Anda di halaman 1dari 32

Journal

Reading
Kombinasi

Phenobarbital dan
Fototerapi Meningkatkan
Penurunan Total Serum Bilirubin
dan dapat menurunkan
kebutuhan Transfusi tukar pada
Neonatus dengan Penyakit
Isoimmune Hemolitik

Mahmoud A. F. Kaabneh, Ghassan S.
A. Salama, Ayoub G. A. Shakkoury,
Ibrahim M. H. Al-abdallah, Afrah
Alshamari and Ruba A. A. Halaseh
Departemen Pediatric, Royal Medical Services,
Amman, Jordan

Lorem Ipsum Dolor

PENDAHULUAN

Hiperbilirubinemia : masalah pada neonatus yang
paling sering
IHD penyebab paling sering hiperbilirubinemia tak
terkonjugasi neonatus
Tatalaksana bilirubin indirek: Fototerapi, kecuali jika
kadar bilirubin sangat tinggi dan membutuhkan
transfusi tukar
Komplikasi transfusi tukar >>

sebesar 50 % dari puncaknya. ↓ serum bilirubin total. ↑ aktivitas hepatic glucoronosyl transferase (UGT) dan konjugasi bilirubin Objektif : mengevaluasi efek dari kombinasi fenobarbital dan fototerapi terhadap bilirubin total pada neonatus dengan IHD dan efeknya terhadap angka kebutuhan transfusi tukar. yang disebabkan oleh physiologic jaundice. . Intravenous immunoglobulin (IVIG) dosis tinggi   Fenobarbital pada ibu hamil dan keturunannya terbukti    ↓ bilirubin total dan ↓ transfusi tukar pada neonatus dengan Rh dan ABO IHD.

Lorem Ipsum Dolor METODE DAN SUBJEK .

Random. Single-Blinded. dan RS militer Queen Alia. Jordan Subjek penelitian: 200 pasien neonatus jaundice dengan IHD (inkompaktibilitas ABO / rhesus/ keduanya) . Jordan. Terkontrol  Maret 2013 .Desember 2014   NICU lantai 3 + bangsal pediatrik di RS Militer Prince Hashem. Zarqa. Amman. Prospektif.

5 mg/kgBB fenobarbital p.3 hari (+linctus simpleks 2.200 Pasien Acak (Ganjil dan Genap) 2 kelompok Fenobarbital dan Fototerapi (n = 100) 2.5 mg/kg) Fototerapi (n = 100) +linctus simpleks Tidak boleh bertukar kelompok .o/12 jam .

 Beberapa data yang diambil pada penelitian prospektif ini bersifat    parametrik dan sebagian non-parametrik.Metode Penelitian  Penelitian deskriptif-statistik dilakukan terhadap variabel yang diukur. Kalkulasi terhadap CI digunakan untuk menganalisa hasil.05.  T-test. Tingkat signifikansi yang digunakan adalah P < 0. odds ratio (OR)  Two-sided Tingkat kepercayaan 95% (95%CIs) digunakan untuk mengatasi masalah proporsi. .

 PCV ≥ 35%  menggunakan ASI.  tidak terdapat kelainan medis lainnya.  tidak terdapat dismorfik atau kelainan kongenital.Kriteri Inklusi  aterm  usia hidup <8 hari. .  CRP negatif ketika dimulai.5 mg/dL.  tidak terdapat tanda atau gejala dari neonatal sepsis yang membutuhkan pemberian antibiotik.  BB 2.5 dan 4 kg  inkompaktibilitas ABO/Rh/keduanya  STB ≤ 20 mg/dL  bilirubin direk < 1.

neonatus yang memiliki peningkatan enzim hepar.Kriteria Eksklusi   jika orang tua memutuskan untuk tidak melanjutkan penelitian atau jika secara medis harus dihentikan. apnea. atau respiratory arrest.  hipotensi  intoleransi makan  hipoaktivitas. atau iritabilitas  hasil kultur darah yang positif setelah 48 jam menjadi partisipan. .

Metode Untuk Menguji Keefektifan Fenobarbital    (1) Total serum bilirubin pada kedua kelompok (2) Jumlah neonatus yang membutuhkan transfusi tukar pada setiap kelompok. Keputusan untuk memulai fototerapi dan fenobarbital dibuat berdasarkan: (sesuai dengan pedoman mengenai fototerapi dari American Academy of Pediatric)  usia bayi dalam jam dan  tingkat total serum bilirubin atau Serum Total Bilirubin (STB) .

. Fototerapi dihentikan jika:    kadar STB menurun hingga mencapai 2 mg/dL atau dibawah kadar dimana pemberian fototerapi merupakan indikasi pada usia tersebut Bilirubin total yang signifikan atau Significant Bilirubin Rebound (SBR)  = nilai bilirubin pasca fototerapi yang membutuhkan fototerapi untuk pemulihan.

Lorem Ipsum Dolor HASIL .

Karakteristik Neonatus yang memenuhi kriteria inklusi .

dan perbedaan rata-rata antara awal terapi dan beberapa jam terakhir penelitian pada kedua kelompok .Total rata-rata serum bilirubin dalam beberapa jam penelitian.

Pengaruh fenobarbital dan fototerapi dibandingkan fototerapi saja pada TSB .

Pengaruh fenobarbital dan fototerapi dibandingkan fototerapi saja terhadap bilirubin direk (mg/dL) .

