Anda di halaman 1dari 19

JOURNAL READING

Efficacy and Long-Term Safety of


Dengue Vaccine in Regions of Endemic
Disease
Pembimbing :
Letkol CKM dr. Roedi Djatmiko, Sp.A
Oleh :
Sabrina
1420221127

LATAR BELAKANG

Kandidat vaksin dengue tetravalen


telah diuji dalam tiga percobaan klinis
yang melibatkan lebih dari 35.000
anak usia 2 16 tahun di negaranegara Asia Pasifik dan Amerika Latin.
Kami melaporkan hasil analisis follow
up keamanan jangka panjang dan
analisis efikasi terintegrasi.

METODE

Kami menguji tingkat insidensi pasien


rawat inap untuk dengue yang telah
dikonfirmasi secara virologi sebagai
suatu pengganti dari titik akhir tingkat
keamanaan selama follow up pada
tahun ke 3 6 dari 2 fase di 3
percobaan, CYD14 dan CYD15, dan
fase percobaan 2b, CYD23/57. Kami
memperkirakan
efikasi
vaksin
menggunakan gabungan data dari 25
bulan pertama CYD14 dan CYD15.

HASIL

Data follow-up yang tersedia sebanyak


10,165 dari 10,275 partisipan CYD14
(99%) dan

sebanyak 19,898 dari 20,869


partisipan CYD15 (95%).

sebanyak 3203 dari 4002 partisipan


percobaan CYD23 termasuk percobaan
CYD57 (80%).

Selama tahun ke-3 percobaan gabungan CYD14,


CYD15 dan CYD57, kasus rawat inap dengue yang
telah dikonfirmasi secara virologi terjadi pada 65
dari 22,177 partisipan pada kelompok vaksin dan
sebanyak 39 dari 11,089 partisipan pada kelompok
kontrol.

TIngkat resiko relatif untuk kasus rawat inap dengue


sebesar 0,84 (tingkat kepercayaan (CI) = 95%, 0,56
1,24) dari semua pasien, 1,58 (95% tingkat
kepercayaan (CI), 0,83 3,02) dari semua pasien
usia <9 tahun, dan 0,50 (95% CI, 0,29 0,86) dari
semua pasien usia 9 tahun.

KESIMPULAN

Meskipun insidensi rawat inap dengue pada


tahun ke-3 yang lebih tinggi pada anak usia <
9 tahun belum dapat dijelaskan, tetap
diperlukan monitoring secara hati-hati dalam
follow-up jangka panjang.

resiko pada anak usia 2- 16 tahun didapatkan


lebih rendah pada kelompok vaksin
dibandingkan dengan kelompok kontrol

CYD-TDV (rekombinasi, hidup, vaksin tetravalent


dengue) telah diuji dalam dua fase 3 randomisasi
percobaan efikasi yang melibatkan lebih dari 31.000
anak usia 2-14 tahun di negara-negara Asia Pasifik
dan Amerika Latin. Vaksin ini diberikan dalam 3
dosis : waktu dasar, bulan 6 dan bulan 12.

Efikasi vaksin terhadap kasus dengue terkonfirmasi


secara virologi dan kemanannya telah diuji selama
25 bulan fase pengawasan efikasi (i,e, sampai 13
bulan setelah dosis ketiga diberikan). Tingkat reaksi
dan imunitasnya turut diuji dalam sub-kelompok
partisipan.

Vaksinasi secara signifikan mengurangi


insiden kasus dengue terkonfirmasi dan
menunjukan tingkat keamanan yang
dapat diterima. Dan profil tingkat reaksi,
ditemukan
konsisten
dengan
hasil
sebelumnya.

DISKUSI

Ketiga percobaan vaksin menilai vaksin CYDTDV termasuk fase follow up jangka anjang
selama 4 tahun, yang didesain dengan WHO
guideline. Paad tahunke-3 pada percobaan
CYD14, 40 partisipan yang di rawat inap yang
telah terkonfimasi secara virologi ( 27 pada
kelompok vaksin dan 13 pada kelompok
kontrol).

Analisis gabungan percobaan CYD14,


CYD 15 dan CYD57 pada tahun 3
memperlihatkan resiko lebih rendah
terhadap kasus dengue rawat inap
pada partisipan usia 9 tahun pada
kelompok vaksin dan kelompok kontol.

Walaupun terdapat banyak kasus rawat inap dan


dengue berat yang dilaporkan pada partisipan <9
tahun dibanding dengan usia usia 9 tahun pada
kelompok vaksin, pola klinis pada kasus ini selama
follow up jangka panjang fase aman hampir mirip
dengan fase efikasi surveilans, dengan tidak
terdapatnya perbedaan dalam berat klinis atau
viremia. Dalam semua kasus, partisipan telah
sembuh sempurna.

tidak ada perbedaan signifikan antara


kasus pada kelompok vaksin dan
kontrol pada partisipan usia < 9 tahun.
Review tingkat keamanan yang masih
berlangsung selama monitor follow up
jangka panjang
ada pada analisis
interim terencana.

Beberapa hubungan hipotesis biologis yang


masuk akal dapat menjelaskan adanya
ketidakseimbangan pada anak yang lebih
kecil. Beebrapa dari anak-anak ini mungkin
mempunyai kualitas respon imun yang rendah
terhadap vaksinasi adalah rawan dan
merupakan peringatan; hal ini terutama pada
anak-anak yang seronegatif pada waktu
vaksinasi dan lebih cenderung lebih muda.

Kesimpulannya, data yang tersedia dari efikasi


dan follow up jangka panjang ketiga percobaan di
negara Asia Pasifik dan Amerika Latin (tropis dan
subtropis) dimana merupakan daerah endemis
dengue menunjukan penurunan penyakit dengue
pada fase efikasi surveilans pada anak-anak yang
menerima vaksin. Sebagai tambahan, terdapat
resiko rawat inap yang lebih rendah untuk
dengue secara keseluruhan selama 2 tahun
melengkapi 3 dosis jadwal vaksin pada anak
berusia 9-16 tahun.

CRITICAL APPRAISAL

TERIMA KASIH