Anda di halaman 1dari 17

Lokasi Kegiatan

Lokasi di Jl. Ir. Soekarno No.6 Desa Beji Kecamatan Junrejo Kota Batu
Provinsi Jawa Timur

Skala/Besaran Rencana Usaha dan/atau


Kegiatan
Luas lahan

: 497 m2

Jumlah lantai

: 5 lantai

Kapasitas

: 300 kursi

Konsep Rencana
Sebelumnya berupa bangunan yang diperuntukkan sebagai
Dealer Sepeda Motor, yang telah memiliki IMB.
Dialihfungsikan sebagai layanan jasa pariwisata dalam bidang
penyediaan makanan dan minuman, sesuai dengan
Visi Cafe dan Resto Dezzava :
Terwujudnya peningkatan kesejahteraan masyarakat,
khususnya dalam usaha wisata kuliner (cafe dan resto).
Konsep Cafe dan Resto Dezzava adalah perpaduan antara
konsep restoran dan cafe, yaitu :
Restoran yang menyediakan makanan dan minuman, dengan
kuliner khas, yaitu Bebek Jumpalitan sebagai icon kuliner di Cafe
dan Resto Dezzava dalam mendukung pengembangan wisata
kuliner di Kota Batu.
Cafe yang menyediakan makanan dan minuman ringan, yang
menawarkan suasana santai dengan visualisasi alam pegungunan
Kota Batu sebelah utara (Lereng G. Arjuno) bagi pengunjung.

Tata Letak dan Penggunaan Ruang


Cafe dan Resto
Dezzava berupa
bangunan 5 lantai.
Terdapat 3 lantai
berada di bawah
permukaan jalan
karena mengikuti
kondisi topografi yang
curam (25-40%).
terlihat seperti lantai
bawah (grond floor)
dari sisi depan.

Denah Bangunan

Tata Letak dan Penggunaan Ruang


Bangunan Cafe dan Resto Dezzava terdiri dari :
Bangunan Eksisting
Sebelumnya bangunan ini diperuntukkan sebagai Dealer Sepeda
Motor yang telah memiliki IMB.
Bangunan ini direnovasi dan terintegrasi dengan bangunan baru
yang ada di bawahnya.
Bangunan Baru
Bangunan baru mengikuti topografi lahan.
Berada di bawah permukaan jalan, terintegrasi dengan
bangunan lama yang dihubungkan dengan tangga.
Bangunan baru menghadap ke timur laut (membelakangi
bangunan lama).

Prasarana dan Sarana


PENGELOLAAN SAMPAH
Timbulan Sampah
Timbulan sampah bersumber dari dapur, karyawan, dan
pengunjung. Besar timbulan sampah restoran direncanakan
sebesar 2 Liter/pelanggan/hari, yang didasarkan oleh penelitian
yang dilakukan pada hotel dan restoran di Kota Bandung.
Dengan jumlah pengunjung atau pelanggan puncak sebesar 300
orang, maka volume sampah yang dihasilkan diprakirakan
sebesar 0,6 m3/hari.
Berdasarkan penelitian yang dilakukan tersebut diatas,
komposisi sampah restoran terdiri dari 73% sampah organik,
12% sampah plastik, 11% sampah kertas, dan sisanya 4%
sampah lainnya. Sehingga komposisi
sampah
yang dihasilkan
Komposisi
Timbulan Sampah
No
Uraian
(%)
(m /hari)
adalah
:
3

1
2
3
4

Sampah
Sampah
Sampah
Sampah
Jumlah

Organik
Plastik
Kertas
Lainnya

73
14
12
4

0,438
0,072
0,066
0,024

100

0,600

Prasarana dan Sarana


Pewadahan Sampah
Untuk sampah dapur digunakan wadah dengan kapasitas 0,5 m3
sebanyak 2 unit yang digunakan secara bergantian.
Untuk masing-masing lantai bangunan disediakan minimal 1
wadah berupa kotak sampah dengan dengan kapasitas 50 100
L.
Untuk sampah taman disediakan 1 wadah sampah dengan
kapasitas 100 L.
Pengumpulan Sampah
Pengumpulan sampah dapur dilakukan dengan mengganti
wadah sampah yang telah terisi dengan wadah yang kosong,
yang telah diangkut oleh petugas kebersihan.
Pengumpulan sampah dari masing-masing lantai dilakukan kotak
sampah beroda.
Pengangkutan Sampah
Pengangkutan sampah dilakukan melalui kerjasama dengan
Dinas Kebersihan Dan Pertamanan Kota Batu atau dengan
masyarakat setempat, dengan membayar tarif yang telah

