Anda di halaman 1dari 36

PRESENTASI KASUS

KASUS DISENTRI PADA ANAK PEREMPUAN USIA
12 TAHUN DI PUSKESMAS MUARA BATU
KABUPATEN ACEH UTARA
APRIL 2014
Oleh:
Siska Safriana, S.Ked
Preceptor :
Dr. Machrozal, M. Kes
KEPANITERAAN KLINIK
ILMU KESEHATAN MASYARAKAT
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN DOKTER
UNIVERSITAS MALIKUSSALEH
LHOKSEUMAWE
2014

IDENTITAS PASIEN

Nama

: An. M
Umur
: 12 tahun
Jenis Kelamin
: Perempuan
Agama
: Islam
Suku
: Aceh
Pendidikan
: SD
Pekerjaan
: pelajar
Alamat
: Muara batu

ANAMNESIS
Keluhan

utama : BAB cair disertai lendir dan darah

Keluhan

tambahan : Demam, lemas dan nyeri perut

Riwayat

penyakit sekarang : Buang air besar cair dialami pasien

sejak 1 hari yang lalu sebelum ke puskesmas. BAB cair ± 5 kali
dalam sehari, ampas sedikit, ada lendir dan darah merah
terang.juga disertai Demam terus menerus, nyeri perut
dirasakan terutama saat BAB. Muntah (-) pasien masih
merasakan haus dan mau minum. sebelumnya pasien sudah
coba berobat ke mantri terdekat, namun keluhan tidak
berkurang. Sebelumnya pasien makan dan minum seperti biasa.

Riwayat penyakit dahulu : Riwayat dengan keluhan BAB cair disertai darah dan lendir sebelumnya disangkal. Riwayat pemakaian obat : ada minum obat dari mantri terdekat Riwayat penyakit keluarga : - .

◦ VITAL SIGN Tanda-tanda vital Frekuensi Nadi : 92 x/menit Frekuensi Nafas : 28 x/menit. regular  Suhu : 38.3oC per aksiler .

pembesaran kelenjar getah bening (-) Pernapasasan cuping hidung (-) Regio Thorax Paru-paru Inspeksi :Bentuk dada normal. sianosis (-). raba fremitus simetris.wheezing (-/-). pergerakan dinding dada simetris. pelebaran intercostalis (-). . Palpasi :Pergerakan dada simetris. retraksi intercostalis (-). sklera ikterik (-/-). Perkusi : Sonor pada seluruh lapang paru Auskultasi : Suara napas simetris. mata cowong (-/-). konjungtiva anemis (-/-). rhonki (-/-).ubun-ubun besar cembung (-) Edema palpebra (-/-).PEMERIKSAAN FISIK Regio Kepala/Leher Bentuk kepala normal Ubun-ubun besar cekung (-).

Jantung Inspeksi : Ictus cordis tdk tampak Palpasi : Ictus cordis teraba Perkusi : Batas jantung kanan : axilaris anterior line dekstra. Batas jantung kiri : midclavicula line ICS V sinistra Auskultasi : S1 S2 tunggal. regular. gallop (-) . murmur (-).

. tonus dan kekuatan otot normal. refleks fisiologis normal. refleks patologis (-). organomegali (-).Regio Abdomen Inspeksi : Distensi (-) Auskultasi : Peristaltik kesan meningkat Palpasi : Soefl. nyeri tekan (-). edema (-). deformitas (-). nyeri tekan abdomen (+) Perkusi : Distribusi timpani di keempat kuadran. defans muskular (-). Palpasi : Akral hangat. shifting dulness (-) Regio Ekstremitas Inspeksi : Edema (-).

diagnosa banding : . diagnosa kerja : Disentri B.Rencana Pemeriksaan Penunjang Untuk Diagnosis ◦ Darah rutin ◦ Pemeriksaan Feses ◦ Kultur feses DIAGNOSIS A.disentri basiler  .disentri amoeba  .helmintiasis .

PENATALAKSANAAN PUSKESMAS Paracetamol 3x1 cth B.com 2x1 ◦ PROGNOSA Dubia Ad vitam : ad bonam Dubia Ad fungsionam : ad bonam Dubia Ad sanationam : ad bonam .com 3x1 Ctm Diamfrom USULAN PENATALAKSANAAN Infus RL 15 gtt/i Paracetamol 3x 1 cth Cotrimoksazol 2x cth B.

Sarana air bersih yang belum memadai. menimbulkan bau dan terbuka 5. sampah tersebut jarang dibakar dan dibiarkan membusuk dengan sendirinya. 3. 4. pasien masih menggunakan air sumur tanah tanpa disaring terlebih dahulu untuk keperluan cuci dan memasak. Tempat pembuangan tinja/kakus dekat dengan kamar mandi dan septic tank hanya berjarak 5 meter dari sumur tanah. 2. Terdapat kandang ayam di dekat tempat penmpungan air . Saluran Pembuangan Air Limbah (SPAL) yang tidak memadai.FAKTOR RISIKO LINGKUNGAN FISIK DARI PENYAKIT 1. Tempat pembuangan sampah berada di dekat kamar mandi.