Perbandingan antara pengaruh beberapa faktor terhadap faktor resiko transfusi tukar pada pasien neonatus dengan isoimmune hemolytic disease .

.Pengaruh fenobarbital terhadap rebound bilirubin positif pada semua pasien dengan hiperbilirubinemia akibat issomimunisasi.

Lorem Ipsum Dolor DISKUSI .

. atau terhadap neonatus segera setelah lahir.Penelitian Lain?  Pengaruh fenobarbital terhadap hiperbilirubinemia pada penyakit non-hemolitik:    fenobarbital dapat menurunkan kadar transfusi tukar fenobarbital tidak memiliki pengaruh terhadap kadar TSB neonatus dengan penyakit non-hemolitik —> tidak pengaruh pada transfusi tukar Pengaruh fenobarbital profilaksis yang diberikan baik pada ibu yang dicurigai memiliki fetus dengan inkompaktibilitas ABO dan Rh sebelum dilahirkan.

karena dianggap tidak etis (sesuai dengan penelitian Wong et al.Perbedaan dengan yang lain?   Penelitian pertama yang mengevaluasi pengaruh kombinasi fenobarbital dan fototerapi terhadap hiperbilirubinemia akibat IHD pada neonatus.) . Tidak memiliki kontrol.

Alasan diberikan Linctus Simpleks  Ada penelitian kami. kedua kelompok sama-sama diberikan linctus simpleks dengan jumlah yang sama untuk mengekskulsi pengaruh yang dapat muncul pada hasil seperti yang sudah dilakukan oleh Levin et al.22 .

Dosis yang bervariasi.Penelitian yang tidak sesuai?   Wong et al. yang membandingkan pengaruh terapi kombinasi degan monoterapi pada TSB Alasan berbeda:     Subjek penelitian sedikit + non-hemolitik hiperbilirubinemia. adalah mereka tidak mengestimasi adanya sepsis dan pada penelitian tersebut terdapat 2 angka kematian yang diakibatkan oleh neonatal septicemia. atau muntah akibat medikasi per oral . dan Nazer et al. meneliti pengaruh dari kedua jenis terapi pada pasien dengan defisiensi enzim kongenital (Sindroma Crigler-Najjar tipe I). absorbsi. Nazer et al. dimana sepsis merupakan penyebab yang cukup umum dari hiperbilirubinemia.. dimana pada penelitian kami pasien dengan CRP positif dan atau dengan tanda-tanda adanya sepsis yang membutuhkan pemberian antibiotik masuk ke dalam kriteria eksklusi. Wong et al.

. dimana neonatus dengan inkompaktibilitas ABO+Rh lebih jarang menjalani transfusi tukar. adalah subjek yang lebih mungkin melakukan transfusi tukar. secara umum.  Jenis kelamin tidak memiliki pengaruh pada angka kebutuhan terapi transfusi tukar Neonatus dengan inkompaktibilitas ABO.

namun pada penelitian ini:     neonatus dengan penyakit hemolitik dengan DCT negatif ataupun positif angka kebutuhan transfusi tukar lebih tinggi pada kelompok yang menjalani fototerapi saja resiko pasien dengan DCT positif lebih tinggi dibanding dengan pasien dengan DCT negatif Namun. Penemuan lain yang belum disebutkan sebelumnya namun terdapat pada penelitian kami adalah neonatus yang di terapi dengan fenobarbital yang di kombinasikan dengan fototerapi secara bermakna mendapat angka kejadian rebound bilirubin yang lebih rendah dibanding yang mendapatkan terapi fototerapi saja. .Perbedaan dengan yang lain? (2)  Pengaruh dari DCT terhadap angka kebutuhan transfusi tukar belum pernah dibahas pada penelitian lainnya sebelumnya. tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara kelompok fototerapi saja dengan kelompok fenobarbital dan fototerapi terhadap kebutuhan dilakukannya transfusi tukar pada pasien dengan DCT yang positif.

 tidak hanya pengaruh dari fenobarbital dan fototerapi terhadap total rata-rata serum bilirubin namun juga terhadap enzim hepatic lainnya (ALP. dan AST). Perbedaan dengan Wong et al. .ALT.

.Akhir Diskusi…  Fenobarbital adalah obat yang aman setidaknya pada dosis dan durasi yang digunakan pada peneltian ini. dimana data pada penelitian ini menunjukan bahwa hanya 3 dari neonatus dari kelompok fenobarbital dan fototerapi yang di eksklusikan akibat dari efek samping fenobarbital (hipotensi dan intoleransi makan).

.Limitasi Penelitian  Penelitian ini tidak dibuat untuk mengevaluasi efek jangka panjang dari fenobarbital.

Lorem Ipsum Dolor KESIMPULAN .

sesuai dengan hasil yang ada dengan penurunan dari kadar total serum bilirubin yang lebih cepat. Penelitian lebih lanjut dibutuhkan untuk mengevaluasi ada tidaknya efek samping lain dan efek pada neurodevelopmental dari strategi terapi ini.Pada pengaturan dan sumber yang terbatas. yang berarti dapat menurunkan angka kebutuhan terhadap transfusi tukar dibanding terapi fototerapi tunggal. . fenobarbital dengan kombinasinya dengan fototerapi dapat membantu neonatus dengan IHD.

Terima Kasih .