Anda di halaman 1dari 33

Laporan Kasus

RHINOSINUSITIS KRONIK EKSASERBASI
AKUT DENGAN TONSILOFARINGITIS
KRONIK
Pembimbing :
dr. Ismelia Fadlan., Sp.THT-KL., M.Kes

Oleh :
LELI SAPITRI
G1A106022

PENDAHULUAN

Sinusitis dianggap salah satu penyebab
gangguan kesehatan tersering di dunia.

Data dari DEPKES RI tahun 2003 menyebutkan
bahwa penyakit hidung dan sinus berada pada
urutan ke-25 dari 50 pola penyakit peringkat
utama pada pasien rawat jalan di rumah sakit.

Kejadian sinusitis umumnya disertai atau dipicu
oleh rhinitis sehingga sinusitis sering juga
disebut dengan rhinosinusitis.

LAPORAN KASUS
Nama
Umur
Jenis kelamin
Alamat
Agama
Pekerjaan
(DLLAJ)
Register

: Tn. AS
: 23 Tahun
: Laki-laki
: Rt.13 Tehok
: Islam
: Pegawai Dinas perhubungan
: 65-35-30

Keluhan tambahan sekret yang kental kadang-kadang menglir ke tenggorok nyeri disekitar tulang pipi kanan dan kiri Fungsi penciuman menurun Rasa kering dan gatal di tenggorok dan bersin-bersin.Anamnesis Keluhan Utama Hidung sering tersumbat disertai pilek sejak ± 3 tahun yang lalu yang sifatnya hilang timbul. .

Ingus menjadi lebih .Rasa panas di kental dan lengket ulu kadang mengalir ke hati.Sering bernapas Gangguan tidur krn lewat mulut sesak napas Tenggorokan terasa .. tenggorokan .Penciuman Keluhan memberat .Demam (-) .Sering pilek dan hidung tersumbat .Rasa kering dan gatal kering (pagi) tenggorokan .Riwayat Perjalanan Penyakit 3 th 5 bl 1 mggu berobat Hidung semakin sering Keluhan bertambah: tersumbat .Bersin-bersin (Pagi) - .Nyeri tumpul disekitar sampai sulit tidur tulang pipi kiri-kanan .Ingus encer & bening .

iwayat radang tenggorokkan sebelumnya (-) Riwayat Penyakit Keluarga Tidak ada anggota keluarga lain yang menderita penyakit yang sama dengan pasien . Riwayat asma (-).Riwayat Penyakit Dahulu Riwayat keluhan yang sama (+) saat usia 12 tahun namun hilang dengan pengobatan Riwayat alergi obat dan makanan (-). Riwayat sering pilek dan bersin-bersin dipagi hari (+).

9 °C Nadi : 78 x/ menit KU/KP/KG : Baik .STATUS PRESEN Sensorium : compos mentis Pernapasan : 18 x/ menit Suhu : 36.

Hal–Hal Penting Hidung Kanan Kiri Cairan + + Darah - - Nanah - - Berbau - - Tumpat + + Penciuman .

Tenggorokan Kerongkongan Hasil Nyeri menelan - Sangkut menelan - Rasa mengganjal - Gatal dan terasa kering + Lendir - .

Pemeriksaan fisik Kepala dan leher: Nyeri tekan di R.Maksila Telinga: Dbn Mulut : Dbn Laring : Dbn KGB : Tidak ditemukan pembesaran KGB Transiluminasi : Sulit dinilai .

Hidung Rinoskopi Anterior Kanan Kiri Vestibulum nasi Dbn Dbn Kavum nasi Dbn Menyempit Selaput lendir Dbn Dbn Septum nasi Dbn Dbn Lantai + dasar hidung Dbn Dbn Eutropi Hipertropi Hiperemis (+) Hiperemis (+) Meatus nasi inferior Dbn Dbn Konka media Dbn Dbn Secret (-) Secket (+) Polip - - Korpus alineum - - Massa tumor - - Konka inferior Meatus nasi media .

Rinoskopi Posterior Kavum nasi Selaput lendir Kanan Kiri Dbn Dbn hiperemis hiperemis Koana Dbn Dbn Septum Nasi Dbn Dbn Konka superior Dbn Dbn Meatus nasi media Dbn Muara tuba Dbn Dbn Adenoid (-) (-) Massa tumor (-) (-) Polip (-) (-) Post nasal drip (-) (-) Dbn Dbn Nasofaring Sekret (+) .

detritus (-) Tonsil Sinistra : tonsil hipertropi T1.Faring Hasil Uvula Bentuk normal. permukaan licin. permukaan licin. hiperemis. hiperemis. terletak ditengah Palatum mole Normal Palatum durum Normal Plika anterior Hiperemis (-) Dekstra : tonsil hipertropi T1. permukaan bergranuler (+) . detritus(-) Plika posterior Mukosa orofaring Normal Hiperemis (+).

Audiometri Tes Kanan Kiri + + Tidak ada Tidak ada Tes lateralisasi Sama dg lateralisasi Sama dg schwabach pemeriksa pemeriksa Pendengaran Tes rinne Tes weber Kesimpulan : Pendengaran Normal .