Mikroorganisme yang mendukung terjadinya Disentri adalah diantaranya Shigella sp Faktor Risiko Lingkungan Sosial Dari Penyakit 2. Sosial Ekonomi Kondisi ekonomi pada keluarga ini tergolong menengah ke bawah yang menyebabkan pasien sulit memenuhi kebutuhan gizi sehari-hari .Faktor Risiko Lingkungan Biologis Dari Penyakit 1. 3.

Rendahnya tingkat pendidikan dan pengetahuan yang kurang mengenai prilaku hidup bersih dan sehat dalam rumah tangga menyebabkan pasien mengalami penyakit disentri 5. Akses pelayanan kesehatan 6. keterbatasan biaya (transport) ke puskesmas juga menjadi masalah . Pendidikan dan Pengetahuan 4.Faktor Risiko Lingkungan Sosial Dari Penyakit 3.

PENENTUAN MASALAH KESEHATAN     Penentuan masalah kesehatan penyakit Disentri ialah: Disentri merupakan penyakit yang dapat menular dari makanan yang terkonta minasi dengan kuman shigella. dan rentan terkena pada anak-anak Ketahanan tubuh pasien yang berkurang sehingga kuman dengan cepat menginfeksi saluran cerna seseorang dengan cepat. . Lingkungan rumah yang tidak sehat sehingga bakteri dapat berkembang biak.

upaya promotif yang dapat dilakukan yaitu:  Memberitahukan kepada orang tua atau keluarga pasien tentang penyakit disentri dan komplikasi apabila terlambat penanganan.UPAYA PROMOTIF PADA DISENTRI Dalam kasus ini. .

 Menganjurkan kepada keluarga untuk menggunakan sumber air yang bersih. dan pembuangan sampah yang memenuhi syarat .  Menganjurkan untuk MEMBUAT SPAL.UPAYA PROMOTIF PADA DISENTRI  Meningkatkan pengetahuan pasien dan keluarganya tentang prilaku hidup bersih dan sehat untuk menjaga kebersihan dirinya.

 Pengelolaan sampah yang baik supaya makanan tidak tercemar serangga (lalat.  Menggunakan sandal saat bermain diluar rumah  Mencuci tangan yang benar BAB. kutu.UPAYA PREVENTIF PADA DISENTRI  Membuang tinja yang baik dan benar dengan cara BAB di jamban yang memadai dan menyiram sampai tinja tidak terlihat lagi. dan sebagainya). kecoa.  Meletakkan kandang ayam tidak terlalu dekat dengan rumah atau sumber penampungan air  Mengkonsumsi air yang telah disaring dan dimasak sampai mendidih. dll. setelah . yaitu sebelum makan.

Metronidazole Alternatif yang dapat diberikan:  Ampisilin  Cefixime  Ceftriaxone .UPAYA KURATIF PADA DISENTRI       Koreksi dan maintenance cairan dan elektrolit Diet lunak tinggi kalori dan protein untuk mencegah malnutrisi Dapat digunakan antispasmodik untuk meringankan kolik Antibiotika Pilihan utama untuk Shigelosis (WHO) Kotrimoksazol.

UPAYA REHABILITATIF PADA DISENTRI      Istirahat yang cukup selama dirawat di rumah. agar kebutuhan gizi tetap terpenuhi Menganjurkan mencuci tangan secara rutin sebelum makan dan menggunakan sabun. serta tidak membuang tinja sembarangan Hindari kontak dengan penderita. Menjaga kualitas dan kuantitas makanan sehari-hari di rumah. . Menyarankan untuk selalu menggunakan jamban keluarga yang memenuhi kreteria.

( .

Pendahuluan Di Indonesia 5% dari 3848 orang penderita diare berat menderita disentri basiler disentri basiler dan disentri amoeba banyak ditemukan di negara berkembang dan beriklim tropis Disent ri Insidensi 200 juta kasus 650.2%) dibandingkan diare akut lainnya. .000 kematian terjadi akibat disentri basiler pada anak-anak di bawah umur 5 tahun Angka mortalitas lebih tinggi (6.

dysentriae (serogroup A) b. 4 spesies Shigella yang menyebabkan disentri : a. flexneri (serogroup B) c. S. S. bondii (serogroup C) d. sonnei (serogroup D) . basil non motil. famili Enterobactericeae. gram negatif. S. S.Etiologi Disentri basiler (shigellosis) disebabkan oleh kuman genus Shigella.

