5 cm diberikan


terapi medikamentosa, apabila respon negatif,
maka dilakukan aspirasi.
Abses hati dengan diameter 5-8 cm dapat
dilakukan aspirasi berulang.
Abses hati dengan diameter 8 cm harus
dilakukan drainase perkutan.

16

8/14/16

Prognosis

Abses hati amuba merupakan panyakit yang


sangat treatable.
Angka kematiannya < 1% apabila tanpa
penyulit.
Penegakkan diagnosis yang terlambat dapat
memberikan penyulit abses ruptur sehingga
meningkatkan angka kematian, apabila ruptur
ke dalam peritoneum maka angka
kematiannya sebesar 20 %, apabila ruptur ke
dalam perikardium maka angka kematian 32100%

17

8/14/16

18

8/14/16