Anda di halaman 1dari 28
TANATOLOGI Oleh : Benny Kosandi TANATOLOGI • Thanatos : hal yang berhubungan dengan kematian. Logos : suatu ilmu • Thanatologi :bagian dari ilmu kedokteran forensik, yang mempelajari tentang kematian dan perubahan-perubahan yang terjadi setelah kematian, serta faktor-faktor yang mempengaruhi perubahan tersebut. • Hoediyanto. Hariadi A. Ilmu kedokteran forensik dan medikolegal.edisi 7. surabaya.2010 SSP Hidup Respiras i Sirkulasi Idries AM. Pedoman Ilmu Kedokteran Forensik. Edisi I. Jakarta: Binarupa Aksara, 1997; Hueske E. Firearms and Tool Mark The Forensic Laboratory Handbooks, Practice and Resource. New Jersey : Humana Press.. Somatic death/sistemyc death/clinical death Stadium kematian Cellular death/molecular death • Hoediyanto. Hariadi A. Ilmu kedokteran forensik dan medikolegal.edisi 7. surabaya.2010 • Hoediyanto. Hariadi A. Ilmu kedokteran forensik dan medikolegal.edisi 7. surabaya.2010 EEG mendatar Tidak ada refleks Hilang pergerakan dan senisibilitas Tidaak ada pergerakan SOMATIC DEATH Auskultasi Test Magnus Auskultasi Test winslow Mirror test/tes bulu ayam Berhentinya pernapasan Berhentinya denyut jantung dan peredaran darah Incisi arteri radialis Test Transluminasi Argor mortis Mummif ikasi dan adipoce ra Livor mortis CELLUL AR DEATH Rigor mortis Pembu sukan Peruba han kulit dan mata • Hoediyanto. Hariadi A. Ilmu kedokteran forensik dan medikolegal.edisi 7. surabaya.2010 ALGOR MORTIS PRODUKSI PANAS BERHENTI PENGELUARAN PANAS TERUS BERLANGSUNG * Penurunan suhu rata-rata 0,9 – 1 C setiap jam. * Pengukuran suhu per rektal PENURUNAN SUHU Suhu air Aliran air Keadaan air Suhu udara pakaian Aliran udara dan kelembaban Keadaan tubuh korban aktifitas Sebab kematian Hoediyanto. Hariadi A. Ilmu kedokteran forensik dan medikolegal.edisi 7. surabaya.2010 Rumus menentukan saat kematian berdasarkan suhu tubuh mayat • 98.6 0 F – suhu rectal 1.5 Idries AM. Pedoman Ilmu Kedokteran Forensik. Edisi I. Jakarta: Binarupa Aksara, 1997; p.131-168. LIVOR MORTIS Pigmen darah keluar dan masuk kedalam jaringan Stagnasi Darah mencari tempat terendah Hemolysa • 4 jam setelah meninggal 15-20 menit timbul Lebam mayat Hoediyanto. Hariadi A. Ilmu kedokteran forensik dan medikolegal.edisi 7. surabaya.2010 LEBAM MAYAT LEBAM MAYAT LEBAM MAYAT LEBAM MEMAR KAKU MAYAT RIGOR MORTIS ATP ATP ATP ATP ADP ADP ATP ATP ATP ATP ATP ATP GLYCOGEN GLYCOGEN ATP ATP • ATP Hoediyanto. Hariadi A. Ilmu kedokteran forensik dan medikolegal.edisi 7. surabaya.2010 ATP 12 2-3 Primary flaccidity 4-6 Kaku belum lengkap 6-18 Kaku lengkap 18-24 Kaku menghilang Faktor-faktor yang mempengaruhi terjadinya rigor mortis : 1. suhu sekitar 2. keadaan otot saat meninggal 3. umur dan gizi • Hoediyanto. Hariadi A. Ilmu kedokteran forensik dan medikolegal.edisi 7. surabaya.2010 PEMBUSUKAN AWAL 24 JAM VESIKEL DAN BULAE (GELEMBUNG PEMBUSUKAN) 24-48 JAM BLOOD PURGE 24-48 JAM MARBLING 24-48 JAM BLOATING 48-72 JAM SKIN SLIPPAGE AND POST-MORTEM DISCOLORATION 48-72 JAM PEMBUSUKAN MUMIFIKASI ADIPOSERA ADIPOSERA Thanks for watching