Etiologi Disentri Amoeba (amoebiasis) disebabkan oleh parasit protozoa yang dikenal dengan nama Entamoeba histolytica. .

Berenang di air yang terkontaminasi.Faktor Predisposisi a. Makanan. Imunitas tubuh yang kurang f. b. buah dan sayuran yang terkontaminasi. Tinggal di tempat yang kumuh dan padat penduduk . d. Tinja yang digunakan sebagai pupuk. e. c. Air yang terkontaminasi.

Epidemiologi Disentri .

.

kulit kering dan dingin .Patofisiologi kolonisasi kuman di jejunum/ileum/kolon  invasi ke sel epitel mukosa usus & lamina propia  infiltrasi sel sel radang. ekstremitas dingin . nyeri daerah anus – dehidrasi  timbul rasa haus. produksi enterotoksin  invasi ke plak payeri dan KGB mesenterium  hipertrofi. terjadi ulkus  eritrosit dan plasma keluar ke lumen  tinja berlendir bercampur darah . wajah kebiruan. turgor kulit menurun.terjadi terus menerus  luka. penurunan aliran darah ke mukosa  nekrosis mukosa.

dan nyeri perut ringan.  Pemeriksaan fisik  Keadaan Umum  Sikap/keadaan umum : tampak lemah/gelisah  Derajat kesadaran : compos mentis  Tanda vital  Tekanan darah: normal  Suhu :febris  Respirasi : normal/meningkat  Nadi: normal/meningkat . diare mengandung darah dan lendir. Timbul diare ringan 4-5 kali sehari.feses berbau busuk dan kadang bercampur darah dan lendir.tenesmus dan nafsu makan berkurang  Disentri amoeba : timbul penyakit perlahan.demam.Penegakan diagnosis  Anamnesis  Disentri basiler : nyeri perut bagian bawah. perut kembung.

 Mata : konjungtiva anemia (-/-). secret (-) Thoraks: jantung-paru dbn Abdomen Inspeksi: (datar/cembung) Auskultasi: BU (+) meningkat Perkusi : timpani Palpasi : nyeri tekan (+) Ekstremitas: akral dingin (+) . sclera ikterik (-/-) Mulut : sianosis (-/+) Hidung : nafas cuping hidung (-).

PEMERIKSAAN PENUNJANG mikroskopik tinja  adanya eritrosit dan leukosit PMN. GOLD STANDART  dilakukan kultur dan bahan tinja segar atau hapus rectal. Pemeriksaan sigmoidoskopi dilakukan bila segera diperlukan kepastian diagnosis apakah gejala yang terjadi merupakan Pemeriksaan .

Ampisilin 4 kali 500 mg per hari 2.Penatalaksanaan Atasi gangguan keseimbangan cairan dan elektrolit Diet Antibiotik 1. Kotrimoksazol 2 kali 2 tablet per hari 3. Tetrasiklin 4 kali 500 mg per hari selama 5 hari Pengobatan Simptomatik .

◦ Mencuci sayuran dengan bersih sebelum dimasak. ◦ Mencuci dengan bersih alat makan-minum bayi/anakanak dan merendam dalam air mendidih sebelum digunakan . Higienitas Individu ◦ Mengkonsumsi air minum yang sudah dimasak (mendidih).. ◦ Selalu menjaga kebersihan tangan dengan mencuci tangan secara teratur dan menggunting kuku. sendok. cangkir) dengan menggunakan sabun dan dikeringkan dengan udara. ◦ Mencuci alat makan (piring.Edukasi. ikan dan daging mentah atau setengah matang. ◦ Tidak memakan sayuran. garpu) dan alat minum (gelas.. ◦ Mencuci dengan bersih buah-buahan yang akan dikonsumsi..

 Menggunakan air minum dari sumber air bersih  Menghindari pemupukan tanaman dengan kotoran manusia dan hewan.Sanitasi Lingkungan  Pembuangan kotoran manusia yang memenuhi syarat. . Jika menggunakan pupuk kandang dan kompos. pastikan bahwa kondisi pupuk kandang atau kompos tersebut benarbenar kering.

hewan pengerat (tikus). kecoa). Membuang kotoran.Menutup dengan baik makanan dan minuman dari kemungkinan kontaminasi serangga (lalat. air kotor dan sampah organik secara baik dengan tidak membuangnya secara sembarangan . kucing) dan debu. hewan peliharaan (anjing.

kesimpulan Disentri. serta perbaikan higienitas dari penderita . penyakit yang disebabkan oleh bakteri dan amoeba dan memiliki mortalitas tinggi dibandingkan dengan diare Pemeriksaan gold standar dari disentri adalah dengan pemeriksaan kultur tinja atau hapus rectal Pengobatan disentri adalah dengan mencegah dan memperbaiki dehidrasi namun bila kondisi yang berat dapat diberi antibiotika.

TERIMA KASIH .