Anda di halaman 1dari 16

REFERAT

TERPI OKSIGEN

 
  
Disusun untuk Memenuhi Syarat mengikuti Ujian
Kepaniteraan Klinik
di Bagian Anetesi
Rumah Sakit Umum Pusat Persahabatan Jakarta
 
 Diajukan Kepada:
Pembimbing: dr. Jalil Matondang, Sp. An.
Disusun Oleh:
Mesiwisani
Regina Lisa Permata

.BAB 1 PENDAHULUAN • Latar belakang seseorang tidak dapat hidup tanpa oksigen. Oksigen juga berguna untuk metabolisme tubuh. Apabila 10 detik otak manusia tidak dapat oksigen  penurunan kesadaran  berlanjut mengalami kematian.

• Dapat diberikan secara temporer selama tidur atau aktivitas . dengan konsentrasi yang lebih tinggi dibanding yang terdapat dalam udara untuk terapi dan pencegahan terhadap gejala dan menifestasi dari hipoksia.BAB II TINJAUAN PUSTAKA • Terapi oksigen merupakan pemberian oksigen sebagai suatu intervensi medis.

Jenis-jenis dari hipoksemia : Hipoksemia ringan Hipoksemia sedang Hipoksemia berat .• HIPOKSEMIA suatu keadaan dimana terjadi penurunan konsentrasi oksigen dalam darah arteri (PaO2) atau saturasi O2 arteri (SaO2) dibawah nilai normal.

PaO2 dibawah 55 mmHg  peningkatan pernafasan  PaO2 meningkat. • Hipoksemia  perubahan fisiologis tubuh. . perfusi hipoventilasi.hipoksia  jadi vasodilatasi.vaskuler suplai ke jar. PCO2 menurun  jar.• Penyebab : gangguan ventilasi. takikardi kompensasi  peningkatan volme sekuncup  oksigenasi baik. gangguan difusi dan berada di tempat tinggi.

Jenis-jenis hipoksia : o Hipoksia hipoksik o Hipoksia anemik o Hipoksia stagnan o Hipoksia hitotoksik .• HIPOKSIA kekurangan O2 ditingkat jaringan. Proses ini terjadi 4-6 menit setelah ventilasi spontan terjadi.

hipotensi. dan syok o Sistem saraf pusat : Sakit kepala. edema papil. sianosis o Kardiovaskuler : Cardiac output meningkat. tremor. hiperrefleks. palpitasi. asidosis laktat . bingung.8 o Respirasi : Sesak nafas. delirium. gelisah.• Gejala dan Tanda-Tanda Hipoksia Akut. incoordination o Metabolik : Retensi cairan dan kalium. vasodilatasi. koma o Neuromuskular : Lemah. angina. aritmia. takikardi.

dan memperbaiki metabolisme otot. kor pulmonal. mengurangi hipertensi pulmonal. meningkatkan fungsi jantung. kapasitas latihan. memperbaiki fungsi neuropsikiatrik.• Pemeriksaan penunjanng AGD atau pulse oxymetri • Manfaat terapi oksigen Tujuan terapi oksigen adalah mengoptimalkan oksigenasi jaringan dan meminimalkan asidosis respiratorik. memperbaiki hemodinamik paru. . menurunkan cardiac output.

• Indikasi terapi oksigen benar-benar butuh oksigen dan apakah dibutuhkan terapi oksigen jangka pendek (Short-term oxygen therapy) atau terapi oksigen jangka panjang (Long term oxygen therapy). PPOK dgn eksaserbasi akut. asma bronkial. . • Terapi oksigen jangka pendek merupakan terapi yang dibutuhkan untuk pasien dgn keadaan hipoksemia akut yaitu pneumonia. gangguan kardiovaskular. emboli paru.

Indikasi Akut Terapi Oksigen • Indikasi yang sudah direkomendasi : • Hipoksemia akut (PaO2 < 60 mmHg. SaO2 < 90%) • Cardiac arrest dan  respiratory arrest • Hipotensi (tekanan darah sistolik < 100 mmHg) • Curah jantung yang rendah dan asidosis metabolik (bikarbonat < 18 mmol/L) • Respiratory distress (frekuensi pernafasan > 24/min) .

. Pasien dengan PPOK kelompok yang paling banyak menggunakan terapi oksigen jangka panjang.• Terapi Oksigen Jangka Panjang Banyak pasien hipoksemia membutuhkan terapi oksigen jangka panjang.

III. aVF • Eritrositoma (hematokrit > 56%) • PaO2 > 59 mmHg atau saturasi oksigen > 89% .Indikasi terapi oksigen jangka panjang • Pemberian oksigen secara kontinyu : • PaO2 istirahat ≤ 55 mmHg atau saturasi oksigen ≤ 88% • PaO2 istirahat 56-59 mmHg atau saturasi oksigen 89% pada satu keadaan : • Edema yang disebabkan karena CHF • P pulmonal pada pemeriksaan EKG (gelombang P > 3mm pada lead II.

Dapat meningkatkan resiko kebakaran. karena kemungkinan prognosis yang buruk. tp PaO2 lebih atau sama dengan 60 mmHg dan tdk mempunyai hipoksia kronik. . • Pasien yang meneruskan merokok.• Kontraindikasi • Suplemen oksigen tidak direkomendasi pada • Keterbatasan jalan nafas yang berat dgn keluhan utama dispneu.

 reservoir mask. .• Cara pemberian dibagi dua jenis. topeng oksigen. yaitu sistem arus rendah dan sistem arus tinggi. dan simple mask. • Arus tinggi : venturi mask dan reservoir nebulizer blenders9. kateter transtrakheal. • Arus rendah : kanul nasal.

• Komplikasi Terapi Oksigen • Penderita PPOK dengan retensi CO2 sering bergantung pada “hypoxic drive” untuk mempertahankan ventilasinya. • Kerusakan retina (retrorental fibroplasia) menyebabkan kebutaan pada neonatus.         . terjadi karena pemberian terapi oksigen yang tidak tepat. • Pneumonitis dan pembentukan membran hyaline didalam alveoli yang menyebabkan penurunan pergantian gas dan atelektasis.

•Pemberian oksigen harus mengerti indikasi. •Pemberian oksigen selalu dievaluasi sehingga dapat mengoptimalkan pemberian oksigen dan mencegah terjadinya retensi CO2. dan lamanya yang akan diberikan serta waktu pemberian.BAB III PENUTUP •Oksigen merupakan unsur yang paling dibutuhkan bagi kehidupan manusia. oksigen juga sangat dibutuhkan untuk metabolisme tubuh. mempermudah perbaikan penyakit dan memperbaiki kualitas hidup. Oksigen dapat diberikan jangka pendek dan jangka panjang.  •Pembarian nya dapat memperbaiki keadaan umum. Tak hanya untuk bernafas dan mempertahankan kehidupan.       . teknik yang dipakai. dosis diberikan.