Anda di halaman 1dari 16

Edukasi Kepada Ibu Hamil

(Bumil) untuk Penanganan


Terjadinya Ketuban Pecah
Dini (KPD)
dr. Diah Ayu Pitaloka

Latar Belakang
Ketuban pecah dini (KPD) merupakan
masalah penting dalam obstetri
berkaitan dengan penyulit kelahiran
prematur dan terjadinya infeksi
korioamnionitis sampai sepsis, yang
meningkatkan morbiditas dan
mortalitas perinatal dan
menyebabkan infeksi ibu (Sarwono,
2008).

Latar Belakang
Insidensi ketuban pecah dini terjadi 10% pada
semua kehamilan.
Pada kehamilan aterm insidensinya bervariasi 619%, sedangkan pada kehamilan preterm
insidensinya 2% dari semua kehamilan.
Hampir semua ketuban pecah dini pada
kehamilan preterm akan lahir sebelum aterm
atau persalinan akan terjadi dalam satu minggu
setelah selaput ketuban pecah.
Sekitar 85% morbiditas dan mortalitas perinatal
disebabkan oleh prematuritas, ketuban pecah
dini berhubungan dengan penyebab kejadian
prematuritas dengan insidensi 30-40% (Sualman,
2009).

Permasalahan

Permasalahan

Saran
Pemberian konseling pada tiap ibu
hamil yang berkunjung untuk kontrol
akan memerlukan banyak waktu.
Pada kelas ibu hamil telah diberikan
sekilas informasi tentang KPD
Pembagian leaflet tentang bahaya
KPD, cara pencegahan, dan info
darurat dapat diberikan saat kontrol di
PONED.

Design Leaflet

Materi Leaflet
Kapan dikatakan anda sedang mengalami
Ketuban Pecah Dini?
Ketika anda merasa terdapat cairan yang keluar
dari vagina, dan usia kehamilan anda kurang dari
37 minggu, anda mungkin sedang mengalami
ketuban pecah dini. Cairan ketuban berwarna
jernih dan kadang berwarna merah muda. Kadang
berwarna hijau kecoklatan atau terdapat sedikit
darah. Banyaknya cairan yang keluar mungkin
hanya sedikit atau kadang dapat keluar banyak
sekali.

Materi Leaflet
Apa bahaya Ketuban Pecah Dini?
Sebagian besar ibu hamil yang mengalami Ketuban
Pecah Dini harus melahirkan bayinya kira-kira 1
minggu setelah ketubannya pecah, sehingga sebagian
besar bayi harus terlahir prematur. Ketuban Pecah Dini
kadang menyebabkan infeksi, sehingga untuk
mencegah bayi terinfeksi, bayi harus segera dilahirkan
dengan operasi. Bayi yang prematur karena KPD
sangat
rentan
mengalami
kesultan
bernafas,
gangguan pencernaan, dan rentan dengan infeksi.
Bayi yang lahir sebelum usia kehamilan 23-24 minggu
biasanya sulit bertahan hidup, kadang bahkan
memiliki cacat dari lahir.

Materi Leaflet
Bagaimana mencegah KPD?
Banyak hal yang dapat menyebabkan Ketuban
Pecah Dini, diantaranya adalah kebiasaan ibu
merokok, pernah mengalami ketuban pecah dini
sebelumnya, hamil kembar, bayi besar, infeksi di
vagina (keputihan), melakukan hubungan saat
hamil, dan lain-lain. Beberapa penyebab KPD
tidak dapat dicegah, namun bebrapa diantaranya
dapat dihindari.

Materi Leaflet
Apa yang harus dilakukan saat terjadi KPD?
Apabila anda yakin cairan memang keluar dari
vagina, pakai pad atau pembalut, jangan
ditampon. Lalu perhatikan apa warna cairan yang
keluar dan berapa banyaknya. Kadang air kencing
bisa disangka carian ketuban, jangan sampai
keliru, air ketuban tidak berbau seperti air
kencing. Jika anda benar-benar yakin cairan
keluar dari vagina, segera hubungi bidan terdekat
atau mendatangi pelayanan kesehatan setempat.

Materi Leaflet
Apa saja yang harus dipersiapkan jika mengunjungi
fasilitas kesehatan setempat?
Persiapan menuju fasilitas kesehatan sangat penting,
karena mungkin kondisi anda mengharuskan anda
untuk rawat inap atau harus dirujuk ke RS terdekat.
Persiapkan kartu asuransi kesehatan anda (BPJS,
ASKES, asuransi swasta lainnya), persiapkan
fotocopinya, siapkan KTP atau KK. Selain itu
persiapkan buku KIA anda, hasil USG, hasil lab, hasil
rontgen, obat-obat yang biasa diminum (jika ada,
bungkusnya juga tidak apa), dan keterangan
penunjang kesehatan anda lainnya.

Materi Leaflet
Apa saja yang mungkin akan ditanyakan di oleh
bidan atau perawat atau dokter di puskesmas?

Identitas anda (sesuai KTP)


Riwayat hamil dan melahirkan
Riwayat penyakit dahulu (Hipertensi atau Diabet)
Warna cairan, berapa banyak, sejak kapan, ada rasa
nyeri di perut?
Adakah darah? Saat sedang apa cairan keluar?
Apakah anda merasakan kontraksi di perut? Kapan
terakhir anda merasakan gerak bayi?
dll

Materi Leaflet
Apa saja yang akan diperiksa di puskesmas?
Pemeriksaan fisik standar (tekanan darah, suhu, denyut
nadi, dan pernapasan)
Detak Jantung Janin
Mungkin diperlukan USG
Cek lab ( Hb, golongan darah, tes amnion, dll)

Materi Leaflet
Kapan anda harus segera dirujuk ke RS?
Sebagian besar KPD harus dirujuk ke Rumah Sakit
terdekat. Jika terdapat tanda-tanda melahirkan,
dapat dilakukan persalinan normal di puskesmas.
Namun bila harus dilakukan operasi, anda harus
segera dirujuk. Bila warna cairan ketuban
berwarna hijau coklat, ketuban berbau amis,
ketuban disertai darah, anda merasa demam,
merasa greges, anda merasakan kontraksi,
merasa nyeri perut, atau merasa gerakan bayi
berkurang, anda harus segera dirujuk ke RS.