Prasarana dan Sarana


PENGELOLAAN AIR LIMBAH
Air limbah yang berasal dari dapur (15,0 m3/hari) dan wastafel (3,0
m3/hari) sebanyak 18,0 m3/hari dialirkan menuju Instalasi
Pengolahan Air Limbah (IPAL) dengan kapasitas 20 m3.
Sebelum masuk IPAL, aliran limbah melewati penangkap minyak
dan lemak (oil catcher) berupa grease trap.
Air limbah yang telah terolah dan memenuhi baku mutu
selanjutnya dialirkan ke badan air.
Air limbah yang berasal dari toliet dan kamar mandi (7,5 m3/hari),
serta mushola (3,0 m3/hari) dialirkan ke Tangki Septik (septic tank).
Lumpur yang ada dalam septic tank akan dilakukan penyedotan
secara berkala, atau dapat dilakukan secara insidentil sesuai
kebutuhan. Pelaksanaan penyedotan akan dilakukan melalui
kerjamasa dengan pihak ketiga.
Air sisa bekas penyiraman taman dan jalan lingkungan, langsung
meresap ke dalam tanah.
Baku mutu air limbah yang digunakan adalah Pergub Jatim 72
Tahun 2013 Tentang Baku Mutu Air Limbah Bagi Industri Dan/Atau
Kegiatan Usaha Lainnya.

Prasarana dan Sarana


DRAINASE DAN RESAPAN
Drainase direncanakan dengan sistem tertutup yang terletak di
depan lokasi kegiatan, dan terintegrasi dengan saluran drainase
kota, sesuai dengan arahan yang tertuang dalam Keterangan
Rencana Kota (KRK).
Drainase pada bagian belakang dibuat dengan menyesuaikan
kondisi topografi wilayah yang mengarah ke arah tenggara yang
selanjutnya menuju saluran drainase alamiah (sungai) yang ada di
belakang lokasi kegiatan.
Dikembangkan Lubang Resapan Biopori sesuai dengan arahan KRK.
Pembuangan lubang resapan biopori ini merupakan langkah dan
upaya dalam rangka untuk menambah ketersediaan air tanah
sebagai konsekuensi dari pemanfaatan air tanah.
Kriteria persyaratan lokasi, konstruksi, dan pemeliaraan lubang
resapan biopori ini mengacu pada Permen LH No.12 Tahun 2009
Tentang Pemanfaatan Air Hujan.

Hasil Pemantauan
KUALITAS UDARA DAN KEBISINGAN
Tidak ditemukan parameter udara ambien yang melebihi baku
mutu udara ambien (Pergub Jatim No.10 Tahun 2009).
Kebisingan masih di bawah baku tingkat kebisingan
(Kep/48/Menlh/11/1996)
Hasil
No
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16

Parameter
Nitrogen Oksida (NOx)
Sulfur Dioksida (SO2)
Ammonia (NH3)
Hidrogen Sulfida (H2S)
Hidrokarbon (HC)
Carbon Monoksida (CO)
Oksidan (O3)
Timbal (Pb)
Debu
Kebisingan
Temperatur
Kelembaban
Tekanan Udara
Arah Angin
Kecepatan Angin
Cuaca

Satuan

Baku Mutu

g/m3
g/m3
g/m3
g/m3
ppm
ppm
g/m3
mg/m3
mg/m3
dBA
0
C
%
mmHg
(dari utara)
m/s
-

92,5
262
1360
42
0,24
20
200
0,06
0,26
55
-

Pemantaua
n
0,128
0,159
9,662
0,135
0,15
tt
0,533
<0,0036
0,107
54,8
27,1
71
729,6
20
0,4
Cerah