Radiologi  Foto sinusparanasal (posisi waters) => tampak perselubungan dikedua sinus maksilaris kiri dan kanan dan tampak gambaran mukokel di maksilaris kiri. .

.

.

Tumor sinus maksilaris 1.Diagnosis Banding Rhinosinusitis kronik eksaserbasi akut dengan Tonsilofaringitis kronik 2. .

Diagnosis Kerja  Rhinosinusitis kronik eksaserbasi akut dengan Tonsilofaringitis kronik .

Banyak minum air putih dan istirahat yang cukup Medikamentosa :  Amoxicillin-klavulanat 3 x 500 mg  Efedrin HCL 1% (semprot hidung) 2x sehari  Metilprednisolon 3x4mg  Bromheksin HCl 3x8mg  Obat kumur benzydamine HCL 15 ml  Lansoprazol 1x30mg pagi sebelum makan .Penatalaksanaan Edukasi: Menjelaskan kepada pasien tentang penyakit dan cara penatalaksanaan penyakitnya.

Prognosis  Quo ad vitam  Quo ad functionam  Quo ad sanationam : bonam : Dubia ad bonam : bonam Pemeriksaan anjuran  Rino Endoskopi dan CT-Scan (bila perlu)  Kultur kuman dan Tes Sensitivitas kuman .

TEORI & PEMBAHASAN DEFINISI  Sinusitis adalah peradangan mukosa sinus paranasal yang umumnya disertai atau dipicu oleh rhinitis sehingga sering disebut rhinosinusitis.  Tonsilo faringitis adalah peradangan yang berulang pada tonsil dan faring. .

ANATOMI .

.

c. kelainan anatomi hidung.  Faktor predisposisi a. polip hidung. hipertrofi konka. barotrauma. gigi dan gusi (dentogen). rinitis alergi b.ETIOLOGI  Perluasan infeksi dari hidung (rinogen). dan .  Trauma langsung. d. faring. tonsil serta penyebaran hematogen walaupun jarang. berenang atau menyelam.

KLASIFIKASI SINUSITIS Secara klinis sinusitis dibagia atas:  Sinusitis akut  Sinusitis subakut  Sinusitis Kronis Sedangkan berdasarkan penyebabnya sinusitis:  Rhinogenik  Dentogenik/Odontogenik .

PATOFISIOLOGI .

tenggorok Nafas berbau Bersin-bersin bertambah sering • Demam • Tes sitologi nasal (smear): neutrofil dan bakteri • Ultrasound • • • • • • .DIAGNOSIS: 2 mayor +1 minor dan ≥ 2 kriteria minor Kriteria Mayor Kriteria Minor • Nyeri di wajah • Sekret nasal yang purulen • Drenase faring yang purulen • Purulent Post Nasaldrip • Batuk • Foto rontgen Penebalan lebih 50% dari antrum • Coronal CT Scan : Penebalan atau opaksifikasi dari mukosa sinus Sakit kepala Sakit gigi Nyeri telinga Gang.

PENATALAKSANAAN Penatalaksanaan tergantung stadium  Akut => Antibiotika adekuat (10 – 14 hari)+ dekongestan + analgetika + anti histamin + mukolitik  Subakut => Antibiotika adekuat (10 – 14 hari)+ dekongestan + analgetika + anti histamin + mukolitik+ irigasi sinus  Kronik => Antibiotik +simtomatik + pembedahan .

Sinus maksila dengan operasi Cadhwellluc. c. . Sinus ethmoid dengan ethmoidektomi.  Pembedahan Non Radikal : bedah Sinus Endoskopik Fungsional (BSEF). b.Pembedahan  PembedahanRadikal: a. Sinus frontal dan sfenoid dengan operasi Killian.

abses ekstradural atau subdural. selulitis orbita.  Mukokel yaitu suatu kista yang mengandung mukus yang timbul dalam sinus. abses subperiosteal. . abses otak dan tombosis sinus kavernosus. abses orbita dan selanjutnya dapat terjadi trombosis sinus kavernosus.  Osteomielitis dan abses periosteal  Kelainan paru : bronkitis kronik dan bronkiektasis.KOMPLIKASI  Komplikasi orbita : edema palpebra.  Kelainan intrakranial : meningitis.

sinusitis subakut dan sinusitis kronis  Diagnosa ditegakkan berdasarkan criteria mayor dan criteria minor serta pemeriksaan penunjang berupa foto sinus paranasal.  Sinusitis adalah peradangan mukosa sinus paranasal yang umumnya disertai atau dipicu oleh rhinitis sehingga sering disebut rhinosinusitis. CT-Scan. pemeriksaan laboratorium dan mikrobiologi.KESIMPULAN  Telah dilaporkan sebuah kasus rhinosinusitis kronik eksaserbasi akut dengan tonsilofaringitis kronik pada pasien laki-laki usia 23 tahun.  Penatalaksanaanterdiri dari pemberian antibiotik yang adekuat dan pengobatan simptomatik serta pembedahan. .  Klasifikasi sinusitis terdiri dari sinusitis akut.