Hasil Pemantauan
KUALITAS AIR BADAN AIR
Tidak ditemukan parameter air badan air yang melebihi baku mutu
air permukaan (Perda Jatim No.2 Tahun 2008).
No
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21

Parameter
Temperatur
pH
DO
BOD
COD
TSS
TDS
Nitrat (NO3 N)
Phosphat (PO4 P)
Boron
Krom 6+
Arsen
Kadmium
Tembaga
Raksa
Timbal
Selenium
Seng
Kobalt
Total Coliform
Coli Tinja

Satuan

Baku Mutu

C
mg O2/L
mg/L
mg/L
mg/L
mg/L
mg/L
mg/L
mg/L
mg/L
mg/L
mg/L
mg/L
mg/L
mg/L
mg/L
mg/L
mg/L
MPN/100ml
MPN/100ml

Deviasi 3
69
3
6
50
400
1000
20
1
1
0,05
1
0,01
0,02
0,002
0,03
0,05
0,05
0,2
2000
10000

Hasil Pemantauan
Lokasi
Downsteream
Upstream
25,0
25,0
7,1
6,9
4,4
4,1
5,0
2,85
9,004
7,443
13,1
8,6
320,0
278,0
13,97
11,82
0,111
0,108
0,010
0,009
<0,012
<0,012
tt
tt
<0,0019
0,003
0,097
0,091
tt
tt
<0,0042
<0,0042
tt
tt
<0,0053
tt
tt
tt
39
20
23
14

Hasil Pemantauan
KUALITAS AIR TANAH
Tidak ditemukan parameter air tanah yang melebihi baku mutu air
bersih (Permenkes RI No. 416/Menkes/Per/IX/1990).
No
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
26
26

Parameter
Temperatur
pH
Kekeruhan
Bau
Rasa
KmnO4
TDS
Flurida
Klorida
Nitrat
Sulfat
Kesadahan Total
Nitrit
Detergen
Sianida
Crom +6
Warna
Arsen
Kadmium
Besi
Raksa
Mangan
Timbal
Selenium
Seng
Total Coliform

Satuan
0
C
-NTU
mg/L
mg/L
mg/L
mg/L
mg/L
mg/L
mg/L
mg/L
mg/L
mg/L
mg/L
mg/L
mg/L
mg/L
mg/L
mg/L
mg/L
mg/L
mg/L
mg/L
mg/L
MPN/100 mL

Baku Mutu
3 0C
6,5 9,0
25
Tidak berbau
Tidak Berasa
10
1500
1,5
600
10
400
500
1,0
0,5
0,1
0,05
50
0,05
0,005
1,0
0,001
0,5
0,05
0,01
15
50

Hasil Pemantauan
23,0
6,9
<0,04
Tidak berbau
Tidak Berasa
5,5
356,0
0,423
15,5
5,476
5,275
163
0,012
0,062
tt
<0,012
<0,258
tt
<0,0024
<0,0205
tt
tt
<0,0044
tt
<0,0064
<2

Komponen Kegiatan Penyebab Dampak


Tahap Konstruksi
Pembangunan Fisik
Memasuki tahap akhir konstruksi, dimana masih ada
pembangunan fisik dalam skala yang kecil. Bangunan utama
telah terbangun.
Pembangunan fisik untuk jalan internal, area parkir, sarana
pembuangan limbah, drainase dan resapan.

Tahap Operasi
Rekruitmen Tenaga Kerja Operasional
Kebutuhan tenaga kerja 25 orang, yang terbagi menjadi
bagian manajemen, bagian operasional dapur, bagian
operasional cafe dan restoran, serta bagian kebersihan,
keamanan, dan lingkungan.
Memprioritaskan penyerapan tenaga kerja lokal dari Desa Beji.
Opreasional Cafe dan Resto Dezzava
Operasional Dapur
Operasional Cafe dan Restoran

Dampak Lingkungan

Peta Pemantauan Lingkungan

Peta Pemantauan Lingkungan

Terima Kasih